My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Kenangan


__ADS_3

Kini via dan juga gira sudah sampai dengan selamat di belanda, tidak menunggu waktu yang lama lagi mereka langsung melaju menuju rumah


Gira dan via bernafas lega karna sudah sampai di perumahan neneknya, masih sama setelah lama meninggalkan rumah tersebut, tidak ada yang berubah semua terlihat sama saat mereka meninggalkan rumah itu hanya beberapa pohon yang ada di sekitar rumah terlihat daun yang berjatuhan karna perubahan musim…


“Masih terlihat sama” ucap via tersenyum ke arah pandangan nya


“Eum semuanya terlihat sama setelah 2 tahun lamanya” balas gira kembali tersenyum ke arah via


“Mari masuk” ucap gira menarik tangan via namun sayangnya via seolah membeku pada tempatnya itu


“Kenapa” Tanya gira lagi melihat wajah via yang khawatir “Viiii” panggil gira lagi


“Eum ya, ada apa” Tanya via yang terkejut dari lamunannya


“Mari masuk” ajak gira lagi pada via untuk ke sekian kalinya


“Girr, sebaiknya kamu masuk duluan aakkuuu” ucap via khawatir


“Tenanglah via” ujar gira menenangkan via


“Kamu tidak perlu khawatir, aku yakin mama pasti juga merindukan kamu” ucap gira lagi


“Girr” panggil via lirih


“Mari, kamu percaya pada ku bukan??” ucap gira menarik tangan via


“Hallo mam” panggil via saat mereka sudah sampai di rumah milik neneknya


“Welcome back sayang” ujar nessa sambil memeluk putri kesayangannya


“Apa kabar ma???”


“Seperti yang kamu lihat mama sangat bahagia kamu sudah pulang lagi ke sini” ujar nessa lalu beralih memeluk via


“Bagaimana kabar kamu sayang” Tanya nessa pada via saat dirinya memeluk via dengan erat


“Via baik baik saja tante”


“Kamu memberikan panggilan baru buat mama sayang” ujar nessa melihat via


“Viiaaaa” ucap via menundukkan pandanganya karna masih merasa bersalah


“Kamu masih sayang sama mama kan” Tanya nessa membuat via langsung dengan cepat menoleh kearah wajah nesa


“Tentu via sayang” ucap via cepat untuk meyakinkan nessa jika dirinya masih sangat menyayangin nessa meskipun via sadar dan paham jika mungkin nessa masih membencinya ataupun tidak menerimanya karna kesalahan mamanya dulu


Tidak dengan nessa bagaimanapun hancur rumah tangganya itu semua bukan karna via, via tidak pantas menerima akibat dari semua yang telah di lakukan oleh mamanya dulu, dan nessa juga sudah mengganggap via seperti putrinya sendiri


“Kalau begitu mama tidak ingin panggilan itu, itu terlalu asing untuk mama” ujar nessa memeluk via kembali


“Maafin via mama” ujar via


“Kenapa kamu minta maaf, semua yang terjadi pada mama dan juga mama kamu itu bukan salah kamu, malahan mama bahagia aku hadir menyadi putri mama” ujar nessa lembut dirinya tidak ingin kehilanagn putrinya untuk kedua kalinya


“Mama” panggil via lirih


“Berhenti berfikir dan menanggung semua kesalahan yang kamu sendiri tidak pernah membuat kesalahan” ucap nessa lalu mencium kening milik via


Melihat itu gira tersenyum bagaimana tidak diirnya ikut senang saat melihat kedua orang yang gira sayang saat ini bersatu lagi meskipun mereka harus berfisah untuk sementara waktu karan kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka


“Dan berjanjilah pada mama untuk tidak lari lagi dari mama” ujar nessa melihat wajah merah milik purtinya yang sudah menangis


“Janji, via benar benar merindukan mama”


“Mama juga sangat merindukan kedua putri mama” ujar nessa lalu kembali memeluk kedua putrinya


Gira dan via ikut tersenyum mendengar ucapan mamanya, setelah drama berpelukan selesai mereka pun pulang ke rumahnya….


