My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Restu Berend Dan Via


__ADS_3

Kini berend dan henzi sudah duduk di meja yang ada di ruangan vino, karna untuk private mereka…


“Ini semua salah kamu, kenapa kamu ajak nikah anak orang di rumah sakit” ujar henzi yang bisik pada berend


“Aku tidak akan tau kalian akan datang bersama dengan papanya via kak, jika aku tau aku tidak akan melakukanya”ujar berend tak ingin disalahkan


“Lagian kenapa kakak tidak mengetuk dulu pintunya” tanya berend lagi menyalahkan henzi


“Kenapa kamu tidak kunci pintunya”


“Ini rumah sakit kak bukan hotel, mana mungkin aku kunci pintu yang ada semua orang bisa curiga” ujar berend lalu mereka kembali melihat venus yang masih berbicara dengan ponselnya


“Eehhkm” suara venus membuat keduanya terdiam


Kini venus sudah duduk di depan henzi dan berend, keduanya terdiam dan hanya menundukkan kepalanya…


“Kamu kekasih putri saya” tanya venus dingin pada berend


“Iya om”


“Berapa usia kamu”


“28 om”


“kamu doctor” tanya venus saat melihat pakaian berend yang rapi dengan memakai kemeja putih


Alasan dirinya memakai pakaian rapi karna dirinya akan bertemu dengan pembisnis yang datang dari singapure bersama sendi..


Dan juga kemungkinan besar berend doctor, karna setaunya putrinya tidak punya waktu lebih untuk mencari pria jika bukan mereka bertemu di rumah sakit, karna hampir separuh hidup seorang doctor mereka akan menghabiskan waktunya dengan pasien dan belajar


“Bukan om”


“Sejak kapan kalian bersama”


“Belum begitu lama om” ujar berend yang mengelus lututnya


“Kamu belum lama bersama putri saya sudah berani ngajak putri saya menikah, memang kamu sudah kenal putri saya dengan baik, dan putri saya sudah kenal kamu dengan baik, jangan jangan kamu mau main main sama putri saya” tanya venus dengan sedikit meninggikan suaranya


“Buk_an.. begitu om”


“Berend bukan pria seperti itu om”celah henzi


“Siapa suruh kamu bicara, ini bukan waktunya kamu bicara” ujar venus membuat henzi menelan ludahnya


“Ma..af om”


(ini gila bagaimana bisa vino menghadapi papa yang begitu dingin dan menakutkan. Baby tolong hubby, sepertinya hubby akan mati jantungan hari ini) batin henzi


(Pantas saja via begitu garang dan dingin ternyata benar yang di katakan orang buah tidak jauh jatuh dari pohonnya, ini bahkan lebih menakutkan dari yang ku bayangkan, bagaimana aku bisa menghadapi calon papa mertuaku, ini benar benar menakutkan, aku tidak akan mundur, cinta tidak mungkin kalah dengan ketakutanku) batin berend


“Maaf om, saya sudah kenal via sejak kami mulai kuliah, namun baru baru kami mulai bersama” ujar berend menatap venus sekilas


“Saya serius dengan via om, mungkin benar om baru kenal saya dan om tidak percayakan via pada pria seperti saya tapi sungguh om saya benar benar mencintai via”


“Kamu bilang kamu dekat dengan putri saya saat kamu kuliah, lalu kamu tidak menyelesaikan kuliah kamu”


“Saya sudah menyelesaikan kuliah saya om”


“Lalu kenapa kamu tidak menjadi doctor, bukankah kalian kuliah bersama”


“Ah… begini om saya beda universitas dengan via, awalnya saya berniat untuk ambil kedoctoran namun karna papa saya pembisnis saya terpaksa harus mengikuti jejak papa saya kebetulan saya anak tunggal” jelas berend dengan hati hati agar dirinya tidak membuat kesalahan yang nantinya membuat papa via ragu padanya


“Kamu pembisnis” tanya venus lagi


“Iya om”


“Punya perusahaan sendiri”


“Punya om”


“Bagus di usia kamu yang masih muda kamu sudah sukses” ujar venus membuat berend bahagia mendapatkan pujian dari calon papa mertuanya


“Jadi kamu sangat sibuk” tanya venus lagi


“Sedikit om”jawab berend tersenyum simpul


“Kamu tidak perlu menikah dengan putri saya kalau begitu”


“Kenapa om” tanya berend yang terkejut dengan ucapan venus begitupun dengan henzi


Mereka berdua terdiam mendengar ucapan venus dan hanya bisa menatap satu sama lain


