My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Via Koma


__ADS_3

Semua orang pun pulang dan meninggalkan berend untuk menjaga via malam ini, meskipun vino juga tidak ingin pulang, tapi sayang hanya bisa satu orang yang menjaga pasien saat malam hari, vino terpaksa harus tidur di ruangannya…


“vi maafin aku, maaf aku tidak bisa menjaga kamu”


“Kamu bisa memarahi aku sepuas hati kamu vi, tapi aku mohon bangunlah, jangan tidur di sini, kamu wanita yang kuat, jadi bangulah kita akan menghukum pria itu bersama sama”


“Maafin aku sayang, kamu sudah janji sama kakak bukan untuk menikah dengan kakak saat kakak kembali dari paris, jadi bangunlah vi, kamu harus menepati janji itu” ujar berend dalam tangisnya yang tersedu sedu…


Berend mencium tangan via berkali kali, menghapus air matanya lalu kembali mencium tangan mungil milik via…


Matahari masuk menyinari ruangan kamar nginap milik via, namun tetap saja via enggang membuka matanya membuat semua orang bersedih menatap tubuh via yang masih tertidur…


“Vi bangunlah, jika kamu marah padaku aku minta maaf tapi jangan seperti ini, ini sangat menyiksaku vi, bangunlah katakana padaku jika kamu marah dan tidak ingin bicara dengan ku tapi jangan seperti ini” ujar gira yang duduk di samping via


Sejak pagi gira sudah bersiap siap untuk menemui via, berharap via membuka matanya…


“Kamu harus istirahat berend biar kakak yang jaga via, pulanglah dan istirahat” ujar vino menepuk bahu berend


“Tidak kak, aku akan menunggu via sadar” jelas berend menetap via yang masih tidur


“Baiklah, tapi setidaknya kamu harus sarapan, pergilah ke ruangan kakak, kamu bisa mandi di sana dan sarapan di cantin rumah sakit” jelas vino membuat berend mengiyakan ucapan vino


Vino memeriksa keadaan via, vino tau tidak ada yang berubah dari sebelumnya, syukurnya pemeriksaan fisik via normal…


Hari berganti malam sudah beberapa hari berlalu namun via tetap masih belum ingin membuka matanya, bahkan kini sudah berjalan 1 minggu namun via masih belum membuka matanya…


Hampir setiap hari gira juga ikut menjenguk via, hingga kadang henzi khawatir tentang ke sehata gira yang


Gira tidak mau bangun dari tempatnya masih setia menunggu via bangun…


“Vi maafkan aku, aku tau kamu kuat, kamu akan bertahan” ujar gira


Henzi mengantarkan gira menuju rumah untuk istirahat..


“Baby kamu harus istirahat, tenaga kamu sangat di perluka untuk junior kita, apalagi kamu hampir lahiran aku kahwatir” jelas henzi menyentuh pert gira yang setengah tidur


“Gira tau hubby tapi via”


“Via wanita yang kuat baby, hubby yakin via bisa melewati ini jadi kamu tidak perlu khawatir


“Tapi tetap saja gira khawatir”


“Kamu harus percaya pada via baby”


“Hubby boleh gira minta tolong, tolong jaga via”

__ADS_1


“Tentu baby, akan hubby lakukan jadi istirahatlah, hubby harus kembali ke rumah sakit”


“Hati hati hubby, gira titip via” ujar gira


“Tentu istirahatlah hubby berangkat” ujar henzi mencium gira dengan lembut di dahinya dan juga beralih pada perutnya gira


“Daddy pergi, junior kamu juga harus istirahat” ujar henzi mengelus perut gira


“I love you baby” ujar henzi menutupi tubuh gira dengan selimut


Henzi mencium dahi dan juga pipi gira mengelus rambut gira dan juga mematikan lampu di kamar mereka…


Henzi kembali ke rumah sakit karna malam ini henzi ada sift malam…


Sesampai di rumah sakit henzi langsung masuk ke dalam kamar via untuk mengecek keaadan via..


“Kamu tau vi, aku tidak tau cara bagaimana aku harus berterima kasih pada kamu, mungkin terima kasih saja tidak cukup untuk apa yang kamu lakukan pada gira dan junior, terima kasih via sudah bekorban untuk gira dan junior terima kasih via, aku benar benar berterima kasih, dan minta maaf sudah membuat kamu seperti ini harusnya aku yang harus menjaga via bukan kamu” ujar henzi tertunduk di samping via


“Aku tau kamu melakukan itu karna kamu menyayangi gira dan juga junior, tapi kamu juga bodoh hingga kamu berada di sini, kamu marah bukan aku mengatakan kamu bodoh, bangunlah caci aku sepuas kamu via, keluarkan jurus mata tajam yang kamu punya untuk ku” sambung henzi memberanikan diri menatap via


