
Melihat wajah henzi yang sedih gira tersenyum lebar, awalnya gira ingin membiarkan henzi larut dalam ke sedihannya, namun melihat henzi sedih sambil menundukan kepalanya membuat gira ikut sedih
“Hanya kali ini, tidak ada pengampuanan untuk lain kali” ujar gira lalu bangun dari duduknya dan ingin pergi namun sayang henzi selalu lebih cepat dari gira
Saat mendengar ucapan gira henzi merasa dunia benar benar mekar seperti musim semi, melihat gira yang bangun dari duduk nya henzi tidak berfikir jika gira bisa lolos dari ucapanya saat ini, henzi menarik gira kembali hingga gira jatuh ke dalam pangkuannya
Senyum di wajah henzi mengembang saat melihat wajah gira yang menatapnya dengan kesal
“Doc” panggil gira kesal
“Ingin kemana doctor Amelia agiralia” ujar henzi tersenyum lebar pada gira dengan kedua tanganya yang melingkar erat di pinggang gira
“Gira ingin ke kamar mandi” ujar gira yang tidak berani menatap wajah henzi karna saat ini wajah gira sudah memerah seperti tomat
“Baik lah” ujar henzi saat dirinya sadar jika saat ini gira sedang menyembunyikan wajahnya yang merah, kini henzi mencium pipi kanan gira hingga membuat terkejut
“Doc” teriak gira kaget mendapat serangan mendadak dari laki laki yang saat tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang rapinya tidak merasa bersalah sedikitpun
“Baik lah, maaf” ujar henzi lalu melepaskan tanganya dari pinggang gira
Gira langsung bangun dari pangkuan henzi dan berjalan ke arah kamar mandi
Tidak terasa hari sudah mulai gelap gira berniat ini pulang kerumahnya, terlebih lagi gira mempunyai janji untuk menemui mamanya saat siffnya telah selesai
Namun sayangnya henzi sepertinya tidak ingin jika gira meninggalkannya terlebih lagi mereka hanya menghabiskan waktu bersama dalam beberapa jam yang lalu
Setelah melakukan banyak drama akhirnya henzi tersenyum bahagia karna gira terpaksa harus menginap di rumah henzi, terlihat bebagai cara henzi lakukan agar gira tidak pergi meninggalkanya
__ADS_1
Gira terkejut saat memasuki kamar henzi, kamar yang di balutkan dengan bernuansa putih, semua dan setiap detail ruangan itu terlihat rapi dan terkesan simpel di tambah dengan nuasan putih, gira masuk di ikuti oleh henzi di belakangnya
“Gir sebaiknya kamu mandi dulu, aku akan turun untuk bicara dengan vino
“sebentar” ujar henzi memperhatikan ponsel yang sedang di pegang oleh dirinya
“Baiklah” ujar gira lalu berjalan menuju ke salah satu pintu yang ada di dekat meja rias tersebut
“Waw sangat indah” ujar gira saat melihat lemari dan dan juga sebuah menja yang cukup besar di tengan ruangan itu, semuanya terlihat rapi dan juga mewah saat semua lemari putih itu memperihatkan baju doctor henzi yang tersusun rapi yang terlihat di balik kaca putih itu
Lalu gira langsung mengambil handuk yang ada di dekat satu pintu di dekat lemari yang tinggi itu
Setelah selesai dengan drama mandinya akhirnya gira keluar dari kamar mandi dan membuka salah satu lemari tersebut, gira terkejut ktika melihat satu lemari itu di penuhi dengan pakaian wanita
{Apa ini milik agnes) batin gira lesu, namun tidak ada pilihan lain akhirnya gira pun memutuskan memakai salah satu baju yang nyaman untuk dirinya tidur, lagi pula dirinya tidak akan memakai baju ini untuk selamamnya, dirinya hanya memimjamkanya, jadi mungkin itu tidak masalah bukan, pikir gira
“Doc, sedang apa doctor disini??” Tanya gira tanpa merasa bersalah, merasa dirinya adalah pemilik kamar tersebut
“Ingin tidur, lihat lah badan ku masih terasa hangat” ujar henzi santai sambil memegang wajah dan lehernya lalu menggeserkan tubuhnya untuk tidur dengan nyaman di kasur tersebut
“Lalu gira akan tidur dimana” Tanya gira pada henzi “dan bukankah rumah ini memiliki 2 kamar” Tanya gira lagi penasaran
“Ada namun itu sudah menjadi tempat penyimpanan” ujar henzi santai
“Lalu gira akan tidur dimana??” Tanya gira melihat henzi bahkan tidak peduli padanya
“Disini disamping ku” ujar henzi sambil menepuk kasur yang ada di sebelahnya
__ADS_1
Melihat itu sontak gira langsung membulatkan matanya, bagaimana bisa dirinya tidur dengan henzi
“Tidak gira akan tidur di sofa” ujar gira lalu duduk di sofa yang ada di dekat jendela tersebut
“Istri yang baik selalu mendengar ucapan suaminya” ujar henzi membuat kira kembali menatapnya heran
“Apa maksud doctor” Tanya gira lagi penasaran, ini ketiga kalinya jika dirinya mendengar henzi menyebut dirinya dengan sebutan istri
“Jika kamu ingin tau jawabanya kemari lah?” ujar henzi kembali mengarahkan gira agar mendekat ke arahnya
“Terima kasih doctor henzi namun aku tidak tertarik” ujar gira tersenyum lebar lalu membenarkan posisi tidurnya
“Kamu yakin tidak ingin melihat apa yang ada di dalam berkas coklat ini” Tanya henzi lagi memperlihatkan berkas coklat yang ada di tanganya
Gira melihat apa yang ada di tangannya henzi namun gira pura pura tidak peduli karna jika dirinya kesana maka henzi tidak akan melepaskanya
Namun sayang pertahanan gira hancur jika saja rasa penasaranya bisa berkurang mungkin gira bisa tidru dengan nyenyak namun henzi selalu menghantui pikiranya
“Kamu yakin gir tidak ingin melihatnya” ujar henzi lagi “baiklah tidak ada kesempatan kedua untuk doctor gira” sambung henzi namun saat henzi ingin menyimpan berkas itu gira langsung bangun dari tidurnya dan berjalan cepat ke kasur dan menerik berkas tersebut
“Waw kamu sangat cepat doctor gira” ucap henzi tersenyum lebar saat melihat gira sudah ada di depanya dan juga merebut kertas coklat itu dari tangan henzi
“Jika lambat pasien akan kritis doctor henzi, itu yang gira pelajari saat sekolah dulu” ujar gira tersenyum lebar ke arahnya henzi
Melihat gira saat ini henzi ingin mengunci gira di kamar ini hanya untuk dirinya sendiri
Saat gira melihat isi surat tersebut bertapa terkejutnya gira melihat surat cerai atas nama dirinya dan juga henzi, namun yang anehnya tidak ada satu titik tinta punya tercoret di bawah nama henzi, hanya gira yang sudah tanda tangan surat itu lalu dengan cepat gira melihat ke arah henzi yang duduk berhadapan dengannya di tengah kasur itu
__ADS_1
“Bagaimana ini bisa terjadi doc” Tanya gira penasaran terlebih lagi melihat wajah henzi yang hanya tersenyum lebar ke arah giar