
Dalam keadaan yang masih lemas via berusaha melihat ponselnya yang berdering
Melihat nama berend tertera di layar panggilan masuk via, membuat via sedikit tersenyum bahagia, dengan cepat via mengangkat panggil video tersebut
“Hai kak” sapa via bahagia, via berusaha memakai lipstik sebelum melakukan video call dengan berend
“Hai via bagaimana keadaan kamu, kamu sudah baik baik saja” tanya berend sedikit khawatir dan jujur berend bahagia melihat senyum via
Mendengar nada khawatir dari berend membuat via sedikit bahagia
(Apa kak berend mengkhawatirkan diriku??? kenapa???) batin via sedijit tersenyum
“Dari mana kakak tau via sakit” tanya via
“Dari wajah pucat mu saja semua orang juga tau, hika saat ini kamu sedang tidak baik baik saja” ucap berend sedikit julid
(Meskipun kamu berdandan kamu tetap kelihatan pucat via, apa kamu sesakit itu) ucap berend
“Padalah aku udah pakai lipstik, tapi masih terlihat pucat” ujar via sedikit lemas
“Kamu baru tau, kamu terlihat seperti mayat hidup saat ini” balas berend yang sedang menyetir
“Kak berend benar benar sangat jahat” ucap via lemas
“Aku bercanda, aku tau kamu sakit dari gira, tadi gira menelpon ku gira ingin bertemu dengan ku, sebab itu aku kembali ke belanda”jelas berend pada via dengan keluar dari mobilnya
“Gira menelpon kakak” tanya via sedikit terkejut
“Iya gira menelpon ku, buka pintunya”
Ucap berend sedikit tersenyum
“Hah pintu, pintu apa???” tanya via penasaran dengan perkataan berend
Lalu via sadar dengan latar belakang layar berend ternyata itu di depan rumah nya
Kini saat via sadar, via berlarian ke luar kamar untuk membuka pintu untuk berend
Via ingin berlarian ke pelukan berend dan memeluknya dengan erat
Namun semua hal indah yang dipirkan oleh via tidak berjalan dengan apa yang di pikirkan olehnya, karna terlalu bahagia
“Bruk...”via terjatuh saat berlarian dan kini lutup via sedikit membiru akibat terjatuh
“Awaauuu” teriak via
Mendengar teriakan via membuat berend khawatir setengah mati
“Via” panggil berend
“Via” teriak berend lagi
Kini pintu tersebut sudah terbuka
“Kamu baik baik saja” tanya berend khawatir dan melihat seluruh tubuh via
🌿🌿🌿
“tidak bukan karna itu aku hanya tidak ingin kamu ke rumah sakit mari kita jumpa di rumah, lagi pula gira tidak pulang malam ini sayang percaya lah pada ku”ucap henzi lembut bahkan sangat lembut
mendengar pembicaraan itu membuat gira terluka tidak namun sangat terluka terlebih lagi, semua ini adalah ke bohongan
“Kamu sudah jatuh cinta pada wanita itu bukan, sebab itu kamu ingin aku pergi” ucap agnes sedikit keras
“Aku tidak bermaksud begitu agnes, aku hanya khawatir nenek melihat mu disini tutur henzi memegang tangan agnes
“Kenapa, kamu ingin aku bersembunyi lagi??”
