My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
ISABELL LARANDRA DEFRAN


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat hingga tanpa sadar satu bulan sudah berlalu, hari ini suara tangis bayi kecil mambuat keluarga itu tersenyum bahagia…


Bayi yang memiliki kulit bewarna merah keputihan, mata yang bulat memiliki bola mata yang berwarna kecoklatan, dan bibir yang berwarna pink, sungguh cantik..


“Terima kasih doc” ujar henzi pada doctor vindia yang sudah menbantu persalinan gira


“Sama sama pak henzi, untuk saat ini semuanya normal, begitu juga dengan pendarahan doctor gira, jadi doctor henzi tidak perlu khawatir”


“Baik doc”


“Kalau begitu saja permisi, dan selamat sekali lagi untuk kelahiran putrinya pak henzi dan doctor gira” ujar doctor vindia lalu pergi meninggalkan ruangan


“Selamat baby, junior kita telah lahir, terima kasih kamu sudah berjuang untuk melahirkan baby kita, iloveyou baby” ucap henzi mencium kening gira


“Selamat hubby, harus kan gira panggil papa” senyum gira


“Tentu” ujar henzi tersenyum


Tuk tuk tuk….


“Masuk”


Nessa bersama vino masuk ke ruangan kamar gira..


“Selamat sayang, akhirnya putri mama sudah menjadi mama muda sekarang” ujar nessa mencium dahi gira yang masih setengah tidur di bed rumah sakit


“Terima kasih ma”


“Selamat juga buat nak henzi, akhirnya menjadi papa”


“Terima kasih ma”


“Selamat zi, kamu sudah menjadi papa, aku turut bahagia” ujar vino memeluk sahabatnya


“Thanks bro”


“Boleh mama gendong cucu mama” tanya nessa


“Boleh ma” jawab gira dan menyerahkan baby girlnya pada mamanya


“Aahh kamu sangat cantik, lihatlah hidungnya sangat mancung” ujar nessa


“Lihatlah sayang dia membuka matanya saat menangis” ujar nessa menunjukan baby girl pada semua orang


“matanya sangat tajam seperti mata via” ujar gira membuat semua orang tersenyum


“Iya, sangat mirip” ucap vino


“Kalian sudah menamainya” tanya nessa


“Sudah ma”


“Siapa nama cucu mama”


“ISABELL LARANDRA DEFRAN” ujar gira


“Nama yang bagus sayang” ujar nessa menatap cucunya yang di gendong olehnya

__ADS_1


“Mana berend” tanya henzi


“berend masih di kamar via” jawab vino


“Gira akan kesana, boleh ya hubby” tanya gira


“Kita akan kesana menunjukan baby isabell yang mirip denganya” ucap henzi menatap gira


Sudah satu bulan namun via masih tetap terbaring lemas dengan alat yang masih penuh di tubuhnya, tidak ada satu hari pun berend meninggalkan via, dirinya hanya akan keluar sebentar untuk metting dan semua pekerjaanya di lakukan di ruangan via, awalnya vino dan henzi tidak setuju, bukan hanya berend namun via juga harus istirahat, namun akhirnya vino mengizikan berend, tapi harus membuar ruangan kecil khusus untuk berend agar via maupun berend tidak terganggu…


Berend membuat satu ruangan dengan dingin kaca di dalam ruangan via hingga berend bisa bekerja dan juga menjaga via dalam waktu yang bersamaan, meskipun begitu berend tidak pernah membahas pekerjaan di dalam ruangan, berend selalu keluar ke cantin ataupun ke atap rumah sakit untuk bicar dengan sendi..


Untuk sementara sendi harus pulang pergi ke paris dan Amsterdam karna mengingat berend tidak ingin meninggalkan via, bahkan untuk pulang ke apartement saja berend tidak ingin apa lagi harus ke paris yang memakan waktu berjam jam...


Tuk tuk tuk….


Henzi, gira bersama nessa masuk ke ruangan via…


“Kak berend sudah makan siang” tanya gira yang melihat berend sedang membaca cerita di samping via


“Kamu baik baik saja gir, kakak dengar kamu habis lahiran kenapa kamu disini” tanya berend saat melihat gira yang di dorong oleh henzi dengan kursi roda


“Gira baik baik saja kak, bagaiman dengan via” tanya gira yang mendekat ke arah bed via


“Seperti yang kamu lihat” jelas berend


“Vi kamu masih ingin tidur, tidak ingin melihat bagaimana cantiknya keponakan kamu, kamu tidak penasaran bahkan matanya sangat mirip dengan mata kamu, sangat tajam” ujar gira yang duduk di kursi roda di di samping via


“Aku tidak tau kenapa mata putriku sangat mirip dengan kamu, sepertinya aku sangat marah saat ini, jadi bangunlah dan dengarkan ocehan ku” ujar gira kembali menangis


“Kami juga menamainya isabell larandra, nama yang bagus bukan” tanya gira pada via


Berend dan henzi hanya bisa menatap sedih sudah satu bulan lebih via koma belum ada tanda tanda jika dirinya akan bangun dan kembali lagi tersenyum…


Bahkan keadaan via tidak ada perubahan sama sekali, sangat besar pengaruh dorongan papa gira pada dirinya….


