
Salju mulai berjatuh menyelimuti Negara polandia, semua orang sudah siap dan menantikan musim baru musim di mana tahun baru akan segera datang, semunya sudah tersusun rapi, perpohonan yang sudah mulai memutih dan juga gunung yang indah mulai tertutupi oleh lebatnya salju yang akan turun, danau yang awalnya terlihat tenang kini sudah hampir mejadi es, begitu pun dengan jalan dan juga kota hingga perumahan semua orang…
Tingtong........
“Tunggu teriak seseorang saat bel berbunyi” teriak via belarian ke arah pintu utama
“Doctor vino” terkejut dan sedikit berteriak itulah yang di lakukan oleh via saat ini saat melihat doctor vino ada di depannya, bagaimana ini bisa terjadi…
Vino hanya tersenyum melihat ekspresi wajah via yang terkejut
“Bagaimana doctor bisa sampai di sini” Tanya via heran dan juga penasaran saat ini satu orang pun tidak tau jika dirinya sedang ada di polandia
Vino tidak menjawab satu pun pertanyaan dari via dirinya langsung masuk ke dalam rumah via
“Aku tidak tau jika rumah orang tua kamu sebesar ini, apa masih ada kamar kosong untuk ku di rumah ini” ucap vino yang berjalan masuk dan melihat lihat seisi ruangan rumah tersebut dan kini mata vino melihat sofa empuk itu dan merebahkan dirinya pada sofa tersebut
“Doc” panggil via saat melihat vino sudah masuk dan bahkan vino sudah berani merebahkan dirinya di sofa milik keluarga via….
Tujuan via sebenarnya ke polandia yaitu ingin tinggal bersama yang kandungnya dan ayahnya via saat ini sudah menikah dengan seorang wanita cantik kelahiran polandia dan juga memiliki bisnis sendiri sanggat beda jauh dengan mamanya yang hanya bisa meminta pada orang lain…
Via lari dari semua kenanganya dan menetap bersama ayahnya, jika via terus terusan bersama gira via akan mersa bersalah seumur hidupnya, menetap bersama ayahnya adalah pilihan yang terbaik untuk via saat ini, dan via juga bisa berdamai dengan hatinya, meskipun sesekali via teringat tentang laki lakinya yang sempat singgah di hatinya, wajar saja tidak mudah bagi via untuk melupakan berend, laki laki itu sudah hampir beberapa tahun menghisi hati via, namun via tetap mencoba yang terbaik untuk melupakan berend..
Awalnya sangat sulit namun seiring berjalannya waktu akhirnya via sudah mulai bisa melupakan berend, namun via juga merasa bersalah harus menjauh dari gira, bukan itu saja via juga memutuskan komunikasinya bersama gira…
Saat ini kedua orang tua via sedang tidak ada dirumahnya, karna hari ini hari weekend mama dan papa via keluar untuk belanja bulanan, awalnya via ingin ikut namun dirinya mengnrungkan niatny akibat atasanyan menelpon lalu menyuruhnya untuk menyelesaikan tugasnya..
Kini via berdiri dengan kedua tangannya di pinggang dan menatap vino dengan kedua mata yang tajam seolah kedua matanya ingin keluar dan membunuh vino, melihat dan merasakan aura yang sudah tidak aman vino langsung duduk dengan tegak seolah tamu yang baik….