“Waktu kamu kamu habiskan dengan bisnis kamu, waktu via via habiskan di rumah sakit, lalu untuk apa kalian bersama”


“Tapi om, saya akan meluangkan waktu saya untuk via om, via wanita yang saya cintai om tidak mungkin saya meninggalkan via demi pekerjaan saya”


“Hal itu sering terjadi kamu akan bicara begitu saat sebelum kalian menikah, namun tidak setelah kalian menikah, kalian akan sibuk dengan pekerjaan kalian masih masih, sehingga kalian akan berfikir jika kalian tidak cocok dan akhirnya perpisah akan terjadi” ujar venus


Venus hanya khawatir jika yang terjadi padanya akan terulang pada anaknya, akibat kelalain vensu terhadap pekerjaannya, mamanya via mencari kesenangan dengan pria lain, dan pria itu adalah papanya gira, tidak hanya via gira dan mamanya juga terluka akibat kelalain venus…


“Om mungkin benar apa yang om katakan, say mungkin tidak bisa bilang jika apa yang om katakana adalah salah, tapi saya Cuma bisa bilang jika via sangat berarti untuk hidup saya, dia wanita yang bisa menarik saya keluar dari waktu yang sudah saya tetapkan untuk bekerja, dia wanita yang membuat saya ingin menghabiskan waktu saya hanya bersama dengannya, mungkin om tidak akan percaya itu, tapi itu benar adanya om, saya sungguh ingin bersama dengan via tidak hanya setahun atau dua tahun atau 10 kedepannya, tapi say ingin menghabiskan waktu saya dengan via selama tubuh ini masih bernafas, saya ingin kami bersama selamanya”


Ketiganya terdiam, venus hanya menatap berend lekat dan sangat lama, lalu beralih pada henzi, seolah meminta persetujuan dari ucapan berend pada henzi, henzi hanya tersenyum simpul…..


“Kamu yakin….” Tanya venus lagi


“Yakin om”


“Bagaimana jika kamu akhirnya meninggalkan putri saya”


“Saya tidak tau jawaban apa yang pantas untuk saya berikan pada om mengenai apa yang pantas saya dapatkan jika saya meninggalkan via, tapi satu hal yang pasti jika benar saya meninggalkan via atau menyakiti via, saya tidak hanya berhadapan dengan om, namun juga dengan gira yang pastinya, dan saya yakin gira tidak akan tinggal dia jika saya menyakiti via, lalu kak vino, kak henzi, tante nessa, om, dan juga tante mevva, mengingat gira saja sudah membuat saya takut om, apalagi om” jelas berend


"Bagus jika kamu takut, kamu ingat itu”


“Tidak akan saya lukai wanita yang sangat saya cintai, itu tidak mungkin om” ucap berend meyakinkan venus


“Bagus jika begitu, om akan mempercayai ucapan kamu, namun jika sekali saja kamu menghancurkan kepercayaan om kamu tidak akan bisa berjalan lagi, kamu paham”

__ADS_1


“Baik om” ujar berend bahagia


“Dan terima kasih kamu sudah menjaga via selama ini” ujar venus lagi


“Tidak om, saya bahagia bisa berada di dekat via, ini juga salah saya om tidak menjaga via dengan baik”


“Kamu sudah menjaga via, hanya saja takdir ini untuk via” jelas venus


Venus tau jika berend adalah pria yang baik karna vino sudah mengatakan semuanya pada venus sebelum meraka tiba di rumah sakit, bagaimana berend meninggalkan pekerjaannya demi via, hanya saja venus ingin melihat seberapa dirinya berani untuk berhadapan dengannya


Kini venus mengalihkan pandanganya pada henzi, membuat pria itu menulan ludahnya….


“Kamu sudah dengar bukan jika sekarang saya sudah menjadi papa dari istri kamu”


“Sudah pa”


“Ada yang ingin kamu tanyakan”


“Tidak pa”


“Baiklah saya yang bertanya”


Henzi menelan ludahnya…..


“Karna kamu sudah menikah, jadi jika kamu berani menyakiti gira saya yang harus kamu hadapi, mungkin gira bukan putri kandung saja tapi kamu tau tidak ada beda gira dengan via bagi saya”


“Jangan sekali kali kalian membuat kedua putri saya menangis, kalian paham”


“Paham om”


“Kalian harus ingat jangan sampai kelalain kalian membuat wanita kalian merasa dirinya tidak berharga lagi”


“Kalian akan meyesalinya seumur hidup kalian, karna om pernah gagal dan itu tidak hanya melukai kalian saja namun juga orang lain yang tidak bersalah juga ikut terluka”


“Jangan jadi seperti om, kalian harus menghabiskan setidaknya beberapa waktu bersama orang orang yang kalian sayangi”


Henzi dan berend terdiam, mendengar ucapan venus, mungkin pri paruh baya itu terlihat dingin di luar namun sungguh hantinya sangat lembut, venus bukan pria yang jahat namun mungkin karna cintanya pada profesinya dulu sebagai, dia kehilangan banyak wantu untuk bersama istrinya dan juga putrinya….


