
“Kalau begitu nenek masuk duluan untuk istirahat, kalian juga harus istirahat” ucap nenek sambil memegang kedua tangan cucu kesayanganya
“iya nek”
“Nenek masuk duluan ya, doctor henzi juga harus intirahat”ucap nenek sambil menepuk pundak doctor henzi
“Tentu nek, nenek duluan saja” jawab henzi pada nenek
Kini hanya tinggal gira doctor henzi dan mamanya gira Saat melihat mama gira akhirnya memberanikan diri bertanya
“Mama berapa bulan disini” Tanya gira
“Mama akan ke paris dalam dua hari kedepan”
Gira terdiam mendengar jawaban dari mamanya
“Eum oh, untuk apa” ucap gira lemas
“Mama ada kerjaan di sana tidak lama hanya 2 bulan”
Gira terdiam (padahal aku ingin mama ada disini aku tau mama sudah membuat aku terluka tapi aku tidak bisa membohongi diri aku sendiri jika aku sangat merindukan mama dan aku ingin mama bisa menemani ku melewati ini semua, tapi mama akan pergi lagi) batin gira terlihat lesu
Seakan tau apa yang dirasakan oleh gira doctor henzi langsung memegang tangannya gira
“mari, kita harus istirahat” ajak henzi pada gira
“Eum” jawab gira sambil melihat doctor henzi
“Ayo kita istirahat” ajak henzi sambil memegang tangan istrinya
“Mam kami istirahat dulu, permisi” pamit izin henzi pada mama mertuanya
“Iya” jawab mama mertuanya henzi
Henzi memegang tangan nya gira hingga menaiki tangga lantai dua
__ADS_1
“Dimana kamar kamu” Tanya doctor henzi saat sudah sampai di lantai dua
Gira tersenyum melihat doctor henzi, saat ini mata nya doctor henzi melihat dan mencoba menebak nebak yang mana kamar istrinya di antaran dua kamar yang ada di sisi kanan dan di sisi kirinya
“Itu” jawab gira sambil menunjukan kamar yang ada di sisi kanan doctor henzi
Doctor henzi langsung menarik gira ke arah kamar yang sudah di tunjuk kan oleh gira
saat membuka pintunya henzi sedikit terkejut jujur kamar gira sangat lah simple dan di penuhi dengan lebih banyak poster di dekat meja belajarnya dan memiliki kamar lebih sedikit kecil dari kamarnya henzi, lalu kamar yang berwarna putih juga dengan semua peralatan berwarna putih sangat simpel
“Doc aku mandi duluan” ucap gira sambil berjalan menuju satu ruangan yang ada di samping meja hiasan milik gira dan di situ terdapat satu ruangan cukup untuk satu lemari yang simpel dengan desain nya berwarna putih dan satu lemari kaca untuk menyimpan tas dan juga sepatu milik gira
“Benar benar simpel” ucap henzi saat melihat lemari gira
Dan akhirnya henzi duduk di meja belajar gira lalu henzi terfokus pada satu benda yang menarik perhatiannya yaitu satu bola yang di dalamnya ada boneka pasangan di hiasin dengan salju yang bertebangan, lalu dia bawah patung itu tertulis“i love you gira” dan di bawah tulisan itu terdapat huruf yang berinisial “bc”
(siapa “bc” ini, apa ini orang yang di sebut kekasih oleh gira) batin henzi
lalu saat mendengar pintu kamar mandi berbunyi henzi segera bangun dan duduk di atas kasur
“doctor enggak mandi” Tanya gira pada henzi
“Silahkan” jawab gira sambil menunjukan kamar mandinya
Henzi langsung masuk ke kamar mandi, ( waw cukup rapi ) batin henzi saat melihat kamar mandi gira yang tidak besar dan tidak kecil ruang yang cukup untuk luas di katakan kamar mandi
Setelah selesai mandi akhirnya henzi keluar dengan pakaian yang sudah lengkap dari kamar ganti gira lalu saat henzi masuk ke kamar gira henzi melihat gira sedang duduk di tengah kasur dan menenggelamkan
wajahnya pada kedua lututnya
henzi sadar gira sedang menangis henzi mendekat lalu melihat televisi yang menayangkan drama korea itu hanya sebagai pajangan untuk gira menangis agar orang lain tidak dapat mendengar suara tangisan gira
