
Untuk kesekian kalinya jantung henzi berdetak lebih kencangdari normalnya setelah 2 tahun lebih lamanya, seolah kini jantung henzi sudah bangun dari tidur nyeyaknya, saat melihat wanita yang ada di depannya saat ini
Henzi hanya terdiam saat melihat siapa yang ada di depanya, wanita yang sudah hampir lebih 2 tahun di rindukan olehnya, wanita yang membuat dunia henzi hancur saat wanita itu menjauh dan pergi meinggalkan henzi, wanita yang membuat henzi bersedih dalam waktu jangka yang sangat panjang, waktu yang membuat henzi tenggelam dalam kenangan yang buruk, dimana dirinya harus kehilangan wanita yang membuatnya tersenyum, wanita yang membuat henzi juga berada di titik ini saat ini, dimana dirinya sduah bisa mencapai cita citanya…
Wanita itu saat ini ada di depannya, namun sayangnya henzi tidak bisa mengapainya lagi….
“Bagaimana kabar kamu” Tanya henzi lirih pada gira saat mereka ingin ke ruangan operasi
“Good” jawab gira singkat tanpa meneloh ke arah henzi
“Akuu…” ucap henzi terbata saat mereka sudah di depan pintu ruangan
“Doctor Henzi Defran mari bekerja sama saat kita di ruangan nanti” ujar gira menghentikan ucap henzi lalu dengan cepat gira mengulurkan tanganya ke arah henzi….
Melihat itu semua henzi juga menjabat tangan gira, ingin sekali henzi bicara lebih dengan gira namun melihat keadaan dis sekitarnya tidak mendukung membuat niat henzi terjeda…
Henzi maupun gira melakukan operasi dengan baik keduanya tidak ingin terjadi ke salah pada pasiennya hanya karna masa lalu mereka, melihat gira yang focus pada jahitannya membuat henzi tersenyum bangga pada gira…
(Kamu sudah sampai di tahap ini gir, saat ini aku berharap aku juga bisa ada di samping kamu seperti ini untuk kedepanya, dan bahkan selamanya) batin henzi dalam hatinya saat melihat gira yang sedang focus pada kerja
“Kerja bagus doctor gira” ucap salah satu doctor senior yang menyaksikan semua proses dari cctv ruangan operasi
“Terima kasih doc atas ke percayaanya” ucap gira tersenyum dan menundukan sedikit kepalanya memberi hormat
“Itu tidak menjadi masalah, mari kita makan bersama” sambung doctro lainnya henzi hanya bisa melihat gira
“Mungkin lain kali doc, saya sudah ada janji makan siang bersama seseorang” ujar gira membuat henzi menatapnya penuh tanda Tanya
“Seorang Kakasih” Tanya doctor lain
“Tidak doc, saya permisi dulu” ujar gira pamit pada semua doctor yang ada di sana termasuk henzi
“Kekasih doctor gira sangat perhatian, bahkan selalu sabar menunggu doctor gira di parkiran rumah sakit”ucap salh satu doctor saat gira sudah pergi membuat henzi sedikit kecewa
__ADS_1
Gira menghilang dari pandangan henzi hingga henzi sadar dan…
“Doc saya pemisi ke toilet sebentar” ucap henzi pada salah satu atasnnya
Henzi berlarian menacari gira hingga ke parkiran rumah sakit dan saat henzi kembali ke lobi rumah skait henzi melihat gira sedang menghubungi seseorang henzi langsung berjalan ke arah gira….
Langkah kaki henzi melangkah satu persatu memperdekat jarak antar ke duanya, henzi bisa melihat dengan jelas jawah gira dari samping, gira benar benar terlihat lebih dewasa dari sebelumnya….
Kini setelah selesai dengan panggilannya saat gira ingin melangkah tiba tiba seseorang menarik tanganya, membuat gira menoleh ke arah tangan yang menariknya…
Gira terdiam melihat siapa yang menarik tangannya, keduanya terdiam untuk sesaat hingga tangan gira melepaskan genggaman tangan henzi
“Ada apa doctor henzi” Tanya gira lembut seolah semuanya baik baik saja
“Bisa kita bicara sebentar” Tanya henzi pada gira
“Kalau boleh tau ini soal apa doc??, kebetulan saya sudah ada janji” ucap gira tersenyum, saat ini semuanya sedanh tidak baik baik saja, fikirannya maupun hatinya
“Tentang kita” ucap henzi singkat membuat gira menatap henzi lama, keduanya kembali terdiam
Sungguh ini sangat menyiksa dan melelahkan bagi gira, harus ada dalam posisi saat ini bukan lah keinginan gira, bukan hanya hatinya namun pikirannya juga sangat lelah….
