My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Via Dan Berend


__ADS_3

(kenapa via terlihat sangat khawatir dengan keadaan ku saat ini)


“Sudah” ucap via sambil membereskan semua obat obatan itu dan via juga bangun dari duduknya


Namun baru saja via ingin pergi namun


Tiba tiba berend menarik tangan via dan Bruk..... Via jatuh ke dalam pelukan berend dan kini wajah via bahkan sangat dekat dengan berend....


Via terkejut dengan apa yang di lakukan oleh berend kini saat ini via sudah ada di dalam pangkuan berend dengan kedua tangan via sudah berada tepat di leher berend dan kini tangan berend sudah sempurna ada di pinggang via


Lalu dengan cepat berend memeluk pinggang via, via terkejut dengan apa yang sudah di lakukan oleh berend


“Kak” panggil via namun tidak ada jawaban dari berend kini berend malah semakin memeluk pinggang gira dan menenggelamkan wajahnya di leher via


Deg


Jantung via berdetak 2 kali lebih kencang dari biasanya


(Ada apa ini, kenapa jantu ku berdetak lebih cepat dari biasanya padahal aku dulu juga seperti ini pada kakak berend tapi tidak saat ini, bagaimana ini jika kakak berend mendengar denyut jantu ku, aku sangat malu) batin via


“Vi” panggil berend


“Iya kak” jawab via gugup saat kini wajah via sudah berdekatan dengan wajab berend bahkan sangat dekat hingga via bisa merasakan hembusan wangi mint yang keluar dari nafas berend


“Kenapa wajah mu merah” tanya berend


“Aaa..ku.u. kapan” ucap via gugup sambil melihat ke arah lain


“Kamu sangat imut vi” ucap berend pada via saat melihat wajah merah via dan kini berend kembali memeluk via dan menenggelamkan wajahnya ke dalam leher via


Via sangat malu dengan ucapan yang keluar berend


“Vi” panggil berend lagi dari balik lehernya via


“Eum” ujar via saat mendengar suara berend di balik lehernya itu membuat via sedikit merinding


“Via saat ini aku sedang ingin di peluk” ujar berend


Tidak ada jawaban dari via, namun tidak lagi membantah via membalas pelukan dari berend, kini seolah hilang akan via seolah terhipnotis dengan permintaan dari berend kini via Memeluk berend dan ikut menenggelamkan wajah nya di leher berend


kini via memeluk leher berend dengan sangat erat, mencium wangi mint yang ada di tubuh berend


Sangat lama dalam posisi saat ini jujur keduanya menikmati posisi yang nyama itu, bahkan berend mempererat pelukannya di pinggang via


“Kak” panggil via


“Kak via harus membayar mereka” mereka yang via sebut adalah para pelayan yang via telpon untuk menbersihkan kamar mandi berend yang berantakan


“Tidak bisa kah kamu tetap disini, jujur aku tidak ingin kamu pergi” ucap berend tidak melepaskan Pelukannya dari pinggang via


“Kak via hanya membayar mereka” ucap via melepaskan pelukannya dari leher berend


Kini berend melepaskan sedikit pelukannya hingga bisa melihat wajah imut milik via, via tersenyum pada berend untuk meyakinkan berend kebenaran dalam ucapanya saat ini


“Kamu tidak akan lama bukan” tanya berend “aku tidak ingin sendiri” sambung berend lagi

__ADS_1


“Eum via tidak akan lama kak via hanya pergi sebentar” ujar via meyakinkan berend


Kini berend melepaskan pelukannya dari pinggang via, via tersenyum pada berend kini via langsung bangun dari pangkuan berend dan keluar dari kamar itu


Saat via pergi dari pangkuan berend kini pikiran berend kembali lagi pada gira, wanita yang dulu berend cintai dan berend sayangi, sudah meninggalkannya dan melakukan pernikah di belakangnya


Kini berend bangun dari duduk nya dan duduk di dekat pinggiran kasur membuka laci yang ada di meja tersebut dan untuk mengambil dompetnya, namun mata berend trfokus pada foto gira dengan dirinya yang sedang tertawa bahagia pada masa itu


Kini hati berend kembali terluka melihat gira juga tersenyum pada dirinya di dalam foto itu gira sangat bahagia hingga tanpa sadar air mata berend kini sudah tumpah kembali dan tidak bisa di tahan lagi


Via masuk kembali ke dalam kamar berend, melihat berend yang sedang menutup wajahnya dengan kedua telapak


Melihat berend menangis di dekat kasur membuat via terluka entah kenapa hati via juga hancur melihat berend terluka seperti ini


Berend adalah laki laki yang via kenal sangat baik berend juga sangat menghormati wanita, via melihat sendiri dan menjadi saksi bagaimana baik dan dewasanya berend saat bersama gira


Kini via mendekat ke arah berend dan naik ke atas kasur itu entah keberanian dari


mana kini tangan via sudah ada di punggung berend mengelus elu punggung berend dengan lembut memekai tangan lentik milik via


