My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
My First Kiss


__ADS_3

“kenapa dengan kakak, kakak tidak makan? apa makananya tidak sesuai dengan selera kakak??” tanya gira melihat berend yang hanya menatap kepergian via dan tidak memakan makanannya hanya mengacaukan seluruh piring itu,


“Aku tidak lapar, kamu harus makan yang banyak” ucap berend tersenyum pada gira


“Aku permisi sebentar” ujar berend melihat vino dan gira sekilas lalu bangun dari duduknya saat berend


“Kamu ingin kemana” tanya vino menatap berend curiga


“Ah aku ingin menelpon seseorang” ucap berend mengambil ponselnya dan menunjukannya pada vino, lalu dengan cepat berend menghilang dari pandangan vino dan gira


Berend sudah mencari via kemana mana hingga kini berend menemukan via, dengan cepat berend menarik tangan via dan saat itu juga berend memeluk pinggang ramping milik via, memeluk dengan erat....


Awalnnya via memberontak dan sedikit berteriak, hingga berend dengan susah payah menutup mulut via dengan tangannya, berend paham jika via tidak bisa di ajak bicara dengan mudah apa lagi saat mengingat jika keadaan via saat ini sungguh tidak baik baik saja....


“Ini kakak” ujar berend saat via mengigit jari tangan milik berend


Namun tetap saja berend tidak melepaskan pekukannya di pinggang via, malahan berend menurunkan tangan kanannya ke pinggang via, memeluk via dengan erat....


“Kak” panggil via saat melihat siapa yang sudah menariknya


“Kenapa kamu lari dari kakak” tanya berend tepat di telinga via membuat via sedikit merasa geli saat nafas berend di hembus tepat di leher via


“Kak bagaimana jika gira melihatnya”ucap via khawatir


“Tidak ada yang melihat kita disini, mereka tidak akan curiga jika kamu bersama kakak saat ini” ucap berend membuat seluruh tubuh via mengeggang akibat pelukan yang makin erat dan nafas berend yang di hembuskan di telinga via “Jawab kakak kenapa kamu lari vi???” tanya berend lagi


“Kak lepasin via, via tidak lari” ujar via berusaha melepaskan. tangan berend dari pinggangnya


“Jika kamu tidak diam semua orang akan tau jika kita ada di sini” ujar berend membuat via langsung terdiam


Via hanya diam begitu pun dengan berend sasaat itu seolah waktu berhenti keduanya hanya terdiam, menikmati setiap saat yang berdetik yang berharga, keduanya terlihat sangat nyaman dengan posisi saat itu, hingga akhirnya via teringat akan status sabahatnya dengan berend membuat via bangun dari kenyamanan itu...


“Kak” panggil via lirih saat dirinya sudah sadar jika berend adalah suami gira


“Eum” ucap berend masih menikmati wangi harum milik via yang sama sekali tidak berubah...


“Via harus pergi kak vino pasti sudah menunggu via” ucap via lagi


Mendengar nama vino di sebut membuat berend membuka kedua matanya dan menarik bahu via hingga via berputar dan kini wajah via sudah sempurna di dada berend, saat via melihat wajah berend yang lebih tinggi darinya, berend juga menatap wajah cantik via.....


Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut keduanya malu itu lah yang di rasakan oleh via saat melihat wajah berend, dengan cepat via mengalihkan pandanganya....


“Kenapa??” tanya berend penasaran saat melihat via memalingkan wajahnya


Via tidak menjawab, hanya bisa terdiam posisi saat ini membuat via merasa bersalah dan takut....


“Kenapa kamu... ”ucapan berend terputus saat mendengar ponsel via berbunyi


Melihat siapa yang menelpon membuat berend kesal dan marah entah mengapa semua yang berurusan dengan via membuatnya sedikit emosi, di tambah melihat nama vino dengan sebutan “kak vino❤ ” membuat berend makin kesal..


“Hallo kamu dimana via”


“Ini via sudah di depan pintu kak” ujar via melihat sekilas berend dan ingin pergi, namun berend menarik kembali tangan via hingga via jatuh kembali ke dalam pelukan berend


Merasa itu via benar benar takut namun tidak bisa di cegah jika via tidak bisa menolak semua perlakuan berend terhadapnya..


Berend memeluk pinggang via denga sangat erat terlebih lagi kini wajah via sudah ada tepat pada bidang dadanya berend….


“Kak” panggil via saat vino mematikan panggilannya


“Kamu mau kemana??, kenapa kamu tidak bisa menatap mata kakak??” Tanya berend melihat via hanya menunduk wajahnya yang hanya bisa melihat dada berend karna berend sudah sempurna memeluk tubuh via


“Kak lepasin via, bagaimana jika gira tau kakak bersama via” ujar via melihat sekilas berend lalu dengan cepat via memalingkan pandangannya


“Kakak akan lepasin kamu jika kamu jujur pada kakak?” ucap berend membuat via terdiam


“Apa itu??” Tanya via tanpa menatap berend


“Apa kamu masih menyukai kakak??” Tanya berned membuat via terkejut dan menapat wajah berend yang lebih tinggi darinya


Terdiam dan terkejut itulah yang di rasakan oleh via mendengar ucapa yang keluar dari mulut berend, ada apa inii


“Kenapa kamu diam??” Tanya berend lagi, namun tidak ada jawaban dari via, Via hanya terdiam sesaat hingga


(kamu diam via itu tandanya kamu masih menyukai kakak) batin berend tersenyum lalu dengan cepat berend mendekatkan wajahnya denga wajah via dan cuppp....


