My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Yes


__ADS_3

“kakak mau bawa via kemana” tanya via heran saat berend menutup mata via dengan kain


“Tenang aja, kakak enggak bakalan bawah kamu ke kandang harimau” garau berend sambil memegang tangan dan juga bahu via


“Kak” panggil via menggengam erat tangang berend


“Pelan pelan ada tangga sayang” ucap berend tersenyum


Setelah lama via berjalan akhirnya berend berhenti tanda mereka sudah sampai di tujuannya, berend langsung membuka pengikat mata via


Perlahan via membuka kedua matanya dan betapa terpesonanya via melihat sekelilingnya, satu meja romantic untuk keduanya, terlihat di sekeliling meja terhias dengan bunya yang berbagai warna, via juga tersenyum lebar melihat beberapa foto via dan berend juga ada di sana, via tersenyum ke arah berend dan yang membuat via terkejut saat ini berend berdiri di sampingnya dengan memegang satu ikat bunga mawar merah


Senyum di bibir via tidak bisa di cegah, via tersenyum lebar tanpa bisa mengucapkan satu kata pun, terlebih lagi semua ini seperti mimpi bagi via, berend bisa membuat via terkena serang jantung dengan tindakan berend yang mendadak seperti ini, bagaiman tidak kemarin via di buat menagis karna ungkapannya dan sekarang via di buat menangis karna keromantisan berend


Tidak sedikitpun via berani beragan angan jika dirinya akan mendapatkan perlakuan yang begitu romantic karna via sadar jika dirinya tidak mungkin bisa memeliki berend seutuhnya andai saja sainganya bukan gira mungkin peluang itu tidak mustahil untuknya namun sangat tidak mungkin untuk ngay bersaing dengan sahabtnya, via tidak sanggup kehilangan sabahatnya hanya untuk pria yang tidak mencintainya


Kini berend berlutut di depan via, melihat itu membuat via tidak percaya pada yang yang di lihat di depanyan saat ini


“Savia calinza kakak tidak ingin bicara banyak, karna kakak tau jika via sudah tau bahwa kakak ingin via menjadi wanita yang selalu ada bersama kakak dalam sintuasi apapun itu, kakak ingin via menjadi wanita yang kakak lihat di saat bangun pagi kakak, kakak ingin via menjadi ibu untuk anak anak kakak, kakak juga ingin via menjadi nyonya Caviano, kakak tidak ingin buang buang waktu lagi vi, karna kamu tau merindukan kamu membuat kakak gila, sebab dari dari kakak ingin menjadikan kamu milik kakak, savia calinza will you marry me” ucap berend membuka sebuah kotak yang menampakan satu cincin permata yang indah


Via menatap berend tidak percaya, berend tersenyum lebar pada via, menunggu jawaban via membuat berend gugup setengah mati


“Vi” panggil berend lirih menatap via


“Yes” jawab via tersenyum lebar


Jawaban itu membuat berend langsung bangun dan memeluk erat via


“Terima kasih vii, terima kasih sayang, aku benar benar bahagia kamu menerima aku menjadi calon suami kamu” ucap berend tidak berhenti mencium pipi via


Lalu berend menghapus air mata yang ada di pipi via dan memasangkan cincin berlian itu di jari manis milik via, keduanya saling tatapan hingga akhirnya berend kembali memeluk tubuh mungil via


Via melewati dinner romaantis bersama berend…


Ponsel berend bergetar melihat nama yang ada di layarnya seketika berend langsung menjawab panggilan tersebut


*Ada apa gir*


*hallo kak, kak berend lagi dimana*


*Di Phuket*


*Ada apa gir* tanya berend lagi


Cukup lama gira terdiam hingga akhirnya gira bertanya pada berend


*Bersama via?*


Mendengar itu berend terdiam dan menatap via yang sedang tersenyum padanya sambil mengajak berend lunch