Langit cerah menyinari kota belanda daun yang berjatuhan dan juga bunga yang mulai mekar membuat suasana hati menjadi sedikit indah akibat perubahan cuaca….


“Kalian akan kerja kembali di rumah sakit itu” Tanya nessa pada kedua putrinya yang sudah rapi dan sedang duduk berhadapan dengannya di meja makan itu


“Iya mam” jawab gira lembut


“Baik lah, kalian akan pualng kemari kan”


“Kami akan pulang ke rumahhh..”


“Tidak adan pualng ke rumah lain, pulang ke rumah ini jika tidak mama akan marah” ujar nessa tegas menatap via dan gira bergantian


“Kedua putri terdiam lalu tersenyum simpul melihat wajah garang milik mamanya..


“Mama imut lah” ucap via tersenyum lalu gira juga ikut tersenyum melihat tingkah mamanya


“Iya mam kami akan pulang kemari” ucap gira lagi


“Yasudah kalian hati hati” ujar nessa saat melihat gira bangun dari duduknya lalu di ikuti oleh via


“Iya ma” ujar via dan gira bersamaan lalu mencium kedua pipi milik mamanya


Kini gira dan via sudah memasuki area rumah sakit…..


“Bagaimana tentang doctor henzi” Tanya via lirih dan penasaran


“Aku tidak tau viii” jawab gira singkat lalu menatap via dengan dalam


“Kamu sudah siap” Tanya via lagi meyakinkan gira


“Tentang” Tanya gira penasaran


“Semua kenangan kamu dan doctor henzi akan di mulai lagi saat kamu masuk ke rumah sakit ini” jelas via lalu beralih menatap rumah sakit yang besar yang ada di depanya saat ini


“Kamu tidak perlu khawatir aku sangat professional” ujar gira sedikit angkuh


“Kamu bisa bilang begitupada orang lain namun tidak pada ku gira” ucap via lalu pergi meninggalkan gira di belakang


“Aku serius viia, kamu tidak percaya pada ku” Tanya gira dan berusaha menyusul via yang meinggalkannya


“Aku percaya” ucap via tersenyum melihat gira yang sudah berjalan di sampingnya


Mereka berjalan memasuki rumah sakit tidak banyak berubah hanya beberapa sudut ynag terlihat asing di mata merek berdua karna mereka berdua berbeda spesialis akhirnya gira dan via berpisah di dekat lift


“Temui aku saat jam makan siang” ucap via tersenyum


“Baiklah, selamat bekerja doctor via” ujar gira tersenyum simpul


“Baiklah doctor gira” ujar via tersenyum lalu beranjak meninggalkan gira


Gira tidak langsung pergi ke ruanganya namun dirinya berjalan melewati ruangan henzi, dimana semua kenangan mereka di mulai….


Saat melihat ruangan itu satu persatu kenangan manis itu berputar di pikiran gira..


Flashback on


“doctor henzi saya ingin doctor jadikan saya istri doctor” ucap gira tanpa berfikir


“doc I so sorry, tapi bisakan doctor mempertimbangkan perjodohan ini, sama mohon doctor tolong nikahi saya”


“are you crazy???”


“Doctor saya tau doctor akan bilang saya gila, bodoh atau enggak tau malu atau enggak punya harga diri karna meminta doctor menikahi saya, but I don’t care about that”

__ADS_1


“But I care” Jawaban henzi membuat gira terdiam sejenak


Flashback off


Lamunan gira terhentikan saat seseorang keluar dari ruangan doctor henzi, membuat gira terkejut saat melihat siapa yang keluar dari ruangan doctor henzi…


“Doctor Stefan” ucap gira terkejut melihat Stefan yang keluar dari ruangan henzi


“Gira, sedang apa kamu di sini, kamu sakit” Tanya Stefan sedikit khawatir namun setelah melihat gira terdiam dan tersenyum membuat Stefan berfikir


“Jangan bilang kamu doctor yang di pindahkan dari paris untk membantu rumah sakit ini” ucap Stefan tidak percaya pada kenyataan yang ada di depannya saat ini


