
“kamu akan pergi dengan siapa” Tanya via penasaran saat mereka sudah ada di dalam mobil
“Dengan mu” jawab gira tersenyum simpul
“Aku tau” jawab via datar tanpa ada rasa bahagia hingga membuat gira heran pada nada dan wajah gira yang tidak ada reaksi apa apa
“Eum kamu tidak ingin pergi dengan ku” Tanya gira penasaran
“Aku serius gira…” ujar via karna saat ini jelas dirinya khawatir dengan siapa sahabatnya akan pergi
“Kamu tidak percaya pada ku” Tanya gira
“Bukan aku tidak percaya, namun tidak mungkin hanya dengan ku bukan, katakan pada ku sebelum akau marah” ucap via sedikit kesal, karna via sudah melihat tiket yang di pesan kan oleh gira untuk meraka namun sayangnya tiket itu bukan dua orang melainkan tiga orang
“Kamu benar benar tau jika aku sedang berbohong, aku hany ingin memnerikan kamu kejutan” jelas gira merasa bersalah karna sudah berbohong pada via saat ini
“Tidak ada kejutan katakan sekarang juga” ujar via tegas dengan mata yang tajam, sunggu itu sudah menjadi kebiasaan atau hanya saat kesal namun via benar benar terlihat sangat menakutkan
(Bagaimana doctor vino mengatakan via imut saat tatapan tajamnya itu justru itu sanagt menakutkan, kekuatan cinta memang luar biasa) batin gira melihat via saat ini
“Aku akan pergi dengan kak berend” ujar gira menundukan kepalanya karna takut dengan tatapan via dan juga sudah siapa menutup telinganya
“Apa” teriak via membuat gira hanya menegerutkan wajahnya
“Tenang dulu” ujar gira sedikit keras
“Bukan hanya kak berend namun kamu juga, kamu tau bukan papa ku masih belum melepaskan aku untuk menikahi diriku dengan temannya yang ada di Indonesia” jelas gira dengan suara yang sangat lirih
“Lalu bagaimana kamu bisa pergi dengan kakak berend” Tanya via penasaran
“kemarin kak berend nyamperin aku, setelah sehari aku berjumpa dengan doctor vino” jelas gira
Flashback on
“Ada apa kakak” Tanya gira saat melihat berend ada di depannya saat ini membuat gira sedikit terkejut
“Kakak dengar kamu akan berpisah dengan doctor henzi” Tanya berend langsung pada pointnya
“Dari kakak tau”
“Doctor vino kecoplosan” ujar berend datar
“Oh mari kita bicara di sana” tunjuk gira pada salah satu kursi yang ada depan mall tersebut
Kini gira dan berend duduk berdampingan di kursi yang berhadapan dengan pohon pohon
“Bagaimana kakak tau gira ada disini???” Tanya gira heran melihat berend tau keberadaan dirinya saat ini
“Via” jawab berend singkat
“Oh” ujar gira
“Apa itu benar” Tanya berend melihat kedua mata gira
“Gira terdiam sejenak dan akhirnya gira pun menjawab “iya kak”
“Karna kak agnes” Tanya berend penasaran
“Kak berend kenal kak agnes” Tanya gira terkejut
“Eum kami sempat bertemu di sana, dan kak agnes juga sempat jadi model salah produk kami” jelas berend datar
“Ah begitu” ucap gira lesu
“Lalu apa rencana kamu selanjutnya??” Tanya berend
“Entah lah namun yang pasti gira akn pergi dari Negara ini” jawab gira gampang membuat berend terkejut setengah mati
“Kenapa karna kak henzi” Tanya berend penasaran
“Tidak” jawab gira cepat melihat berend yang menunggu jawabanya
“Lalu????”