“Tidak sayang aku tidak bermaksud begitu”
“Lalu apa, kamu jangan pikir aku bodoh henzi, kamu pikir aku tidak tau kamu sudah jatuh cinta pada wanita itu, aku melihat kalian bermesraan di depan rumah temannya wanita itu, kamu ingin berbohong lagi pada ku emosi agnes kini sudah memuncak apa henzi
“Kamu salah paham aku hanya sedikit bersandiwara agar dia tidak curiga pada ku” jelas henzi pada agnes dengan mengelus elus bahunya agnes
“Kamu bilang sandiwara” teriak agnes lebih keras
“Iya aku bersandiwara, aku tidak jatuh cinta pada dia, cinta ku hanya pada mu dan kamu tau itu, jika aku tidak mencintai kamu aku tidak akan menikahi dia”
“Kamu berbohong” teriak agnes
“Sayang percaya lah pada ku, pulanglah ke rumah kita, aku tidak ingin orang lain melihat mu di sini jika mereka melihatmu rencana kita akan gagal, kamu tau bukan nenek sangat menyayangi gira aku tidak ingin kamu di bandingkan dengan gira” ucap henzi lembut dan henzi tidak lupa memberikan hafiah kecil pada bibir agnes
__ADS_1
“Tapi aku merindukanmu” ucap agnes
“Aku juga merindukan mu sayang, kamu tenang saja nanti malam gira tidak akan pulang kita bisa berduaan di rumah
“Tapi aku tidak ingin melihat barang wanita itu ada fi rumah kita”
“Aku sudah pindahkan semua barang gira di gudang aku tau kamu sangat sensitif terhadap barang orang lain”
“Sayang kamu sangat perhatian” ujar agnes lalu memeluk tubuh henzi
(bagaimana doctor henzi bisa setega itu pada ku, bahkan barang ku di pindahkan ke gudang) bantin gira terluka
“Apa wanita itu tau kamu sudah menikah” tanya agnes
“Siapa, gira maksud kamu” tanya henzi penasaran ke arah pembicaraan agnes
“iya siapa lagi kalau bukan dia” jawab agnes sinis
“Tidak gira tidak tau aku sudah menikah” ucap henzi sedikit sedih dari rawud wajahnya yang murung
“Kamu kecewa????” Tanya agnes dengan nada curiga
“Kenapa aku harus kecewa” Tanya henzi pada agnes yang meliriknya dengan wajah curiga
“Baik lah aku percaya, kamu tau kan aku sayang menyayangi kamu, aku tidak ingin mereka memisahkan kita lagi seperti dulu, itu sangat menyakitkan sayang”
“Aku tau kamu juga tau bukan aku sangat mencintai kamu, jika aku tidak mencintai kamu aku tidak akan pergi sejauh ini, kamu tenang saja aku akan menceraikan gira dalam 3 minggu lagi, setelah itu kita akan bahagia”
“Kamu serius sayang”
“Tentu saja aku akan menceraikanya dalam waktu tiga minggu, setelah itu aku kan mengusirnya dari rumah kita dan kamu akan menjadi nyoya henzi defran untuk selamanya” ujar henzi lalu tersenyum manis pada agnes
“Aku sangat bahagia sayang” jawab agnes lalu memeluk henzi, henzi membalas pelukan agnes
Gira terkejut mendengar perkataan yang ke
luar dari mulut henzi, henzi yang di kenal lembut oleh gira bisa membuat nya terluka hanya dengan perkataan henzi saat ini, gira menutup mulutnya dengan kedua tangannya, agar gira tidak membuat kesalahan dengan mengeluarkan suaranya karna posisi saat ini gira sedang bersembunyi di dalam toilet henzi
Jika bisa memilih gira ingin lari dari semua drama yang baru saja gira dengar, kenapa tidak!!!, laki laki yang gira cintai namun mencintai orang lain di belakangnya, bukan di belakang saat ini gira lah yang menjadi orang ke tiga dalam hubungan suami istri itu
Gira tertunduk lemas di dalam kamar mandi entah bagaimana gira harus bereaksi saat nanti dirinya bertatap muka dengan henzi
“Tapi aku mohon kamu untuk sabar sedikit lagi sayang, hanya tiga minggu lagi dan semuanya akan kembali seperti semula, dimana hanya ada kita berdua, kamu mau bersabar sedikit lagi bukan?? ini semua untuk masa depan kita bersama” Tanya henzi dengan mencium bibir agnes sekilas
“Tapi sayang aku harus melakukannya jika tidak dia akan curiga terlebih lagi nenek akan curiga jika tau aku menjaga jarak dengannya, nenek akan berfikir jika hubungan kita belum usai dan aku masih belum bisa melupakan kamu”, ujar henzi lembut sebelum memeluk agnes