Meskipun papa gira sudah berada di penjara seolah itu belum bisa membuat via kembali seperti semula…


Yang mereka khawatirkan hanya satu jika via dinyatakan brain death dan itu benar hal yang di takutkan oleh semua orang…


Vino merasa dirinya tidak berguna menjadi doctor jika wanita yang di sayanginya tidak bisa di sembuhkan …


🌿🌿🌿


Gira terbangun dari tidurnya saat mendengar suara baby isabell menangis dan yang membuat gira marah penyebabnya adalah suaminya sendiri


“Hubby” teriak gira kesal


Karna itu seperti kebiasaan buruk bagi henzi, yaitu mencium baby Isabell saat tidur hingga baby isabell terbangun, membuat gira geram, mengingat baby isabell yang kadang baru tidur


“Maafin daddy ya baby, gara gara daddy kamu jadi bangun tapi kamu sangat imut daddy tidak tahan jika tidak mencium kamu” ujar henzi pada bayi isabell


“Daddy sangat jahat” ujar gira yang bangun dari tidurnya


“Kamu akan kemana baby” tanya henzi penasaran


“Gira ingin kekamar mandi, kenapa hubby ingin ikut” tanya gira tajam

__ADS_1


“Boleh aku ikut” tanya henzi yang sudah membangunkan tubuhnya


“Tidak” jawab gira cepat membuat tubuh henzi berhenti bergerak dengan cepat


“Tadi kamu bilang boleh baby” tanya henzi dengan nada polos


“Kalau hubby masuk ke kamar mandi siapa yang jagain isabell” tanya gira lalu gira meninggalkan henzi


“Kamu betul baby” ujar henzi “sepertinya aku harus mencari baby sister” sambung henzi lalu kembali bermain dengan baby isabell


“baby sepertinya kita harus mencari baby sister untuk isabell” ujar henzi berteriak


“Tidak hubby jangan bicara omong kosong, gira tidak setuju” teriak gira membuat henzi terdiam


Henzi menghabiskan waktunya bersama isabell dan juga gira, setelah isabell kembali tidur gira dan henzi duduk di ruangan halaman belakang rumah menikmati matahari yang perlahan terbenam


Henzi menarik gira ke dalam pelukannya, sudah sangat lama mereka tidak bermesraan, semenjak kejadian yang menimah via, dan juga ke sibukan gira dengan baby isabell


Henzi mengelus elus bahu kanan gira dengan lembut sesekali mencium dahi milik istri kecilnya itu, dan tangan kiri henzi yang tidak berhenti mengelus telapak tangan gira


Henzi seolah memberikan seluruh tenaganya kepada gira, henzi tau jika istirnya tidak benar benar bisa istirahat dengan baik setelah kejadian yang menimpah gira, dan juga saat ini baby isabell sangat rewel


“Kamu tidak lelah baby” tanya henzi lirih


“sedikit”


“istirahatlah sebentar, aku khawatir kamu akan sakit”


“gira baik baik saja hubby”


“kamu juga manusia baby, kamu bukan robot, bakhan robot juga akan rusak jika sistemnya terus bekerja” jelas henzi mengelus rambut halus milik gira


“hubby”


“iya”


“tidak ada perkembangan tentang via” tanya gira menetap sedikit wajah henzi


“belum baby” ujar henzi “ kita harus sabar, lagi pula ini masih dalam keadaan normal kamu tidak perlu khawatir” sambung henzi menenangkan gira


“hubby gira sangat takut via tidak sadar lagi”


“baby kamu tidak boleh berfikir begitu, kita semua kenal via, via tidak akan cepat menyerah” bujuk henzi


“tapi”


“baby, kamu percaya via bukan” tanya henzi


“gira percaya”


“hubby” panggil gira


“eum”


“terima kasih karna sudah selalu mengerti keadaan gira, terima kasih hubby, hubby sudah menjadi kekuatan yang besar untuk gira, jika bukan karna hubby mungkin gira tidak akan bisa menghadapi semua ini keadaan, gira tidak bisa berfikir bagaimana hidup gira tanpa hubby” ujar gira


“kamu tidak perlu berterima kasih baby, kamu ada samping hubby seperti ini sudah membuat hubby merasa hubby sudah menjadi suami yang berguna untuk kamu, kamu juga tidak perlu berfikir bagaiman hidup tanpa hubby, karna selama jantung hubby masih berdetak hubby akan selalu besama kamu” ujar henzi

__ADS_1


henzi mencium dahi gira dan membawa gira ke dalam dekapanya, karna henzi tau jika dirinya lah kekuatan untuk gira…


__ADS_2