“Karna gira ingin mengindari dari papa” jawab gira tersenyum simpul
“Ohhh, kemana kamu akan pergi” Tanya berend
“Belum ada rencana kak, namun sepertinya Italy” jawab gira tersenyum
“Kenapa Italy”
__ADS_1
“Tidak ada alasan yang khusus” ujar gira datar
“Gir kakak juga mau bilang kakak sudah melupakan tentang kita jadi kamu tidak perlu khawatir dan merasa tidak enak, kamu bisa menganggap kakak sebagai kakak kamu, meskipun sedikit canggung, namun kakak sudah lebih tenang sekarang” ucap berend lembut
“kak” panggil gira saat melihat berend kini menatap dirinya
“Bagaimana jika kamu ikut kakak saja ke paris” ucap berend membuat gira terkejut
“Kak berend bercanda bukan??” tanya gira pada berend
“Tidak kakak serius, ikutlah bersama kakak ke paris” ujar berend dengan wajah yang memohon dan serius
“Tidak gira takut papa akan ke sana”
“Kamu tenang saja tidak akan ada yang tau dan curiga jika kamu ke sana, karna mereka tidak akan berfikir jika kita akan bersama” jelas berend pada gira
“Tapi kak”
“Gir… kamu tidak perlu khawatir, kak sudah melupakan tentang kita, hanya saja saat ini kakak ingin bantu kamu dari papa kamu”
“Gira hanya merasa tidak enak saja dengan kakak, karna gira kesana bukan sendirian” jelas gira pada berend
“Kamu akan pergi dengan siapa???” tanay berend penasaran
“Gira akan ajak via bersama gira kakak tidak keberatan” Tanya gira
“Via” Tanya berend entah mengapa saat mendengar nama via di sebut hati berend seolah berekasi
“Kak berend tidak keberatan bukan”
“Tidak kamu bisa mengajak gira bersama mu, kamu akan tinggal di rumah nenek kakak, tenang saja, karna kakak di sana akan sibuk jadi tidak bisa menjaga kamu jika ad via, via pasti akan menjaga kamu”
“Eeum terima kasih kakak” ucap gira tersenyum mengingat via akan bahagia saat mendengar berita mereka akan ke paris
“Via sudah tau???” tanay berend sedikit khawatir
“Gira yakin jika ke paris via pasti tidak keberatan, karna paris adalah Negara impian via”
“Paris????” Tanya berend penasaran
“Iya paris, via pernah bilang jika dirinya ini liburan ke paris bersama kekasihnya” jelas gira tersenyum membayangkan wajah via yang sangat senang saat bercerita pada dirinya jika ia sangat menyukai paris
“Eum… sudah lama gira ingin bawa via kesana, namun karna jadwal kuliah yang padat rencana gira harus menundanya, gira sempat berfikir ingin ke Italy karna papa pasti tidak akan ke pikiran jika gira ke Italy, namun karna kak berend menawarkan paris, sekarang gira yakin pada paris”
(Ternyata kamu menyukai paris) batin berend tersenyum bahagia
“Bagus lah, kamu tenang saja kakak akan menjaga kamu dengan baik di sana” jelas berend
“Em terima kasih kakak” ujar gira
“Tidak perlu berterima kasih, kakak hanya ingin menebus kesalahan kakak yang tidak bisa manjaga kamu dengan baik”
“Tidak, kak berend sudah menjaga gira dengan sanagat baik” ujar gira tersenyum
Kini baik gira maupun berend sudah sedikit lebih lega karna mereka bisa bicara lebih santai lagi sekarang tidak dengan sebelumnya….
Berend tau jika dirinya ingin gira kembali akan sangat mudah baginya untuk mebuat gira kembali, namun berend tidak sekurang ajar itu membuat gira terluka lagi, karna berend sendiri tidak bisa menjaga gira hanya dengan status yang tidak pasti lebih baik berend melepaskan gira dengan masa depannya, dengan itu bisa membuat berend tidak merasa bersalah lagi meninggalkan gira sendirian…..