“Hehehe” senyum vino dengan menampakan seluruh gigi putihnya pada via, namun tetap saja kedua mata via masih ingin memakan vino
“Baiklah baiklah, kemana mama dan papa”
“Doctor bahkan sudah berani manggil mama dana papa via, mama! Papa!” ucap via sedikit berteriak di akhir kaliamat
“Vii” panggi vino lembut melihat mata via yang masih tajam menatapnya
“Apa” Tanya via
__ADS_1
“Boleh aku minta minum, tenggorokan ku sangat kering” ucap vino lemas memegang lehernya
Via hanya menatap vino dengan tatapan curigan namun tetap saja via lanagsung ke dapur karna kasian melihat vino
(Kamu masih saja sangat baik vi, meskipun wajah dan mata mu sangat tajam) batin vino tersenyum di awal namun akhirnya terdapat perubahan di wajah vino yaitu kesal dengan sifat via
“Kemana para pelayan” Tanya vino melihat gira sendiri di rumahnya
“Sedang libur” jawab via lalu duduk berhadapan dengan vino
“Mereka libur” ucap vino sedikit terkejut
“Iya” jawab via datar
“lalu” Tanya vno lagi penasaran namun sayangnya di cegah oleh via
“Jangan banyak Tanya” ucap via cepat kembali menapat vino tajam
“Aku punya cerita tentang gira” ucap vino mengalihkan pembicaraannya
“Via tidak tertarik” ucap via
Phop suara mobil menandakan jika orang tua via sudah pulang, via menatap vino tajam lalu bangun dan berjalan melihat kedua orang tuanya…
“Pa ma” panggil via berlarian kea rah mereka
“Apa seseorang sudah datang” Tanya venus pada via
“Papa menunggu seseorang??” Tanya via heran karna papnya tidak menitip pesan jika seseorang akan datang mencari papanya
“Siapa???” Tanya via lagi
“Cepat masuk dan bicara di dalam” ucap mevva pada suami dan juga putrinya
“OK darling” ujar venus tersenyum
“Cepat lah, nanti kita bicara di dalam, mamamu sangat garang jiksa sedang datang bulan” ucap venus menarik tangan via
__ADS_1
Saat via sudah masuk ke dalam rumahnya betapa terkejutnya via melihat mama tirinya berpelukan dengan vino mereka terlihat sangat akrab…
“Welcome back home my son” ucap venus memberikan pelukan hangat untuk vino dengan senang hati vino membalas pelukan papanya
Melihat semua itu membuat semua yang ada di tangan via jatuh dalam seketika, papanya bilang apa “My son”
“Apa ini” Tanya via dengan ekpresi wajah yang membuat semua orang terkejut….
🌿🌿🌿
“Sayang bangun lah ini sudah hampir siang” ucap berend lalu menarik selimut gira, sudah saatnya gira harus menyelesai tugasnya
“Eeeum Sebentar lagi” ujar gira yang masih menutup matanya
“Lihat lah salju sudah turun lagi, dan kamu masih saja di dalam selimut mu” ujar berend lalu membuka sedikit mata gira
Gira tersenyum namun juga kesal pada berend apa boleh buat jika semua yang di lakukan oleh berend untuk mmebuat dirinya bangun dari tidurnya..
“Sebentar lagi, gira masih ingin tidur hanya sebentar” ucap gira lalu dengan secepat kilat gira menenggelamkan kembali tubuhnya dalam selimutnya
Berend hanya bisa menghembuskan nafas panjang saat melihat tingkah gira yang semakin manja.
“Baik lah aku harus pergi sekarang, berikan aku pelukan” ucap berend melayangkan kedua tangannya dan menunggu balasan dari gira
Dengan malas gira bangun dari tidurnya dan memeluk berend, memberikan pelukan hangat sudah menjadi rutinitas untuk gira…
“Aku pergi, jangan tidur lagi” ucap berend lalu bangun dari duduknya
“Eeum hati hati sayang” ucap gira tersenyum lalu kembali menarik selimutnya…
Berend keluar dari kamarnya dan masuk kedalam mobil saat berend sudah melajukan mobilnya melewati beberapa gedung mewah tiba tiba ponsel berend berbunyi, berend menghentikan mobilnya di pinggir jalan, tidak ada nama di layar panggilan itu namun berend tetap saja mengangkatnya…
“Aku menemukannya” ucap seseorang di balik ponsel berend
“Baik lah kirimkan aku fotonya” ucap berend lalu menutup kembali ponselnya
Tidak lama setelah berend mematikan panggilan tersebut lalu ponsel berend bergeter kembali kini hanya lah sebuat pesan, berend membuka pesan tersebut
__ADS_1
Terlihat dua orang wanita saling tersenyum dan wanita yang sangat di rindukan oleh berend..
`Akhirnya aku menemukanmu` ucap berend tersenyum simpul…