*Tidak* jawab berend singkat


Berend tidak ingin masuk campur ke dalam persahabatan via dan gira, berend tau jika batasnya hanya menyukai via urusan via bersama gira biarlan menjadi urusan mereka


*Kenapa apa via tidak sedang di rumah*


Berend tersenyum mengiyakan ajakan via untuk lunch bersana


*Gira hanya khawatir karna via tidak membertitahukan tetang keberadaanya dengan jelas, baiklah kak nanti gira hubungi lagi sekarang gira sedang di rumah sakit*


*Ok titip salam buat kak henzi*

__ADS_1


*Iya happy holiday kak*


Berend tersenyum lalu menyimpan ponselnya di meja dan berjalan menuju arah via, memeluk pinggang via hingga via menoleh ke belakang


Berend memegang kedua tangan via, tersenyum lebar menampakan semua gigi rapi miliknya saat melihat cincin berlian di jari manis via, berend mengelus cincin itu melihat itu via juga ikut tersenyum


“Kakak bahagia sayang” ujar berend yang kini sudah mencium tangan via tepat di samping cincin itu melingkar manis dai jari via


“Kak, ini seperti mimpi, bukan mimpi tapi bisa di bilang mustahil” ujar via memeluk tangan berend


Mendengar itu berend lansung membalikan tubuh via, menetapnya begitu dalam


“Vii” panggil berend lirih


“Kak, kakak tau dulu via bahkan tidak berani untuk hanya sekedar bermimpi memiliki hubungan lebih dengan kakak, bisa dekat dengan kakak saja sudah membuat via bahagia” ujar via menggengam erat tangan berend


“Bahkan sekalipun via tidak berani untuk berharap kakak mencintai via, karna via sadar itu hal yang mustahil terjadi, saat via memutuskan mengungkapkan semua perasaan via untuk kakak di hari itu juga via berjanji jika via akan melupakan kakak”


“Tapi ternyata melupakan tidak semua melakukan operasi pada pasien” ujar via tertawa simpul


Melihat via tertawa hati berend seolah ditusuk besi berkali kali, bagaimana bisa wanita mungil ini memiliki hati yang kuat, jika itu berend mungkin berend sudah memaksa untuk mencintainya, namun tidak dengan via, via rela melepaskan orang yang di cintainya, meskipun itu merupakan suatu yang sangat menyakitkan dan menyiksa hatinya


Berend langsung memeluk via, sangat erat seolah memberikan kekuatan yang di milikinya untuk via, mengelus lembut rambut coklat itu, berend juga beberapa kali mendaratkan ciumannya di dahi dan juga rambut via


“Tidak peduli seberapa pun kamu berusaha vi, jika kamu berhasil sekalipun kakak tidak akan melepaskan kamu, apa pun itu akan kakak lakukan, untuk memiliki kamu seutuhnya, bahkan jika kak vino dan kak henzi melarangnya kakak tetap akan melakukan segala cara agar kamu tetap menjadi milik kakak sayang, meskipun kamu akan menganggap kakak egois ataupun brengsek, kakak tidak peduli sayang, cukup sekali kakak terlambat hingga kakak harus kehilangan kamu, namun tidak untuk kedua kalinya” ujar berend di balik pelukaknya


Mendengar itu membuat via tersenyum, dan memeluk erat pria yang saat ini menjadikanya layaknya seorang putri


Benerkah, via tidak tau jika kakak pernah kehilangan via, kapan itu” tanya via menatap berend di selah pelukannya itu


Tidak menjawab berend hanya tersenyum lalu meletakkan tangannya di ke[ala via dan menenggelamkan wajah via pada dadanya, berend mengelus rambut via


Namun berend tetap saja tidak menjawabnya, hanya tersenyum, entah sejak kapan rona merah itu terlihat jelas di wajah putih berend


(Jika via melihatnya bisa bisa ini menjadi bawah ejekan) batin berend masih setia menenggelamkan wajah via di dada miliknya


