My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Bertemu


__ADS_3

“Apa mereka sudah menjadi sepasang kekasih??” Tanya via pada berend saat mereka sedang di dalam pesawat menuju polandia


“Kakak tidak tau girr” ucap berend lirih tanpa menoleh ke arah gira, pandangannya hanya terfokus ke depannya


“Aku hanya ingin via bahagia, jika itu doctor vino gira senang setidaknya gira tau bagaiman baiknya doctor vino” jelas gira tersenyum mengingat via


“Lalu bagaiman dengan kakak” Tanya berend cepat melihat gira


“Kakak” Tanya gira tersenyum


“Eum kakak, bagaimana dengan kakak, apa kakak tidak baik” Tanya berend cepat melihat gira dan menunggu jawab jawab gira


“Kak berend sangat baik” ucap gira tersenyum


“Kamu pilih kakak atau kakak vino??” Tanya berend cepat


“Ada apa ini” Tanya gira heran


“Cepat lah” rengek berend di samping gira melihat itu gira hanya bisa tersenyum


“kak berend” ucap gira datar


mendengar ucapan via vino tersenyum lebar lalu menarik selimutnya untuk tidur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut


🌿🌿🌿


“Kakak berhutang penjelasan pada ku” ucap via berbisik pada vino karna tidak ingin di dengar oleh wanita yang duduk di depan mereka


“Maaf vii, kakak benar benar minta maaf” bisik vino pada via saat melihat kembali wajah garang dan mata tajam milik via yang sudah ingin membunuh dirinya


“Kalian tidak ingin makan??” Tanya wanita cantik dan anggun itu


“Tidak via hanya ingin latte” ujar via lalu melihat sekilas wajah vino tanpa mengerakkan sedikit pun wajahnya


“Kelner” panggil vino saat mendapatkan tatapan maut dari via


Setelah memesan minumannya via maupun vino hanya terdiam hingga akhirnya bicara membuat semua orang terdiam


“Celina aku minta maaf jika aku datang bersama kekasihku” ucap vino dengan mengfokuskan pandangannya pada minumannya membuat kedua wanita itu terejut dan juga menatapnya hingga akhirnya vino memeberanikan diri menatap celina, dirinya tidak takut hanya saja dirinya tidak ingin memperlihatkan sisi jahatnya pada wanitanya…


“Lalu” ucapan celina terputuskan


“Aku benar benar minta maaf aku tidak bisa bersamamu, semuanya berjalan tidak sesuai dengan yang kita rencanakan cel, aku benar benar minta maaf” ujar vino merasa bersalah


Celina wanita cantik berasal dari paris itu sudah sangat lama menyukai vino namun sayangnya vino tidak bisa membalas cintannya, bukan karna celina tidak menarik, semua yang ada pada celina membuat semua orang iri dan ingin mersakannya, wajah yang cantik badan yang sexy dan juga memiliki kemampuan yang hebat, celina bisa melakukan operasi yang tidak semua orang bisa, karna otaknya yang cerdas membuat semua orang ingin menjadi dirinya, namun sayang vino tidak bisa mencintai wanita yang jelas jelas tidak akan bahagia bersamanya, karna celina menyukai vino tapi celina tidak bisa berjauhan dengan sahabatnya vino tidak ingin menjadi orang ke tiga dalam hubungan mereka…


“Aku tidak bisa bersama kamu cel, kamu tau itu aku benar benar minta maaf” ujar vino membuat celina sedikit bersedih


“Kenapa apa karna aku tidak sexy?? Tanya celina membuat vino maupun via terkejut mendengarnya


“Tidak” jawab vino cepat, dirinya tidak ingin jika celina merasa tidak pantas untuknya


“Lalu apa vin??” Tanya celina sedikit berteriak


“Aku mau kamu sadar cel, kamu tidak menyukai aku, sejujurnya kamu sangat menyukai branden hanya saja kamu tidak sadar itu” ucap vino menjelaskan pada celina


Via hanya bisa terdiam mendengar pertengkaran kecil di antara keduannya, bagaimana tidak dirnya hanya sebagai orang ketiga dia tiga di antara mereka..


“Maaf cel, aku harus pergi, aku sudah menghubungi branden untuk kemari” ujar vino lalu menarik tangan via dan membawanya keluar dari ruangan tersebut….


Via hanya bisa melihat vino dari belakang, betapa vino ingin menyembunyikan rasa sakitnya namun vino tidak memperlihatkannya pada via…


Via maupun vino hanya berjalan di sepanjang jalan, via hanya bisa mengikuti kemana langkah kaki kakaknya melangkah..


