
“Vii kamu yakin tidak ingin ikut bersama kami” Tanya gira lagi, untuk ke sekian kalinya gira menanyakan hal yang sama
“Kami akan menyusul” ujar via melihat ke arah vino
“Kapan kalian akan berangkat” Tanya berend saat semua barang sudah di masukkan ke dalam mobil
“Minggu depan” ujar vino menepuk bahu kokoh milik berend, melihat itu berend hanya bisa tersenyum meskipun dirinya ingin sekali membalas perpuatan vino
“Aku pergi jangan lupa untuk menghubungi aku kapan pun itu, ingat aku kan marah jika kamu berani tidak membalas pesan dariku” ujar gira memeluk via
“Tentu” balas via
Setelah berpamitan gira dan berend langsung ke bandara, mereka tidak mengizinkan vino untuk mengantarnya karna via harus mengurus surat pengunduran dirinya….
Kini via dan vino sudah berada di mobil untuk menuju rumah sakit dimana di situ tempat via bekerja…
“Kak via takut” ucap via saat mereka sudah sampai di depan rumah sakit
“Apa yang kamu takutkan” Tanya vino saat melihat va yang berhenti tiba tiba
“Bagaimana jika doctor pether marah pada via, lalu via di bawa ke kantor polisi” ujar via khawatir mengingat dirinya tidak ikut ke turkey karna gira melarangnya dan juga vino ikut tidak mengizinkan via
“Kamu tenang saja ada kakak, itu tidak mungkin terjadi” ujar vino lalu mengenggam tangan via dan berjalan menuju ruangan direktur
Gugup dan khawatir itu yang di rasakan oleh via saat sudah masuk di ruangan pether…
Hingga semuanya teratasi, via maupun vino pergi meninggalkan ruangan pether, meskipun awalnya pether kesal dan sangat marah namun semuanya bisa teratasi…
“Kak” panggil via lirih melihat vino yang sedang focus menyetir mobilnya
“Iya” jawab vino lembut
“Terima kasih” ucap via tersenyum membuat vino langsung menatap via
“Untuk” Tanya vino heran
“Karna selalu ada di samping via” ujar via melihat ke arah vino yang sedang menyetir, melihat itu vino hanya tersenyum
“Dulu via hanya punya gira di samping via, apa pun yang terjadi pada via gira selalu ada di setiap waktu tidak peduli seburuk apapun keadaan via, makasih kak” jelas via membuat vino tersenyum dan bahagia setidaknya saat ini vino ada di samping via meskipun sedikit terlambat
“Baik lah dengan satu syarat” ucap vino menjailin via
“Apa” Tanya via polos
“Transfer semua saldo yang ada di rekening ku” jawab vino tanpa beban membuat via berteriak keras, seketika membuat vino tersenyum
“Kak” ucap via cepat lalu memukul bahu vino
“Kenapa kamu tidak ingin” ucap vino tersenyum lalu kembali focus menyetir
“Ingin namun tidak semua, lagi pula saldo kakak juga sudah sangat banyak” ucap via yang menatap tajam vino
“Hahahaha” tawa vino saat melihat tatap itu
“Kenapa?? Tanya via kesal
“Kakak sudah tidak pernah melihat tatapan itu” ucap vino tersenyum
“Kak vino sungguh menyebalkan” ucap via menatap ke luar jendela
“Namun kamu menyukainya bukan” Tanya vino saat melihat via menatap ke luar jendela
“Tidak” jawab via cepat tanpa menoleh ke arah vino
“Benarkah” Tanya vino lagi tersenyum
“Tentu” jawab via tak kalah tegas
“Haruskah kakak kembali ke belanda” Tanya vino membuat via dengan cepat menoleh ke arah vino
__ADS_1
“Tidak” jawab via sedikit lihir, dirnya tidak ingin di tinggal sendirian untuk ke sekian kalinya
“Kenapa” Tanya vino penasaran
“Via tidak ingin sendiri” ujar via ldengan lembut dan khawatir
“Eum, Kakak tidak akan meninggalkan kamu lagi” ucap vino tersenyum lalu mengacak rambut via
🌿🌿🌿
“Kakak dengar kamu harus melakukan operasi besok, lalu kenapa kamu masih belum tidur” Tanya berend saat melihat gira yang masih duduk di ruangan tamu dengan tv yang masih menyalah
“Gira tidak bisa tidur kak” ujar gira saat melihat berend yang sudah berdiri di depannya
“ Kenapa” Tanya berend yang duduk di dekat gira sambil meminum minumamnya
“Entah lah gira khawatir” ucap gira dengan nada yang lemas dan menatap berend khawatir
“Apa yang kamu khawatirkan” Tanya berend melihat wajah gira yang khawatir
“Gira khawatir operasinya tidak berjalan dengan lancar” ujar gira lalu kembali menatap layar besar yang ada di depannya
“Kenapa” Tanya berend lagi
“Kakak tau bukan ini kasus yang sulit di satu posisi pasien mengalami penyakit paru paru” jelas gira
“Kakak tau, kakak sudah melihat beritannya” ucap berend berusaha menenangkan sedikit ke khawatiran gira
“Kak” panggil gira jujur saat ini dirinya sangat khawatir
“Gira kakak percaya kamu bisa, kakak tau kamu hanya gugup sebab itu kamu takut, kakak yakin kamu bisa lagi pula di sana juga juga sudah ada doctor thoraks jadi kamu tidak perlu khawatir semuanya akan berjalan dnegan lancar besok” ucap berned menenangkan gira dan juga menggenggam kedua tangan gira
