My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Pak Suami


__ADS_3

“Boleh gira bantu” ucap gira sambil tersenyum


Tidak menjawab namun henzi langsung berbalik melihat gira yang tersenyum


“Kenapa kamu senyum” Tanya henzi sambil melihat gira membantunya


memakaikan dasi pada dirinya


Namun melihat gira yang ke susahan karna tingginya tidak lah setinggi doctor henzi tinggi gira hanya 159 cm sedangkan tinggi doctor henzi 170cm, hingga akhirnya dengan cepat doctor henzi menggendong gira dan mendudukan nya pada meja yang ada di tengah kamar ganti, meja yang khusus untuk menyimpan jam dan aksesori gira lainnya


“Doc” panggil gira saat doctor henzi


mendudukannya di atas meja


Tidak menjawab namun doctor henzi hanya melihat gira sambil sedikit menunduk agar wajah mereka sejajar, tiba tiba saja jantung gira berdekat lebih cepat dari biasanya


(kenapa doctor henzi terlihat lebih tampan dari biasanya, apa aku benar benar sudah mulai jatuh cinta padanya, secepat ini kah) batin gira dalam hatinya


“Lakukan lah dengan cepat aku bisa telat ke rumah sakitnya” ucap henzi membuat gira terkejut dari lamunannya


"Maaf” ucap gira sambil melanjutkan aktivitasnya sambil terseyum


“Doc boleh gira barengan doctor, nanti gira turun di dekat rumah sakit”ucap gira sambil meminta persetujuan suaminya


“Kamu mau kemana”tanya henzi


“Mau bertemu dengan via, sudah janji, boleh” ucap gira sambil terseyum


“hanya sebentar doc, gira sudah janji akan pergi setelah itu kita bisa langsung pulang ke rumah nenek, boleh" sambung gira


Tidak ada jawaban dari henzi, tiba tiba saja sifat henzi untuk menjailin istrinya pun keluar


“Boleh tapi ada syarat” ucah henzi sambil tersenyum bahagia


“Kenapa paket syarat sih doc”


“ gak mau” ucap henzi tersenyum nakal


“what's that??? ” jawab gira kesal


“Kiss” ucap henzi sambil tersenyum


“What!!!” ucap gira terkejut


henzi tersenyum melihat mata bulat gira yang terkejut


“Gak mau jumpa via nie” ucap henzi sambil melihat wajah tertekan istrinya


(lihat lah wajah merahnya, sangat imut) batin henzi pada dirinya sendiri


“Doc you're seriously” Tanya gira


“Yes”


“Tapi tadi pagi udah doc” ucap gira lemas sambil memegang dasi doctor henzi


“Sekarang pipi sini” ucap henzi sambil mengarahkan tangannya pada pipi kanannya


henzi terseyum melihat gira saat ini jelas muka gira sangat lah tertekan


Tanpa berdebat lagi gira karna ini tidak akan berakhir, kini gira memberanikan diri untuk mencium suami eemmhpp


Henzi tersenyum melihat wajah merah merona istrinya, jujur saja henzi tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika henzi sangat bahagia menjahilin istrinya dan juga sangat bahagia melihat permintaan henzi tidak di tolak oleh gira


“Udah” jawab gira

__ADS_1


Lalu dengan cepat doctor henzi mengendong gira untuk menuruni gira, dan keluar dari kamar menuju meja makan


“Siang nek” ucap henzi sedikit malu karna harus kesiangan bangun tanpa mengingat tempat


“Siang, ayo cepat makan sebelum ke rumah sakit” ucap neneknya sambil


tersenyum melihat tingkah kedua pengantin itu yang berdiri di dekat nenek tidak dengan gira masih setia berdiri di belakang suaminya


“Kenapa kamu sembunyi, siapkan suami mu makan” ucap neneknya sambil melihat gira


“Oh ya, baik nek” jawab gira sambil menyiapkan makan suaminya


“Gira juga ikut doctor henzi” Tanya neneknya sambil melihat gira juga sudah rapi


“Tidak nek, gira akan keluar sebentar lagi via ingin aku menemaninya”


“Kemana, via juga tidak ke rumah nenek dalam dua hari ini” Tanya nenek penasaran


“Entah lah katanya berjumpa dengan kawan lamanya”


“Laki laki atau perempuan” jawab henzi cepat


“Entahlah, aku juga tidak tau via hanya meminta ku menemaninya” ucap gira


sambil terseyum melihat doctor henzi cemberut


Melihat wajah cemberut doctor henzi semua orang bisa menyimpulkan jika henzi kesal


