
Matahari yang cerah mulai masuk di selah celah celah jendela henzi membuat gira terbangun dan tersenyum melihat matahari nya yang tidak kalah cerah sedang tertidur nyeyak sambil memeluk nya, gira bergerak sedikit demi sedikit agar tidak mengganggu tidurnya doctor henzi untuk menggapai ponselnya yang ada di meja betapa terkejutnya gira saat melihat jam sudah menujukkan jam 11:40
“Aaaarrgggghhhh” teriak gira saat melihat jam di ponselnya
“Gila!!! Bagaimana bisa aku bangun setelat ini” ucap gira sambil melihat ke arah jendela yang sudah sangat terang
“Kenapa kamu teriak” Tanya henzi sambil duduk setengah tidur lalu melihat gira yang sedang duduk di kasur
“Kenapa doctor tidak bangunkan gira”
“Kenapa??? bukanya kamu akan kerumah sakit siang ini”
“Iya tapi kita tidak sedang dirumah doc, melainkan di rumah nenek”
“Lalu kenapa jika di rumah nenek, nenek tidak akan memakan kamu jika kamu bangun telat” ucap henzi sambil menarik gira kedalam pelukannya lagi, sambil mencium rambut gira
“Aku tau tapi ini pagi pertama gira disini setidaknya gira harus bangun pagi lebih awal sedikit” ujar gira
tidak peduli ocehan gira henzi malah mencium bahunya gira dan juga menenggelamkan wajahnya pada leher gira
“Doc” panggil gira
“Apa” ucap henzi masih betah dengan pelukannya
“Lepasin gira, gira ingin mandi ini sudah siang” Ujar gira sambil melepaskan peganggan henzi di pinggangnya
Gira langsung bangun dan pergi ke kamar mandi saat gira sedang di kamar mandi gira membuka ponselnya dan mengontak antik ponselnya sambil melihat pesan dari vino
**aku ada di luar, cepat lah keluar**
**Kenapa kamu kemari** Tanya henzipada vino
**Aku ingin memastikan gira baik baik saja**
**Apa masalahnya dengan kamu, gira istri aku**
**Jangan sampai gira hamil sebelum waktunya**
**Sialan kau brengsek** teriak henzi di dalam kamarnya
(sialan dia bisa bisanya berfikir begitu) batin henzi
**HAHAHA** balas vino tanpa rasa bersalah
Setelah selesai mandi kini gira menyiapkan pakain untuk henzi dan membantu henzi memakaikan pakainya
Setelah rapi akhirnya henzi duduk di sofa sambil menunggu istrinya merapikan makeup nya
“Kamu akan pergi sekarang juga” Tanya henzi sambil melihat pantulan wajah cantik istrinya di cermin
“Iya gira harus membantu via bersiap siap ke acara malam ini” ucap gira
“Bagus lah”
“Boleh gira ikut dengan via malam in__” ucapan gira terputus karna jawaban tegas dari henzi
“Tidak” jawab henzi tegas
“Kenapa??” Tanya gira penasaran sambil merapikan rambutnya yang herai
“Bukanya kamu ada siff malam ini” ucap henzi
“Benar, namun jika ada yang menggantikan gira boleh gira ik__” lagi lagi ucapan gira terputuskan karna jawaban dari henzi
“Tidak”
“Kenapa tidak” ucap gira sambil membalikan tubuhnya agar berhadapan dengan suaminya yang duduk di sofa
“Acara itu tidak terlalu penting lebih penting pasien”
(Jelas aku tidak mengizinkan istri aku di dekatin oleh laki laki lain, pasti akan banyak laki laki hidung belang di sana) batin henzi
“Tapi gira perginya sebentar” keluh gira
“Tidak boleh”
“Terserah doctor” ujar gira cemberut sambil keluar dari kamar itu meninggalkan henzi di dalam
Namun setelah berapa selang henzi pun keluar menyusul gira yang sudah meninggalkan kamar
__ADS_1
“Doc” panggil gira saat melihat suami keluar dari kamar mereka
“Gira takut sama nenek, nanti nenek pasti berfikir gira isrti yang malas” keluh gira
“Tenang nenek tidak makan kamu dan pikiran nenek tidak sejelek itu” ucap henzi sambil mencium kening istrinya
“Doc gira serius ini” ujar gira sambil memegang tanganya henzi
“Tenang sayang” jawab henzi sambil
mencium kembali pipi gira
(Kamu benar benar sangat imut sayang) batin henzi
Henzi dan gira langsung masuk kedalam ruangan tamu dan betapa terkejutnya gira melihat doctor vino juga ada di sini
(aku benar benar malu bagaimana ini, kenapa ada doctor vino pula) batin gira sambil bersembunyi di balik punggunya doctor henzi
“Sepertinya jam di kamarnya henzi mati nek lihat lah mereka baru bangun tidur jam segini” ucap vino sambil melihat jam tanganya
“Diam” balas henzi sambil melirik tajam atas vino
“Siang gira” sapa vino lembut pada gira
“Siang doc” balas gira yang masih bersembunyi di belakang punggunya henzi
“Waw gira sangat cantik siang ini” ujar vino sambil melihat gira yang bersembunyi di belakang henzi
“Diam kau sialan” ucap henzi tegas dan sedikit berbisik di kalimat terakhir
“Sudah sudah, mari kita makan” ucap nenk sambil bangun dari duduknya
Seletah selesai makan siang akhirnya henzi vino dan gira berpamitan pada nenek
