
“Pantesan saja sikap doctor henzi dingin pada ku ternyata karna ini, lalu kenapa dia tidak Tanya langsung pada ku” ucap gira sambil berlarian kecil menuju ruangan doctor henzi
Gira berlarian ke ruangan doctor henzi, gira menekan tombol lift namun sayangnya lift tersebut tidak bisa terbuka, tanpa berfikir panjang gira langsung berlarian ke tangga darurat menaiki anak tangga yang jumlahnya 45 anak tangga dari lantai 5 menuju laintai 8 dimana ruangan doctor henzi ada di lantai 8
(Hem hem hem akhrinya aku sampai juga) batin gira setelah sampai di lantai 8
Tuk tuk tuk gira mengetuk pintu ruangan doctor henzi
“Masuk” ucap henzi dan betapa terkejutnya henzi saat melihat gira yang ada di ruangannya saat ini
(bukan kan ini masih awal untuk waktu makan malam) batin henzi sambil melihat gira
“Doc” panggil gira lalu mendekat ke arah doctor henzi
Betapa terkejutnya henzi melihat apa yang baru saja di lakukan oleh gira, Gira berjalan mendekat lalu dengan cepat gira langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan henzi gira memeluk henzi dengan erat seolah tidak ada hari untuk besok mereka berpelukan
“Kenapa” Tanya henzi pada gira “Ada apa ini” Tanya henzi lagi
“Maaf” jawab gira yang masih memeluk henzi
“Kenapa kamu minta maaf” Tanya henzi
berusaha melepaskan pelukannya karna henzi sudah berjanji akan menjaga jarak gira
“Soal berita itu” ujar gira tidak mau melepaskan pelukannya, justru gira makin mempereraat pelukannya
“Berita mana” Tanya henzi
“Berita ini” tunjuk gira pada henzi berita tentang dirinya dengan Stefan
Akhirnya gira melepaskan pelukannya dan kini henzi duduk di kursinya kembali
“Ah ini aku tidak peduli” jawab henzi datar
“Benarkah” Tanya gira sambil melihat muka henzi “lalu kenapa muka doctor henzi sedingin kutub es”
“Kapan, kenapa, tidak sejak kapan muka ku sedingin kutub es”
“Kemarin, karna doctor henzi marah melihat berita ini, iya sejak kemarin sore muka doctor henzi sedingin kutub es” jawab gira sambil berjalan mendekat ke rah doctor henzi
“Tidak” bantah henzi
“Iya” aku melihatnya
“Tidak aku tidak marah”bantah henzi
“Jangan berbohong doctor marah bukan” Tanya gira lagi, yang pertanya tepat pada telinga henzi
“Tidak”
“Klau begitu apa doctor cemburu”
“Tidak juga” jawab henzi datar
“Benarkah, doctor tidak cemburu”
Lalu henzi bangun dari duduk nya membuat gira terkejut, namun yang membuat gira tak kalah terkejut dengan apa yang doctor henzi katakan
“Tidak!!!” teriak henzi
“Aku tidak cemburu, kenapa aku harus cemburu kamu itu Cuma istri kontrak ku, kamu harus sadar diri atas status itu, jangan melewati batas mu Amelia Agiralia” ucap hezni berteriak pada gira tanpa sadar
Mendengar perkataan henzi barusan Seolah petir menghantam gira, seluruh tubuh gira lemas bahkan tangan gira gemetaran mendengar ucapan henzi
Namun sayangnya perkataaan henzi
membuat gira terluka, seakan lupa jika status nya gira hanya istri kontrak bagi henzi namun tidak dengan gira
Gira berjanji akan menjadikan doctor henzi suami saat ini bahkan sampai gira mati, jika pun dulu gira tidak mencintai doctor henzi namun setidak nya gira berusaha membuka hatinya dan berusaha melupakan cinta pertamanya
Diam sunyi itu lah yang terjadi di dalam ruangan itu saat ini tidak ada jawaban dari gira setelah mendengar ucapan dari henzi
“Doc gira permisi dulu” ucap gira sambil berjalan kearah pintu namun teringat satu hal membuat gira berhenti saat hendak membuka pintu itu padahal jelas tangan gira sudah menggenggam pintu
