My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Mulai Posesif


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu namun sifat henzi benar benar sangat kekanakan hingga kadang membuat gira kesal pada sifat suaminya itu hingga saat itu…


“Hubby gira hanya akan ke rumah sakit”


“Tapi bukan kan baby tidak ada jadwal tugas hari ini?” tanya henzi dengan wajah yang sudah menjadi detektif


Gira menghembuskan nafas panjangnya melihat tingkah henzi…


“Dasar om om dia sudah tau tapih tetap saja sangat kekanak kanakan” ujar gira lirih namun tetap saja bisa di dengar oleh henzi


“Baby kamu bilang aku apa” ucap henzi cemberut dan kesal pada istrinya


“Baby aku ini masih muda, lagi pula umur aku juga belum masuk dalam kategori om om” jelas henzi kesal pada gira


“Baiklah suamiku, istrimu ini harus kerumah sakit jadi tolong suamiku untuk selesaikan tugasnya dulu” ujar gira menatap laptop yang menyala dan beberapa keras yang berserakan di meja kerja henzi


“Baby aku bisa menyelesakai ini besok” bantah henzi cepat namun tak kalah cepat dengan gira yang mencium pipi henzi dan pergi meninggalkan henzi


“Aku pergi hubby” ucap gira lalu mengecup tangan henzi dan pergi meninggalkan henzi yang termenung melihat kepergian gira


“Bagaimana bisa aku hanya malihatnya pergi” ujar henzi tersadar saat gira sudah tidak ada di depannya


Bukan henzi tidak ingin menyusul gira, itu bisa saja di lakukan oleh henzi namun henzi tidak ingin di diamkan oleh gira hingga berhari hari karna itu sudah pernah terjadi sekali dan henzi tidak ingin itu terjadi lagi, itu sungguh menyiksa henzi..


“Huffff….” gira bisa bernafas lega setalah operasinya selesai, sebenarnya hari ini gira libur namun karna doctor lain meminta bantu pada gira tidak mungkin gira menolaknya, bukan karna dirinya istri direktu namun karna dua nyawa harus gira selamatkan dan gira tidak ingin dirinya menyesal


“Doctor mau saya pesankan makanan” tanya perawat yang baru saja keluar dari ruangan pasien bersama dengan gira


“Tidak saya titip kopi saja” ucap gira lalu duduk di meja khusus area untuk penjaga malam


“Kalian bisa istirahat” ujar gira pada doctor muda yang sudah membantunya di ruangan operasi


“Aku akan melakukan pemeriksaan satu jam kedepan jadi kalian bisa istirahat dulu” jelas gira lagi


“Baik doc”


Setalah selesai memeriksa pasien akhirnya gira pulang pukul sudah menunjukan jam 1 pagi, melihat lampu ruang tamu masih menyala gira akhirnya berjalan ke arah sofa gira tersenyum melihat henzi yang sudah tertidur…


“Gira tidak tau kenapa hubby sangat berubah, namun yang gira yakin bahwa hubby sangat mencintai gira semoga saja cinta itu selalu bermekar di hati hubby” ujar gira lalu berjalan menaiki tangga


Setelah membersikah tubuhnya gira kembali ke bawah untuk membangunkan suaminya…


“Hubby” panggil gira lembut dengan menyentuh tangan suaminya


“Hubby bangunlah, hubby harus tidur di kamar” ujar gira lembut


Melihat wajah cantik istrinya membuat henzi tersenyum lebar dan bangun dari tidurnya…


“Kamu sudah pulang baby” tanya henzi menyentuh pipi isrti kecilnya


“Eum gira sudah pulang mari tidur di kamar” ajak gira menarik tangan henzi agar bangun


Henzi pun bangun dan berjalan dengan tangan kirinya yang di genggam oleh istrinya..


Sesampai di kamar henzi maupun gira langsung tertidur dengan tangan yang berpelukan, mungkin itu adalah posisi yang nyaman untuk keduanya…..


