My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Berend Caviano


__ADS_3

“Kalian sudah berencana akan melanjutkan pernikahan ini” Tanya via


“Entah lah aku juga tidak tau, tapi yang pasti aku akan berjuang, karna kamu tau sendiri aku sudahjatuh cinta pada doctor henzi, jadi aku harus berjuang”jelas gira


“Kak berend” Tanya via


“Aku tidak tau vi” ujar gira lirih “kamu tau aku udah menikah, meskipun awalnya Cuma untuk nenek tapi aku udah jatuh cinta pada doctor henzi” jelas gira


“Aku dukung kamu asal kamu bahagia, lagi pula kak berend laki laki yang baik pasti akan bertemu dengan wanita yang baik pula,


bukan begitu” ujar via menghibur gira


“Eum, makasih ya vi kamu selalu ada untuk aku”


“Kamu sahabat aku jelas aku selalu dukung kamu” kini via memeluk gira


Setelah kepergian nessa, nessa kini lebih dekat dengan gira bahkan hampir setiap hari nessa menghubungi gira, begitu juga dengan doctor henzi, doctor henzi sangat nyaman di dekat gira terlebih lagi saat ini henzi sangatlah posesif terhadap gira


Mungkin benar jika hubungan henzi dan gira bisa bertahan lebih lama, tidak hanya gira namun henzi juga perlahan sudah mulai membuka hatinya untuk gira


🌿🌿🌿


Henzi sampai kerumah sakit dengan wajah yang bahagia, berjalan menyapa semua suster yang ada di sepanjang jalan hingga kini henzi sudah memasuki ruanganya


“Ada apa dengan mu belakangan ini” Tanya vino saat sudah masuk ke dalam ruangan henzi


“Aku???, kenapa dengan ku??” Tanya henzi lagi pda vino


“Iya kamu, kamu sangat berbeda”


“Apa nya” Tanya henzi sedikit berteriak sambil duduk di sofa dekat vino


“Lihat lah kemana henzi yang dulu dingin dan sangat garang seperti harimau sekarang sudah jadi kucing”


“Kamu sudah gira” teriak henzi pada vino


“Kamu yang gila senyum sendiri dari tadi”


“Aku tentu aku gila karna gira sangat lah imut, kamu tau setiap kali aku meminta cium wajah gira langsung berubah jadi semerah tomat ha ha ha” ujar henzi sambil membayangkan wajah gira


“Jadi karna gira kamu gila”


“Pindah kamu, aku sedang tidak ingin di ganggu, keluar cepat” ucap henzi sambil mengusir vino


Setelah vino keluar dari ruangan henzi kini henzi duduk kembali di meja nya sambil mengambil ponsel dan menelpon gira, jujur saja henzi sudah merindukan gira


**Ada apa doc** Tanya gira lembut karna penasaran tiba tiba henzi menelponnya padahal belum lama setelah gira berjumpa dengan henzi


Mendengar suara gira yang lembut saja sudah membuat henzi bahagia.


**Kamu dimana sekarang**


**Ada apa ini bukannya doctor mengantar ku ke rumah via** jawab gira


**Ah aku lupa** ujar henzi lirih


**Ada apa dengan doctor, apa doctor ada masalah, doctor baik baik saja** Tanya gira di seberang dengan nada khawatir


(aku tidak baik baik saja gira pikiran ku ingin bertemu dengan mu) batin henzi


**Tidak aku hanya merindukan mu** ujar henzi sambil tersenyum senyum


(aku benar benar sudah gila) batin henzi


**Benarkah** balas gira


**Eum kamu tidak percaya**


**Tentu gira percaya, kalau begitu cepat doc, gira juga merindukan doctor** ucap gira


**Tentu saja aku akan segara pulang saat sudah selesai di sini, karna aku sangat merindu___” ucapan henzi terputus karna tiba tiba pintu ruangan henzi terbuka


*Kenapa kamu kemari lagi, bukannya aku sudah meng__” ucapan henzi terputus karna seseorang yang masuk ke ruangan henzi bukanlah vino melainkan seseorang yang henzi kenal


“Morning” ujar seseorang


“Gira Aku akan menghubungi mu lagi nanti, aku tutup telponnya” ujar henzi


“Apa kabar” Tanya seseorang sambil


mendekat ke arah henzi


“Kamu gila kenapa kamu tidak kabarin aku jika kamu akan kembali, aku bisa saja menjemput mu di bandara”


“Surprise”


