
Henzi dan gira masuk ke dalam kamar yang di pesannya…
cukup besar dan juga rapi memilik kmar mandi yang cukup luas dan tempat tidur yang cukup besar di tambah dengan pemandangan laut yang ada tak kalah indah di lihat dari sisi kamar
gira mendekat ke arah jendela kaca dan membukanya hingga kini mereka bisa merasakan sejuknya angin malam…
henzi ikut berjalan ke arah gira, melingkarkan kedua tanganya pada pinggang ramping milik gira
“indah bukan” bisik henzi di telinga gira membuat gira lengsung menatap wajah henzi yang sedang memeluknya dari belakang
“eum sangat indah”
“mari tetap disini untuk beberapa hari”
“bagaimana dengan—”
“masih ada doctor lain di sana kamu tidak perlu khawatir sayang” ujar henzi meeratkan pelukannya
“Baik lah, tapi hubby sudah menelpon pihak rumah sakit”
“Sudah”
Henzi kemudian mengendong gira..
“darling turunkan gira” ucap gira cepat saat tubuhnya melayang henzi hanya tersenyum mendengar ocehan gira
Henzi membawa gira ke tempat tidur, dan menurunka gira di tengan tempat tidur
Henzi menatap wajah cantik milik istrinya begitupun dengan gira gira menatap lekat wajah henzi yang kini berjarak beberapa centi darinya
Henzi mencium dahi gira, gira menutup matanya mendapatkan perlakuan dari henzi..
Setelah beberapa saat menatap wajah gira kini henzi mendaratkan ciumanya pada mata gira, lalu hidung dan kedua pipi gira, begitupun seterusnya, setiap sentuhan yang di berikan henzi henzi selalu menatap gira lembut hingga ciuman itu beralih pada bibir gira…
Henzi mencium, mengecup, mengigit begitupun ******* semua henzi berikan pada gira hingga gira melepaskan ciuman mereka untuk menghirup udara yang sudah di habiskan saat berciuman
“boleh sayang” tanya henzi menatap gira lekat dengan tatapan yang bisa di lihat henzi sudah sangat bergairah
__ADS_1
Mendapat persetujuan gira dengan tatapan matanya henzi akhirnya malanjutkan aksinya...
Gira menatap tubuh henzi kagum, tubuh yang kekar membuat gira terlihat sedikit takut berada di bawah tubuh itu…
Henzi tersenyum nakal, memainkan bibir gira dengan tangannya membuat gira menutup matanya, tidah hanya itu henzi juga memasukan jari tengahnya ke dalam
mulut gira membuat gira menghisapnya seperti lollipop, sebelum kembali mencium bibir gira…
Deru nafas keduanya terdengar garing di atas ranjang besar itu, bersatunya dengan desah kenikmatan yang henzi berikan pada gira, kenikmatan yang tidak pernah gira dapatkan sebelumnya, membuat isi kamar tersebut tiba tiba suhu menjadi panas
“mmhh…..” Desah kenikmatan yang di tahan gira dengan berusaha agar mulutnya tidak terus mengeluarkan suara itu membuat gira harus menutup mulutnya rapat rapat…
Terlebih saat ini tangan henzi masuk ke dalam baju gira memaikan jari tengahnya di ****** pink, terlebih jarinya yang basah akibat saliva gira, membuat sensasi yang aneh di rasakan oleh gira
“mendesahlah sayang jangan si tahan..” Bisik henzi di telinga gira, membuat tubuhnya mengeliat di tambah saat ini tangan henzi sudah masuk ke bagian sensitive istrinya…
Tanpa gira sadar semua pakaian yang ada pada sudah hilang satu persatu, kini di tubuh gira tidak terlihat satu benang pun yang menutupi tubuh mungil itu, henzi sangat hebat dalam hal ranjang..
Sentuhan yang di berikah henzi membuat gira dengan reflek membusungkan dadanya, seolah menantang henzi untuk memakan, dan menghisapnya
Saat tangan henzi masih berbain di bagian sensitive gira membuat gira mendesah hebat, terlebih lagi saat ini tangan itu terus mengombrak ambrik bagian bawah gira dengan dua jari henzi yang kekar
Tanpa menunggu lama henzi menatap rakus bibir mungil gira yang sudah sedikit bengkak akibat ulahnya membuat gira terlihat lebih cantik dan seksi
Lalu ciuman itu beralih pada gundukan seolah yang menantang henzi untuh memakanya, terlebih henzi bisa melihat bagaimana gundukan itu sudah tegang akibat sentuhan henzi tadi..