“Kamu tau vi, aku sempat cemburu sama kamu gira sangat menyayangi kamu tidak ada hari gira tidak menyebut nama kamu, sekarang aku sadar mengapa gira sangat menyayangi kamu, bahkan sekarang aku iri dengan kamu, kamu bisa melindungi gira bahkan nyawa kamu taruhannya vi”


“Maafin aku, aku gagal menepati janji aku sama kamu, aku tidak bisa menjaga gira, maafin aku vi bisakah kamu bangun dan memukulku, pukul aku sekeras yang kamu ingin, jadi bangunlah bukan hanya gira yang sedih kamu tau semua orang juga ikut sedih karna kamu disini” ucap henzi


1 minggu setelah pulang dari paris


“Via akan langsung ke pointnya” ujar via menatap henzi


Saat ini via dan henzi duduk berdepanan di sebuah restorant yang ada di dekat rumah sakit


“Via tidak larang doctor kembali lagi bersama gira, jika itu keputusan gira via dukung karna via yakin kebahagian gira ada di samping doctor henzi, tapi via janji satuhal jika gira kembali terluka dan alasan utamanya adalah doctor henzi, via tidak akan tinggal dia” ujar via tegas dengan wajah yang serius


“Ini bukan ancaman, hanya sekedar peringatan percaya enggak percayanya doctor, itu semua masalah doctor dan masalah via jika doctor menyakiti gira lagi”


“Terima kasih vi, aku paham apa yang kamu takutkan, bahkan jika aku ada di posisi kamu aku mungkin tidak akan membiarkan sahabat aku terluka untuk kedua kalinya, aku paham, dan aku juga janji sama kamu aku tidak akan melukai gira lagi, aku tidak ingin gira menghilang lagi”


“Via yakin doctor akan menepati ucapa doctor bukan” tanya via datar


“Tentu aku janji sama kamu itu tidak akan terulang lagi”


“Baik lah”


“Vi” panggil heniz saat melihat via meminum coffenya


“Iya”

__ADS_1


“Kita akan sering bertemu dan kamu juga adik dari sahabat aku” ujar henzi


“Jadi” tanya via dingin


“Setidaknya bisakah kamu ubah panggilan kamu” tanya henzi tersenyum canggung pada via


“Baiklah, via permisi kak henzi” ujar via bangun dari duduknya


“Dia sangat dingin, bagaimana bisa berend menghadapi wanita ini” ujar henzi sambil meminum coffenya


Flashback off


“Vi aku tau kamu wanita yang kuat, aku percaya kamu akan segera sehat kembali, dan saat itu terjadi aku akan memberikan apapun kamu yang inginkan, bahkan jika kamu minta untuk aku belikan berend untuk kamu akan ku belikan, jadi bangun lah via, gira sangat terluka melihat kamu tidur di sini”


“Disini bukan tempat kamu jadi bangulah, aku akan menangis harga mahal jika kamu tidak bangun dan tidur di rumah” ujar henzi sedikit tersenyum


“Jadi bangunlah, sebelum aku membuat kamu miskin karna tidur di rumah sakitku” sambung henzi lagi


“Aku akan menangih harga yang mahal vi”


“Kamu tau bukan jika aku bercanda, jadi bangunlah semua orang sekarang sedih kamu terluka”


Berend masuk ke dalam kamar via..


“Kakak disini” ucap berend melihat henzi di ruangan via


“Eum aku ingin berterima kasih pada via” ujar henzi “kamu tidur di sini”


“Eum”


“Tidurlah di ruangan ku, di sana ada tempat tidur kamu bisa istirahat dengan nyaman di sana, aku tau ini berat untuk kamu, dan jika aku di posisi kamu saat ini aku juga akan sangat terluka, aku Cuma ingin kamu tau kami semua juga ingin via cepat sembuh, dan kamu juga harus istirahat” ujar henzi menepuk bahu berend dan keluar dari kamar rawat via


Berend kembali duduk di dekat via…


“Bagaimana kabar kamu sayang” tanya berend


“Maaf kakak harus kembali tadi pagi ada hal yang harus kakak selesaikan, jadi baru sekarang kakak bisa di sini” ujar berend mencium tangan via


“Vi banyak hal yang harus kakak ceritakan pada kamu” ujar berend putus asa


“Tapi yang terpenting saat ini kakak ingin kamu sembuh vi, kakak sudah menghukum pria yang sudah membuat kamu terluka ”


“Jadi cepatlah bangun vi” ujar berend tidak bisa menahan tangisnya..


Berend kembali menangis berkali kali berend mencium tangan via…

__ADS_1


__ADS_2