“Bagitulah itu terjadi” ujar gira singkat lalu tersenyum simpul


“Waw dunia ini sangat sempit, lalu jangan bilang bahwa doctor thorax yang dari paris itu adalah via” sambung Stefan tidak percaya


Gira hanya tersenyum mendengar semua tebakan Stefan


“Gila ini benar benar gila aku tidka akan bisa berfikir jika aku bisa bertemu dnegan kamu dan via disini, mari aku antar ke ruangan doctor gira” ucap Stefan tertawa


“Ini ruangan kamu” Tanya gira penasaran


“Tidak ini ruangan sahabat ku” ucap Stefan melihat sekilas ruangan yang ada di depanya lalu tersenyum


“Oh begitu, mari” ucap gira


Kini gira dan Stefan meninggalkan ruangan tersebut….


``mari lunch`` ucap gira dibalik ponselnya


``duluan aku akan nyusul kebetulan aku ada pasien`` ucap via sambil melihat keluruh keadaan pasien yang ada di depannya


``baik lah`` jawab gira lembut terdengar di ponsel milik via


“Bagaimana dengan via” Tanya Stefan


“Via akan menyusul, mari” ajak gira tersenyum melihat Stefan


Setelah mereka sudah memesan makan akhirnya via sampai juga


“Apa kabar doctor via” Tanya Stefan lalu menarik kursi untuk via duduk di depanya


“Ada apa ini” Tanya via heran dan tersenyum


“Tidak ad a aku hanya ingin memberikan pelayanan yang istimewa untuk doctor yang baru saja tiba dari paris” ucap Stefan tersenyum


“Tidak percaya kita bisa duduk bersama di sini” ujar gira tersenyum simpul membuat via dan Stefan itu tersenyum


“Apa kabar doctor Stefan” Tanya via melihat Stefan yang duduk di depannya


“Iam good” ucap Stefan tersenyum


“Dimana suami mu??” Tanya Stefan yang memakan makananya lalu melihat kearah via membuat via kebinggungan


“Aku dengar kamu sudah menikah” ucap Stefan santai membuat via terkejut


“Aku”tanya via meyakinkan apa yang baru saja di dengar


“Iya kamu”


“Dari mana isu itu datang”


“Semua rumah sakit tau” ucap Stefan menatap via dan sekejap via berfikir


“Ah pantesan saja mereka mengucap selamat untuk ku, aku berfikir mereka mengucap untuk kembalinya aku kemari” ujar via masih heran


“Dari mana isu itu datang” Tanya gira


“Doctor henzi” jawab Stefan singkat


“Bagaiman bisa” Tanya via heran


“Sepertinya kak berend yang bagi tau” ujar gira lagi mengingat berend pernah membahas via saat itu


“Ahhh aku paham” ujar via tersenyum


“Apa yang kalian bicarakan??” Tanya Stefan heran pada pembicaraan kedua wanita yang ada di depanya


“Tidak ada yang istimewa” ucap via lalu memakan makananya


“Ceritanya panjang doc, intinya via belum menikah” ujar gira tersenyum


Stefan hanya tersenyum mendengar ucapan gira….


Nessa tertawa saat mendnegar ucapan gira tentang seluruh rumah sakit memberikan ucapan selamat untuk dirinya bahkan yang lucunya saat gira dan via ingin pulang salah satu kawan via memberikan via kado selamat untuk pernikahnya….


