
(Bagaimana bisa mereka meninggalkan semua pasien yang sekarat di Ugd hanya untuk satu pasien, benar benar gila) batin henzi
Setelah selesai bersiap siap kini henzi bergegas pergi ke ruangan ok namun tiba tiba henzi berjumpa dengan vino
“Kamu gila” Tanya vino tidak ada jawaban dari henzi henzi hanya berjalan masuk ke ruangan operasi
“Bagaimana jika direktur memecat kita” Tanya vino khawatir
“Tidak akan ada yang berani memecat kita”ucap henzi dengan percaya diri
“Kamu benar benar menjadi doctor gila lagi” ucap vino
“Doctor vino mari kita mulai operasinya
jangan buang buang waktu yang berharga” ucap henzi yang kini sudah berada di depan ranjang pasien
Lampu sorot menerangkan kedua doctor tersebut kini henzi dan vino sedang melakukan operasi bekerja sama membuat vino sedikit lebih tenang tentang ke khawatirannya tadi, saat melihat henzi yang gila vino tidak takut sama sekaali justru itu membuat vino lega, henzi lega tekanan darah pasien yang tadinya menurun sudah normal kembali
🌿🌿🌿
“Apa!!!”teriak wakil direktur
“Maaf doc”
“Bagaimana dia bisa segila ini” ucap wakil direktur “Panggil dia kemari cepat”
“Maaf doc, tapi doctor henzi sedang melakukan operasi saat ini” ucap suster tersebut
Kini wakil direktur sedang menuju ke ruangan operasi dimana doctor henzi melakukan operasi pada pasiennya
“Ada apa ini paman” Tanya doctor Stefan saat bertemu dengan pamannya yaitu wakil direktur di jalan menuju ruangan operasi
“Tidak ada masalah pergi lah ke ruangan operasi mama mu” ucap pamannya pada Stefan
Namun bukan Stefan namanya jika dia tidak penasaran dengan gerak gerik pamannya, Stefan mengikuti pamannya menuju ruang operasi
Doctor bayun wakil direktur rumah sakit itu sedang ada dii depan ruangan doctor henzi melakukan operasi
“Dia benar benar keras kepala” ujar doctor bayun
“Siapa dia paman” Tanya Stefan sambil melihat kearah doctor tujuan doctor bayu yang sedang memperhatikan doctor henzi di dalam ruangan operasi
“Aaauh kamu mengejutkan ku” teriak doctor bayun yang melihat Stefan tepat di dekat wajahnya
“Kenapa kamu disini” Tanya bayun pada Stefan
“Siapa dia, sepertinya dia sangat mahir” ucap Stefan saat melihat doctor henzi
“Dia doctor henzi yang gila di dalam ruang operasi”
“Dimana dia” Tanya direktur teriak menanyakan doctro henzi
“Diruangan operasi pak” ucap bawahanya
“Apa yang kalian lakukan sehingga harus doctor henzi yang melakukan operasi itu, dimana doctor lain” Tanya direktur pada bawahanya yang ada di ruangan control yang ada di dekat ruagan operasi
“Tidak ada doctor yang bersedia saat kami hubungi sebab itu doctor henzi melakukan operasi tersebut dengan doctor vino” ucap salah satu suster tersebut
Jelas saja direktur marah pada henzi, saat ini harusnya henzi melakukan operasi pada istrinya direktur bukan pada pasien lain, namun bukan henzi defran namanya jika dirinya tidak gila
Meskipun terkenal dingin dan tidak peduli pada orang lain henzi sangat peduli pada pasien terlebih lagi jika keluarga pasien menangis melihat itu saja sudah membuat hati henzi terluka
Setelah melakukan operasi doctor henzi keluar dari ruangan tersebut dan melihat direktur ada di depan ruangan
“Mari doctor henzi” ucap wakil direktur pada doctor henzi
kini henzi berjalan menuju ruangan operasi yang pasien tersebut adalah istri direktur