Henzi mendekat lalu memeluk seseorang tersebut yang sangat di rindukan oleh henzi


“Welcome back berend caviano” ucap henzi sambil memeluk berend


Berend caviano adalah sepupu dekat henzi, umur mereka tidak jauh berbeda hanya lebih tua henzi lima tahun, namun bedanya berend dengan henzi, berend kuliah di jurusan bisnis untuk melanjutkan bisnis ayahnya


Berend dengan henzi sangatlah dekat karna tujuan yang berbeda di antar mereka membuat jarak yang jauh di antara keduanya


Sejak kecil berend vino dan henzi selalu bersama


berend menjadi adik yang sangat di sayangi oleh kedua kakanya, namun di saat masuk musim perguruan tinggi henzi vino dan berend berpisah karna tujuan yang berbeda henzi dan vino memilih jurusan ke docteran namun berend harus melanjutkan bisnis papanya yang ada di luar negeri, tepatnya di paris

__ADS_1


Sejak saat itu henzi, vino dan berend berpisah namun mereka tetap sering menghubungi adik kesayangannya, bahkan hanya untuk hal sepele yaitu menanyakan kabar dan untuk mengingatkan makan.


“Aku ingin berjumpa dangan kakak ipar ku” ujar berend di balik pelukannya


“Apa ini” Tanya henzi melepaskan pelukanya


“Kamu sudah tau”tanya henzi lagi pada berend


“Eum aku sudah tau”


“Pasti dari wartawan tanpa gaji”


“Lebih baik aku mengetahuinya dari kak vino, dari pada dari doctor henzi yang hanya diam dan bahkan tidak mengundangku” oceh berend sambil duduk di sofa


“Bukan begitu aku hanya lupa memberitahu mu” balas henzi sambil duduk di depan berend


“Lalu kapan kakak akan memberitahukan ku, aku ingin berjumpa dengan kakak ipar ku”


“Ah soal itu aku Tanya dia dulu”


“apa kakak ipar ku cantik” Tanya berend


“Tentu dia sangat cantik” ucap henzi sombong


Tiba tiba tanpa mengetuk pintu seseorang masuk tanpa meminta persetujuan dari pemilik ruangan untuk masuk


“Welcome back adik kesayangan ku” ucap vino sambil memeluk berend


“Apa kabar kak”


“Lihat lah aku sangat bahagia” ujar vino


“Benarkah, apa kak vino juga sudah menikah” Tanya berend


“Tentu tidak” jawab vino sambil duduk di dekat berend


“Aku akan mengundang mu jika aku menikah tidak dengan dia” ujar vino sambil melirik henzi


“Diam kau” ujar henzi kesal


“Aku tidak tau selera mu berubah kak” ujar berend pada henzi


“Itu terjadi secara tiba tiba” jawab henzi asal


“Kamu tau sekarang henzi terlihat seperti kucing” ucap vino


“Kucing ha ha ha” tawa berend


“aku tidak bilang” sanggah vino cepat saat melihat henzi bangun dari duduknya “istri mu yang bilang kamu sekarang sangat imut seperti kucing, tidak dingin lagi” tambah vino namun mendengar istrinya di sebut henzi duduk kembali dan sedikit tersenyum


“lihat lah” ucap vino “dia sangat manis saat mendengar aku menyebut istrinya”


“aku penasaran bagaimana wajah cantik kakak ipar” pikir berend sambil melihat henzi lalu beralih ke vino


“cantik, dia sangat cantik, imut dan juga wanita yang penyayang, sangat ramah pada pasien juga pada semua orang” jelas vino


“kakak ipar seorang doctor” Tanya berend


“iya doctor obgyn, tapi baru tahun pertama jadi doctor”


“ohh apa kakak ipar juga kerja di sini”


“eum namun sayangnya. Di rumah sakit ini kakak ipar mu di gosipkan memiliki kekasih”


“maksudnya kakak ipar selingkuh”


“tidak” jawab henzi cepat


“lalu”


“hanya gosip kamu tau gosip” ucap henzi kesal mengingat gossip itu gosip dimana gira dan stefan berkencan di cafe rumah sakit


“tenang lah, lagi pula mereka tidak ada hubungan apa pun” ujar vino “kamu diam aku ingin menceritannya pada berend” sambung vino lagi melihat henzi


“kakak ipar mu sangat baik sampai dia di beritakan mempunyai kekasih yaitu doctor Stefan, tapi mereka tidak memiliki hubungan khusus hanya sebatas teman, itu yang di katakan oleh kakak iparmu”