“Kakak percaya pada gira” Tanya gira lirih
“Tentu ini buka yang pertama kali kamu melakukannya bukan, kakak tau kamu hanya gugup karna keluarga pasien bukan keluarga sembarangan” ucap berend lagi saat dirinya mengingat jika sata ini gira harus berhadapan dengan salah satu keluarga yang paling bepengaruh di bidang politik
Hingga tiba tiba ponsel gira berbunyi, giratersenyum saat melihat siapa yang menghubunginya tengah malam begini
“Siapa??” Tanya berend penasaran saat melihat gira tersenyum saat mendapat panggilan tersebut
“Via” jawab gira tersenyum, lalu berend pun bangun dari duduknya
“Cepatlah tidur, kakak duluan” ucap berend lalu pergi meninggalkan gira
``Kamu belum tidur??`` Tanya via lembut di balik ponsel gira
``Aku tidak bisa tidur`` ucap gira sedikit lirih
``Sebab itu aku menelpon mu`` Tanya via seolah tau jika sahabatnya sedang gelisah saat ini
``Aku pikir kamu sudah tidur jadi aku tidak ingin menggangu mu`` ujar gira saat mengingat jika dirinya ingin menghubungi via namun khawatir jika via sudah istirahat gira mengurungkan niatnya
``Tidak aku juga baru saja menyelesaikan kasus ku, kamu gugup??” ujar via
``Eum bagaimana kamu tau`` Tanya gira penasaran
``Aku sudah mengenal mu dari kecil``jawab via cepat dan singkat membuat gira tersenyum bahagia
``Aku tau``
``Kamu tidak perlu khawatir, semuanya pasti akan berjalan dnegan lancar besok, lebih baik kamu istirahat aku khawatir kamu kelelahan jika tidak istirahat`` jelas
``Baik lah, kapan kamu akan kemari``
``Lusa`` jawab via singkat membuat gira terkejut
``Lusa`` teriak gira sedikit terkejut mendengar ucapan via
``Eum lusa, kenapa kamu tidakkk…..`` ucapn via langsung di putuskan oleh ucapan bagahia gira
__ADS_1
``Aku sangat bahagia, aku akan menunggu mu disini`` ujar gira tersenyum
``Baik lah aku akan tutup sebaiknya kamu juga harus istirahat`` ujar via
``Eum sampai jumpa``ucap gira
``Sampai jumpa`` ucap via lalu mematikan panggilannya
“Kakak” teriak gira sambil berjalan cepat ke arah kamar berend, ingin sekali gira memberitahukan tentang ke pergian via yang di percepat ke pasris
“Kakak” teriak gir lagi sambil mengetuk pintu kamar berend
“Ada apa girr” ucap berend sedikit kesal melihat gira berteriak di tangah malam begini mebuat berend terkejut
“Kak via akan kemari lusa” ucap gira mebuat wajah kesal berend berubah seketika
“Apa” teriak berend sedikit terkejut
“Eum via akan kemari lusa” ucap gira lagi memastikan ucapannya
“Kamu serius” Tanya berend
“Eum via yang mengatakanya” jelas gira tersenyum
“Bagus lah aku sangat merindukanya” ucap berend lihir tersenyum
“Apa??” Tanya gira terkejut namun gira juga tidak jelas mendengarnya
“Tidak kakak hanya senang” ucap berend membalikan ucapannya
“Gira juga sangat senang kak”ucap gira tertawa lepas
“Eum sebaiknya kamu tidur, kakak khawatir jika via kemari dia tidak akan betah di sini” ucap berend melihat keadaan wajah gira membuat berend sedikit khawatir
“Kenapa” Tanya gira penasaran
“Karna ada panda di sampingnya”ucap berend ketus membuat gira kesal
“Siapa??” Tanya gira sedikit bertiak
“Kamu tidak lihat lah mata kamu sudah seperti mata panda” ujar berend menunjukan ke arah matanya gira
Gira langsung melihat matanya di layar ponselnya, dan seketika wajah gira menjadi panic saat melihat matanya yang sudah sedikit menghitam akibat kekurangan tidur, secepatnya gira langsung jalan ke arah kamarnya
🌿🌿🌿
“Morning doc” sapa perawat saat melihat gira sudah sampai di ruangannya
“Morning” sapa gira ramah pada semua perawat
“Kamu sudah siapa doctor gira” Tanya doctor pendamping gira
“Tentu doc” jawab gira tegas
“Mari saya kenalkan seseorang yang akan menemani kamu saat di ruangan”
“Siapa” Tanya gira penasaran lalu memekai jas nya
“Doctor special toraks, jadi doctor gira tidak perlu khawatir di saat di ruangan operasi” jelas doctor
“Terima kasih doc”ucap gira ramah
“Mari doc” ucap doctor tersebut
“Kenalkan ini doctor Amelia Agiralia doctor utama yang akan melakukan operasi hari ini” ujar salah satu doctor saat gira sudahh masuk ke dalam ruangan direktur rumah sakit
Saat itu pula kedua kaki gira seolah lemas, begitupun dnegn jantung gira yang berdetak lebih cepat dari biasanya, gugup dan seolah terkejut saat di hadapkan dengan seseorang yang ada di masa lalunya..
“Doctor gira kenalkan doctor Henzi Defran yang akan mendampingi doctor saat operasi berlangsung” ucap salah satu doctor lainnya yang ada di ruangan tersebut
__ADS_1