
“Aku tau” ujar berend membuat henzi menatapnya berend cepat dan penuh tanda Tanya
“Apa maksud kamu, kamu tau gira dimana??” Tanya henzi lagi menunggu jawaban da berend
Berend terdiam sesaat takut dan juga gugup saat melihat henzi menatapnya dekat dan menunggung jawaban dari berend…
“Maksud aku aku tau besok gira akan ke rumah sakit, jadi kak henzi bisa bertemu dengan gira di sana” ujar berend cepat
Mendengar itu henzi manarik nafas panjang, bagaimana tidak dirinya menunggu jawaban yang bisa membawanya pada gira namun semua tidak semudah yang dirinya bayangkan…
“Aku pikir kamu tau di mana gira saat ini” ujar henzi lirih dan juga kembali menyenderkan kepalanya di sofa
(Hampir saja aku kehilangan kepala, bagaimana bisa aku hampir ke coplosan) batin berend khawatir namun melihat henzi membuat berend iba terhadapnya, karna kesalapaham itu membuat henzi dan gira harus berpisah…..
🌿🌿🌿
“kemana kak berend kenapa lama sekali” Tanya gira pada dirinya yang duduk di ruang tunggu bandara
“kenapa kakak lama sekali” Tanya gira saat melihat berend yang berjalan ke arahnya “Dan apa itu??” Tanya gira lagi melihat sesuatu yang ada di belakang tangan berend
“Ini bunga” jawab berend cepat dan singkat
“Gira tau itu bunga, namun untuk siapa” Tanya gira lagi saat melihat bunga yang di pengan oleh berend
“Untuk via” jawab berend lagi sambil tersenyum membuat gira heran terhadap tingkah berend
“Untuk via???” Tanya gira heran, dan menatap berend penuh curiga
“Berhenti menatap kakak seprti itu, ini hanya bunga penjambutan” jawab berend lagi saat mendapatkan tatap curiga dari gira
“Harus Bunga itu??” Tanya gira lagi
“Eum soal bunga ini kakak hanya menyukai warnanya” jawab berend asal dan segar duduk di samping gira
“Aneh” ujar gira menatap berend lalu kembali menatap ke arah depanya menunggu ke datangan via
“Tidak ada yang aneh” jawab berend lagi dengan cepat
“Itu via kak” ujar gira tersenyum bahagia saat melihat via yang berjalan dari pintu utama bersama dengan vino yang berjalan di samping via
Melihat gira dan berend menunggu ke datangan mereka membuat via dan vino bahagia….
“Welcome to paris” ujar gira lalu memeluk via
“Terima kasih gir sudah menunggu ku” ucap via yang membalas pelukan gira
“Tentu aku menunggu mu” ucap gira tersenyum di balik pelukanya bersama sahabatnya
“Selamat datang kak” ujar berend memeluk vino membuat vino hanya tersenyum
Saat keduanya melepaskan pelukanya kini sebaliknya berend menatap via yang tersenyum ke arahnya ….
“Selamat datang ke paris vii” ucap berend memeluk pinggang via
“Terima kasih sudah menunggu ku kak” ucap via lembut setengah berbisik di telinga berend membuat berend begitu bahagia
__ADS_1
“Selama datang doctor vino” ucap gira tersenyum lalu memeluk vino
“Terima kasih girr, sudah menunggu kami” ucap vino membalas pelukan gira
“Ini untk mu” ucap berend memberikan via Bunga daisy
“Buat via” Tanya vino menatap berend curiga
“Kak ini Cuma tanda penyambutan ku karna via sudah sampai dengan selamat di Negara ku tercinta” jawab berend cepat saat endapatkan tatapan curiga dari kakaknya lalu berend tersenyum simpul ke arahnya vino
“Ini vii” ucap berend lagi menyerahkan bunga tersebut
“Terima kasih kak bunganya” ucap via tersenyum
Kini mereka pun meninggalkan bandara, dan pulang menuju rumah peninggalan neneknya berend, sat sudah sampai di tempat tujuannya gira langsung menarik tangan via untuk masuk ke dalam rumah tersebut….
