
``Gir aku baik baik saja, maaf selama ini aku tidak menghubungi kamu, yang pasti saat ini aku baik baik saja, dan aku benar benar ingin minta maaf pada kamu dan tanta nessa mewakili mama ku yang sudah sangat jahat menghancurkan keluarga kamu, dan membuat kamu harus menerima luka yang sangat menyakitkan dari kecil kamu, maaf girr, dan satu hal lagi kamu tidak perlu mencari aku gir, hiduplah seperti sekarang dengan kakak berend aku bahagia kamu bahagia gir, dan maaf aku telat mengucapkan selamat atas penikahan kamu dengan kak berend aku turut bahagia untuk kalian selamat gir dan kamu harus ingat gir, aku tidak sebaik yang kamu kira, cari lah seseorang yang lebih baik dari aku``
Setelah membaca pesan itu berend melihat gira dengan wajah yang gelisah
“Kak bagaimana ini?” Tanya gira pada berend
“Kamu tenang saja gir, kita pasti bisa menemukan via” ujar berend yakin pada ucapannya
“Tapi via tidak mengangkat ponselnya saat gira menghubungi via, bahkan gira sudah mencobanya beberapa kali” jelas gira lagi
“Kamu harus sabar, yang penting kita sudah bisa melacak ponsel via, kamu tenang ya” ucap berend menenagkan gira
“Sendi aku butuh bantuan mu, tolong bantu aku lacak ponse ini soal biayanya kamu tenang saja nanti aku transfer secepatnya” ujar berned pada sahabatnya sekaligus secretarys nya
“Tenanglah kita akan segera bertemu via” ucap berend memeluk gira
🌿🌿🌿
Tidak ada lagi doctor henzi yang dulunya peduli sekaligus juga tersenyum manis pada pasien nya dan kini hanya tinggal wajahnya yang kembali serius dan juga wajahnya yang datar, membuat semuat orang kembali senggan pada dirinya
Semuanya seolah kembali pada keadaan semua henzi yang dulunya rapi dan keren dengan jas nya kini hanya tinggal henzi yang tida peduli pada penampilaknya bahkan henzi pernah ke rumah sakit hanya memakai kaus dan celana panjang, namun itu tidak membuat henzi pudar dari ketampannanya, hanya saja orang lain salah mengira jika dirinya hanya pasien bukan seorang doctor bedah…
2 tahun sudah gira meninggalkan henzi, semuanya telah berubah, hidup henzi cinta henzi begitu pun masa depan henzi, seolah semunya hilang begitu saja, kepergian gira sangat membuat henzi terluka, tidak itu saja namun juga hidupnya yang hilang separuh dari dirinya…
Henzi sudah berusaha untuk mencari keberadaan gira namun sayangnya seolah gira hilang di telan bumi, tidak ada satupun jejak yang bisa membawa henzi pada gira, nenek dan mama gira juga hilang entah kemana semenjak beberapa minggu setelah menghilangnya gira...
Meskipun sekarang henzi sudah menajdi didrektuk di salah satu rumah sakit terbesar di belanda namun sampai sekarang henzi tidak dapat menemukan kebradaan gira
“Siapkan ruang operasi sekarang juga, kalian tidak dapat lihat jika pasien ini sedang sekarat” teriak henzi membuat semua orang takut
Henzi benar benar gila di tambah sahabatnya tidak ada di sisinya membuat ke gilaan henzi bertambah 100% perharinya
Setelah melakukan tugasnya henzi kembali ke ruangangya yaitu ruangan baru dimana saat ini posisinya sudah di puncak
Henzi duduk di kursinya namun tiba tiba saja ponselnya berbunyi
``Ada apa??`` Tanya henzi tegas
``Aku mendengar ada seekor anjing besar yang menggonggong sangat keras pagi ini`` ucap vino menegejek henzi
``Diam aku sedang tidak ingin bercanda`` titah henzi kesal
__ADS_1
``Baiklah baiklah, bagaimana hasilnya kamu sudah mendapat kabar tentang gira`` Tanya vino penasaran
``Belum untuk saat ini`` jawab henzi datar membuat vino khawatir tentang emosi henzi yanga bisa saja menguap di rumah sakit sebelum keadaan hatinya dingin dan yang bisa mendinginkan hatinya henzi adalah gira
``Lalu kapan??`` tanya vino pada henzi
``Aku juga tidak tau``jawab henzi lirih
``Paris itu sangat kecil bagaimana kamu tidak bisa mendapatkan gira, yang jelas jelas kamu sudah melihat fotonya kamu bisa saja mencarinya di sekitaran itu`` jelas vino pada henzi
``Saat ini sedang ku usahankan``
``Kamu ingin aku meminta bantu berend, kamu tau bukan berned pasti sangat tau daerah sana`` ucap vino menawarkan bantuan
``Tidak perlu aku tidak ingin merepotkannya, kamu tidak lihat saat ini perusahaannnya sedang naik, aku yakin pasti sangat banyak pekerjaan yang menunggunya, jika aku menyuruhnya untuk mencari gira pasti aku akan sangat merepotkannya``ucap henzi
``Baik lah jika begitu``
``Kamu tenang saja aku kana ke sana bulan depan ada pasien yang harus ku tangani`` ujar henzi
``Baik lah aku tutup`` ucapa vino lalu dnegan cepat vino menutup panggilan itu
🌿🌿🌿
Entah sedih ataupun senang saat melihat kedua orang yang berend sangat kenal akhirnya bisa bersama…
“Akhirnya kamu bersama kak vino vii, aku bahagia karna kamu bersama orang yang tepat, akhirnya kamu benar benar melupakan aku vii” ucap berend melihat via tertawa saat ini entah mengapa via terlihat lebih manis di mata berend dengan rambut yang melewati bahu sedikit dan poni yang menutupi dahi via, via terlihat lebih manis, dan kini via terlihat sangat kurus dari sebelumnya..
