My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Ungkapan Henzi


__ADS_3

Henzi membuka kedua matanya, terlihat senyum lebar di wajah henzi saat melihat pandangan yang ada di depannya saat ini, tidak pernah henzi merasa benar benar bahagia selama beberapa tahun ini, seolah henzi ingin menghentikan waktu yang berjalan dengan cepat tanpa di sadarinya…


Gira terlihat masih terlelap dalam tidurnya, dengan tangan yang masih setia memeluk pinggang milik henzi, melihat gira yng tertidur di dalam pelukanya membuat henzi sangat bahagia, henzi mengelus rambut halus milik gira dan tangan kirinya menyentuh pipi lembut, hingga ke hidung mancung milik gira


Merasa tidak nyaman gira membuka kedua matanya dan tersenyum menatap wajah henzi yang ada di depannya, sekilas menatap lalu gira memejamkan kembali matanya dan menenggelamkan wajahnya pada dada henzi


Melihat itu membuat henzi tersenyum dan memeluk tubuh mungil itu dengan erat


“Kamu tidak akan bangun sayang” ujar henzi melihat gira yang kembali memeluknya


“Biarkan gira tidur beberapa menit lagi doc” ujar gira yang masih betah dengan posisinya saat ini


“Kamu akan terlambat doctor gira” ujar henzi mencium rambut halus milik istrinya


“Aku akan mengunakan kesempatan sebagai istri direktur” ujar gira menatap sekilas wajah henzi membuat henzi ikut tersenyum lebar menndegra ucapan gira


“Kamu sudah mulai nakal doctor gira” ucap henzi menjauhkan badanya lalu mendaratkan cium manis di dahi gira, membuat gira menutup mata mentapatkan perlakuan yang manis dari henzi


“I love you gir, I love you istriku” ujar henzi tiba tiba membuat gira membuka lebar matanya dan menatap henzi tidak percaya


Ungkapan yang diinginkan oleh gira henzi ucapkan saat mereka berumah tangga beberapa tahun yang lalu namun henzi sama sekali tidak mengungkapkan ucapan itu


Mendengarnya sekarang seolah mimpi bagi gira, gira tidak percaya jika hari yang di tunggu tunggunya akhirnya tiba dimana henzi mengungkapkan kata yang sangat ingin di dengar oleh gira


Henzi tersenyum menatap gira, tidak sebaliknya gira malah duduk dari tidurnya dirinya tidak percaya apa yang sudah keluar dari mulut henzi, gira mencubit kedua pipinya, melihat itu membuat henzi tersenyum lebar


“Ini bukan mimpi sayang, ini nyata” ucap henzi juga bangun dan duduk di di depan gira “Mungkin ini terlambat, maaf sudah membuat kamu menunggu begitu lama sayang, maaf sudah membuat kamu terluka dalam waktu yang lama, maafkan aku sudah membuat kamu larut dalam kekecewaan, tapi aku janji itu tidak akan pernah terjadi lagi sayang karna kamu tau seberapa pun aku mencoba melupakan kamu agar kamu bahagia bersama orang lain, tetap saja aku tidak rela, dan pada akhirnya tetap kamu wanita yang aku ingin menjadi ibu dari anak anak ku kedepanya, I love you gir, I love you istri kecilku, maukah kamu menerimaku kembali menjadi suamimu” ujar henzi mencium kedua telapak tangan


Mendengar semua ucapan henzi membuat gira bahagia namun entah mengapa mata gira tidak biasa di ajak komunikasi dengan baik tanda sadar air mata itu jatuh dengan sendirinya mambuat henzi langsung menghapus air mata tersebut dan mencium kedua pipi gira


Seolah bagikan mimpi jika henzi bersikap begitu romantic, sejak kapan henzi sudah snagat banyak bicara, tanya gira pada dirinya sendiri


“Kamu tidak akan membalas perasaan ku sayang” tanya henzi mendekatkan wajahnya pada wajah gira, melihat henzi gira hanya terdiam


Lalu dengan cepat gira memeluk leher henzi, gira tidak tau harus bereakasi seperti apa, ini semua di luar prediksinya jika henzi akan mengungkapkan perasaannya di pagi hari


Henzi memeluk pinggang gira dengan erat “Gir aku ingin dengar jawabnya” ucap henzi lagi tanpa melepaskan pelukannya


Gira ingin melepaskan pelukan henzi karna gira ingin memberikan jawabnya pada henzi namun sepertinya henzi enggan melepaskan pelukannya


“Jawab saja sayang, jawab di telinga ku” ujar henzi berbisik tepat di telinga gira membuat gira mengeliat karna merasa geli merasakan hembusan nafas henzi

