
“Jangan sampai gira tau kamu menikahinya karna wanita lain” ujar vino sambil melepaskan saltbeltnya
Henzi juga ikut turun dari mobil itu dan masuk ke dalam toko roti tersebut
“Hai gira” sapa doctor vino
“Hai doctor, bagaimana operasinya lancar”
“Lancar berkat doctor jenius kita” ucap vino sambil menepuk bahu henzi yang berdiri tepat di samping vino
“Haruskan aku memberikan tepuk tangan” balas gira tersenyum
“Kamu sudah memilih kue untuk nenek??” Tanya henzi sambil berjalan menuju rak yang ada di penuhi roti dan kueh yang manis manis, melihat itu membuat vino dan gira terdiam
“Ada apa dengan doctor henzi” Tanya gira heran
“Sepertinya sifatnya sudah kembali lagi” ucap vino sambil berbisik pada gira
“Kutub es” ucap gira sambil tersenyum
pada doctor vino
“belum doc, gira tidak tau harus memilih yang mana” ucap gira sambil berjalan menuju suaminya
“Kami pesan ini saja” ucap henzi pada salah satu waitess itu
Henzi menentukan pilihannya pada roti gevulde koek merupakan kue kering khas belanda yang rasanya lezat dan berisi almond yang gurih
Setelah selesai henzi dan gira pun langsung pulang ke rumah neneknya
(Kenapa doctor henzi tidak menanyakin aku jumpa dengan siapa, bukannya tadi doctor henzi sangat kesal aku pergi, kenapa dia tidak bertanya aku jumpa dengan siapa aja di sana) batin gira sambil melihat doctor henzi yang focus menyetir
“Doc” panggil gira
“Iya” jawab henzi datar
“Doctor tidak penasaran aku berjumpa dengan sia__” ucap gira sambil tersenyum
“Tidak” jawab henzi cepat bahkan sebelum gira selesai menyelesaikan kalimatnya
(Ada apa dengan doctor henzi padahal aku belum menyelesaikan kalimat ku, apa aku ada buat salah???) batin gira
(Kenapa!!! kamu ingin pamer pacarmu pada ku juga, atau kamu ingin aku bilang kamu sangat hebat bisa berjumpa dengan pacarmu saat aku sedang di rumah sakit) batin henzi kesal
“Ada apa, apa doctor marah pada ku”
“Tidak”
“Lalu kenapa dengan doctor”
“Kenapa dengan ku” Tanya henzi lagi pada gira
“Doctor terlihat marah”
“Kenapa aku harus marah”
“Entah aku pun tidak tau, sebab itulah aku ingin tau”
“Aku tidak marah”
“Lalu apa ini”
“Apanya”
“Nada bicara doctor berubah, wajah doctor dingin seperti kutub es”
“Apa, kamu bilang aku kutub es”ujar henzi kesal
__ADS_1
“Eum iya wajah doctor saat ini sangat dingin seperti kutub es”balas gira tidak kalah kesal
“Waw kamu su__” ucapan henzi terhentikan saat tiba tiba ponsel gira berbunyi
Gira melihat ponselnya yang berbunyi dan melihat nomor yang tertera di layar ponsel namun gira tidak ada mood untuk mengangkat ponselnya sampai ponselnya mati dengan sendirinya, hingga kini ponsel berbunyi lagi
“Kenapa kamu tidak mengangkatnya” Tanya henzi pada gira
“Nomor tidak di kenal” ucap gira datar jujur saja gira juga tidak mengenal nomor siapa yang menelponnya
“Eum”
“Doctor tidak percaya”
“Aku tidak peduli”
“Ada apa dengan doctor” teriak gira kesal
Henzi tidak menjawab namun henzi terkejut melihat gira berteriak kepada dirinya namun henzi pura pura tidak peduli sambil melepaskan seatbelt nya dan turun,
tidak seperti biasanya hari ini gira harus turun dengan sendirinya doctor henzi hanya menunggunya di depan pintu rumah neneknya henzi
Ini pertama kalinya gira datang ke rumah neneknya doctor henzi, halaman yang luas dan juga rumah yang besar, saat memasuki rumah itu gira terkagum kagum dengan dekorasi yang bagus
“Kalian sudah sampai, mari masuk”
“Sore nek, ini untuk nenek”
“Masuk lah”
“Nek aku ke kamar dulu ingin mandi”