“Terima kasih om, untuk apa yang om berikan kepada kami terima kasih, dan terima kasih juga sudah menjadikan istri saya putri om, om benar mungkin om tidak bisa menggantikan posisi papa kandung gira, tapi yang saya liat gira sangat bahagia adanya om di sampingnya, menjadikan gira putri om, memberikan pelukan hangat yang tidak pernah gira dapatkan dari seorang papa” ujar henzi


“Kamu juga bisa memanggil om dengan sebutan papa, karna gira menjadi putri om kamu juga menjadi putra om” jelas venus


“Terima kasih pa” ucap henzi seraya bangun dan memeluk venus


Keduanya berpelukan, membuat berend yang menatap itu terharu


“Aku om tidak di peluk, aku juga calon menantu om” tanya berend membuat keduanya tertawa lebar


“Kamu seperti anak kecil” ujar henzi pada berend


“Kak aku juga akan menjadi putranya, masa aku tidak di peluk” keluh berend menatap iba venus dan henzi


“Baiklah kemari calon menantu” ujar venus tersenyum lebar


Mendengar venaus memanggil berend dengan calon menantu membuat wajah berend tersenyum lebar datang memeluk venus, henzi yang mendengarnya juga ikut tersenyum….


“Ada apa ini peluk pelukan” tanya vino heran saat melihat venus memeluk berend


“Ini pelukan terhormat dari papa mertua” ujar berend bangga


“Papa mertua” tanya vino


Henzi hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan berend….


“Papa sudah menerimanya, kamu sudah selesai operasi pasien”


“Sudah pa, tadi vino ke ruangan via, mama mencari papa” jelas vino merasa bersalah berbohong pada papanya


“Baiklah papa akan ke sana” ujar venus


“Papa tinggal” pamit venus pada mereka


“Baik pa” ujar mereka bersamaan


Sesaat venus meinggalkan ruangan vino henzi dan berend bernafas lega..


“Gimana” tanya vino


“Kak lutut aku lemas enggak bisa di gerakin, ini lemih meneganggkan dari pada bertemu dengan musuh buyutan” ujar berend menepuk pundak vino


Melihat itu vino tersenyum..


“Bagaimana dengan kamu” tanya vino pada henzi


“Aku tidak bisa mengerakkan kakiku” ujar henzi pada vino


“Ingat umur, masak kamu lebih lemas diri pada berend” ujar vino mengejek henzi


“Kamu belum merasakanya, lihat saja jika kamu berhadapan dengan papa mertua kamu, kamu juga akan panas dingin seperti kami” ujar henzi pada vino


“Benar itu kak, ini sangat menakutkan” sambung berend


“Baiklah mari kita ke ruangan via, mereka pasti menunggu kalian” jelas vino


Mereka tertawa bersama, dengan keluhan berend yang sangat panjang tentang venus….


“Papa mana kak berend” tanya via pada saat melihat papanya yang sudah ada di ruangannya


“Di belakang, sepertinya dia tidak bisa berjalan lagi” ujar venus yang membuka mulutnya agar mevva meyuapinya apel


“Papa pukul berend” tanya via khawatir, begitu pula dengan gira yang terkejut


Venus tersenyum melihat wajah wanita yang ada di depanya menatap khawatir saat mengetahui keadaan berend..


“Sepertinya dia pria yang baik, papa tidak memukulnya dia saja yang takut dengan papa” ujar venus membuat via mevva dan gira bernafas lega


“Bagaimana dengan kak henzi” tanya via lagi

__ADS_1


“Sama seperti berend” ujar venus membuat gira dan via tertawa


“Kak henzi juga takut”


“Iya”


“Gir suami kamu nyalinya kecil juga sama kayak kak berend” ujar via membuat gira tertawa


Setelah bicara lebih lama dengan kedua putrinya akhirnya venus dan mevva pulang ke rumahnya via untuk istirahat…


Vino mengantar papanya, henzi berend gira dan via jua ikut pamitan pada venus dan mevva


“Jaga putri papa” peringatkan venus pada berend


“Siap pa”


“Dan kamu antar putri papa dengan selamat, papa akan singgah untuk melihat baby isabell nanti”