“Lalu mereka tidak tau jika kamu belum menikah” Tanya nessa tersenyum


“Mam aku sudah jelaskan pada mereka namun mereka berfikir jika aku malu dan ingin berpura pura belum menikah padahal aku memang belum menikah” jelas via sedikit kesal


“Sudah sudah jangan lampiasakan marahmu pada makanan tidak baik, makan yang banyak” ucap nessa tegas lalu kembil tertawa dan begitupun dengan gira juga itu tertawa


🌿🌿🌿


“Kamu kenapa” Tanya vino melihat berend yang duduk di dekat jendela sedang melamun


“Tidak” jawab berend singkat tidak peduli kedatangan vino


“Via baru saja menelponku” jelas vino membuat berend langsung menatapnya


“Bagaimana kabar via” Tanya berend cepat lalu tersenyum saat melihat perubahan ekpresi di wajah vino


“Good, via hanya menanyakan kabar ku dan kapan aku kan pulang karna dia sangat merindukan ku” jelas vino datar


“Itu saja??” Tanya berend penasaran


“Eum” ujar vino membuat berend mendesah kecewa


Melihat itu vino hanya tersenyum dirinya tau jika berend sangat merindukan via begitupun dengan via, namun vino tidak boleh lengah karna bagaimana pun via sudah berusahan keraas untuk melupakan berend….


Vino hanya ingin berend lebih menyedarkan perasaannya dan tidak meninggalkan via begitu saja….


“Aku tidak bisa tinggal diam lagi” ucap berend teas dan bangun dari duduknya membuat vino terkejut


“Apa maksud kamu”Tanya vino heran melihat berend sudah bersiap untuk pergi


“Aku akan pulang ke belanda sekarang juga” ucap berend tegas membuat vino terkejut


“Kamu sudah gila” Tanya vino tidak percaya pada ucapa berend


“Sepertinya iya” jawab berend lemas


“Tidak tidak” jawab vino cepat melihat wajah lesu milik berend


“Kak, aku ingin bertemu dengan vi”


“Tidak” jawab vino cepat


“Kak”


“Selesaikan pekerjaan kamu disini setelah itu kamu bisa kembali ke belanda” ujar vino lalu meinggalkan berend sendiri

__ADS_1


“Tapi kak” rengek berend pada vino


“Tidak ada tapi tapi, jika kamu tidak ingin melihat henzi marah jangan coba coba untuk kembali ke belanda” ancam vino membuat berend kembali terduduk lemas


“Aku bisa gila merindukan via” ucap berend lemas lalu menyalahkan ponselnya dan melihat gambar milik via yang tersenyum manis ke arah kamera


🌿🌿🌿


“Doc bagaimana dengan pasien ini” Tanya suster tersebut


“Siapkan ruang operasi”


“Baik doc”


“Ah sus apa doctor gira dan doctor via sudah sampai”


“Sudah doc 2 minggu yang lalu”


“Ah baik lah”


Henzi bangun dari duduknya dan menggantikan pakaainya, untuk melakukan operasi……


“Hallo Ada apa” ucap henzi saat dirinya barusaja keluar dari ruangan operasi


“Bagaimana kamu sudah bertemu dengan gira” Tanya vino di balik ponsel henzi


“Sudah” ucap henzi saat melihat gira ada di depanya


“Aku tutup” ucap henzi lalu menutup panggilanya dengan vino


Keduanya saling terdiam bahkan gira ingin pergi namun henzi manarik kembali tangan gira…


“Kamu ada operasi??” Tanya henzi pada gira


“Eum” jawab gira singkat membuat henzi sedikit sedih


“Sudah makan siang, mari makan siang bersama” Tanya henzi


“Tidak doc saya sudah ada janji” jawab gira tanpa menoleh ke wajah henzi


“Mari dinner bersama” ucap henzi lagi tidak ingin diam


“Sorry doc aku harus masuk ke ruangan operasi, permisi doc” ucap gira lalu meinggalkan henzi yang masih terdiam


Henzi hanya bisa bersabar dengan sikap dingin gira…..