“Maaf doc sepertinya kita tidak bisa makan malam malam ini” ucap gira bahkan tanpa menoleh ke arah henzi lalu gira pergi meningalkan henzi yang berdiri menapat kepergiaan gira
`apa yang aku katakan pada gira barusan, kenapa aku bisa lepas kendali seperti ini aku sudah melukai hati gira Ahkkkkkk aku harus bagaimana ini` ucap henzi saat gira sudah pergi dari ruangan henzi
`aku benar benar seperti banjingan saat ini, bagaimana aku akan menghadapi gira` ucap henzi lagi
`harusnya aku tidak bicara seperti itu, ini justru membuat aku terlihat seperti bajingan brengsek, bukan mengaja jarak tapi menyakiti gira Aaahhhkkk` teriak henzi frustasi
Secapat munhkin gira menghilang dari ruangan henzi, sangat menyakitkan bagi gira saat melihat henzi dengan nada marah dan juga ucapan yang begitu membuat gira sakit
__ADS_1
Gira lari menuju lantai atas sesampai gira di atas atap rumah sakit air mata yang gira tahan tumpa seketika gira tidak bisa lagi menahannya
Gira duduk di kursi sambil menangis apa yang dikeluarkan dari mulut doctor henzi benar benar menyakiti gira
(Benar aku harus sadar aku Cuma istri kontrak) batin gira tersenyum namun air mata gira tidak bisa di hentikan
“Ini pakai” ucap seseorang sambil memberikan tisu pada gira
“Stefan” ucap gira terkejut melihat laki laki yang berdiri di depannya saat ini adalah Stefan
Stefan yang keluar dari ruangan mamanya melihat gira yang lari ke arah lift lalu Stefan pun mengikuti gira sampai ke atas atap melihat gira yang duduk di kursi sambil menangis membuat Stefan iba dan Stefan melangkah sambil memberikan tisu pada gira
“Ambil lah jangan sampai rumah sakit ini banjir karna air mata mu” ucap Stefan sedikit ketawa
“Tidak akan terjadi bahkan baju ku belum basah” ucap gira sambil mengambil tisu lalu menghapus air matanya
“Kenapa??? kamu sedang dalam masalah” tanya stefan sambil duduk di dekat gira
“Tidak hanya masalah kecil”
“Tidak masalah karna aku sedang baik aku kan meminjamkan bahu ku untuk mu saat ini tapi hanya kali ini saja, jangan minta lagi lain kali” ucap Stefan tersenyum
“Tidak perlu, aku tidak sesedih itu” jawab gira
“Tapi kamu menagis” bantah stefan
“Tidak lagi”
Tidak menghiraukan apa yang di katakan
oleh gira kini justru Stefan menidurkan kepala gira tepat pada bahunya Stefan
Terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Stefan, gira ingin bangun namun tangan Stefan mencegahnya dengan cepat hingga kini kepala gira bersender dibahu nya Stefan
“Aku baru tau kamu sangat jelek saat menangis” ujar Stefan bercanda
“Emang ada orang menangis cantik” tanya gira
“Ada”
“Siapa”
“Aku lupa namanya”
“Tidak aku serius”
“Aku tidak percaya”
“Kamu harus percaya”tegas stefan
“Kenapa”
“Ya karna itu adalah lelucon ha ha ha” jawab Stefan sambil tertawa membuat gira juga tertawa
“Ha ha ha kamu lucu sekali” ujar gira sambil menepuk nepuk tangan nya
“Akhirnya kamu ketawa lagi”
“Eum aku tertawa karna kamu”
“Kamu cantik saat tertawa jadi jangan bersedih lagi” ucap Stefan sambil menghapus sisa air mata gira
Tanpa mereka sadar sepasang mata melihat keromantisan mereka berdua namun mereka salah mengartikan keromantisan tersebut
Mereka berasumsi jika kedua insan itu sedang berkencan romantic di tambah dengan posisi saat ini stefan sedang mengapus air mata gira, jika di lihat dari sisi suster itu berdiri saat ini seolah olah gira dengan Stefan sedang bercium
Setelah menghapus air mata gira kini mereka duduk kembali seperti patung hingga gira pun membuka suara
“Ah kenapa kamu tidak cerita pada ku kalau kamu anak direktur rumah sakit” Tanya gira pada Stefan