“Iya pa” ujar gira dan henzi


“Papa dan mama hati hati” ujar via


Setalah mencium kedua putrinya venus pun pergi, mevva juga ikut mecium gira dan via, mereka juga putri mevva…


“Mama pamit ya sayang, kamu harus istirahat yang cukup” ujar meva memeluk via


“Iya ma”


“Kamu juga harus hati hati ya sayang”’ ujar mevva pada gira dan memeluk gira


“Baik ma”


Setelah papa dan mama mevva pulang keduanya mengeluh pada wanitanya masing masing


“Baby kamu tau hubby benar benar ketakutan mengahadapi papa venus, ini benar benar menakutkan” ujar henzi sambil memeluk istrinya


Gira tersenyum melihat suaminya….


“Kak henzi benar benar seperti anak kecil” ucap via membuat henzi melepaskan pelukanya


“Kamu bilang kakak anak kecil, kamu tidak tau jika calon suami mu itu hampir pingsan akibat serangan jantung” ujar henzi menatap berend


“Tidak, tidak sayang kakak hanya sedikit lemas” ujar berend mengelus tangan via


“Ah kamu terlihat sangat keren di depan via, tapi di belakangnya kamu seperti…”


“Seperti apa” tanya berend


“Udah udah yang penting hubby dan kak berend sudah dapat izin dari papa venus” ujar gira


“Gira bahagia banget hari ini, gira merasa tubuh gira benar benar hangat saat di peluk papa venus, gira tidak pernah merasakan pelukan yang hangat dari seorang papa” ujar gira membuat henzi memeluk wanitanya…


“Hubby juga bahagia papa venus sudah menganggap hubby menantunya, dan baby tau kami berdua akan di bunuh jika satu tetes saja air mata putrinya jatuh, jadi baby tidak boleh nangis nanti hubby bisa di bunuh, kasian isabell harus hidup tanpa papa” ujar henzi membuat semuanya tertawa termasuk gira


“Emang benar kak”


“Iya sayang kami bisa di bunuh jika kalian terluka, satu goresan saja, meskipun papa mertua tidak bilang membunuh tapi dari tatapanya saja sudah seperti membunuh kami” jelas berend


“Benarkah pasti kakak ketakutan ya kasian” ujar via memeluk berend


“Wahhh…. ini bukan komedi romatis” ujar henzi menatap kesal pasangan yang berpeluka di ranjang rumah sakit


“Hubby udah cukup, kasian kak berend selalu hubby candain”


“Vi, kami pulang dulu ya, aku akan kembali besok kasian baby isabell terlalu lama aku tinggal”


“Baik lah hati hati”


“Cepat sembuh, agar kamu bisa bertemu dengan baby isabell” ujar gira yang memeluk via meminta izin pamit


“Tentu titip sayang ku pada baby isabell”


“Ok tante via”


“Titip via kak” sambung gira pada berend


“Tentu Hati hati ya” balas berend


“Kakak pulang dulu jaga via, cepat sembuh via” ujar henzi menepuk pundak berend lalu mengelus kepala via


Kini henzi dan gira pun pulang…


“Hubby gira benar benar bahagia hari ini, gira berfikir jika om venus tidak akan sedekat ini dengan gira, tapi ternyata gira salah om venus ingin gira menjadi putrinya, gira bahagia banget” ujar gira lembut saat mereka sudah di mobil


“Baby jika kamu bahagia hubby juga bahagia” ujar henzi mencium dahi istrinya…


Di tempat lain berend juga mengeluh bahagia..


“Mari kita minta izin sayang, kakak akan minta izin pada papa dan mama via untuk pernikahan kita”


“Kakak yakin”


“Tentu sayang”


“Tapi via___”


Sayang kamu sangat pantas menjadi pendamping kakak, jangan berfikir yang tidak penting, kamu sangat berharga untuk kakak, jadi kakak tidak ingin kehilangan kamu, kakak ingin kamu ada di samping kakak berjalan bersama kakak sampai nafas ini berhenti sayang” ujar berend mengelus tangan via


“Baik lah”


“Sekarang kamu istirahat, agar kamu cepat sembuh dan kita akan menikah” ujar berend sambil membantu via memperbaikan posisi tidur via


“Kakak juga harus istirahat”


“Kakak akan metting sebentar di restorant yang ada di depan rumah sakit, kakak akan kembali dalam waktu satu jam ya” pamit berend pada via


“Baik kak” berend mencium dahi via dan pergi meninggalkan via untuk metting bersama sendi….

__ADS_1


__ADS_2