Euummahhh…. Satu kecupan mendarat di bibir via, hanya kecupan tidak ada hisapan ataupun *******, dan tidak juga lama hanya sekedar bertemu dan berned langsung tersenyum melihat wajah via yang memerah dan mata via yang sudah melotot seolah akan keluar…

__ADS_1


“Sampai jumpa di mobil” ucap berned lagi, dan pergi meninggalkan via dengan wajah yang masih terkejut…


Detak jantung via lebih cepat dari biasanya ada, wajahnya masih saja dengan ekpresi yang sama terkejut..


“My first kiss” ucap via mengingat ciuman pertamanya di rebut oleh berend terlebih lagi saat ini berend adalah suami dari sahabatnya


“Ini gila!!!” ucap via sedikit berteriak


“Bagaimana bisa aku sangat bodoh, dan kenapa aku diam saja” ujar via mengacak acak rambutnya “aku baru saja di cium dan ciumanan itu di curi oleh suami sahabat ku, yang benar saja via” ucap via sendirian hingga satu pesan masuk ke ponselnya membuat via langsung sadar


~kamu tidak berencana pulang, kak vino dan gira sduah menunggu mu~ isi pesan itu membuat via kembali terkejut dan langsung keluar dari ruangan itu….


“Kamu dari mana saja” Tanya gira penasaran yang sudah menunggu via di luar restorant


“Maaf aku lupa, baru saja aku di telpon oleh atasan ku” ujar via berbohong


“Ya sudah mari kita pulang lagi pula gira dan berend sudah makan” ucap vino mengandeng tangan via


“Eum” ucap via masih linglung mencari keberadaan berend


Saat melihat siapa yang membawa mobil fikiran tentang ciuman tadi pun terbesit kembali di otak via….


(Dan tunggu bagaimana bisa kak berend menegtahui nomor ponsel ku) batin via seolah baru terkejut saat mengingat jika dirinya mendapatkan pesan dari berend tadi


(Lalu kenapa gira tidak cerita pada ku tentang pernikahannya….) batin via


“Akhh aku tidak ingin tau semuanya membuat ku pusing” teriak via kecoplosan membuat semua mata melihat dirinya


“Via kenapa” Tanya gira yang duduk di dekatnya


“Kenapa vi” Tanya vino bersamaan bersama via membuat via mengedip matanya


“Tidak ada via hanya kesal pada seseorang” ucap via kelepasan melihat sekilas wajah berend yang merasa tidak bersalah melalui kaca


“Siapa??” Tanya gira cepat


“Ah itu atasan kamu tidak kenal” ucap via asal lalu kembali melihat berend yang tersenyum manis disaat via sudah di buat pusing oleh sifatnya


Kini mereka sudah sampai di perumahan elit milik keluarga venus yang akan di tinggalkan oleh berend dan gira, di rumah yang ukurannya tidak sebegitu besar itu hanya memiliki kamar 3 dan juga ruangan tamu dan dapur yang cukup sedang, rumah itu di buat oleh keluarga venus untuk siapa pun yang datang mengunjungi mereka dan rumah itu tidak jauh dari perumahan mereka….


Mengingat mereka hanya berrempat via dan vino memutuskan menemani gira dan juga berend….


Meja yang sudah di lengkapi dengan buah dan juga cemilan mereka di tambah dengan jus pendamping makanan mereka…


“Aku kasih tau kamu satu rahasia gir” ucap vino membuat semua orang melihat atasnya


“Apa itu” Tanya gira penasaran


“Via yang dulu sudah berubah, dulu via sedikit seperti mama harimau namun sekarang via sudah menjadi kucing yang manja jadi kamu harus berhati hati” ucap vino tertawa melihat ekpresi kesal di wajah via


“Kak” panggil via lembut dengan nada yang merengek


Mendengar itu telinga seseorang sepertinya sudah memereh dan perubahan wajah yang kesal akibat ucapan vino…..


“Kak” panggil gira membuat berned terkejut


“Eum” ucap berend datar


“Kenapa kakak diam” Tanya gira melihat benre d hanya terdiam di sepanjang perbincangan mereka


“Eum tidak aku harus permisi, sendi menyuruhku menelponya aku hampir lupa” ucap berend berbohong lalu bangun mengambil ponselnya dari saku celananya


“Kak sendi menelpon kakak” Tanya gira


“Eum, aku permisi” ucap berend lalu bangun dari duduknya, berend sudah tidak ingin lagi mendegar semua ucapan vino tentang via yang cantik, imut dan bla bla bla..


