My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Via Dan Berend


__ADS_3

Via duduk berhadapan dengan berend di sebuat restorant yang ada di tengah pusat kota belanda jelas terlihat di wajahnya via jika dirinya sangat gugup…..


“Ada apa via ingin jumpa dengan kakak” Tanya berend saat melihat via hanya diam setalah lama sampai di restorant


“Aaah via ingin bi..ca..raa….” ucap via sedikit gugup


“Kenapa ada masalah, katakan apa via baik baik saja, via terluka ataa..” Tanya berend panic


“Tidak via baik baik saja” ujar via cepat


“Lalu ada apa???”


“Via ingin minta maaf sama kak berend, via tau apa yang akan via katakan ini mungkin akan membuat kakak kecewa terhadap via, namun percaya lah jika via tidak ingin kakak berfikir jauh, via hanya ingin kakak tau apa yang via rasakan” ucap via menundudkan kepalanya


“Masksud kamu apa vii??”


(Huffff kamu harus selesaikan ini sekarang juga vi) batin via


“Sebenarnya… selama ini viiiiiiaa…..” ujar via menunduk gugup


“Via….” Ucap berend melihat wajah via yang menunduk


“Selama ini via, sudah jatuh cinta pada laki laki yang tidak bisa via miliki, via sangat mencintainya kak” ujar via melantur, membuat berend heran


(Vi kenapa kamu bodoh sekali, kenapa tidak langsung ke poin saja) batin via kesal sekaligus gugup


Berend terdiam melihat wajah cantik via yang tertunduk dan malu, apa saat ini via sedang ini curhat pada dirinya pikir berend tersenyum


“Via jatuh cinta pada laki laki tersebut, via berusaha untuk tidak melangkah lebih jauh namun via tidak bisa kak” ujar via lagi


“Laki laki itu tau jika via jatuh cinta padanya???” tanya berend tersenyum melihat wajah via saat ini


“Tidak dia tidak tau” ujar via melihat wajah berend dan seketika air mata via tumpah


Melihat wajah via yang sudah memerah dan juga pipi via yang sudah bahas membuat berend benar benar terluka….


“Siapa laki laki tersebut, kamu sudah menyatakan perasaanmu padanya, kenapa kamu menangis, apa dia menyakitimu??” Tanya berend khawatir melihat keadaan via saat ini


“Kak boleh via egois sekali saja, jujur via ingin memiliki laki laki tersebut” ujar via parau karna insakan tangisnya membut berend khawatri dan ingin bangun dari duduknyya untuk duduk di dekat via namun di tahan oleh via


“Tidak jangan kemari, tetap di situ via takut jika via menjadi jahat” ucap via menghapus air matanya


“Kenapa kamu menjadi jahat hanya karna kakak duduk di samping kamu” Tanya berend heran


Tidak ada jawaban dari via, via hanya menangis ucapan berend membuat dirnya ingin memiliki berend seutuhnya namun via harus sadar jika dirinya tidak ingin gira terluka untuk kedua kalinya


Sakit dan kesal bercampur saat itu yang di rasakan oleh berend melihat via menangis namun berend tidak bisa berbuat apa apa hanya bisa melihatnya….


“Kenapa tidak, kamu berhak memiliki dia, kamu mau kakak bicara dengan nya” ucap berend tersenyum, dirinya tidak ingin via menangis lagi


“Apa via akan terlihat wanita yang jahat jika via merebut laki laki tersebut” Tanya via pada berend dan menatap berend


“Tidak kamu juga berhak bahagia” ucap berend meyakinkan via


“Apa kakak akan meninggalkan via jika via menjadi orang ke tiga di dalam hubungan laki laki tersebut” Tanya via pada berend yang sepertinya berend terkejut dengan ucapa via barusan


“Viii” panggil berend sedikit lebih keras karna nada terkejutnya


“Kak” via mengangkat wajah nya ke atas untuk mengehentikan air matanya yang sudah jatuh tanpa bisa di cegah, via berhenti sejenak menarik nafasnya sedalam dalam mungkin lalu dengan mata tertutup via mengatakan “I love you kak……” air mata via jatuh dengan deras saat mengucap kata kata tersebut


Senyap tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut via maupun berend, berend terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh via barusan, entah bahagia ataupun sedih saat ini berend benar benar tidak tau dengan apa yang di rasakan saat ini….