“Kak” panggil via namun tidak ada jawaban dari vino


“Kak” teriak via dan menghentikan langkah kakinya membuat vino berhenti seketika

__ADS_1


“Ada apa vii” Tanya vino melihat via berhenti


“Via lapar” ujar via sedikit merengek pada vino


“Kamu lapar??” Tanya vino terkejut


“Eum, kenapa kamu tidak bicara dari tadi, mari kita cari makan” ujar vino lalu melihat sekelilingnya dan mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal


“Mari kita kesana” ujar via lalu menunjuk ke satu toko yang menjual kueh kering


Saat sampai di sana via langsung memesan pesananya dan duduk di depan vino


“Vii” panggil vino saat via sedang memakan makanannya


“Eum” ucap via melihat sekilas wajah vino yang hanya menatap minumannya


“Kamu pasti sangat kecewa pada kakak bukan” ujar vino bahkan tidak berani menatap via


“Tidak” ucap via membuat vino mengangkat wajahnya untuk melihat wajah cantik via


“Kenapa” Tanya vino heran harusnya via kecewa pada vino karna vino tidak membalas cinta celina


“Tidak ada asalan” jawab via datar, membuat tanda Tanya besar di benak vino


“Tapi kakak…” ucap vino cepat, ingin vino menjelaskan detail kejadianya namun ucapannya terputuskan


“Itu bukan alasan yang tepat untuk membuat via kecewa” jawab via lagi lalu tersenyum simpul pada vino sambil memakan makananya


“Tapi vi” ucap vino lagi


“Via bangga padaa kakak, kakak berani melepaskan wanita yang kakak cinta agar kakak tidak menjadi orang ke tiga dalam hubungan mereka” ujar via membuat vino terekjut


“Bagaimana kamu tau??” Tanya vino penasaran


“Bagaimana via tidak tau, kak, hubungan kalian sangat jelas, kakak menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka” ujar via lalu dengan cepat via memakan semua kueh yang ada di tangannya


“Apa terlihat begitu jelas” Tanya vino menatap via


“Mari jalan jalan, kamu sudah selesai makan” ucap vino setelah tertawa lepas saat via mengocehnya


“Sudah mari” ajak via bangun dari duduknya


Kini via dan vino berlajan, melangkahkan kakinya secara bersamaan dan juga tujuan yang sama, via menggandengan tangan kanan vino, senang itulah yang di rasakan oleh via hampir 2 tahun dirinya di polandia namun tidak sekali pun via keluar dari rumahnya hanya untuk jalan jalan atau mencari angina sore, hanya sekedar keluar dan pergi saat belanja ataupun saat bekerja….


“Kak via penasaran?” ujar via melihat ke atas sedikit untuk wajah vino yang tinggi darinya


“Tentang” Tanya vino heran


“Bagaimana reaksi kakak pertama saat kakak tau jika via anak papa venus” Tanya via penasaran


“Tidak banyak, kakak senang namun kakak menangis, entah kenapa kakak bersyukur jika via adalah adik kecil yang kakak cari saat itu, jujur kakak takut” ucap vino terhentikan seolah memikirkan ke takutannya saat itu


“Apa yang kakak takutkan?” Tanya via penasaran


“Entah lah, kakak takut adik kakak tidak bisa menerima kakak, kakak takut jika adik kakak wanita yang tidak baik” jelas vino


“Jadi jika vi…”


“Tidak kakak tetap mencari kamu jika kamu jahat ataupun seperti wanita yang di luar sana, kakak akan tetap menyayangi kamu dan kakak akan berusaha untuk menjaga kamu, itu janji kakak pada mama dan papa” jelas vino cepat dirinya tidak ingin via salah paham


“Lalu bagaimana jika viia berubah jadi moster” Tanya via tersenyum


“Kakak akan menjinakkan kamu” jawab vino cepat lalu sedikit tertawa


“Jinakkan kakak fikir via ini harimau” ucap via sambil tertawa lepas yang masih mengandeng tangan vino


“Kamu lebih dari harimau” ucap vino mengacak acak rambut via

__ADS_1


“Vii” panggil seseorang membuat aktivitas via dan vino terhentikan, melihat siapa yang memanggilnya membuat via terdiam dan terkejut, namun setelah itu via tersedar dan melihat ke arah vino, dan vino hanya menganggukan wajahnya


Tidak ada satupun dari mereka yang bersuara, via juga masih terkejut melihat berend dan gira ada di depannya saat ini, mundur itu lah yang sedang di lakukan oleh via namun dengan cepat gira menarik tangan via


“Kamu Akan Lari Lagi Dari Ku Vii” Ucap Gira Saat Menarik Tangan Via Saat Via Sudah Siap Untuk Membalikan Tubuhnya


“Girr, Aku Benar Benar Belum Siap” Ucap Via Melihat Gira


“Sampai Kapan Vi Kamu Akan Terus Bersembunyi Dari Ku” Ucap Gira Langsung Memeluk Via


“Rindu Itulah Yang Di Rasakan Oleh Kedua Sahabat Itu, Namun Sayangnya Via Masih Takut Untuk Jujur Jika Dia Sangat Merindukan Gira…..


