
gira membungkus kotak kecil berwarna putih, berencana untuk memberikan hadiah yang sedang di siapkan olehnya untuk henzi, setelah selelai membungkus kotak tersebut gira pergi meninggalkan ruanganya dan berjalan menuju ruangan heniz yang ada di lantai 15…
Tuk..tuk..
“Masuk” ucap seseorang yang ada di dalam ruangan
Gira tersenyum lebar melihat henzi yang duduk di mejanya, begitupun dengan henzi
“Baby, what are you doing here?” tanya henzi yang bangun untuk menghampirin istri kecilnya itu
“Kenapagira tidak boleh ke ruangan suami gira?” tanya gira menatap henzi kesal
“No baby, no bukan itu maksud aku, hanya saja bukankah kamu sendiri yang bilang tidak akan ke ruangan aku jika tidak perlu” jelas henzi mengingatkan istri kecilnya
Memang benar jika gira pernah membicarakan itu namun alasanya gira tidak ingin orang lain menggangap henzi remeh karna jabatannya yang tinggi membuat henzi bisa bebas untuk tidak bekerja dan hanya beromantis dengan istrinya…
“Gira hanya ingin memberikan doctor henzi hadiah” ucap gira megeluarkan kotak kecil itu dari saku baju doctor yang dirinya pakai
“Hadiah?” ujar henzi bingung
“Eum ini”
“Apa ini. Hari ini bukan ulang tahunku” ujar henzi binggung dan heran terhadap hadiah yang di berikan gira
“Bukalah biar doctor tau apa isinya”
Henzi manatap gira heran, namun dirnya tidak bisa menolak ucapan gira meskipun hatinya saat ini berkata ada yang aneh dengan istrinya…
Henzi terkejut melihat yang ada di kotak itu adalah kertas putih, membuat mata henzi seketika membuat, hatinya seolah khawatir melihat kertas itu
“Sayang jangan main main boleh” ucap henzi dengan wajah yang mulai gelisah
“Doc gira serius bukalah” ucap gira lagi tanpa beban membuat henzi benar benar khawatir
(Apa ini surat cerai, apa aku buat kesalahan lagi, apa gira tidak mencintaiku lagi, apa ini, apa gira benar benar tidak mencintaiku lagi) pikiran itu terus saja menghantui hati henzi
Henzi meletakkan kotak dan kertas itu di atas meja dan memegang kedua tangan gira menatapnya lekat, membuat gira terheran heran dengan tingkah laku henzi
“Baby apa aku ada buat salah, apa kamu tidak mencintai aku lagi” tanya henzi serius membuat gira tertawa terbahak bahak…
Melihat gira yang tertawa membuat henzi semakin heran dnegan tingkah istri kecilnya itu…
“Baby what are you doing with you??” tanya henzi heran
“Doc, bagimana bisa doctor bisa berfikir demikian?” tanya gira di selah tawanya
“Lalu surat apa itu, bukankah itu surat cerai?” tanya henzi menuju surat yang ada di atas meja
Bagaimanapun mendapat kertas yang berwarna putih dari gira sudah membuat henzi trauma dan takut yang berlebihan, seketika ingatan henzi selalu kembali kemasa lalu dimana dirinya juga mendapatkan surat putih dari isrtinya, dan surat itu membuat henzi benar benar terluka…
__ADS_1
Seolah dirinya tidak ingin hal itu kembali terjadi, henzi sudah bertekat apapun yang terjadi dirinya tidak akan kehilangan gira untuk kedua kalinya
“Hahahaha sebab itu gira menyuruh doctor untuk membuka surat itu agar doctor tau apa isi yang ada di dalam surat ini” gira mengambil kotak yang ada di meja dan memberikan ke henzi “Ambilah dan buka surat ini” ucap gira
Dengan mata yang terus menatap gira henzi mengambil kotak itu dan membuka kertas putih itu dengan perlahan, hingga akhirnya henzi melihat tulisan yang ada di kertas itu…
“Doctor Amelia agiralia dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, yang bersangkutan mendapatkan positif hamil dengan usia kehamilam 5 minggu”
Setelah membaca surat itu henzi menatap gira tidak percaya dan kembali menatap surat yang ada di tanganya tersenyum dan memeluk gira dengan erat….
“I love you baby” ucap henzi
Itulah yang keluar di dalam ucapan henzi tanpa sadar air mata henzi jatuh di bahu milik istrinya…
Henzi melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah gira yang tersenyum, gira juga menghapus jejak air mata yang ada di pipi henzi
“Baby terima kasih, ini adalah hadiah yang paling indah yang pernah aku terima selama aku hidup” ucap henzi lalu mencium dahi gira dengan lembut….