“benarkah”


“iya”


“lalu bagaimana kakak ipar bisa merubah harimau menjadi kucing” Tanya berend bebisik tepat di telinga vino


“aku masih bisa dengar” ucap henzi melihat ke dua tingkah laki laki yang duduk di depannya sat ini


hehehe ketewa ke dua orang tersebut


“tidak banyak, senyumnya sifatnya yang ramah dan tegas, lalu kakak iparmu juga merubah penampilan kakak mu, lihat lah”tunjuk vino


“ah benar juga aku melihatnya sangat rapi hari ini biasanya tidak seperti itu bukan” bisik berend lagi di telinga vino


henzi benar benar kesal pada dua orang itu


“kakak ipar mu juga sangat baik dan imut pastinya, bahkan saat dia tersenyum dia terlihat sangat manis”


“dia istri ku” ucap henzi sambil melihat vino tersenyum menceritakan tentang gira


“dia sangat posesif” ujar vino

__ADS_1


“dia juga sangat keras kepala” ujar henzi


“aku jadi ingin bertemu kakak ipar”


“sabar lah, kamu tidak melihat wajahnya” ujar vino sambil melihat wajah henzi yang sangat cemberut


“ah mari kita jumpa saat kakak ipar tidak sibuk, double date” ujar berend sambil tersenyum


setelah lama bercerita kini mereka melanjutkan makan siang dan duduk


henzi, vino dan berend kini sudah berada di rumah vino sambil memainkan game hingga kini jam sudah menunjukan jam 17:30


henzi bangun dari duduknya dan mengambil ponselnya menghubungi seseorang siapa lagi jika bukan istrinya tercinta


“doctor sudah pulang” Tanya gira


“maaf aku tidak bisa pulang” jawab henzi lirih


“kenapa doc”


“sepupu ku baru pulang dari paris dan sepertinya aku juga tidak pulang ke rumah mala mini, kamu tidak keberatan”


“Sepupu??” Tanya gira


“Iya sepupu ku” jawab henzi


“Aku baru tau, doctor henzi tidak menceritakan pada ku”


“Aku lupa, dan hari ini dia pulang juga tidak memberitahukan nya pada ku” ujar henzi


“laki laki atau perempuan” tanya gira


“laki laki” jawab henzi tersenyum


“Ah baik lah kalau begitu” jawab gira


“Aku lupa sepertinya sepupuku ingin bertemu dengan mu”


“Benarkah” ujar gira bahagia “ tapi aku tidak bisa dalam minggu ini, maaf” ujar gira merasa bersalah


“Tidak masalah nanti saat kamu segang saja”


“Baik lah”


“Jangan merindukan ku” ujar henzi tersenyum


“Tidak, doctor jangan merindukan ku” ujar gira bahagia


“Miss you”


“Miss you more” balas henzi


“Aku tutup” ujar henzi


Setelah menutup telponnya dengan gira kini henzi kembali duduk di depat vino


“Kamu menghubungi gira” Tanya vino


“Iya aku mengabarinya jika aku tidak pulang” jelas henzi


“Bagus lah”


“Kamu mulai mencintainya”


“Mungkin, aku tidak membohongi hati ku lagi” ujar henzi “aku tidak suka gira dekat dengan orang lain, tidak ingin gira tampil cantik hanya untuk di lirik orang lain aku juga selalu merindukan gira padahal kami baru saja berpisah” sambung henzi lagi


“Aku dukung kamu, jika gira yang terbaik jangan lepas kan dia”


“Dimana berend” Tanya henzi


“Katanya ingin menelpon wanita yang di cintaiinya”


“Wah dia sudah besar”


“Eum aku juga berfikir begitu” ujar vino sambil melihat berend yang sedang menelpon seseorang dibalik jendela kamar vino


🌿🌿🌿


Jam sudah menunjukan jam 20:00 tapi gira dan via masih betah dengan tontonan nya tiba tiba saja ponsel via berbunyi


“Gir” panggil via saat melihat nama yang ada di panggilan masuknya


“Ada apa” Tanya gira


via menunjukkan siapa yang menelponya


“di mana ponselmu”


“ini” jawab gira sambil menunjukan ponselnya


“kamu matikan”


“tidak ”


“lalu ”


“mode pesawat”

__ADS_1


“jadi ini bagaimana”


“jawab saja”


__ADS_2