Via hanya bisa melihat berend pergi dan menghilang dari pandangannya, namun sesekali via masih bisa melihat berend sedang menelpon seseorang….


Berned langsung menekan panggilnya untuk menghubungi ke sendi


“Hallo ada apa kamu menghubungi ku??” Tanya sendi di balik ponsel berend dnegan nada yang kesal


“Kamu sedang di mana??” Tanya berend tidak peduli dengan nada bicara sendi yang marah


“Kantor” jawab sendi singkat


“Aku sedang kesal pada kak vino” ucap berend bercerita betapa kesalnya dirinya pada vino saat ini

__ADS_1


“Ada apa” Tanya sendi penasaran


“Mereka hanya bisa meneberkan ke mesraannya di depan ku” jawab berend datar dan melihat via yang sedang menatap vino dengan wajah yang terseyum membuat berend sangat kesal


“Siapa” Tanya sendi penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada berend


“Kak vino” ujar berend lirih


“Lalu kenapa??” Tanya sendi lagi


“Kamu Tanya kenapa” ucap berned sedikit meninggikan nadanya


“Eum kenapa” Tanya sendi lagi membuat berend semakin kesal


“Jelas aku kesal” ujar berend datar


“Kenapa kamu kesal” Tanya sendi


Berned terdiam saat sendi menanyakan pertanyaan itu, kenapa berned kesal jika berend tidak menyukai via


“Aku tidak tau” ucap berend datar


“Kamu sudah sadar??” Tanya sendi datar


“Tentang” Tanya berend penasaran


“Persaan kamu” jawab sendi datar


“Aku tidak tau” jawab berend datar


“Jika kamu masih lambat dan malu mengakuinya, kamu bisa kehilangan via untuk selamanya” ucap sendi menjelaskan pada berend


“Kamu gila, aku harus mengakuinya, via itu kekasih dari kakak ku meskipun kami tidak sedarah” ucap berend lirih “ aku tidak ingin merebut seseuatu ynag bukan milikku” ucap berend lagi saat melihat via tertawa lepas dan begitu juga dengan vino “ Mereka terlihat sangat bahagia” ucap berned lagi membuat sendi sedikit kasihan pada berend


“Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang” Tanya sendi penasaran


“Aku juga tidak tau, mungkin aku juga akan menjauh seperti via menjauh dari ku” ujar berend sedikit lirih, dan sedikit menyerah


“Kamu yakin” Tanya sendi penasaran


“Aku harus yakin” ucap berned tegas


Lalu ketukan jendela itu membuat berned menoleh ke belakang, vino mengisyartakan berend untuk istirahat..


“Aku tutup, aku harus istirahat kak vino sudah memanggilku” ujar berend menutup panggilannya


Gira dan via langsung masuk ke dalam kamar mereka, bercerita tentang semua yang terjadi….


Vino dan berend tidak langsung tidur mengingat lamanya mereka tidak bertemu membuat vino penasaran tentang dirinya dan juga gira…


Keduanya memutuskan memimun wine sambil mengahabiskan malam yang sunyi itu..


“Bagiamana kabar kamu” Tanya vino meneguk mimumannya


“Seperti yang kakak lihat”


“Lalu bagaimana kamu bisa bersama dengan gira??” Tanya vino menatap berend


“Lalu bagaimana kakak bisa sangat denkat dengan via, apa kalian memiliki hubungan yang khusus” Tanya berend balik melihat vino, mendengar itu vino merasa aneh dengan berend


“Ada apa dengan tatapan kamu” Tanya vino melihat berend yang menatapnya tajam


“Tidak ada aku hanya ingin tau” ujar berend cepat lalu menoleh kea rah lain tidak ingin vino curiga


“Tidak banyak itu terjadi begitu saja” ucap vino datar


“Kalian memiliki hubungan istimewa??” tanay berned lagi penasaran


“Bisa di bilang istimewa, aku dan via sangat dekat, bahkan kami sudah mulai….” Jelas vino namun ucapanya terhentikan karna berned langsung menegaskan ucapanya yang membuat vino terkejut


Berend tidak bisa diam lagi, dirinya tidak bisa mendegar perkataan vino tentang hubungannya dengan via itu terlalu menyakitkan baginya, berend memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya agar vino maupun via bisa lebih menjaga kemesraan mereka di depan berned


“Kakak sepertinya aku menyukai via” ucap berend yang menatap ke ke depan tanpa menoleh vino


Mendengar itu semua minuman yang ada di mulut vino keluar secara tidak sengaja, bagaimana tidak saat ini berend yang di anggap adiknya sedang mengaku menyukai adik tirinya…


“Akhhkk apa kamu bilang??” Tanya vino lagi sambil membersihkan mulutnya

__ADS_1


“Aku menyukai via” ucap berend lagi tanpa menoleh vino


__ADS_2