
Ponsel itu berbunyi membuat henzi nmenatapnya kesal
*ada apa*
*maaf doc, bisakah doctor ke rumah sakit sekarang, seorang pasien harus melakukan operasi sekarang, namun tidak ada yang bisa di hubungi dan doctor Stefan sedang di luar negeri*
*baiklah aku akan ke sana dalam waktu 30 menit* jelas henzi lalu mematikan panggilan tersebut
Gira tersenyum mendengar ucapan henzi
(Seberapa besar rasa hormat doctor pada pasien, doctor bahkan merelakan waktu istirahatnya, padahal jelas doctor hanya istirahat 2 jam semalam) batin gira kini melingkarkan tangan kananya di pinggang henzi, Henzi mendaratkan ciumannya pada dahi gira
“Sayang aku harus ke rumah sakit” ujar henzi memeluk erat pinggang istrinya
“Baiklah gira siapkan baju buat doctor” ujar gira bangun dari tidurnya
Namun henzi langsung menarik gira hingga gira kembali jatuh ke dada henzi
“Aku akan kesana dalam waktu 30 menit sayang tidak perlu buru buru” ujar henzi kembali mencium dahi gira
“Doc gira juga harus siapkan sarapan untuk doctor”
“Sayang tolong peluk aku, ini sudah menjadi sarapan untuk ku” ujar henzi memeluk gira
“Baiklah”
“Bukankah doctor lelah” tanya gira “doctor hanya istirahat 2 jam dan sekarang doctor harus kembali ke rumah sakit” sambung gira menetap lekat milik suaminya
“Lelah, tapi kamu sudah membuat lelah itu hilang, aku juga tidak tau kenapa” jelas henzi mencium bibir gira sekilas lalu kembali memeluk gira
“Kamu harus lebih sering memelukku sayang agar aku bisa lebih kuat” jelas henzi
“Doc”
“Iya sayang”
“Tidak ada doctor lain yang bisa menggantikan doctor, gira khawatir jika doctor jatuh sakit”
“Sayang kamu tau pastikan jika menjadi doctor harus siaga, karna kita tidak bisa membuat pasien menunggu, jika kita terlambat maka kita akan kehilanagn pasien kita”
“Tapi doctor juga manusia, doctor bukan robot, doctor mempunyai rasa lelah”
“Tapi kamu sudah menjadi benteng untuk mengisi tenag__”
“Doc”
“Sayang bisakah kamu mengubah panggilan itu, aku ingin panggil sayang, darling atau hubby oleh istriku buka hanya sebutan doctor henzi”
Mendengar itu gira terdiam
“Kamu tau sayang seolah kamu hanya partner kerja bukan partner hidupku”
__ADS_1
“Bisakah kamu mengubah nama panggilan itu, namun jika kamu tidak nyaman maka aku tidak akan memaksanya, aku tidak ingin kamu risih dan merasa tidak nyaman” jelas henzi mencium gira
Cukup lama henzi dan gira terdiam, akhirnya henzi bangun dari tidurnya
“Aku akan mandi sayang” ujar henzi lalu pergi meninggalkan gira
Sakit itulah yang dirasakan oleh gira saat henzi pergi, gira tau jika henzi tidk marah padnya namun gira merasa bersalah pada suaminya
Akhirnya gira bangun dan lari menyusul henzi, memegang tangan henzi saat henzi akan masuk kedalam kamar mandi
“Kenapa baby” tanya henzi penasaran saat gira memegang tangan henzi “kamu ingin mandi bersama” sambung henzi membuat gira merona
“Tidak gira hanya ingin bilang, gira akan menyiapkan baju hubby” ujar gira lalu dengan cepat menghilang dari pandangan henzi membuat henzi tersenyum lebar
Setelah selesai mandi henzi memakai pakaian yang di siapkan oleh gira, melihat gira tidak ada di kamar akhirnya henzi turun untuk melihat gira dan turun untuk melihat istrinya
“Kamu sedang apa sayang”
“Sedang buat sarapan, duduklah gira akan mandi” ujar gira tersenyum dan mencium dahi dan juga pipi henzi
“Semangat hubby, sampai jumpa di rumah sakit” ujar gira lalu berjalan cepat ke arah tangga
Gira ada siff namun tidak pagi melainkan siang…
“Apa ini” tanya gira saat dirinya melihat kotak besar yang ada di atas tempat tidur
gira membukanya dan melihat dress yang mewah di dalamnya lalu dengan cepat gira berlarian ke bawah
“Apa kamu sudah membukanya ” tanya henzi menarik pinggang gira hingga gira jatuh ke dalam pangkuan henzi
“eeuum gira sangat menyukainya”
“kamu akan bilang apa sayang”
“terima kasih suami ku” ujar gira membuat henzi tersenyum lebar begitupun dengan gira
“Aku juga ingin hadiah” ujar henzi menunjuk jarinya ke arah bibir membuat gira tersenyum
Gira kemudian mendekatkan wajahnya dan
Cup
satu kecupan mendarat di bibir henzi...