Lalu berend dengan cepat menghubungi sendi untuk mendapatkan kelanjutan dari informasi tentang via dan vino
``Dimana mereka sekarang, kapan kamu menemukan foto ini`` Tanya berend pada sendi melalui ponsel
``Foto itu di ambil kemarin di polandia di dekat perumahan Gdynia” ujar sendi pada berend
``Sedang apa mereka di sana`` Tanya benred pada sendi
``Aku tidak tau pasti namun di rumah itu hanya ada mereka berdua, tidak ada orang lain yang tinggal di situ, karna saat mereka berjaga hampir 24 jam tidak ada satu pun orang yang terlihat selain vino dan via dan hanya ada berapa pelayan yang memakai pakaain yang sama`` ujar sendi
``Baik lah terimakasih sed`` ucap berend pada sendi
``Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya`` Tanya sendi
__ADS_1
``Aku tidak tau sed, entah bagaimana aku harus menghadapi semua ini`` ujar berend pasrah pada sahabatnya
``Jika kamu ingin, maka berterus teranglah, jika tidak maka berhentilah lagipula kalian sudah punya jalan masing masing jadi tetap lah di jalan itu agar kalian tidak sama sama terluka`` ujar sendi menasehati sahabatnya
``Baik lah aku tutup`` ucap berned langsung menutup panggilan tersebut
Berend terdiaam sangat lama hingga kini saat pikiran dan hatinya mulai tenang Berend langsung mengambil ponselnya dan menghubungi vino, beberapa kali berend sudah mencoba menghubungi vino namun tidak ada jawaban dari vino hingga berend memutuskan untuk melihat keadaan gira….
“Apa yang sedang kamu lakukan” Tanya berend saat melihat gira hanya duduk di depan tv besar yang menjalah namu matanya melihat ke luar jendela
“Tidak ada aku hanya melihat drama” ucap gira yang sedang duduk melamun di sofa
“Kamu sedang menonton drama atau drama yang menonton kamu” Tanya berend melihat gira melamun
“Kak” panggil gira saat berend duduk di sampingnya
“Ada apa??” Tanya berned yang sudah duduk di dekat gira dan memainkan ponselnya
“Apa kakak sudah menemukan keberadaan via” Tanya gira melihat berend
“Belum” jawab berend berbohong dirinya tidak ingin mengatakan sudah mendapatkan kabar via pada gira sebelum semuanya pasti, atau mungkin saja vino dan via sedang liburan ke polandia
Berend dan gira duduk berdampingan namun dengan pikiran yang berbeda beda..
Kakak sedang menelpon siapa” Tanya gira melihat berned sekilas sedang menunggu jawaban dari panggilan tersebut
“Tidak ada” jawab berend tersenyum
“Lalu kenapa kakak menutupnya” tanay gira penasaran
“Tidak ada” ucap benred, namun sayangnya dengan cepat gira menarik ponsel itu
“Doctor vino” baca gira saat melihat nama yang tertera di layar panggilan berend
“kenapa kak menelpon doctor vino diam diam??” Tanya gira penasaran
“Tidak ada yang penting” ucap berend lalu ingin mengambil ponselnya hingga saat suara itu terdengar gira maupun berend terdiam membisu
“Hallo siapa ini??” Tanya seseorang dengan nada lembut di balik ponsel berend
Suara itu, suara yang sangat di kenal, dan suara yang sangat di rindukan oleh kedunya…
__ADS_1
Entah mengapa gira maupun berend hanya terdiam seolah ini mimpi mendengar kembali sura lembut itu…
Gira dan berend hanya bisa saling menatap satu sama lain..