“Maaf” Ucap Via Yang Sudah Menangis Di Dalam Pelukan Gira


“Kenapa Kamu Minta Maaf Ini Semua Bukan Salah Kamu” Ucap Gira Mengelus Elus Punggung Via


“Tapi Mam….” Ucapan Via Terputus


“Biarkan itu menjadi masalah mereka, kamu tidak buat salah untuk apa kamu minta maaf dan menghindar seprti ini vi” ucap gira cepat


“Aku tidak pernah merasa kamu harus minta maaf, lagi pula mama juga tidak menyalahkan kamu bukan, begitupun dengan nenek biarkan itu menjadi masalah mereka kamu maupun aku kita hanya menjadi korban dari ke tidak dewasaan orang tua kita” jelas gira


“Maaf gir” ucap via lagi


“Berhenti minta maaf sebelum aku marah dan kamu benar benar harus minta maaf pada ku” ucap gira cepat lalu melepaskan pelukannya dan menhapus air mata yang ada di pipi via, begitupun via juga menghapus air mata yang ada di kedua pipi gira


“Aku snagat merindukanmu vii” ujar gira


“Akupun aku sangat merindukan kamu”


“Lalu bagaimana kamu bisa bertahan” Tanya gira penasaran


“Entah lah bagaimana aku bisa bertahan sampai sekarang, namun aku tidak ingin kembali lagi ke masa itu” ucap via mengingat betapa dirinya terluka merindukan gira dan semuanya yang ada di benaknya saat itu


“Ok berhenti bersedih sedih mari kita pulang, kalian bisa menginap di rumah kami” ucap vino tersenyum memeluk bahu via


“Kami belum makan doc” ucap gira mengelus perutnya


“Kalian duluan saja kami akan makan dulu” sambung berend melihat gira dan vino lalu tatapannya berhenti pada mata yang sudah berkaca kaca milik via


Via hanya menatap berend sekilas, malu dan juga via tidak ingin berend berfikir jika dirinya masih mengharapkan berend, karna via langsung mengalihkan pandanganya


“Baik lah mari kami antar” ucap vino


“Gira langsung menarik tangan via “Aku sudah lama tidak mendengar cerita kamu, bagaimana kamu bisa sangat denkat dengan doctor vino?” Tanya gira berbisik pada via


“Panjang ceritanya kamu ingin dengar semuanya” Tanya via tersenyum


“Eum aku ingin mendengar semuanya” ujar gira lagi


“Kamu harus tnggal di sini sebulan” ucap via menantang gira


“Aku akan tinggal di sini setahun jika kamu ingin” ucap gira tertawa dan di ikuti oleh via


Saat sampai di sebuah restorant mereka berempat duduk berhadapan, vino hanya tersenyum melihat via yang sangat bahagia bertemu kembali dengan sahabatnya terlebih lagi saat ini gira maupun via sudah memperjelas masalah masa lalu kedua orang tua mereka…


Berend terus terusan menatap wajah cantik melik via membuat via semakin gugup…


`Ada apa ini` Tanya via pada dirinya sendiri (control dirimu vi, saat ini kak berena adalah suami dari sahabatmu) batin via pada dirinya


Via permisi ke kamar mandi dulu” ucap via lalu bangun dari duduknya, melihat gira menatapnya curiga via hanya tersenyum


“aku tidak akan lari, makan lah setelah itu kita pulang” ujar via tersenyum pada gira


``Ada apa dengan ku, bagaiamna bisa ini terjadi, aku sangat gugup`` ucap via pada dirinya sendiri


Setelah menarik nafas dan semuanya kembali normal, via mencuci mukanya dan kembali menetralkan nafasnya lagi, hingga via pun keluar dari kamar mandinya

__ADS_1


Saat via ingin ke ruangan makan mereka tiba tiba seseorang menarik tangan via hingga via otomatis memundurkan langkahnya, seseorang memeluknya dengan sangat erat dari belakang…


“Kak” panggil via saat melihat siapa yang sudah menariknya


__ADS_2