__ADS_1


“I love you gira, I love you istri ku” sambung henzi lagi di telinga gira


Gira tersenyum lebar medapatkan bisikan manis dari henzi


“I love you too doctor henzi, I love you suamiku” bisik gira tepat di telinga henzi membuat henzi tersenyum lebar, mencium bahu gira dan memeluk gira dengan erat


Henzi melepaskan pelukanya, henzi menidurkan gira membuat dirinya menatap gira dengan jarak yang sangat dekat henzi mencium dahi gira, mendapat perlakuan yang begitu romantic membuat gira menutup matanya menikmati setiap sentuhan yang di berikan henzi pada wajahnya


Lalu ciuman itu turun kemata kanan gira, beralih ke mata kiri gira, hingga ciuman itu turun ke hidung gira, gugup itu yang di rasakan oleh gira gira menggengam erat tangan kokoh milik henzi


Satu tangan henzi membelai lembut pipi kanan gira dan tanganya yang lain membuat bantal untuk gira tidur


Kini henzi kembali mencium pipi kanan dan pipi kiri gira, hingga dagu milik gira saat ini henzi menatap gira sekejap begitupun juga dengan gira, matanya tidak bisa luput dari pandangan yang ada di depannya saat ini


Henzi mencium bibir gira membuat gira menutup matanya dan juga menggengam erat tangan henzi, henzi mencium bibir bagian bawah milik gira begitupun bagian atas, menghisapnya seolah itu adalah permen karet yang manis


Tiba tiba gira membuka matanya seolah terkejut gira menolak henzi dengan keras membuat henzi menatapnya heran


“Gira lupa sikat gigi” ujar gira bangun dan lari ke kamar mandi membuat henzi menghembuskan nafas panjang


“Tapi kamu tetap manis sayang” ucap henzi berteriak, membuat rona merah di wajah gira


Setelah beberapa menit akhirnya gira keluar dari kamar mandi, namun kali ini gira terlihat sudah rapi


“Bagaimana bisa kamu mengatakan begitu sayang” ujar henzi bangun dari tidunrya “Sayang kamu ingin kemana” tanya henzi saat melihat gira sudah cantik


“Gira akan bekerja, jika tidak maka itu akan menjadi masalah” ucap gira membalikan tubuhnya kea rah henzi


Henzi langsung bangun dan mendekat kearah gira mencium dahi gira dan juga bibirnya sekilas


“Tunggu aku, kita pergi bersama”


“Tapi bukanyan doctor harusnya masuk siang ini”


“Akan ku percepat demi istriku” teriak henzi di kamar mandi


Gira tersenyum dan bengun untuk menyiapkan pakain buat henzi, kaus lengan panjang berwarna hitam dan juga sweater coklat susu karna cuaca saat ini sednag dingin


Lalu gira turun ke bawah menyiapkan sarapan untuk henzi dan juga dirinya, gira langsung menghubungi via


*kamu dimana vii*

__ADS_1


*aku sedang di rumah teman* jawab via berbohong


*kamu akan ke rumah sakit hari ini, aku rindu sudah beberapa hari kita tidak bertemu*


*Mari bertemu besok*


*Baik lah*


“Sayang kamu sedang bicara dengan siapa” tanya henzi saat melihat gira mematikan panggilan nya


“Via” ujar gira lalu membawa makanan ke meja makan


“Via belum pulang” tanya henzi penasaran


“Belum doc”


“Mungkin berend belum melepaskanya”


“Apa maksud doctor” tanya gira penasaran


“Tidak ada” jawab henzi lalu memakan makananya


(Ada apa ini apa kak berend bersama via, tapi bukanya kak berend di paris) batin via sambil mengunyah makananya (aku harus menelpon kak berend) sambung gira lagi


Selesai sarapan henzi dan gira pun menuju rumah sakit sesampainya di sana semua orang menatap keduanya terkejut, tidak heran jika mereka berbisik dan mengosip jika henzi dan gira sedang berpacaran


“Gira ke ruangan ya doc” ucap gira saat mereka sudah berada di luar lift


Henzi hanya tersenyum melihat gira yang sudah menjauh darinya


Gira mengambil ponselnya dan menghubungi berend


*hallo kak, kak berend lagi dimana* tanya gira saat dirinya sudah sampai dan duduk di ruangannya


*Di Phuket*


Gira terkejut mendengar jawab berend, jika dirnya sednag di Phuket bukan di paris


*Ada apa gir* tanya berend


Cukup lama gira terdiam hingga akhirnya gira bertanya pada berend

__ADS_1


*Bersama via?*


Pertanyaan gira membuat berend terdiam


__ADS_2