“Maaf, maafin via sudah berani jatuh cinta dan menyimpan perasaan ini pada kaksk, padahal via tau jika kakak hanya mencintai gira” sambung via yang sudah menundukkan pandanganya…


“Viiii” panggil berend terkejut dengan apa yang di ucapakan oleh via barusan jika dirinya mencinta berend


“Via tidak ingin kakak membalas perasaan via, kakak juga tidak perlu memikirkan tentang perasaan via, via hanya ingin kakak tau perasaan via” ucap via


“Namun kak berend tidak perlu khawatir karna via sudah berjanji pada diri via dan juga via sudah berjanji pada hati via. jika via akan melupakan perasaan ini, dan jika pun suatu saat kak berend kembali pada gira jangan pernah merasa bersalah pada via, karna ini hati via biar via yang mengatur hati via, tugas kakak hanya mencintai gira dan juga menjaga gira. Karna via akan melupakan perasaan ini” oceh gira dengan mata yang merah dan dengan senyuman yang manis yang via punya meskipun via wajahnya sudah benar benar hancur karna managis


“Via juga mau minta maaf sudah menyusah kan kak berend selama ini, kakak pasti terkejut bukan” Tanya via dengan tangan yang sedang di usah menghapus air matanya


“Kak terima kasih untuk semua perhatian kak berend selama ini, via akan pergi, mungkin ini pertemuan terakhir kita, tolong apa yang via bilang barusan bisa kah kak berend melupakannya, via sedikit malu” ucap via tersenyum


“Kamu akan pergi??” Tanya berend datar


“Eum” jawab via singkat


“Kemana” Tanya berend melihat via yang awalnya menunduk kita juga menetap mata berend kini solah waktu berhenti saat kedua saling menatap


“Suatu tempat” ucap via tanpa mengalihkan pandangannya


“Berapa lama” Tanya bereng juga seolah tak ingin beralih dari pandanganya saat ini

__ADS_1


“Bisa di bilang lama” jawab via akhirnya tersenyum


“Seberapa Jauh” Tanya berend serius namun masih saja keduanya tidak beralih dari saling memandang


“Lumayan jauh” jawab via lalu tersenyum dan megalihkan pandangannya ke luar restorant


“Kenapa harus pergi” Tanya berend penasaran


“Tidak ada alasan yang pasti, hanya ingin pergi” jawab via melihat tangan berend yang di genggam erat sebelum akhirnya melihat wajah berend dan tersenyum


Berend dan via terdiam hanya suara music yang terdengar di ruangan tersebut…


“Kak berend tidak perlu khawatir via tidak akan menghubungi kakak saat via sudah pergi” ucap via kina matany sudah kembali berkaca kaca


“Karna kakak kamu pergi??” Tanya berend penasara


“tidak” jawab via tegas dan cepat


“Lalu”


“Hanya ingin mencari suasana yang baru” jawab via berbohong


“Gira tau kamu akan pergi”


“Ya”


“Apa yang gira katakan” Tanya berend penasaran mengingat jika gira mengatakan bahwa via akan pergi dengannya


“Tidak banyak, hanya hati hati, jangan lupa hubungi aku saat disana, jangan terlalu capek, jangan bergadang, dan jangan lupa birthday gira hanya itu” ujar via yang tersenyum lepas pada berend


Melihat keadaan via saat ini benar benar membuat berend hencur meskipun viaa tersenyum namun tidak bisa berbohong jika berend tau via sangat sedih saat ini…


“Itu saja” Tanya berend


“Eum itu saja, kak tau bukan jika gira sedikit cerewet” ujar via lagi lagi via tersenyum pada berend membuat berend hancur


Tidak bisa menahan lagi kini berend bangun dari duduknya, awalnya via berfikir jika berend akan pergi meninggalkannya namun dugaan via salah yang dilakukan oleh berend membuat via kembali menjadi wanita yang lemah


Berend bangun dan berjalan kea rah via, saat berend sudah ada di samping via dengan cepat berend membawa via kedalam pelukannya..


Berend menenggelamkan wajah via ke dalam pelukannya, memeluk via dengan erat itu satu satunya yang bisa di lakukan oleh berend saat ini, tangisan via pecah tidak bisa di tahan kan lagi, jika tadi dirinya berjanji akan kuat saat bertemu berend, namun semuannya hancur saat bered membawanya ke dalam pelukan berend


Saat berend mencium dahi via, tidak ada sedikit pun penolakan dari via, itu justru membuat via terkejut dengan apa yang baru saja di lakukan oleh berend…


“Kapan kamu akan pergi” Tanya berend lirih melihat wajah via yang begitu dekat dengan dirinya


“Besok” jawab via datar membuat berend begitu terkejut


“Secepat itu” Tanya berend lagi, memastikan pendengarannya


“Itu lebih bagus bukan” ujar via tersenyum


Terdiam itu lah yang di lakukan oleh berend saat ini mendegar jawaban dari via, jika dirnya akan pergi, bahkan yang membuat berend lebih terkejut jika via akan pergi besok, dan ini benar benar akan menjadi pertmemuan yang terakhir bagi mereka….


Entah mengapa berend sangat sedih mendengar itu semua, apa yang berend rasakan sungguh membuatnya binggung….