“Mari makan vii” ujar berend bersikap netral


“Kapan kak” tanya via lagi


“Makan dulu vi, makananya sudah dingin” ujar berend lalu duduk di meja makan


“Kapan itu” tanya via bersemangat


Berend mengisyaratkan pandanganya ke arah makanan yang ada di depan via, melihat tatapan itu via tersenyum lebar, bahagia itu yang saat ini di rasakan oleh via ternyata ucapan berend sangat berpengarus besar pada kebehagian via…


🌿🌿🌿


“Kamu akan kemana?” tanya Stefan yang tidak sengaja berpapasan dengan gira dan perawat


“Lunch”


“aku akan ikut dengan mu, kebetulan aku juga tidak memiliki pasangan untuk lunch” ujar Stefan mengikuti gira, gira hanya tersenyum ke arah Stefan


“baiklah, nanti letakan riwayat pasien ini di meja saya” jelas gira pada salah satu perawat yang berjalan di samping gira


“baik doc” setelah mengiyakan ucapan gira akhirnya perawat itu pun pergi meninggalkan gira


“Bagimana keadaan doctor henzi”


“good”

__ADS_1


“Jika aku doctor henzi aku juga akan membaik jika kamu yang merawatku”


“Berhenti bercanda doctor Stefan” ujar gira menatap Stefan tajam hingga membuat Stefan tertawa lepas


“Kamu tidak perlu khawatir aku tidak berani berhadapan dengan henzi” jelas Stefan membuat gira tersenyum


“Aku tidak melihat via, dimana dia, sepertinya aku merindukannya”


“Jangan coba coba untuk berniat yang bukan bukan pada sahabatku” ancam gira


“Tidak, aku tidak berani, hanya saja aku benar benar merindukannya, kamu tau bukan via sangat imut dengan mata tajamnya itu” ujar setfan sambil menarik kursi di cantin rumah sakit


“Aku juga merindukannya” jelas gira lirih namun masih di dengar oleh Stefan


“Lalu bagaimana hubungan kamu dengan doctor henzi” tanya Stefan mengalihkan ingatan tentang via


“Hah_apa”


“Aku ingin tau hubungan kamu dengan doctor henzi”


“Baik baik saja”


“Kalian sudah baikan”


“Euum iya” jawab gira tersenyum “Kamu tau dari mana, tetang hubungan kami” sambung gira yang penasaran


“Aku tidak tau jika kamu pernah menjdai istri doctro henzi” ujar Stefan tanpa menjawab pertanyaan gira


“Kamu tau darimana” tanya gira penasaran


“Terima kasih” ujar Stefan pada pelayan yang membawakan mereka makan


“Doctor Stefan” panggil gira lagi


“Aku tau dari beberapa perawat yang ada di ruangan operasi”


Gira hanya terdiam mendengar ucapa Stefan


“Jadi itu benar adanya” tanya Stefan


“Iya hanya beberapa bulan”


“Lalu bagaimana sekarang, kalian kembali”


“Mungkin” jawab gira tersenyum simpul pada pria yang menatapnya di ujung jalan yang menghubungkan jalan menuju cantin dan ke arah lift menempuh ruangan operasi


Tiba tiba ponsel gira bergetar


*kamu sedang lunch, jangan terlalu dekat dengan nya, aku tidak suka wanita ku berdekatan dengan pria lain itu bisa membuatku tidak focus pada operasiku, karna aku pria yang cemburuan*


Gira tertawa simpul membaca isi pesan dari suaminya


*baiklah doctor henzi, dan semangatlah untuk melakukan operasi* balas gira dan memberikan sing heart pada pesan tersebut


Melihat pesan tersebut henzi tersenyum sendiri membuat para doctor menetapnya heran


“Sepertinya doctor henzi memilik obat yang ampuh selama cuti sebulan”


Mendengar ucapan para doctor henzi malah tersenyum lebar


“Hanya semangat dari seseorang ” ujar henzi lalu menyinpan ponselnya dan mencuci tangannya dan masuk ke dalam ruangan operasi

__ADS_1


__ADS_2