Tidak dengan kedua laki laki tersebut, keduanya dengan senang hati mengangkat semua barang via…
“Jadi di sini kamu smebunyikan gira” ucap vino membuat berend tersenyum “Pantesan saja henzi tidak bisa menemukan gira dengan mudah” sambung vino lagi membuat berend menatap vino
“Kak henzi sudah menghubungi kakak” Tanya berend
“tidak untuk saat ini” jawab vino
“Kami sudah bertemu kemarin” titah berend memnbuat vino langsung mentapnya
“Bagaimana dengan gira” Tanya vino penasaran dan khawatir
“Seperti yang kakak lihat gira sangat bahagia hari ini, tidak dengan kemarin gira hanya melamun” ujar berend sambil berjalan masuk ke ruangan tamu
“Bagaimana keadaan kamu gir” Tanya via melihat gira yang sedang merapikan rambutnya
“Aku baik baik saja, kamu tidak perlu khawatir” ujar gira saat melihat via menatapnya dengan begitu khawatir
“Kamu serius baik baik saja gir” Tanya via lagi saat kini melihat wajah gira lebih dekat
“Tentu vii” jawab gira singkat dan cepat, dan menarik selimutnya dan duduk di samping via
“Bagaimana dengan doctor henzi” Tanya via khawatir
“Tidak ada yang berubah, dan kami hanya parent untuk sementara waktu kamu tidak perlu khawatir” ujar gira lagi
“Benarkah” Tanya via yang masih belum percaya dengan semua ucapan gira
“Tentu kamu tidak perlu khawatir” ucap gira berusaha menenangkan via “Lebih baik kamu istirahat sekarang aku dengan kamu tidak bisa tidur semalam kemarin” sambung gira lalu menarik selimut untuk via hingga menutupi dadanya
🌿🌿🌿
“Kak” panggil gira terkejut saat tiba tiba tangan kokoh berend sudah berada tepat di pinggang ramping milik via
“Kenapa” Tanya berend yang menetapkan keningnya di bahu via dan juga tanganya sudah sempurna memeluk pinggang via
“Jangan seperti ini kak, bagaimana jika gira melihat kita” ucap via panic melihat semua yang di lakukan oleh berend
“Kenapa kamu khawatir. Bukan kah kamu sudah tau jika aku bukan suami gira, dan kami tidak punya hungun apa pun” jelas berend tepat di telinga via membuat via merinding dan geli dan semua bulu sudah sempurna bangun
__ADS_1
“Kak tetap saja ini tidak benar” jawab via yang mengeserkan telinganya dari wajah berend
“Kenapa” Tanya berend lagi kali ini berend sudah berani mencium sedikit daun telinga via membuat via semakin gila karna sentuhan itu
“Ya karna kita…..” ucap via sambil melepaskan tangan berend dari pingganya
“Aku ingin kamu mencintaiku kembali via” ucap berend tegas membuat via terdiam dengan semua ucap berend bahkan seolah tubuh via lemas
“Kak” panggil via saat dirinya sduah sadar dengan posisinya saat itu
“Kenapa” Tanya berend lagi malah kini berend kembali mempererat pelukannya di pinggang via
“Itu tidak mungkin terjadi” jawab via singkat membuat berend terkejut mednegarnya dan kini berend menarik bahu via agar berhadapa dengannya
“Kenapa??” Tanya berend datar menatap bola mata hita dan sedikit kebiruan
“Yaahh, karnaaa….” Ucap via sedikit gugup hingga panggilan gira membuatnya terkejut
“Viii” teriak gira yang mencari keberadaan viaaa
“Kak gira” ucapvia melepaskan pelukan berend namun tidak semuadah itu va bisa kabur dari genggaman berend
“Aku tau” jawab berend tidak peduli pada siapa pun dirinya hanya focus menatap mata via
“Kak pergi lah” ucap via memohon pada berend
“Aku tidak mau jika kamu tidak menjawab pertanyaaan ku” jawab bernd tidak ingin melepas pelukan nya di pinggang via
“Viii” panggil gira lagi membuat via benar benar panik
“Kak via mohon pergi lah” ujar via lagi memohon
“Vii kamu ada di mana” teriak gira langi yang mencari keberadaan via, membuat berend melepaskan pelukannya
“Iya girr, aku sedang di dapur” teriak via
“Sedang apa kamu di dapur” Tanya gira saat melihat via
“Aku sedang membuat sarapan” ucap via yang sedang menyiapkan roti
“Kak! sedang apa kakak di sini” Tanya gira terkejut saat melihat bernd sedang ada di depan kulkas
“Kakak ini mengambil ini” ucap berend yang menunjukan susu dari kulkas lalu pergi meninggalkan gira dan via
“Biarku bantu” tawar gira saat meihat via yang sedang sibuk menyiapkan sarapam
“Tidak perlu lagi pula ini sudah hampir selesai” ucap via menarik gira keluar dari dapur
“Duduk di sini temanin kak berend” ucap via yang melihat berend duduk sambil memainkan ponselnya
Setelah melakukan ritual saparan pagi akhirnya via da gira izin keluar untuk belanja pada ke dua pria tersebut….
“Girr aku ingin bicara” ucap seseorang yang menarik tangan gira
“Doc” ujar gira terkejut
__ADS_1