“Hanya sebentar girr” ucap henzi menarik kembali tangan gira
“Doctor henzi defran tolong ingat sama posisi doctor, saat sini kita sedang berada di kawasan rumah sakit dan tolong untuk professional” ucap gira tegas dan sedikit meninggikan suaranya membuat henzi sedih namun henzi tidak berhenti di situ
“Hanya sebantar gir” ujar henzi lirih dengan nada yang memohon
“Mari kita bicara soal pasien di ruangan saya yang ada di lantai 7, namun jika tidak ada yang penting kita tidak perlu bertemu, saya permisi doctor henzi” ucap gira pergi meninggalkan henzi yang hanya terdiam mendengar apa yang barusaja keluar dari mulut gira
`Sudah gir, tenang lah ini semua akan baik baik saja, lagi pula ini hanya sebentar` ucap gira pada dirinya sendiri saat sudah di dalam mobil
Flashback on
__ADS_1
“Kenalkan ini doctor Amelia Agiralia doctor utama yang akan melakukan operasi hari ini” ujar salah satu doctor saat gira sudahh masuk ke dalam ruangan direktur rumah sakit
Saat itu pula kedua kaki gira seolah lemas, begitupun dnegn jantung gira yang berdetak lebih cepat dari biasanya, gugup dan seolah terkejut saat di hadapkan dengan seseorang yang ada di masa lalunya..
Hati maupun otak gira tidak bisa bekerja dengan baik, bagaimana saat ini di depannya berdiri lelaki yang dulunya sempat menjadi pria yang sangat di cintai oleh gira, namun pria itu juga yang membuat dunia gira hancur, masih sangat jelas di hati gira betapa sakitnya itu semua, saat mengingat betapa dirinya sangat bodoh harus masuk ke dalam permaian yang di mainkan oleh henzi, dirinya bahkan berani mencintai pria yang sudah jelas jelas memiliki status suami orang..
Seolah waktu berhenti dan membuat gira harus kembali lagi ke masa lalu, namun tidak dimana gira merasa bahagia, namun malah sebaliknya dimana dirinya terluka dan sangat membekas di hatinya, saat dimana henzi yang harus menjadi penyebab terbesar untuk luka yang di torehkan di hidup gira, dan sampai detik ini luka itu masih membekas di hati gira…
Gira hanya bisa diam dan menatap wajah henzi….
“Doctor gira kenalkan doctor Henzi Defran yang akan mendampingi doctor saat operasi berlangsung” ucap salah satu doctor di situ
Untuk waktu yang lama keduanya sama sama terdiam hanya menatap satu sama lain, hingga suara doctor zeni mengejutkan gira begitupun dengan henzi
“Doctor gira” panggil doctor zeni menepuk pundak gira
“Iya doc” ucap gira lirih
“Kenalkan ini doctor henzi yang akan membantu doctor gira jika pasien mangalami masalah dengan paru parunya” ujar doctor zeni mengenalkan henzi pada nya
“Amelia Agiralia” ujar gira mengulurkan tanganya
“Henzi Defran” sambut henzi menjabat tangan gira
Seolah waktu kembali ke masa lalu dimana keduanya bertemu di rumah sakit dan harus menjalani semua drama yang di mulai oleh gira……
“Doctor gira tau jika doctor henzi ini berasal dari belanda” ucap salah satu doctor senior
Gira hanya tersenyum, namun tidak dengan henzi, henzi hanya menatap gira tidak sedetik pun henzi memalingkan pandanganya dari wajah gira
“Dan kebetulan juga doctor henzi sudah menjadi direktur di salah satu rumah sakit terbesar di belanda” ujar seseorang doctor membuat gira langsung menatap henzi
Gira menatap henzi, keduanya hanya saling menatap….
__ADS_1
Flashback off