“Baik lah tapi jangan terlalu dekat dengan nya kamu tau bukan aku tidak suka milikku di sentuh oleh orang lain” tegas agnes
“Tenang saja aku kan menjaga jarak dan jika itu pun aku masih memeluknya atau menciumnya itu karna aku sedang membayangkan wajah mu ada pada nya, karna aku sangat merindukanmu” tutur henzi
tersenyum jail pada agnes
henzi benar benar lupa pada gira, entah bagaimana reaksi henzi jika tau bahwa gira mendengar semua apa yang mereka bicarakan saat ini, akan kah henzi terluka atau tidak peduli
Mendengar kata kata henzi kini membuat gira kembali seperti tertusuk pedang sangat sakit bahkan lebih sakit dari itu, kali ini gira benar benar rapuh bukan hanya kebohongan tentang status henzi namun kali ini dirinya di jadikan alat hanya untuk membuat henzi puas dengan rindunya pada wanita lain
“Sayang mari kita pulang aku ingin menghabiskan waktu ku bersamamu di rumah kita” ucap agnes
“Mari aku juga sangat merindukan mu” ucap henzi lalu mereka pun keluar
Gira lega mereka keluar saat yang tepat jika tidak gira pasti sudah ketahuan bersembunyi di balik toilet karna suara tangisan gira tidak bisa lagi di tahan kini gira menangis sejadi jadinya
Mengingat apa yang di keluarkan oleh kedua insan itu sungguh membuat gira terluka, hati nya benar benar hancur saat mengetahui semua ini, saat ini bahkan status henzi, perhatian henzi, sayang henzi selama ini semuanya adalah kebohongan, dan yang membuat gira sangat terluka dan seperti di tusuk oleh tombak di hatinya karna gira terlanjur jatuh ke dalam sandiwara yang dari awal sudah di rencanakan oleh henzi
Kini gira bangun dari duduknya dan memakai kaca mata hitamnya lalu keluar dari ruangan henzi dan masuk ke dalam mobilnya
` Kemana aku harus pergi ` ucap gira pada dirinya sendiri
Kini, saat ini, detik ini, pikiran gira benar benar buntuh gira melajukan mobil dan keluar dari parkiran rumah sakit gira tidak tau kemana arah tujuannya, gira ingin ke rumah via namun mengingat keadaan via yang belum sepenuhnya pulih kini gira
mengurungkan niatnya untuk ke rumah via
Tanpa sadar kini mobil gira sudah melaju jauh dari kota amsterdan dan kini gira berhenti di tepi jalan
Kemana aku harus pergi, kali ini aku seperti tidak memilik seseorang yang bisa ku percaya, bahkan suami yang aku cinta adalah peran utama dalam luka ku ini, viiiii aku harus bagimana??? aku tidak ingin sendiri viiii ujar gira menyerah pada dirinya sendiri di dalam mobil
Tiba tiba ponsel gira berbunyi hati gira kini semakin hancur melihat siapa yang menelponnya saat ini, tidak ingin menjawab namun gira juga tidak ingin terlihat seperti seorang pecundang, akhirnya gira memutusakn menganggkat ponsel tersebut,
meskipun tangan gira sangat lah gemetaran
“Hallo” ucap gira dengan suara yang sedikit serak akibat menangis
__ADS_1
“Kenapa dengan suara mu sayang” Tanya henzi dengan nada lembut
(Bahkan saat bersamanya kamu masih bermain drama doc, seolah olah kekhawatiran mu itu benar adanya, mungkin bagi doctor gira adalah wanita yang paling bodoh bukan?? yang bisa doctor bohongi) batin gira
“Sayang kamu kenapa, kamu sakit” Tanya henzi lagi saat tidak ada satu jawaban pun dari gira
“Aku baik baik saja doc”
“Kamu yakin namun suara mj seperti seorang yang baru saja menangis, apa kamu menangis”tanya henzi khawatir
Air mata gira tumpah dengan sendirinya kini gira tidak bisa menahannya lagi, terlebih melihat nada bicara henzi yang lembut dan khawatir tentang dirinya membuat gira sangat terluka saat ini, dulu saat kata kata itu keluar dari mulutnya henzi, gira adalah wanita yang paling bahagia saat melihat laki laki yang di cintai olehnya, sedang mengkhawatirkan dirinya. namun saat ini gira sadar jika ini hanya sandiwara
kini hati gira seolah di tusuk dengan tombak yang tajam sakit, sangat sakit mendapat perlakuan seperti ini