Setelah selesai melakukan operasi pada istri direktur dan henzi kini juga bisa bertemu dengan doctor Stefan di ruangan operasi meskipun ada sedikit kendala namun Stefan tetap setia menunggu doctor henzi, setelah selesai doctor henzi pergi ke ruangannya namun tiba tiba seseorang memanggil henzi
“Doctor henzi” panggil seseorang saat henzi ingin masuk kedalam ruangannya
__ADS_1
“Ada apa doctor Stefan” Tanya henzi pada Stefan yang kini sudah berada di depannya
(Ternyata kita bisa bertemu disini) batin henzi
“Terima kasih doc, sudah menyelamatkan mama ku” ucap Stefan berterima kasih
“Kamu sendiri yang melakukan nya tadi”
“Namun tetap saja aku harus berterima kasih padamu”
“Ya baik lah” ucap henzi tersenyum “klau begitu saya masuk dulu permisi” sambung henzi lagi
“Wah dia sangat dingin” ucap Stefan sambil berjalan menjauh dari ruangan doctor henzi
(Ada apa dengan nya, apa dia tidak tau aku ini suami dari kekasihnya) batin henzi
(Bagaimana bisa gira memiliki kekasih seperti Stefan aku jauh lebih segalanya dari pada dia) batin henzi lagi sambil melihat ponselnya yang tiba tiba berdering henzi dengan cepat menjawab telpon tersebut
“Ada apa” Tanya henzi
“Kamu marah pada ku sayang” Tanya seseorang pada henzi
“Tidak bisa kah kamu sedikit lebih peduli, jika kamu seperti ini nenek tidak akan menyukai mu” ujar henzi pada agnes
“Maaf aku ada pemotretan, kamu tau akan aku harus cepat menyelesaikan ini agar kita bisa bersama lagi, kamu tau kan aku sangat merindukan mu aku ingin cepat bertemu dengan mu, aku benar benar minta maaf sayang, kamu maafin aku” ujar agnes lembut membuat henzi simpati
“Iya sayang aku maafin kamu tapi jangan begitu lagi lain kali, aku juga minta maaf pada mu karna marah tanpa mendengarkan penyelasan mu”
“Kamu masih marah, aku janji ini tidak akan terulang lagi, kamu masih menungguku kan” ucap agnes
“Aku akan menunggu kamu”
“Jangan sampai kamu jatuh cinta pada wanita lain di saat aku sedang berusaha keras untuk bertemu dengan mu” perintah agnes pada henzi
“Tentu tidak”
“Aku ingin kamu menjauh darinya, kamu paham aku akan sangat marah jika tau kamu jatuh cinta pada nya”
“ Baik lah aku percaya pada mu kali ini” ujar agnes “Sayang aku harus ganti pakaian untuk pemotretan selanjutnya aku tutup”
“baik lah hubungi aku jika kamu sudah selesai pemotretan I love you sayang”
“Love you more” jawab agnes sambil menutup ponselnya
Henzi tersenyum bahagia
`Huff semoga aku bisa cepat kembali pada agnes lagi, my first love` ujar henzi sambil mencium foto agnes yang ada di galeri ponsel henzi
`aku harus menjauh dari gira agar agnes tidak terluka melihat kedekatan ku dengan gira, aku juga tidak boleh merasa nyaman lagi pada gira karna jika itu terjadi akan sulit nantinya untuk aku maupun gira, benar sepertinya aku harus menjaga jarak`
🌿🌿🌿
“Waw kamu cantik sekali” ucap gira kagum pada sahabatnya yang sudah rapi
“Bagaimana penampilan ku, cantik??” Tanya via sambil berputar di depan gira yang duduk di kasur
“Eum cantik sekali.. sangat cantik” jawab gira ceria “aku jadi iri padamu aku juga ingin ikut” sambung gira lesuh
“Benarkah bagaimana jika kamu juga ikut”
“Doctor henzi melarang ku” jawab gira
lesu
“Sayang sekali sahabat aku” ucap via sambil memeluk sabahatnya
Setelah selesai bersiap siap kini gira dan via pun pergi, karna jam sudah meunjukan pukul 17:30 via harus ke party birthday sedangkan gira harus kembali kerumah sakit
Gira melajukan mobilnya dan kini mobil yang ditumpangi oleh gira sudah berada di rumah sakit gira mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang
