
“Kamu sudah siap” tanya berend melihat gira yang menatap ponselnya yang mengirim kabar untuk mamanya karna gira memutuskan untuk tidak ingin di antar oleh siapa pun, lagi pulang mereka bisa menemui gira jika mereka merindukan gira terlebih keadaan nenek nya sedang tidak sehat
“Eeum gira sudah siap” ucap gira lalu tersenyum
“Mari” ucap berend lalu menarik koper tersebut...
Gira dan berend kini sudah jalan melangkah ke arah pesawat tersebut...
Kini semuanya hanya tinggal kenangan bagi gira, henzi akan menjadi laki laki yang pernah singgah di hati gira kini gira hanya harus merelakan semua kenangan itu....
Gira maupun berend kini sudah berada di dalam pesawat, saat pesawat akan siap terbang berend tersenyum pada gira melihat itu gira juga membalas senyuman berend...
“Kamu sudah siap untuk membuka buku baru” ucap berend memegang tangan gira
“Tentu” ucap gira tersenyum
Pesawat yang di tumpangi oleh gira dan berend kini sudah meninggalkan belanda hanya menunggu beberapa menit untuk sampai ke paris.....
🌿🌿🌿
Pukul sudah menunjukan 11: 44 Henzi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang....
Hatinya sedih namun juga bahagia dirinya ingin menghabiskan sedikit waktunya dengan gira
Saat henzi sampai di rumah henzi tersenyum melihat lampu rumahnya semuanya padam dirinya berfikir jika gira menyiapkan kejuta untuk dirinya...
Henzi langsung membuka pintunya dan menghidupkan lampu... dan betapa terkejutnya henzi saat melihat semua rumahnya sudah di penuhi dengan balon dan juga kue ulang tahun dengan bentuk rumah sakit ada di atas meja ruang Tv...
Henzi tersenyum bahagia melihat semua itu
“Sayang.....” panggil henzi sedikit berteriak sambil berjalan ke arah sofa yang ada di depan tv
__ADS_1
“Sayang....” teriak henzi lagi namun tidak ada jawaban di gira
Hingga henzi melihat sebuah petunjuk yang menunjukan ke arah remote tv itu membuat tangan henzi langsung meraihnya.....
Namun kini titip fokus henzi teralihkan ke arah satu kota besar lalu henzi membuka kotak tersebut....
ada surat yang di titip di dalam kotak itu henzi langsung membukanya...
*Happy birthday suami ku, Gira tidak bisa mengucapkannya secara berhadapan karna doctor henzi sudah pergi meninggalkan gira, ingin buka tidak..... namun gira tidak bisa menahan doctor henzi lebih lama bersama gira*.....💘💋
Surat itu di baca oleh henzi dan henzi tersenyum melihat tanda love dan ciuman di surat tersebut namun henzi juga merasa bersalah karna tidak bisa bersama gira...
“Lalu kemana kamu sekarang, aku sudah pulang” ucap henzi langsung mengambil pondel dan menghubungi gira namun sayang tidak ada jawaban dari gira....
Henzi membuka balutan tersebut dan melihat jas putih dengan tulisan “Dr. Henzi Defran ” membuat jas tersebut semakin indah dan satu kota kecil berisi jam tangan yang mewah, henzi langsung memakai jam tersebut....
Lalu henzi melihat video itu dan itulah terjadi......
Tangis henzi pecah bahkan henzi menghancurkan semua yang ada di depannya, dan lari ke arah mobilnya untuk mencari gira..
“Biarkan aku masuk” teriak henzi
“Tidak boleh, itu perintah dari atasan kami maaf” ucao salah satu dari mereka dan menunjukan ke arah jendela rumah itu terlihat mama gira yang sedang berdiri menapat henzi dengan mata yang tajam
Henzi langsung di dorong oleh bebebrapa orang itu.....
Lalu satu pesan masuk membuat henzi langsung mengecek ponselnya dan membacanya
~Pulang lah gira tidak ada disini, jangan peenah cari gira, kalian sudah berpisah jadi pergi lah jangan membuat putri terluka lagi~
Membaca teks tersebut membuat henzi langsung mundur dari langkahnya berdiri dan henzi langsung peegi meninggalkan rumah besar itu....
__ADS_1
Saat sampai dirumahnya kini henzi masuk ke kamarnya melihat kekacauan di luar membuat henzi semakin kacau, namun sayangnya saat melihat satu map putih yang ada di tempat kasurnya membuat henzi semakin kacau saat melihat surat itu adalah surat cerai.....
Gira meninggalkan surat cerainya di atas karus di mana dulu dirinya yang menjadi wanita yang ada di samping henzi disaat henzi tidur dan bangun gira lah yang menjadi pandangan yang indah bagi henzi.....
Namun kali ini gira ingin henzi melihat surat itu dan akan selalu mengingat jika surat itu ada dimana gira dulu ada....
Gira menitipkan satu surat untuk henzi yang di sisihkan ke dalam surat cerai tersebut yabg sudah di tangda tangani oleh gira...
“
Gira ingin doctor henzi terluka, seperti luka yang doctor torehkan pada gira, awalnya gira berfikir jika gira bisa memaafkan doctor henzi, karna doctor hanya melakukan pernikahan ini atas dasar keinginan gira, dan gira juga yang awalnya meminta pernikahan kontrak...
Namun alasan itu bisa saja gira maafkan, tapi tidak dengan membawa wanita lain berada di satu rumah dengan kita
Doctor bisa saja membawa gira atau agnes ke rumah yang berbeda, kenapa doctor membawa gira ke rumah dimana kalian bercinta, seolah gira boneka yang tidak bisa melihat dan tidak dapat mendengar semua itu.....
Doc gira mungkin sayang pada doctor namun gira tidak akan diam jika doctor menganggap cinta gira adalah kelemahan gira untuk doctor berbuat sesuka hati doctor...
Mari kita akhir ini semua doc, agar tidak ada lagi di antar kita yang terluka, untuk apa kita bersama jika kita hanya membuat satu sama lain terluka, gira sudah melepaskan doctor, dan kontrak kita juga sudah batal, gira akan mencari kebahagian gira begitupun doc berbahagia lah bersama agnes....
Doctor sudah banyak berkorban, jadi saat ini doctor pantas untuk bahagia...
Gira akan pergi doc, seandainya suatu saat nanti kita akan berjumpa di masa depan, gira ingin suatu saat gira bisa berjalan berdampingan dengan doctor dengan wajah yang tertawa, entah itu sebagai kakak dan adik atau sebagai partner kerja gira yakin doctor akan menjadi direktur utama sesuai keinginan doctor...
Selamat tinggal doc terima kasih sudah menjadikan gira nyonya defran meskipun hanya beberapa minggu......
”
Tulis tangan gira dalam surat tersebut membuat henzi kembali menangis...
Henzi bangun dan melihat ruangnya benar benar kosong, meja riasnya yang kosong, lemarinya yang kosong dan lemari tas juga sudah kosong.....
__ADS_1
Henzi menangis mengingat awal dirinya di pakaikan dasi oleh gira membuatnya terluka kembali......
“Kamu benar benar sudah pergi girrr, bagaimana aku bisa hidup tanpa kamu, kenapa kamu tidak bisa lebih sabar sedikit lagi” ujar henzi menangis di pojok lemarinya...