🌿🌿🌿


“aku tidak berfikir kak vino hanya ingin kita olahraga bersama” tanya berend pada vino saat merka sedang melakukan olahraga pagi di dekat taman yang ada di penginapan vino


“Jawab jujur pertanyaanku berend jika kamu ketahuan berbohong maka aku pastikan kamu tidak akan bertemu dengan via” jelas vino menatap burung yang ada di depanya

__ADS_1


“Ya”


“Sejak kapan kamu menyukai via”


“Aku tidak tau kak, hanya saja entah mengapa aku selalu khawatir tentang via”


“Kamu hanya khawatir”


“Bukan itu maksudku kak”


“Lalu…”


“Awalnya aku memang khawatir, khawatir tentang semua hal yang ada apa via, aku ingin tau semua hal yang ada padanya, aku sempat berfikir jika itu hanya perasaan saat terhadap seorang adik kecil, namun hingga saat itu tiba dimana via mengutarakan isi hatinya selama ini…”


“Awalnya aku tidak perduli, hingga saat akhirnya via pergi di situ muncul entah perasaan apa itu akupun tidak tau, takut, khawatir, kesedihan, bahkan aku merasa hati aku seperti di tusuk oleh pisau yang tajam, aku tidak sadar saat itu hingga aku benar benar kehilangan via untuk waktu yang lama”


“Aku hanya tidak ingin menghabiskan waktuku lagi kak, aku hanya ingin bersama via untuk waktu yang lama”


Jelas berend kini vino maupun berend terdiam seribu bahasa entah apa yang terjadi namun satu hal yang pasti mereka larut dalam pikiran mereka sendiri…


“Kamu tau berend kamu, via itu sama beharga bagiku aku bukan tidak ingin kalian bahagia, aku hanya khawatir dan takut aku tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk kalian berdua”


“Kak aku berjanji akan menjaga via dengan baik” jelas berend tanpa berani menoleh ke arah vino


“Aku pegang ucapan kamu berend namun jika sekali kamu berani menyakiti via aku tidak akan tinggal diam” jelas vino lalu pergi meninggalkan berend yang duduk sendirian


🌿🌿🌿


matahari menerobos masuk ke dalam kamar bernuansa putih itu, terlihat jelas satu pasangan masih nyama dengan posisi tidur keduanya dengan memeluk satu sama lain membuat kehangatan tetap terjaga pada pagi yang dingin itu….


Henzi membuka kedua matanya dan tersenyum melihat istrinya masih setia menjelajahi mimpi yang indah, henzi menyentuh pipi gira dengan jari tangan kanannya membuat gira mengeliat tidak nyaman, hingga akhirnya keingin henzi pun terpenuhi gira membuka matanya, terlihat jelas mata indah milik gira….


Gira hanya tersenyum saat melihat dunianya yang begitu indah, sangat indah…


“Eeuummhh…..” desah kenikmatan itu terdengar candu di telinga henzi


“Hubby gira tidak bisa…. Ber..nafas..” ucap gira mendorong henzi


Melihat istrinya kesulitan bernafas membuat henzi tersenyum senang…


“Morning kiss baby” ucap henzi membuat gira menatap henzi tajam


“Itu bukan morning kiss tapi rencana pembunuhan” ujar gira menolak henzi menjauh dari wajahnya dan berjalan ke kamar mandi


“Baby mana mungkin aku membunuh istri kecil ku, aku hanya akan memakanya” teriak henzi


Mendengar itu membuat gira tersenyum simpul….


Setelah sarapan pasangan itu menghabiskan waktunya bersam di ruang keluarga, menikmati sisa sisa waktu yang mereka miliki untuk bersama…


Matahari yang masuk memelalui pintu ruangan samping, dengan tv yang menyala dan gira yang tidur di atas lengan henzi membuat henzi sangat bersyukur memiliki waktu luang bersama istrinya….


Baik henzi ataupun gira kini mereka berdua menghabisakan waktunya bersama


“Hubby” panggil gira menetap sedikit wajahnya sedikit ke atas agar bisa menatap wajah henzi


“Yes baby”


“Gira heran terhadapt perubahan sikap hubby baru baru ini, hubby sering maskeran wajah, olahraga, dan sekarang krim gira juga sudah habis, apa hubby memakai krim gira” tanya gira penasaran


“Hanya sedikit” ucap henzi tanpa merasa bersalah

__ADS_1


“hubby” teriak gira yang bangun dari tidurnya


“kenapa baby” tanya henzi tanpa merasa bersalah


“hubby, hubby tau krim itu sangat mahal dan gira membelinya saat di paris” keluh gira kesal


“nanti kita beli lagi, kamu tenang aja baby, nanti hubby belikan semua produknya” ujar henzi tapa beban


“bukan itu masalahnya, hanya saja gira heran kenapa hubby tiba tiba memakai krim gira,lalu masker wajah gira juga habis, apa hubby tidak ada perkerjaaan di rumah sakit sampai hubby memiliki cukup banyak waktu untuk bermaskeran wajah” tanya gira heran


“baby sesibuk apapun kita kita harus merawat wajah kita agar terlihat lebih muda” jawab henzi tanpa berfikir


“jika sudah tau, ya tetap saja tua untuk apa malu” ucap gira ringan membuat henzi kenatap istrinya kesal


“baby apa maksud kamu, kamu mau bilang jika suami kamu ini tua” tanya henzi kesal


Mendengar perkataan henzi membuat gira heran


“lalu apa salahnya dengan tua, semua orang akan tua hubby, hubby juga sekarang tidak muda lagi bukan, dan umur hubby su….”


