My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Menyerah


__ADS_3

Gira turun dari mobilnya dan langsung memasuki sebuah restorant yang ada di tengah pusat kota paris…


Saat melihat berend sudah menunggunya gira tersenyum kea rah berend begitupun dengan berend berend membalas senyuman gira…


“Duduk” ucap berend saat melihat gira sudah ada di depannya “Kamu ingin pesan apa??” Tanya berend lagi


“Seperti menu kakak” jawab gira melihat kea rah piring yang ada di depan berend


“Kamu baik baik saja” Tanya berend saat melihat wajah gira yang sedikit kacau


“Tentu, kenapa kakak ta….” Jawab gira tersenyum, mendengar kembali ucapan berend membuat gira curiga terhadap seseuatu “Jangan bilang kakak tau” ucap gira sedikit terkejut pada ucapanya sendiri


Mendengar ucapan gira berend sempat terdiam beberapa detik hingga akhirnrya…


“Eum kakak sudah tau” jawab berend menatap bola mata coklat milik gira, singkat dan lirih namun gira masih bisa mendengarnya


“Bagaimana bisa” Tanya gira menatap berend


“Itu terjadi begitu saja” jawab berend lagi


“Lalu kenapa kak berend tidak bilang pada gira” Tanya gira sedikit meninggikan suaranya akibat kesal pada berend


“Kakak tidak ingin kamu menghindar lagi gir” ucap berend lagi membuat gira semakin kesal


Gira kesal karna berend tau jika dirinya lari ke paris karna ingin menghindar henzi lalu bbagimana bisa…


“Tapi kakak tau bukan jika doc…..”


“Kakak tau, namun kakak ingin kak henzi tau jika kamu sudah melupakan semua kenangan itu, kakak ingin kak henzi sadar jika kamu sudah lebih baik setelah perpisahan itu, kakak juga ingin kak henzi melihat jika kamu bisa bertahan sampai detik ini gir, kakak tau kamu masih terluka, namun menghindar dan bersembunyi bukan jalan yang tepat untuk menghadapi masa lalu” ujar berend membuat gira terdiam


Semua yang keluar dari mulut berend ada benarnya jika gira menghindar maka semua itu tidak akan pernah benar benar berakhir…


Gira terdiam sangat lama hingga akhirnya gira memberanikan dirinya untuk bertanya lagi namun tetap saja wajah gira masih tertunduk ke bawah


“Sejak kapan kakak tau” Tanya gira lagi


“2 hari yang lalu kak henzi menghubungi kakak, jika dia ingin kemari dan ingin bertemu dengan kakak” jelas berend


“Doctor henzi tau gira bersama kak berend” Tanya gira penasaran dirinya khawatir jika henzi datang ke tempatnya


“Tidak” jawab berend cepat


“Lalu bagaimana bisa kakak tau gira bertemu doctor henzi???”


“Kak henzi bilang jika dia ingin ke rumah sakit untuk operasi pasien dan pasien tersebut pasien yang sama yang harus kamu operasi”


“Eumm”


“Kamu marah” Tanya berend saat melihat gira memakan makananya


“Kenapa gira harus marah” Tanya gira tersenyum pada berend


“Karna kakak berbohong”


“Tidak masalah, lagipula apa yang kak berend bilang ada benarnya gira tidak mungkin terus terusan lari dari masalalu” ucap gira melihat berend


Setelah semuanya selesai mereka turun dari lantai atas dan meuju parkiran mobil..


Gira dan berend keluar dari restorant setalah mereka selesai berbincang dan juga makan siang bersama….


“Kamu langsung pulang, kakak harus kembali ke perusahaan??” Tanya berend pada gira


“Ada hal penting??” Tanya gira penasaran biasanya berend langsung pulang dan tidak lagi ke perusahaan

__ADS_1


“Eum kak henzi ingin bertemu, dan kakak tidak pulang malam ini” jawab berend lalu meneglus bahu milik gira


“Baik lah hati hati” ucap gira tersenyum


“Kamu juga hati hati”


🌿🌿🌿


“Henzi akan bertemu gira di paris” ucap vino membuat semua minuman yanga da di mulut via langsung keluar secepat kita dari mulutnya


“Apa, kenapa bisa” Tanya via sedikit berteriak tidak sedikit namun sangat keras hingga vino harus menutup telinganya


“Kamu sudah melihat beritanya bukan, henzi akan membantu gira” ucap vino melihat ke arah via yang sudah kesal dengan apa yang barusaja di keluarkan dari mulutnya


“Kenapa harus doctor henzi” Tanya via heran pada vino


“Kakak juga tidak tau” jawab vio datar


“Bagaimana bisa kakak tidak tau, bukan kah kakak sahabat doctor henzi” Tanya via kesal


“Berend yang menelpon kak kemarin, henzi barusa menelpon kakak” jelas vino pada princessnya


“Lalu kenapa kak vino tidak bilang dari awal” Tanya via menatap vino tajam


“Henzi barusa menelpon kakak” ucap vino menundukkan kepalanya


“Via ingin ke paris” ucap via bangun dari duduknya dan berjalan masuk ke ruangan keluarga