**doc gira sudah sampai di rumah sakit**
__ADS_1
**gira akan ke beberapa ruangan pasien, setelah itu mari kita makan malam bersama**
Setelah mengirim beberapa pesan singkat pada suaminya gira pun masuk ke rumah sakit namun ketika tiba di rumah sakit semua mata tertuju pada gira sambil berbisik bisik
(Ada apa dengan mereka, apa ada yang salah dengan makeup ku) batin gira
Gira hanya tersenyum saat mereka melirik gira sambil berbisik bisik, gira langsung masuk ke dalam lift dan ada beberapa suster yang juga berbisik bisik namun tiba tiba seseorang menarik tangan gira
“Mari aku ingin bertanya sesuatu pada mu” ajak Jesica sambil menarik tangan gira keluar dari lift saat lift itu berhenti pada lantai lima
“Ada apa” Tanya gira
Saat kini mereka sudah berada di salah satu café di lantai 5 rumah sakit
“Coba jujur pada ku kamu sedang berkencan dengan siapa” Tanya jesica pada gira
Jesica adalah teman gira dari bedah yang sama dengannya
“Tidak ada, apa maksud mu???” Tanya gira sedikit gugup pada pertanyaan jesica barusan
(apa jesica tau aku sudah menikah dengan doctor henzi, dan apa sebab itu juga mereka melihat ku dari tadi) batin henzi
“Kamu sudah melihat berita”
“Berita apa” Tanya gira balik pada jesica
“Kamu berkencan dengan putra direktur rumah sakit ini”
“Apa!!! Kamu sudah gila, kenapa harus aku, aku bahkan tidak kenal dengan putra direktur” jawab gira jujur
“Ini lihat lah” jawab jesica sambil menunjukan berita tersebut dengan poster foto gira dengan Stefan yang tersenyum bahagia
“Apa ini?? ini foto aku sama Stefan” jawab gira sambil mengingat kapan foto itu di ambil
“Bagaimana bisa foto ku dan Stefan ada di berita” Tanya gira pada jesica
“Kamu belum tau doctor Stefan adalah putra diektur rumah sakit”
“Belum aku baru tau” jawab gira dengan ekpresi wajah yng terkejut jelas gira terkejut jika Stefan adalah putra direktur
(Bagaimana biasa aku tidak tau ini, Stefan putra direktur, direktur rumah sakit ini pula bagimana aku bisa tidak tau lahi pula kenapa stefan tidak memberitahu tentang dirinya) batin gira
Tiba tiba ponsel gira bergetar membuat gira terkejut dari lamunannya, gira langsung melihat ponselnya dan itu pesan dari doctor henzi
**Bagus lah, nanti kabarin aku jika kamu sudah selesai** isi pesan dari henzi membuat gira sadar
(Apa karna ini doctor henzi marah pada ku) batin gira sadar tentang sifat dingin doctor henzi padanya
“Siapa saja yang tau berita ini” Tanya gira bodoh jelas saja semua orang sudah tau
“Semua orang sudah tau” jawab jesica singkat
“What!!! Kamu serius” ujar gira terkejut
“Iya semua orang di rumah sakit ini sudah tau”
“Gila!!! Cepat banget beritanya tersebar”
“Lalu kapan berita ini tersebar” Tanya gira sambil menunjukan berita tentang dirinya berkencan dengan putra direktur
“1 hari yang lalu” ucap jesica
(Benar doctor henzi dingin pada ku karna berita ini, bagaimana ini haruskah aku minta maaf) batin gira
“Gira” panggil jesica saat melihat gira sedang melon
“Jes terima kasih informasinya” ucap gira sambil bagun dari duduknya “eum satu hal lagi kami tidak berkencan itu semua tidak benar” ujar gira sambil lari ke arah ruangan doctor henzi
“Pantesan saja sikap doctor henzi dingin pada ku ternyata karna ini, lalu kenapa dia tidak Tanya langsung pada ku” ucap gira sambil berlarian kecil menuju ruangan doctor henzi
“sepertinya doctor henzi cemburu” ucap gira bahagia
__ADS_1