(Kenapa doctor menghukum gira sebegini sakit, apa salah gira pada doctor) batin gira
“Sayang” panggil henzi lembut
(Doc gira benar benar tidak kuat menjalani ini, bisakah gira berhenti, ini sangat menyakitkan hati gira) batain gira lagi dengan tangan kananya memegang dadanya yang sakit namun tidak tau di mana letak titik focus sakit itu
“Doc gira hanya sedih melihat drama ini, gira terlalu terbawa suasana” ucap gira pada henzi dengan suara yang benar benar kacau
“Ah.. karna itu, Kamu membuat ku khawatir sayang” ucap henzi dengan nada lega dan sedikit tertawa “ah aku hampir lupa, aku ingin tau kamu akan pulang malam iini???” Tanya henzi
(Jadi ini tujuan doctor menelpon ku bukan) batin gira
“Gira akan menginap disini untuk uaktu yang lama mungkin, karna via masih kurang sehat” ucap gira pada henzi
”Baik lah sayang, aku tidak keberatan karna via pasti mebutuhkan mau saat ini, aku juga tidak bisa egois, baik lah jika kamu ingin pulang kabarin aku ya aku akan menjemput mu, dan satu hal lagi sayang jangan lupa istirahat kamu juga butuh istirahat, I miss you”
“Iya miss you more” jawab gira saingkat lalu gira langsung mematikan ponselnya
` Aku benar benar bodoh bagaimana bisa kau tidak sadar jika ini semua adalah kebohongan, gira dengan mudahnya kamu percaya bahwa doctor henzi mencintai kamu, selama ini bahkan kamu juga sangat bodoh memimpikan jika suatu saat nanti doctor henzi akan menjadi suami kamu untuk selamanya… ahhhh gira kamu benar benar bodoh ` teriak gira pada dirinya sendiri yang sangat kacau saat ini, dan menangis kini gira menggenggam tangannya pada setir mobil
“Apa yang harus aku lakukan sekarang ini” ucap gira
Gira menangis, dengan muka nya yang sudah di tutupi dengan sempuran oleh kedua tangannya
Tiba tiba ponsel gira berbunyi dan betapa terkejutnya gira melihat siapa yang menelponnya sat ini
🌿🌿🌿
Bahkan kini berend sudah menyentuh kedua pipi via, mendapat perlakuan seperti itu jelas membuat via terkejut dan bahagia terlebih lagi berend ada di depan nya saat ini
(Apa ini, apa kak berend kemari karna khawatir tentang keadaan kusaat ini) batin via
“Via jawab aku apa kamu terluka” Tanya berend sedikit menggoyangkan kedua pipi via, higga kini via kembali sadar dari lamunannya
“Hah…. A__ku baik baik saja kak” jawab via membuat berend sedikit lega
“Syukur lah” ujar berend sedikit tersenyum
“Masuk kak” ajak via “Ah.... sakit” ucap via saat ini melihat lututnya sedikit bengkak
“Kamu baik baik bukan” berend khawatir
“Tentu hanya saja sepertinya kaki via sedikit bengkak tapi tidak masalah nanti juga sembuh sendiri” jelas via pada berend
“Apa nya sedikit lihat lah kakimu sudah membiru, mari sini aku obatain” ucap berend menarik via, via dengan senang hati mengikuti kemana pun berend membawanya
Kini berend membawa via ke dalam
kamarnya dan mendudukan via tepat di sofa milik via yang ada di tekat lemari pakaian via
Duduk di sini kakak akan ambilkan kamu obat ujar berend lalu berend bnagun dan pergi meninggalkan via yang duduk di sofa melihat kepergian berend
Setelah beberapa menit berend pergi kini bered sudah kembali dengan satu kotak p3k dan juga satu Bangkok air dingin
Kini berend sudah ad di depan via yang duduk di atas sofa dan mengobati luka biru di kaki via akibat jatuh
“Kenapa kak berend kembali, bukanya kakak berend sudah berada di paris saat ini”
“Seseorang ingin bertemu dengan ku” ucap berend menghentikan mengobati lukannya via
“Siapa” Tanya via penasaran
“Seseorang yang sangat penting di hidupku” jawab berend
(Mungkih kah aku orang itu) batin via sedikit berhayal
“Siapa orang itu” Tanya via lagi pada berend
__ADS_1
“Gira” jawab berend seketika membuat hati via sedih mendengar jawaban dari berend
(Ternyata kak berend belum bisa menerima kenyataan jika gira sudah menikah dengan orang lain) batin via sedikit sedih