“Harus kah aku mengatakannya” jawab Stefan sambil memegang kepalanya yang tidak gatal
“Tidak juga, kamu tau tentang berita itu” Tanya gira lagi
“Tentang kita berkencan” jawab Stefan datar
“Kamu sudah tau”
“Eum semua orang menelpon ku, menanyakan kebenarannya”
“Lalu” tanay gira penasaran
“Aku mengatakan tidak namun mereka tidak percaya”
__ADS_1
“Huff sudah kuduga” ucap gira sambil melihat ke arah depan
“Lalu bagaimana ini” Tanya Stefan
“Ya mau buat bagaiman ini juga sudah terjadi, nanti mereka tau sendiri jika kita tidak berkencan” jawab gira pasrah
“Aku juga sudah mengatakan pada sebagian orang di rumah sakit ini bahwa kita tidak berkencan”
“Bagus lah”
“Bagimana dengan kekasihmu, kamu tidak menangis karna kalian putus gara gara berita ini kan” Tanya Stefan melihat gira
(eum aku berfikir begitu. Doctor henzi marah karna berita itu namun sayang nya semua tidak sama dengan apa yang aku pikirkan dia hanya menganggap aku istri kontrak) batin gira
“Kenapa kamu diam” Tanya stefan
“Aaa Ha ha ha tentu saja tidak” ucap gira
“Benar kah
“Eum benar sekali”
“Kamu tidak punya kekasih” Tanya stefan
“Tidak”
(Untuk saat ini tidak karna aku akan menunggu kak berend, tapi aku istri orang namun apa pedulinya itu aku hanya istri kontrak baginya) batin gira
“Bagus lah” ucap Stefan
“Lalu ada apa dengan pakaian mu. Jangan bilang Kamu doctor disini” Tanya gira saat
melihat jas putih yang di pakai oleh stefan
“Hehe iya seperti yang kamu lihat”
“Waw berita yang mengejutkan doctor Stefan tevano” ucap gira sambil membaca nama yang tertulis di jas putih milik Stefan
“Sepertinya kita akan sering bertemu doctor Amelia agiralia” ujar Stefan sambil mengulurkan tangannya
“Waw sekarang kamu sudah mengetahui nama lengkap ku” ucap gira sambil menerima jabatan tangan stefan
“Tentu saya aku tau, kamu kekasih aku”ucap stefan“Eum kekasih, kita kekasih bukan di berita” ujar stefa lagi sambil tersenyum
“Ah benar juga” ucap gira
“kamu tau mereka berbisik bisik dimana pun aku berada” ucap Stefan sambil melihat gira “jujur saja aku ingin mengumumkan jika kita tidak berkencan” sambung Stefan lagi
“Benarkah, kamu punya kekasih” Tanya gira
“Tidak”
“Aku tidak percaya”
“Percaya lah pada ku”
“kenapa harus”
“karna itu adalah kejujuran” ujar Stefan sedikit berbisik
“ha ha ha aku percaya” tawa gira sedikit lebih keras
“Kamu mau makan malam dengan ku” ajak Stefan
Gira berfikir sejenak jujur saja gira sudah membuat janji makan dengan doctor henzi
(bagaimana ini bukannya aku sudah berjanji akan makan malam dengan doctor henzi, tapi aku tidak ingin melihat wajahnya saat ini, lagi pun Stefan sudah membuat ku terhibur, Ah aku lupa aku sudah membatalkannya) batin gira
“Hey bagaimana kamu mau, jujur aku tidak punya teman di sini, ini hari pertama aku bekerja di sini” ujar Stefan lagi
“Baik lah, aku mau, karna kamu sudah menghibur ku hari ini” ucap gira tersenyum membuat Stefan bahagia
Hati gira sedikit lebih tenang, setidaknya Stefan sudah membuatnya tertawa meskipun masih sakit dengan perkataan henzi, gira ingin menyerah dan menjaga jarak dengan doctor henzi
Gira dan Stefan pun turun ke bawah untuk makan malam, mereka membuat cafe rumah sakit menjadi pilihan yang tepat mereka untuk makan malam, tidak peduli dengan orang yang berbisik dan juga gemas melihat mereka yang di anggap sedang berkencan di rumah sakit
🌿🌿🌿
“Apa kalian melihat gira”
“Doctor gira, tidak” ucap salah satu teman gira
“Doctor gira sedang dinner di café dengan kekasinya” ujar salah satu doctor obgyn tersebut
__ADS_1
“Dinner!!! kekasih” Tanya henzi