“oh jadi sekarang kamu terang terang bilang aku tua”


“Kan memang hubby sudah tua”


“Aah baby kamu tidak cinta lagi sama hubby jika hubby sudah tua” jelas henzi kesal “Kenapa kamu malu jika suami kamu tua” sambung henzi lagi membalikan tubuhnya dari gira


Gira terdiam mencerna semua yang baru saja keluar dari mulut henzi….


“hubby bukan itu maksud gira”


“terserah” ucap henzi dengan membalikan badanya


(ada apa dengan hubby, apa hubby tersinggung aku panggil tua, ada dia sedang puber ke dua) batin gira khawatir


“Hubby tau, gira tidak perduli dengan wajah, tubuh ataupun dengan pekerjaan seseorang, saat gira mencintai pria itu gira tidak melihat dari semua itu yang gira lihat adalah henzi defran adalah suami gira, suami yang gira cinta, suami yang tidak akan pernah gira lepaskan, bahkan jika henzi defran ingin pergipun gira tidak akan melepaskannya lagi untuk kedua kalinya” ucap giira tegas


Mendengar itu henzi seolah bodoh meragukan cinta gira padanya…


“Baby maafkan aku, seharusnya aku yang bilang itu pada kamu baby, aku janji sama kamu semuak apapun kamu sama aku, aku tidak akan membiarkan kamu pergi satu langkahpun dari aku, dan aku juga minta maaf sudah meragukan cinta kamu, seharusnya aku tidak perduli sama omongan orang lain” ujar henzi mencium kedua tangan gira


“Orang lain??” tanya gira heran


“Hari itu saat selesai operasi pasien hubby mendengar para doctor bergopis, mereka bilang jika doctor gira sangat cantik terlebih saat memakai jas doctor membuat doctor gira terlihat elegan dan professional, baby hubby mengakui jika baby sangat cantik” jelas henzi cepat agar gira kita salah paham padanya


“Namun, hubyy tidak bisa terima saat mereka bilang jika akan banyak pria dan doctor muda yang akan jatuh cinta sama baby, dan mereka juga bilang kalau hubby sudah tua dan kemungkinan besar baby akan meninggalkan hubby” ujar henzi membuat gira tersenyum simpul


Gira mendekatkan wajahnya dan mencium dahi henzi dengan lembut, menatap henzi singkat dengan wajah yang tersenyum dan kini gira kembali mencium bibir henzi, hanya kecupan dan ******* yang lembut tanpa ada gairah di antara keduanya, seolah ciuman itu memgutarakan betapa cintanya gira kepada suaminya


Setelah berciuman hati henzi sudah sedikit lebih tenang, membawa tubuh gira ke dalam dekapanya, memeluk gira dengan erat dan tak lupa juga mendaratkan ciuma yang bertubi tubi di dahi dan juga kepala gira…


“Maaf sayang, aku minta maaf, seharusnya memang aku tidak boleh meragukan cinta kamu, aku hanya takut kamu meninggalkan aku, aku takut kamu pergi jauh dari aku gir, aku sangat takut kehilangan kamu” ujar henzi merasa bersalah


“Hubby tau, hubby adalah suami yang baik untuk gira, suami yang memerikan gira kekuatan, dan juga kebahagiaan, untuk melihat hubby bersama orang lain itu sudah membuat gira terluka, dan luka itu membuat gira bertekat untuk tidak akan melepaskan hubby lagi, tidak akan pernah”


“Kamu tau baby, cukup sekali, dan itu sangat sakit, duniaku seolah runtuh ketika aku melihat surat dari pengadilan yang sudah kamu tanda tanganin, seolah semuanya hancur, masa depan aku hancur, dan itu benar benar sakit” ucap henzi yang menatap gira di balik pelukannya


“Dan saat hubby melihat kamu kembali, entah itu obsesi atau kata hati, tapi yang pasti hubby tidak akan pernah melepaskan kamu lagi, bahkan jikapun kamu sudah melupakan hubby hubby akan tetap mengisi kembali hati kamu untuk hubby” ujar henzi membuat gira tersenyum bahagia…


Henzi mencium dahi gira dan memeluknya kembali…


“Terima kasih baby kamu sudah mencintaiku dengan tulus” ujar henzi

__ADS_1


“I love you baby”


“I love you more hubby” balas gira


__ADS_2