Tidak henti hentinya henzi memberikan ciuman di wajah gira, entah bagaimana bisa dirinya mengekpresikan rasa bahagiannya karna sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang papa…
“Henzi bahkan berkali kali mencium perut gira yang masih terlihat ramping…
“Hello junior, terima kasih kamu sudah tumbuh di sini, papa janji papa akan selalu menjaga kamu” ujar henzi pada perut gira membuat gira tersenyum dan mengelus kepala henzi
“Hubby dia masih terlalu kecil” ujar gira
“Aku tau, dan aku ingin di segera membesar” ucap henzi tanpa beban membuat gira menatap henzi tajam
Mendengar ucapan henzi gira pun kembali tersenyum, terlebih melihat henzi yang terus menerus mencium perutnya….
🌿🌿🌿
“Vi cepat lah ganti pakaian mu” ujar gira dengan melemparkan pakaianya pada via
“Sekarang” tanya via terkejut
“Iya sekarang”
“Ganti lah cepat ini bajunya”
“Aku ganti di kamar mandi aja ya”
“Jangan di sini saja lagi pula hanya ada kamu dan aku di sini kenapa kamu malu”
“Tidak aku tidak malu”
“Jika tidak cepat lah doctor henzi pasti sudah menunggu ku”
“Tunggu harus kah aku buka di sini” tanya via lagi
__ADS_1
“Iya cepat lah vii, lagi pula kenapa kamu malu aku sudah sering melihatnya, dan aku juga tidak akan melihatnya”
“Aku tau tapi bukan hanya kam..uuu” ujar via ke coplosan
“Tunggu kamu menyembunyikan seseorang di rumah ini” tanya gira heran
“Tidak tidak, aku akan buka sekarang”
Berend melihat ke takutan yang ada di wajah via ….
(Sangat imut) itu lah yang ada di batin berend melihat via dengan ekpresi yang mematikan
Awalnya berend hanya berkunjung untuk memberikan kalung untuk via pakai pada acara malam ini namun tidak di sangka jika gira juga ikut berkunjung ke rumah via, membuat berend dan via takut jika gira mengetahui keberadaan berend saat ini secara berend belum lulus ujian dari vino dan dia tidak di izinkan untuk bertemu dengan via, jadi via terpaksa menyembunyikan berend, namun sayangnya keadaan tidak berpihak pada dirinya…
Kini gira membuka sedikit demi sedikit bajunya, melihat kulit putih milik via membuat mata berend tidak bisa berkedip, di tambah sentuhan jari via yang lembut menyentuh kulit nya membuat aset milik berend berdiri sedikit demi sedikit
GILA!!!!, itu lah terbesit di pikira berend saat ini, via berhasil membuat dirinya panas dingin hanya melihatnya saja sudah membuat gairah berend terbakar
Kini aset berend benar benar teggang bagaimana tidak pakaian yang menutupi tubuh via sudah sepenuhnya hilang entah kemana…
Berend mengupat dalam hatinya jika saja tidak ada gira saat ini berend sudah meloncat ke arah via mebuat via mendesah di balik sentuhannya
(Aaaarrrkkhhh aku bisa gila, via benar benar seksi saat ini) batin berend yang melihat via di balik lemari kaca yang ada di ruangan tamu, dengan payudara yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil membuat berend ingin menyentuhnya Aahh desah berend saat bayangannya menyentuh payudara via..
Via benar benar malu, bahkan wajah via sudah semerah tomat bagaimana tidak dirinya membuka pakaiannya di depan pria yang di cintaiinya dan melihat wajah berend dengan penuh gairah membuat via semakin malu….
Setalah gira memakai pakaian lengkap kini via turun….
“Waw perfect….” Teriak gira membuat berend terkejut dari lamunanya yang gila
“Mari kak berend harus melihatnya, kamu snagat cantik malam ini”
“Eum” ucap via lalu menarik gira keluar dari rumahnya
(gir kamu tau kak berend bahkan sudah melihat semuanya) batin via gelisah
“Ahhh gila, karna via aku harus mandi malam ini” ucap berend frustasi dan melihat senjatanya sudah bangun dengan tegak
Saat berend akan masuk kek kamar mandi tiba tiba ponselnya berbunyi..
*Kamu di mana, kapan kamu akan sampai* Tanya henzi melalui pesan teks
*Aku kan terlambat seseorang membuat ku harus mandi malam ini* balas berend lalu masuk ke kamar mandi
*Kamu dimana saat ini, jangan bilang kamu masih dengan kerjaan* balas henzi
Melihat pesan teks yang henzi kirimkan berend tidak peduli dan langung masuk ke dalam bathub yang berukuran lumayan besar tersebut
“Aku terlambat karna istri tercinta kamu dan adik nakal kamu kak”
__ADS_1
“Siapa lagi yang berani membuatku mandi malam malam jika bukan salvia calinza ahh…..” desah berend saat nama via di panggil oleh dirinya