(via pergilah bersama kakak ke paris, kakak khawatir jika kamu berjauhan dengan kakak, kemana kamu akan pergi) batin berend ingin sekli berend mengatakan itu semua


“Bagus lah, jaga dirimu” ucap berend sedih, apa yang dipikir kan tidak bisa iya keluarkan dan betapa bodohnya dirinya mengatakan `jaga dirimu` padahal berend sendiri inggin menjaga via


“Eum kak berend juga harus jaga kesehatan kakak, via pamit” ujar via lalu bangun dari duduknya


“Eum hati hati” ucap berend lagi


“Jangan lupa undang via jika kakak menikah dengan gira” ujar via berusaha untuk tidak menangis


(berhenti bicara omong kosong, jika kamu sendiri terluka) ucap berend kesal


Berend berlari mengejar via yang sudah keluar dari restorant tersebut


Tidak menjawab berend hanya tersenyum mendengar ucapan via, dan kini via menghilang dari pandangannya dan untuk selamanya…


🌿🌿🌿


“kamu sudah siap vii” Tanya gira yang melihat via hanya melamun


“Eum” jawab via yang melihat ke belakang mencari seseorang


“Kamu tunggu siapa” Tanya gira yang memperhatikan sahabatnya melihat pintu depan bandara


“Tidak ada”ucap via lalu dengan cepat dirinya memalingkan wajahnya


“Kabarin aku jika kamu sudah sampai di sana” ujar gira

__ADS_1


“Baik lah tuan putri aku pergi dulu ya, jaga dirimu, dan hati hati maaf aku tidak bisa mengantar mu besok” ucap via yang memeluk erat gira


“Aku sudah mengantar mu jadi aku tidak masalah, pergi lah kamu akan ketinggalan ke pesawat jika kamu tidak pergi sekarang” ucap gira mencium sahabatnya


“Eum aku pergi”


“Jangan lupa menelpon ku saat kamu sudah sampai di sana” titah gira saat via sudah sedikit menjauh dari dirinya


“Tentu” jawab via sedikit berteriak


Gira sedih namun gira juga tidak bisa melarang via untuk pergi karna itu adalah pilihan via dan gira ingin menjadi sahabat yang tidak egois


Gira melihat kepergian via hingga kini via hilang dari pandangannya


“Mana via” Tanya berend dengan nafas yang belum teratur akibat berlari


“Via sudah pergi kak” jawab gira


Seketika wajah berend sangat sedih dirinya terlambat…


(Aku terlambat vii, maaf andai aku lebih cepat setidaknya aku bisa melihat wajah mu untuk terakhir kalinya, semoga kita bisa berjumpa lagi, dan hati hati) batin berend


“Hey doc” sapa gipa pada vino


“Hey gira gimana kabar kamu” tanya vino pada gira


“Baik”


“Doctor gimana kabarnya” Tanya gira lagi


“Aku baik juga”


“Kamu sudah menghubungi henzi”


“Tidak, tolong rahasiakan ini doc, doctor henzi akan sampai nanti sore”


“Tentu aku tidak ingin kamu terluka lagi, pergi lah jika itu bisa membuat kamu bahagia, lagi pula aku tidak ingin henzi terus menyakiti kamu, berend akan menjaga kamu disana” ujar vino


“Eum” jawab gira lalu melihat berend yang


“Kenapa dengan wajah kak berend” saat melihat wajah berend yang kecewa


“Aku juga tidak tau”


“Kak berend baik baik saja” Tanya gira melihat wajah lesu dan sedih milik berend


“Eum mari kita pulang, kita juga harus berengkat” ucap berend lalu pergi meninggalkan gira dengan vino


Flashback on


“Apa gira akan pergi ke paris dengan mu” ucap vino terkejut dengan ucapan berend


“Eum”


“Bagaimana bisa” teriak vino mebuat berend kesal setelah berkata jujur


“Kak kami sudah sahabat sejak lama” ujar berend tanpa beban


“Lalu kamu tidak memberitahu ku” Tanya vino kesal


“Aku tidak ingin kalian berfikir macam macam tentang kami”


“Lalu kenapa harus dengan mu”


“Karna aku sahabatnya, dan aku tidak ingin gira terluka dan yang membuat gira terluka adalah seseorang yang berhaga bagi hidup ku”


“Ini gila, bagaimana bisa aku tertipu oleh semua omong kosong mu”ucap vino tajam


“Kak sepertinya”


“Jadi selama ini kamu sering ke rumah via…” ucapan berend tidak di respon oleh berend saat tiba tiba ingatanya kembali dan betap bodohnya jika dirinya tidak tau selama ini berend sangat denga dnegan via dan gira hingga berend bisa masuk keluar ke dalam rumah via dan gira tan satu orang pun yang tau


Bahkan kini ingatan tentang berend keluar dari rumah via pagi itu….


“Jadi kamu pernah tidur di rumah via….”


“Iya kami sempat jalan bersama, aku juga yang menjaga gira saat kak henzi menyakitinya”


“Kamu bocah sialan” ucap vino melemparkan bantal ke atas muka berned


“Bagaimana bisa kamu”


“Hehe bukannya aku cerdik, aku bisa memiliki keduanya” ucap berend lari keluar kamarnya

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2