“Kamu yakin tidak ingin aku saja yang antar” tanya henzi pada gira sambil memberikan kunci mobilnya pada giar
“Tidak doc, lagi pula kita tidak searah gira khawatir doctor terlambat ke rumah sakit karna gira” ucap gira
“Biar henzi saja yang mengantar kamu” ujar nenek
“Tidak masalah nenek gira tidak ingin menyusahkan doctor henzi”
“Gira pamit nek” ujar gira
“Kami juga pamit nek” ucap henzi dan vino
Henzi mengantar dan membukakan pintu mobil untuk gira
“Sampai jumpa di rumah sakit doc” ucap gira sambil tersenyum lalu disusulin dengan ciuman singkat di dahi gira dari henzi
“Hati hati”
Phop…. kedua mobil itu melaju dengan kecepatan yang sedang sampai akhirnya kedua mobil itu berdiri karna lampu merah di persimpangan kota setelah lampu itu berubah warna kedua mobil itu melaju ke arah yang berlawanan mobil vino yang melaju cepat ke depan dan mobil henzi harus mengambil arah ke kanan karna tujuan mereka yang berbeda
“kenapa direktur mencari ku” Tanya henzi
“Doctor Stefan tevano akan berkerja di rumah sakit ayahnya” jawab vino
“Apa yang kamu bicara kan”Tanya henzi tidak tau arah pembicaraan mereka
“Kamu tidak kenal doctor Stefan”
“Tidak” jawab henzi datar
“Waw kamu benar benar tidak peduli pada gira”
“Kenapa kamu bawa bawa nama istriku, kamu mau aku bunuh” ujar henzi sambil melihat vino
“Karna itu kekasih istri mu”
“Apa!!!” teriak henzi
“Aku belum tuli gila!!” ucap vino tak kalah teriak
“Dari mana kamu tau”
“Seluruh dunia sudah tau hanya kamu saja yang belum tau”
Henzi langsung membuka ponselnya dan melihat berita hari ini
__ADS_1
“Ada apa ini” ucap henzi sambil menujukan berita
“Dan lebih heboh lagi kamu akan
melakukan operasi dengan dia hari ini”
“Dia Stefan maksud kamu”
“Iya aku melihat data pasiennya tadi, dan itu operasi yang sama yang pernah kamu lakukan tahun lalu pada salah satu pasien doctor elif ” ujar vino sambil melihat henzi
“dan sepertinya kali ini pasienya adalah keluarga doctor stefan”
“Kamu sudah jumpa dengan nya” Tanya henzi pada vino
“Belum, aku dengar dia akan tiba dengan pasienya sekitar satu jam kebelakang”
Setelah sampai di rumah sakit henzi dan vino langsung ke ruangannya dan namun tiba tiba ponselnya berbunyi dan henzi langsung bergegas ke UGD
“Apa ada ini” Tanya henzi sambil melihat pasien yang ada di igd tersebut
“Pasien mengalami kecelakaan doc” jawab salah satu doctor di igd
“Pasien pendarahan doc, tekanan darahnya menurun doc” ujar salah satu doctor“Pasien harus segara di operasi jika tidak” sambung doctor tersebut
“Lalu apa yang kamu lakukan disini” teriak henzi membuat semua orang terkejut
“Bawa pasien ke ruang operasi” ucap henzi lagi
Semua orang terdiam tidak aja jawaban dari meraka bahkan mereka tidak ada yang bergerak satupun, karna kenapa tidak ada doctor yang akan melalukan operasi pada pasien ini karna semua doctor terlalu focus pada pasien doctor Stefan karna pasien tersebut adalah ibu dan istri dari direktur rumah sakit
“kenapa kalian diam kalian ingin pasien mati di ats ranjang ini” teriak henzi lagi
“Tidak ada yang akan mengoperasi pasien ini doc” ujar salah satu doctor
“Apa”
“Semua doctor bedah torak hari ini akan melakukan operasi pada istri direktur”
“Doc elif” Tanya henzi
“Doctor elif sedang di luar negeri”
“Doctor kereen”
“Doctor kereen akan membantu operasi pasien doctor Stefan”
“Lalu bagaimana dengan doctor lainnya”
Tanya henzi
“tidak ada doc, kami sudah menghubunginya”ujar salah satu suster“Semuanya ada di ruangan direktur saat ini” sambung suster yang bertugas di situ
(gila mereka melakukan ini pada pasien yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit)
batin henzi
Tiba tiba saja ponsel henzi berbunyi dan henzi langsnung mengangkatnya
*Ada apa* tabya henzi pada vino melakui via phone
*Wakil direktur mencari mu di mana kamu*
*Apa yang sedang kamu lakukan sekarang* Tanya henzi pada seseorang di ponselnya
*Tidak aku tidak melakukan apa apa saat ini*
*Baik lah keruang operasi 2 sekarang juga*
“Aku dan vino yang akan melakukan operasi untuk pasien ini” ucap hezni pada doctor tersebut “silahkan pindahkan pasien ini ke ruang ok sekarang juga”
*Kamu dengar aku vino* ucap henzi pada vino
*Kamu gila bagaimana dengan operasi pasien doctor Stefan* ucap vino
“Aku tunggu kamu di ruangan ok, aku tutup* ujar henzi sambil menutup panggilannya
“Katakan pada direktur aku kan melakukan operasi ini, jika sudah selesai aku kan masuk ke ruangan operasi doctor Stefan, itu pun jika aku masih di perlukan”
Ucap henzi sembil berjalan ke arah ruangannya
__ADS_1