“Baik lah aku akan berangkat” ucap henzi
Henzi tersenyum melihat tingkah lucu istri kecilnya, setelah sarapan akhirnya henzi berangkat namun saat henzi ingin masuk kemobilnya henzi mengambil ponselnya namun sayang ponselnya tertinggal di meja hingga henzi harus kembali ke kamarnya,
Henzi masuk ke kamarnya untuk mengambil ponselnya yang tertinggal, namun setelah henzi memasukan ponselnya ke saku jasnya tiba tiba pandangan yang indah membuat henzi harus menelan ludahnya
Gira tidak sadar jika henzi masih ada di dalam kamar meraka, gira keluar dengan hanya memakai handuk kecil yang nemutup dadanya dan bagian bawahnya handuk itu mengekspor seluruh paha dan betis gira yang putih di tambah air yang masih belum di keringkan oleh gira
__ADS_1
Henzi menelan ludah kasarnya saat melihat gira yang mengeringkan rambutnya di tambah kedua bongkahan di depanya seolah memimta henzi untuk melepaskan dari handuk sialan itu, tubuh henzi tiba tiba memanas
Tanda gira sadar seseorang sedang menatapnya lapar, Gira terkejut saat melihat henzi kini berada di depannya
“Doc, bagaimana bisa doctor di sini”
“Ini kamarku sayang wajar saja jika aku ada di sini”
“Bukanya do—”
“Kamu harus tanggung jawab sayang, dia sudah bangun” ujar henzi menatap ke bawah membuat gira juga menatapnya
Melihat sesuatu yang menonjol di balik celana henzi membuat gira gugup dan takut
Henzi mendekat gira hingga gira jatuh ke terduduk di sofa, namun henzi seolah tidak bisa menghilangkan tatapan tajam itu dari tubuh gira, karna gugup gira mengambil handuk kecil yang ada di tanganya dan menutup dadanya, melihat itu henzi langsung menarik membuang sembarangan
“Sayang jangan menghalaginya”
“Doc bukanya doctor ada operasi” tanya gira gugup melihat henzi yang duduk di samping gira
Henzi menarik gira duduk di pangkuaannya dengan menggangkang hingga kini henzi bisa merasakan bagian bawahnya menyentuh alat sensitive milik gira
Henzi bisa gila, bagaimana tidak saat ini tubuhnya sudah bener benar menyentuh milik gira
Henzi meletakkan tanganya pada pinggang gira, gira bisa merasakan tubuhnya panas seketika merasakan benjolan di bagian bawahnya sudah membuat gira merasa tubuhnya aneh
Dengan wajah henzi yang dingin menembah sensasi seksi di wajahnya, terlebih saat ini henzi masih dalam balutan jas
Henzi mencium rakus bibir munggil itu, menghisapnya dengan kuat bahkan henzi memainkah lidahnya, menlumat setiap ruang yang ada pada mulut gira
Henzi terus melumar bibir gira, ciuman mereka semakin dalam meskipun gira kesusahan, Kini tanganya gira sudah melingkar dengan indah di leher henzi.lidah mereka saling melilit, bahkan kini keduanya sudah menelan saliva…
Henzi tersenyum puas di sela sela ciuman mereka, melihat bibir gira yang basah dan setikit bengkak membuat henzi bangga, terlebih melihat gira yang sedang bernafas membuat gira begitu seksi di mata henzi
Tangan henzi yang awalnya ada di pinggangnya kini beralih turun hingga menyentuh bagian sensitive melik gira
Tubuhnya bergetar hebat saat henzi mainkan bagian bawahnya membuat gira reflek bangun dan kembali duduk di pangkuan henzi, kenikmatan yang di berikan henzi membuat gira gila
“Mendesahlah sayang, kamu akan terlihat seksi saat mendesah” ujar henzi lihir di terlinga gira dan mencium daun telingan gira membuat gira mengeliat karna geli
“Eeeuummmphh” ujar gira saat mendengar ucapan henzi
Mendengar ******* gira membuat henzi semakin bersemangat, untuk membuat gira semakin mendesah
Kini satu tangan henzi membuka handuk yang menghalangi dada indah yang dari tadi menggangu mata henzi, kini tidak ada satu benang pun yang ada di tubuh gira bahkan handuk kecil itu
“eeuummph” Gira memejamkan matanya dengan tangan masih kuat menggenggam kedua bahu henzi
Namun sayangnya tiba tiba ponsel henzi bergetar, membuat henzi harus menghentikan olahraga paginya, benar benar sial
Henzi kesal namun tidak bisa di melanjutkannya karna seseorang saat ini sedang berjuang untuk hidupnya
__ADS_1