Henzi mendekat ke arah gira dan berusaha menaiki kasur dengan pelan pelan, lalu seperti magnet yang melekat henzi langsung memeluk gira membawa gira ke dalam pelukannya, mendekap, memeluk, dan juga menenangkan istrinya itu lah yang sedang di lakukan oleh henzi saat ini
(entah kenapa hati ku juga sangat sakit saat ini melihat kamu menangis) batin henzi
__ADS_1
Gira pov
Kenapa mama akan meniggalkan ku lagi, dan kali ini hanya 2 bulan aku khawatir mama tidak kembali lagi, baru saja aku bahagia melihat mama ada disisi ku, namun mama akan pergi lagi
aku menangis lalu sadar akan kehadiran doctor henzi di dalam kamar mandi akhirnya aku menghidupkan televisi agar suara ku tidak terdengar oleh doctor henzi yang ada di kamar mandi, aku menangis di balik lutut ku, jujur aku tidak bisa menyembunyikan lagi, aku benar benar terluka saat mendengar mama akan pergi lagi padahal aku ingin mama ada di dekat ku saat ini, saat saat yang tersulit bagi ku
entah kapan doctor henzi datang bahkan aku tidak menyadarinya, aku terkejut saat melihat doctor memelukku doctor henzi membawa ku ke dalam pelukan nya, saat itu pun aku melihat nya, namun bukan tersenyum bahagia aku malah menangis aku sudah tidak bisa menahanya air mata ku tumpah terus menerus
sadar akan hal itu doctor henzi langsung menarik ke dalam pelukannya aku menangis tangan doctor henzi yang membelai rambut ku membuat ku sedikit tenang
henzi pov
(aku melihat gira sedikit lebih tenang namun entah mengapa aku tidak bisa dan tidak ingin melepaskan pelukan ini aku terlalu nyaman dengan posisi saat ini) batin henzi
Jujur saja posisi saat ini ialah henzi sedang memeluk gira dengan badan setengah bersandar begitu juga dengan gira yang bersandar di dada milik henzi dengan satu tangan yang melingkar di pinggang henzi begitu pun henzi yang tangannya menahan kepala gira dan satu tangan nya melingkar di pingganng nya gira
(Kenapa gira terdiam) pikir henzi lalu henzi melihatnya sambil tersenyum
“Ternyata kamu sudah tidur, bagus lah” ucap henzi sambil tersenyum dan
menyentuh wajah gira sambil membersihkan sisa air mata yang ada di wajah gira lalu henzi dengan cepat henzi langsung memeluka pinggang gira dan tertidur sambil memeluk istrinya
🌿🌿🌿
Matahari pagi menyinari kamar yang di tepati oleh gira dan henzi kini jam sudah menunjukan jam 09 pagi namun kedua pasangan itu belum juga bangun dari tidurnya terlebih lagi posisi yang saat ini sangat membuat kedua pasangan itu sangat lah nyama dalam keadaan yang berpelukan
Henzi bangun terlebih dahulu melihat gira masih tertidur di dalam pelukanya henzi tersenyum bahagia melihat istrinya masih dalam posisi yang sama yaitu memeluknya
seolah tersihir oleh kecantikan istrinya henzi mencium dahi gira tidak berhenti di situ kini henzi mencium bibir yang terlihat mengoda milik istrinya tidak langsung memindah kah bibirnya henzi malah mencium bibir istrinya dengan sedikit lebih dalam, menghisapnya lebih dalam (manis ) itu lah yang terbesit dalam pikiran henzi saat itu, hingga kesadaran henzi kembali saat gira bergerak tidak nyama
Henzi langsung tertidur kembali melihat istri nya sudah membuka matanya,
Gira membuka matanya dan melihat henzi tertidur, gira terseyum melihat henzi yang tidak merubah posisi tidurnya sampai pagi hari henzi masih tetap betah dengan posisi yang saat ini, gira memberanikan diri menyentuh pipi doctor henzi gira tersenyum saat menyentuh pipi dan kini beralih menyentuh hidung doctor henzi
“Sudah puas menyentuh wajah ku” Tanya doctor henzi namun doctor henzi tidak membuka matanya
__ADS_1
“Doc doctor sudah bangun” Tanya gira gugup sambil memindahkan tangannya dari wajah doctor henzi
“Kenapa diam” Tanya henzi