Henzi mencium, menggigit, menjilat dan juga menghiap layak bayi yang sedang menyusu, membuat tubuh mengil itu menggeliat hebat, dan tangan gira dengan reflek menekah kepala henzi agar lebih dalam menghisap tubuhnya…
Suara ******* keduanya terdengar sensual memenuhi ruangan kamar yang luas itu terlebih lagi angina yang masuk melalui jendela membuat keduanya bersemangat saat angin menjentuh kulit insan tanpa busana itu….
Meskipun bibir henzi sibuk manghisap juga mengigit dada istrinya namun tangan henzi tidak tinggal diam memainkan bagian tubuh gira bagian bawah, membuat tempo yang semakin cepat..
Hingga akhirnya gira tidak bisa menahan gejolak yang terjadi pada tubuhnya, gira memenggang habu henzi kuat bahkan kini kuku gira mungkin melukai bahu henzi saat tubuh gira merasakan sesuatu yang akan segera keluar tanpa bisa di tahan olehnya
“Hhhmmhh….. hubby”
Henzi tersenyum saat melihat jika istrinya akan segera mendapatkan perlepasan pertamamnya….
__ADS_1
Henzi segera menpercepat gerakan tanganya, hingga henzi bisa merasakan sesuatu yang keluar membasahi tangan nya di bawah sana membuat henzi tersenyum dan bersemangat…
Gira masih dengan nafasnya yang terengah engah, dan matanya yang manatap henzi sayu, membuat henzi langsung membuka tali pinggangnya memperlihatkan dengan jelas sesuatu yang menonjol di balik celana itu…
Saat henzi sempurna melepaskan semua pakaian yang ada di tubuhnya membuat mata gira menatapnya bulat, kini henzi tidak ada satu benangpun yang ada di tubuhnya, deguran denyut jantung gira berdetak lebih cepat dari biasa ketika menatap henzi, gira menatap benda yang sudah tegang itu membuat gira sulit untuk bernafas..
(Saat ini aku benar benar terlihat sangat gatal) batin gira yang tidka berhenti menatap benda yang ada di depanya
“Kamu menginginkanya sayang” tanya henzi mendekatkan wajahnya pada gira, membuat benda itu menyentuh bagian bawah gira hingga gira merona, akibat malu
Henzi mendaratkan cium hangat pada bibir gira….
“Sayang kamu siap” tanya henzi lembut..
Gira menatap henzi penuh rasa gugup, karna sentuhan tangan henzi pada pipi gira membuat gira menutup matanya lembut menandakan jika dirinya sudah siapa
Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya henzi mendaratkan ciuman panas pada bibir gira, dan miliknya yang sudah menyentuh bagian bawah gira membuat gira merasakan geli sekaligus juga gira bisa merasakan jika milik henzi perlahan memaksa masuk ke dalam miliknya….
“Eeumhhh hub—” ujar gira merasakan sakit saat benda itu masuk ke dalam tubuhnya, seolah tuli henzi tidak memperdulikan ucapan gira henzi semakin menekan miliknya agar masuk ke lebih dalam tubuh gira..
Hingga air mata gira menetes saat miliknya sudah sepenuhnya masuk kedalam tubuh gira, melihat itu henzi langsung mendaratkan ciumanya yang bertubi tubi pada gira
“Maafkan aku sayang” ujar henzi mengusap air mata milik istri kecilnya..
Henzi juga sesekali mencium leher gira berusaha mengalihahkan rasa sakit yang pada bagian bawahnya, setelah melihat gira sedikit mendesah akhirnya henzi melanjutkan tugasnya pada bagian bawah mereka…
Henzi bergerak sedikit demi sedikit tubuhnya hingga kini tidak ada lagi kesakitan yang di rasakan oleh gira, melainkan ke nikmatan yang di berikan henzi pada istri kecilnya
Gira mencakar punggung milik henzi saat henzi terus menghujani tubuh bagian bawah gira…
Tenaga gira terkuras habis malam ini, melihat bagaimana kuatnya henzi di dalam setiap gol yang di cekatnya, hingga gira lerlihat lemas dan letih…
“Terima kasih sayang, I love you my little wife” ujar henzi mendaratkan ciuman di dahi gira dan juga ciuman hangat di bibir gira
Gira membalas senyum hangat pada henzi, tenaganya benar benar terkuras habis akibat permaianan panas mereka…
Henzi menarik selimut untuk menutupi tubuh gira, henzi juga ikut tertidur sambil memeluk istri kecilnya…..
__ADS_1
Tidak bisa di ekpresikan bagaimana bahagianya henzi setelah sekian lama akhrinya dirinya bisa memiliki gira seutuhnya, wanita yang membuat gira menahan hasratnya hanya untuk gira, bagaimanapun henzi pria yang normal, tapi saat mengingat wajah gira keinginanya untuk bersenang senang senang dengan wanita lain terhentikan ….
Dirinya ingin gira satu satunya wanita yang akan menikmati setiap hasrat yang di miliki henzi….