Flashback off
“Giirrr kamu bilang hanya aku yang tau kamu akan berpisah dengan doctor henzi” jelas via kesal
“Maaf jangan marah pada ku” rengek gira
“Lalu aku harus tersenyum pada mu” ujar via kesal
“Tersenyum lah aku ingin kamu tersenyum” ucap gira dengan memeluk tangan via yang sedang menyetir
“Kamu gila, pindah aku harus fokus” ujar via tajaam
“Hahahaha” tawa gira sangat keras saat via menyebutnya gira melihat gira tertawa kini via juga ikut tertawa bersamanya
Hingga tiba tiba ponsel gira berbunyi membuat mereka terdiam….
“Siapa yang menelponmu” Tanya via saat melihat gira hanya diam
“Doctor henzi” jawab gira lembut
“Hallo doc” sapa gira
“Apa kabar sayang” Tanya henzi, mendengar suara henzi saja sudah membuat gira menangis bagaimana tidak seseorang yang gira cinta dan gira rindukan saat ini sedang bersama wanita lain di negeri orang
__ADS_1
“Gira baik baik saja, bagaimana dengan doctor???” Tanya gira lembut
“Baik semuanya baik di sini” terdengar suara henzi di balik ponsel gira
“Kapan doctor akan pulang”
“Mungkin 2 hari lagi, kenapa kamu rindu”
“Eum gira merindukan doctor, apa doctor rindu pada gira” Tanya gira menahan sesaknya saat ini
Melihat gira menangis kini via menghentikan mobilnya di pinggir jalan….
“Tentu saja sayang”
“Benarkah”
“Tentu akan sangat merindukan istri ku” ucap henzi namun itu semua hany kebohongan di telinga gira meskipun itu adalah kebenaran
Bagaimana bisa gira menganggap itu kebenaran saat ini suaminya sedang bersama wanita lain di paris, dan henzi mengatakan rindu bagi gira saat ini semuanya adalah drama….
“Baik lah nanti gira telpon lagi karna saat ini gira sedang menyetir” jelas gira
“Baik lah hati hati sayang”
“Eum”
“Kapan doctor henzi akan kembali??”
Tanya via melihat gira sudah menutukan panggilannya
“2 hari ke depan” jawab gira singkat
“Kemari aku akan memberikan pelukan hangat” ucap via membuka lebar kedua tanganya
Melihat sisi manis sahabatnya gira langsung memghamburkan tubuhnya pada pelukan via…
“Tenang lah aku disini bersamamu”
“Terima kasih vi”
Namun tiba tiba ponsel gira kini berbunyi kembali….
“Siapa lagi” Tanya via melihat ponsel itu kembali berbunyi
“Mama” jawab gira
“Hallo mam, ada apa” sapa gira
“Sayang bisakah kamu pulang kemari sebentar” Tanya nessa di balik ponselnya gira
“Tentu”
“Ada apa”tanya via melihat perubahan di wajah gira yang khawatir
“Tidak ada yang terjadi hanya saja kami ingin makan malam bersama mu”
“Baik lah gira dan via sedang dalam perjalanan, kami akan kesana”
Setelah gira mematikan panggilan tersebut gira terdiam…..
“Ada apa” tanya via
“Mama ingin kita pulang dan makan malam bersama, ada apa ya kira kira” jelas gra khawatir
“Entah aku juga tidak tau, kamu tidak Tanya” balas via yang kembali focus menyetir
“Ada namun mama tidak menjawabnya” ujar gira “Aku khawatir vi” sambung gira melihat sahabatnya
“Apa yang kamu khawatirkan??” Tanya via
“Entah lah aku juga tidak tau”
“Tenang saja aku yakin ini hanya makan malam biasa”
Setelah sampai di rumah nenek kini gira dan via pun turun dari mobil nya dan masuk ke dalam rumah…..
“Nek kami pulang” teriak via seperti biasa nya saat dirinya sampai di rumah neneknya
“Kemari lah” ujar nenek
“Kak berend” ucap via dan gira bersamaan saat melihat berend ada di ruang keluarga saat ini
__ADS_1