Mendapat perlakuan yang lembut dari via kini berend berbalik arah dan sekarang mereka sudah berhadapan kembali


“Vi” panggil berend pada via saat melihat via ada di depannya saat ini dengan tangan via yang ada di bahu berend


“Iya kak” jawab via lembut


“Aku menemukan ini” ucap berend lalu mengangkat sedikit foto itu agar via bisa melihat foto tersebut


Saat via melihat foto tersebut kini via tau puncak dari kesedihan berend via menarik foto itu dan menyimpannya di meja sebelah kanan via kini via kembali pada berend


Berend tidak sama sekali membantah kini berend sudah ada di dalam pelukannya via yang sedang duduk di kasurnya, via memeluk tubuh berend dengan erat


Entah bagaimana namun pelukan via saat ini begitu hangat dan sangat nyaman seolah tidak ingin ke hilangan via saat ini berend memeluk via dengan erat


Kini tanpa sadar keduannya sudah tertidur dalam keadaan ya saat ini via duduk setegah tidur dan memeluk berend seperti seorang ibu menyusui anak nya


Setelah lama tertidur akhirnya berend bangun dari tidur nya dan melihat via yang memeluk nya


Berend tidak pernah melihat wajah via saat tertidur sangat lah tenang, melihat via yang tertidur setengah duduk akhirnya berend menganggkat tubuh via dan membenarkan posisi tidur via yang benar dan menutupi via dengan selimutnya


Kini berend kembali tidur kasurnya dengan memeluk via kembali kali ini bukan berend yang tidur di dadanya via namun via lah yang menenggelamkan wajahnya pada bidang dada berend yang sedikit lebih lebar


Berend memeluk pinggang via sangat dengan erat dan kini hidung bernd bisa mencium wangi harum rambut via


` Kenapa aku merasa kamu sangat mengkhawatir diriku ` ucap berend lirih lalu mencium rambut via


(Vi tetap lah di sini kakak sangat membutuhkan kamu, jangan pergi vi) batin berend


Lalu dengan cepat berend kembali tertidur dengan satu tangan di pinggan via dan satunya lagi ada di kepala via yang di jadikan bantal oleh via


Gira bangun dari tidurnya dan melihat henzi yang tertidur bersamanya, bahkan kini henzi memeluk tubuh gira


Melihat jam sudah jam 9 kini gira bangun dan bersiap siap untuk menjemput mamanya, selesai gira menyiapkan dirinya gira naik kembali ke atas kasur dimana kasur itu di tepati oleh henzi yang masih terlelap dalam tidurnya


“Doc ”panggil gira lirih dengan satu tangan yang megelus elus bahu henzi

__ADS_1


“Iya ”jawab henzi dengan mata yang masih terpejam


“Gira mau pergi”ucap gira


Mendengar kata pergi di sebut oleh gira henzi langsung membuka matanya dan memeluk gira


“Aku mohon jangan pergi aku tidak ingin kamu pergi maafkan aku” ucap henzi cepat


Mendengar kata kata yang keluar dari mulut henzi membuat gira sedikit heran


“Doc kenapa, gira hanya ingin menjemput mama di bandara” tutur gira


(Henzi kamu benar benar gila bagaimana jika gira tau yang sebenarnya, bagaimana jika aku kelepasan, gira tidak boleh tau semua kebohongan ku selama ini ) batin henzi


“Oh kamu mau ke bandara, dengan siapa” tanya henzi melepaskan pelukanya dari tubuh gira


“Aku akan pergi dengan via doc”


“Baik lah jemput mama dan hati hati lah kabarin aku jika kamu sudah sampai di rumah nenek” ujar henzi lalu mencium bibir manis gira yang dari tadi sudah mengodannya


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir gira


“Morning kiss ”ucap henzi


Gira hanya tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari henzi


“Ah tadi doctor sebut maaf, emang doctor ada buat salah” tanya gira dengan nada polosnya


“Aku, kapan, tidak kamu salh dengar mungkin” bantah henzi pada gira


“Tidak aku jelas mendengarnya”bantah gira


“Kamu salah dengar aku tidak menyebut maaf, sebaik nya kamu pergi cepat via pasti sudah menunggu mu” ucap henzi yang sednag menutupi kebohonganya


“Baik lah gira pergi doc” ucap gira


“Tunggu” ujar henzi menarik tangan gira


“Apa lagi”


Ini ucap henzi menunjukkan pipi kanannya


“Ah.... ”Kini gira tau ke mana arah keinginan henzi, dengan cepat gira mencium pipi kanan henzi dan segera pergi


Lalu gira keluar dari kamarnya dan menaiki mobilnya


` Bagaimana kabar kak berend ya ucap gira sedikit khawatir `


` Aku harus ke rumah via dulu setelah itu aku akan meminta pendapat pada via `


Kini mobil gira sudah melajut cepat meninggalkan rumah henzi


Gira mengambil ponselnya untuk menghubungi via

__ADS_1


__ADS_2