“Sampai kapan kamu akan menghindar giirr” Tanya via saat mereka sudah ingin pulang ke rumahnya


“Aku tidak tau viii” jawab gira singkat


“Apapun keputusan kamu aku selalu ada di samping kamu” ucap via tersenyum


🌿🌿🌿


“Pagi doc” ucap suster menyapa gira


“Pagi” jawab gira ramah


"Doc” panggil salah satu suster sedikit berlarian kea rah gira


“Ada apa sus”


“Doc ada pasien, dengan kasus HIV namun ingin melahirkan”


“Bagiamana keadaan bayinya”


“Kedaannya semuanya baik doc, dan ibunya juga baik hanya saja saat ini doctor renal tidak berani melakukan operasi karna pasienya tidak bisa kita operasi lagi namun harus normal sedangkan keluarga pasien tidak mengizinkan kita masuk dengan pakaian atribut lengkap” jelas suster tersebut yang berjalan di samping gira


“Kenapa??” Tanya gira penasaran


“Karna mereka tidak ingin di anggap pasien sebagai wabah penyakit bagi semua orang”


“Maksudnya”


“Suami pasien tidak percaya jika istrinya terkena HIV dan meskipun sudah ada tes namun suami pasien tidak percaya pada tes tersebut” jelas suster itu


“Kamu sudah menjelaskan betapa bahaya penyakit itu”


“Sudah doc, namun pasien tidak mau mengerti”


“Dimana doctor renal” Tanya gira pada perawat yang ada di ruangan itu bersama pasien


“Doctor renal ke ruangan direktur doc”


“Baiklah dimana suami pasien” Tanya gira pada perawat itu


“Itu doc” ujar perawat itu sambil menunjuk ke arah laki laki ynag duduk di kursi tunggu di luar ruangan operasi


“Saya akan bicara dengan suami pasien” ujar gira lembut


“Tapi doc” ucap perawat itu ketakutan


“Kenapa” Tanya gira heran


“Suami pasien membawa senjata tajam doc”


“Apa” ucap gira terkejut


“Karna itu doctor renal ingin bicara dengan direktur” jelas perwat itu


“Baik lah kamu tidak perlu khawatir, tapi tolong panggilkan security namun bilang jangan dekat kecuali aku beri aba aba untuk mendekat, kamu paham” jelas gira tersenyum


“Baik doc” jawab perawat itu


“Permisi, maaf pak pasien saat ini sedang dalam masa yang sulit kami hanya ingin membantu pasien bias bakerja sama dengan kami” ujar gira sedikit ketakutan saat melihat pisau yang sangat tajam di dekat suami pasien


Tidak bisa di ajak bicara, semuanya semakin kacau saat suami pasien mengarahkan pisaunya ke arah gira, semua orang sangat panic, namun gira tidak ingin mengambil resiko hingga gira memberi aba aba pada semua orang untuk tetap diam melihat tangan gira yang menyuruh semua orang tetap tenang membuat perawat tersebut khawatir dan berlarian meminta tolong para doctor yang ada di luar ruangan operasi


“Doc gawat janin” teriak salah satu perawat yang ada di ruangan operasi


Mendengar itu gira langsung lari ke ruangan operasi…..


“Bagaimana keadaan janin” Tanya gira khawatir melihat pasien sudah berkeringat


“Djj janin lemah doc” ucap perawat itu


“Tolong panggilkan doctor renal” ujar gira


“Doc tolong pakai baju ini” ujar perawat itu memberikan pakaian lengap untuk pasien hiv


“Kamu tau bukan jika kita memakai pakaian itu maka keluarga pasisen tidak akan membiarkan kita menyentuh pasien sedangkan saat ini pasien sedang gawat janin” jelas gira


“Tapi doc bagaimana jika doctor ketularan penyaakit itu” ujar perawat itu membuat gira terdiam


“Doctor henzi” ucap perawat itu saat melihat doctor henzi masuk ke dalam ruangan operasi dengan tidak memakai apa pun bahkan tidak memakai masker membuat gira terkejut


“Kamu sudah gila Keluar!!!” ucap sedikit keras henzi melihat gira yang diam menatapnya


“Aku bilang keluar doctor gira” ucap henzi lagi berteriak membuat gira dan semua doctor yang ada di luar ruangan terkejut


“Keluar sus” ucap henzi pada perawat itu “kalian masuk” sambung henzi

__ADS_1


Lalu beberap perawat masuk ke dalam ruangan operasi dengan pakaian lengkap


Henzi langsung menarik tangan gira keluar dari ruangan operasi tersebut


__ADS_2