Setelah selesai makan siang akhirnya henzi dan gira izin pergi


“nek henzi pamit, sepertinya henzi tidak pulang lagi kemari langsung ke rumah nenek”


“Baik lah hati hati ya, nenek titip cucu kesayangan nenek”


“Gira pamit nek”


Gira dan henzi pun pamit setelah sampai di mobil gira melihat wajah henzi sangat lah cemberut


(Ada apa dengan nya apa dia marah tidak mungkin, lalu kenapa dengan wajahnya seperti itu, pasti kutub es udah keluar lagi) batin gira


(Kenapa dia tidak bilang pada ku jika ingin menjumpai seseorang selain via) batin henzi


“Doc” panggil gira


Tidak ada jawaban dari henzi, henzi hanya focus untuk menyetir


“Doc” panggil gira lagi


“Ada apa” jawab henzi datar


“Doctor marah”


“Tidak”ucap henzi datar


(jika tidak marah kenapa dengan wajah doctor seolah olah ingin memakan orang saja) batin gira sambil terus melihat henzi yang sedang focus menyetir


“Lalu ada apa dengan wajah doctor”


“Kenapa dengan wajah ku”


“doctor terlihat sangat imut” jawab gira sambil tersenyum


(benar hanya dengan gombalan sikit doctor henzi langsung luluh) batin gira


Doctor henzi tidak menjawabnya hanya saja tersenyum mendengar apa yang keluar dari mulut henzi barusan

__ADS_1


(kamu sudah mulai pandai merayu rupanya) batin henzi


"Kenapa doctor tidak menurunkan aku disini” Tanya gira saat melihat henzi melajukan mobilnya hingga kini sudah memasuki gerbang rumah sakit


(jika marah marah saja kenapa harus menurunkan ku ditempat parkiran rumah sakit kan jauh turun kejalan lagi, jika tau begini aku tidak akan memakai sapatu hak ini) batin gira kesal pada suaminya sambil melihat sepatunya


(ini kenapa malah ke depan UGD) batin gira lagi


“pergi dengan mobil ini, dan jika sudah selesai jemput aku di sini kita akan pulang barengan ke rumah nenek” ucap henzi sambil melepaskan seatbelt nya


“turun sekarang sebelum ada orang yang liat” ucap henzi sambil turun dari mobilnya


Gira bergegas turun dan berlari cepat ke kursi kemudi


“Doc” panggil gira membuka sedikit kaca mobilnya


“Ada apa” Tanya henzi sambil mejenguk ke arah gira melalui kaca yang di buka kecil oleh gira


“Terima kasih pak suami” ucap gira sambil tersenyum dan langsung menaikan kembali kaca yang tadinya di turun tanpa memperdulikan tangan henzi yang hampir saja kejepit oleh kaca itu


Phop suara klakson…. mobil KIA sonet itu melajut melewati pintu UGD dengan cepat gira tersenyum bahagia melihat dirinya sudah jadi nyonya henzi defran meskipun hanya sebentar


Tiba tiba ponsel gira berbunyi dan betapa terkejutnya gira saat melihat siapa nama yang tertera di layar ponsel panggil gira saat


(Astaga!!! Aku lupa menelponnya kemarin) batin gira


“Hai kak” sapa gira bahagia


“Ada apa, kenapa kemarin tidak menjawab telpon nya” Tanya kak berend


(apa yang harus aku katakan)


“Sorry kak gira ada operasi ingin nelpon kembali tapi gira jadi lupa nelponnya” jelas gira pada berend


“Its ok via sudah menjelaskannya pada kakak”


“Via” Tanya gira memastika


“Iya”


(baguslah makasih vi) batin gira


“benarkan, haruskah gira jelaskan lagi biar kak berend percaya”


“Tidak sayang, by the way you not miss me” mendengar apa yang barusan keluar dari mulut berend membuat gira tersenyum bahagia


“Of couse iam miss you” ucap gira


“Really”


“Eum”


“Just kidding” Tanya berend


“No” ucap gira tersenyum


Akhirnya gira sampai di depan di restoran


yang di janjikan oleh via, gira turun


“kak nanti kita bicara lagi gira harus makan barengan via, soalnya vi sudah nunggu” ucap gira sambil masuk ke restoran dan mencari keberadaan via


“tunggu I love you sayang, sampai jumpa” ucap berend


“I love you more” ucap gira membalas ucapan cintanya dari orang yang sangat gira sayang

__ADS_1


__ADS_2