“Vii” teriak vino menyusul via yang masuk kedalam rumah dan berjalan kea rah kemarnya


“Vii tunggu” ucap vino saat dirinya sudah bisa menarik tangan via yang sudah di depan kamarnya


“Kak bagaimana via bisa tunggu” ucap via saat ini tanganya sudah di gengam oleh vino dan tangan satunya lagi sudah memengang pintu kamarnya


“Vii” panggil vino lirih dan sedikit lembut memohon pada via


“Namun kamu juga tau bukan jika henzi sudah menyesal” ucap vino lirih, melihat bagaimana keadaan via saat ini vino paham jikaa via sangat khawatir tentang keadaan gira


“Via tau kak, tapi via ingin ada di samping gira, kakak juga tau jika gira pasti akan terluka lagi” ucap via


“Tapi vii bukan sekarang, kakak tau kahwait sayang” ujar vino memeluk wanitanya


“Lalu kapan” Tanya via lembut di balik pelukan vino


“Tunggu sampai mereka bertemu” jelas vino lembut lalu mengelus rambut lembut milik via


“Kenapa harus???”


“Biarkan gira menerima masa lalunya secara perlahan”


“Via tidak ingin gira terluka kak” ucap via melepaskan pelukan mereka


“Apa kamu mau jika gira terus bersembunyi dari masalalunya, sampaikan gira akan menghindar” jelas vino


“Tapi kak”


“Vii kakak tau jika kamu tidak ingin gira terluka, apa kamu ingin gira selalu lari dari henzi, sampai kapanpun gira tidak akan bisa membuka lembaran baru untuk masa depanya” jelas vino hati hati dirinya tidak ingin adiknya kembali terluka dan salah paham terhadap dirinya


“Tapi gira….”


“Kita akan ke paris namun tidak hari ini tapi lusa, kamu percaya pada kakak bukan?” ucap vino memegang bahu via


“Eum via percaya”

__ADS_1


“Bagus lah, sebaiknya kamu istirahat sekarang” titah vino lalu membuka pintu kamar via dan membawa via ke tempat tidurnya dan menyelimuti via..


🌿🌿🌿


“kak” panggil berend saat dirinya melihat henzi sudah duduk di sofa besar yang ada di ruangan berend


“Kamu sudah sampai” sapa henzi bangund ari duduknya dan langsung memeluk berend


“Bagaimana kabar???” Tanya berend di balik pelukan mereka


“Baik, kamu bagaimana kabar kamu?” Tanya henzi lagi pada berend


“I good” jawab berend melepaskan pelukanya


“ Bagus lah”


“Sudaah lama menunggu??” Tanya berend yang sudah duduk di sofa begitupun dengan henzi


“Tidak”


“Bagaiman penerbanganya” Tanya berend bangun dari duduknya


“Semuanya berjalan dengan lancar” ucap henzi tersenyum menatap kepergian berend menuju mesin coffe


“Berapa hari direktur henzi kana menetap di paris” Tanya berend bangun dari duduknya dan berjalan kea rah mesin coffe


Henzi tertawa mendengar panggilanya yang di ubal oleh berend


“Aku akan di sini hanya beberapa minggu” jawab henzi tersenyum


“Beberapa minggu bisa di bilang 98 minggu” ucap berend yang datang ke hadapan henzi dengan dua cangkir gelas di tanganya


“Kamu gila” ucap henzi ternyum


“Hahahaha tidak tadi kakak bilang beberapa minggu mana tau direktur henzi ingin menetap selama 98 minggu” ucap berend lalu duduk di samping henzi


“Tidak, jika selama itu, maka aku bisa bangkrut sebelum waktunya” ucap henzi memimun coffenya “Terima kasih ini sangat nikmat” ucap henzi lagi lalu memajukan sedikit gelas tersebut


“Sama sama” jawab berend tersenyum


Saat keduanya terdiam akhirnya henzi membuat berend harus berpura pura sedikit terkejut dengan ucapanya….


“Kakak sudah bertemu dengan gira” ucap henzi lirih membuat berend menatap henzi dengan iba


Keduanya duduk berdampingan di sofa yang besar itu…


“Kakak sudah bicara dengan gira??” Tanya berend


“Tidak” jawab henzi singkat


“Kenapa”


“Terjadi begitu saja”


“Lalu sampai kapan kakak akan merahasiakan semuanya pada gira” Tanya berend sedikit kesal


“Kakak tidak tau”


“Lalu apa yang akan kakak lakukan sekarang” tanay berend lagi mengingat betapa terlukanya henzi


“Kakak juga tidak tau” jawab henzi lirih lalu meneguk coffenya kembali


“Lalu bagaimana kedepanya” Tanya berend lagi

__ADS_1


“Kakak juga tidak tau, bahkan kakak tidak tau dimana keberadaan gira saat ini” ucap henzi putus asa


“Aku tau” ucap berend membuat henzi terkejut lalu dengan cepat henzi menatap berend


__ADS_2