“Baik lah kamu mandi dulu, nenek ingin bicara dengan gira” ucap nenek sambil memegang tangan gira untuk duduk di sofa
“Kamu bahagia dengan cucu nenek”
“Gira bahagia nek, doctor henzi sangat baik pada gira”jujur gira pada neneknya henzi
“Tidak, aku bahagia nek, nenek tidak usah khawatir”
"bagus lah nenek sedikit lebih tenang, kedua cucu nenek bahagia"
“ini foto doctor henzi saat kecil nek” Tanya gira sambil melihat foto yang ada di dekat meja samping sofa
“Iya itu saat umur henzi 5 tahun”
“Waw doctor henzi sangat imut”
“Itu foto saat henzi sedang bermain di
taman, lalu saat henzi berlarian henzi jatuh ke dalam kolam ikan” cerita nenek henzi tentang henzi kecil
“Benarkah nek” tawa gira
“Bahkan seluruh tubuh nya basah dan dalam bayunya masuk ikan kecil semua”
“Hahaha doctor henzi sangat imut”
Nenek dan gira menghabiskan waktu untuk bercerita dan tertawa sampai tiba waktu makan malam, melihat gira yang menyiapkan makan malam untuk suaminya membuat nenek tersenyum meskipun ada pelayan yang menyiapkan nya
“Kenapa dengan muka kamu hari ini” Tanya nenek pada cucunya “kalian bertengkar” sambung nenek lagi
“Tidak nek aku hanya sedikit lelah karna melakukan operasi hari ini”
“Benarkah gira”
“Tentu nek doctor henzi membantu doctor vino tadi”
__ADS_1
(Tidak nek doctor henzi sedang ada di kutub utara sekarang, lihat lah mukanya sedingin kutub es) batin gira sembil melihat doctor henzi yang sedang menikmati makan malamnya
Setelah selesai makan malam gira langsung pamit pada nenek untuk mandi tidak dengan henzi, kini girilan henzi duduk di dekat nenek nya
“Cucu nenek bahagia menikah dengan gira”
“Kenapa nenek tidak melihat aku bahagia”
“Jangan sakiti gira, gira sangat baik lihat lah gira bahkan menyiapkan kamu makan” ucap nenek “tidak seperti wanita yang kamu cintai dulu”
“Nek, nenek kan tau dia itu wanita yang berkarier, dia sibuk, dan juga kerja dan dia masih muda”
“Lalu apa bedanya dengan gira, gira juga doctor, gira juga wanita berkarier, gira juga sibuk, gira juga kerja, gira juga masih muda tapi gira bisa jadi istri yang baik untuk kamu”
Henzi diam tidak bisa membantah apa yang di katakan oleh neneknya barusan memang benar adanya, gira sama dengan agnes namun gira bisa membagi waktunya tidak dengan agnes, bahkan sangat susah untuk meminta waktu makan siang saja sangat lah susah
“Jalani kewajiban mu sebagai suami yang baik buat gira, lihat lah gira berusaha menjadi istri yang baik buat kamu, lupakan dia jika gira bisa buat kamu bahagia maka jangan lepaskan gira” ucap nenek pada cucunya
(Aku tidak tau nek gira seperti manget dan menarik ku untuk selalu dekat dengannya) batin henzi
“Nenek istirahat duluan kamu juga harus masuk untuk istirahat”
“Iya nek”
Henzi tidak langsung bangun, henzi mengontak ngantik ponselnya melihat sekilas berita namun wajah henzi terlihat kesal melihat berita tentang "anak direktur rumah sakit berkencan dengan kekasihnya doctor cantik Agiralia di sebuah restorant" melihat itu membuat mood henzi hilang, untuk mengembalikan moodnya henzi berfikir untuk menelpon seseorang
Tidak ada jawaban dari ponselnya bahkan hingga kini henzi mencoba menelpon lagi dan lagi namun sayangnya seseorang tidak kunjung menjawab pangilannya
Henzi pun bangun dari duduk dan masuk ke dalam kamarnya melihat gira yang sedang duduk di kasur sambil memainkan ponsel saat henzi masuk gira lansung duduk
“Doc nenek sudah tidur”
“Sudah” ujar henzi sambil naik ke atas tempat tidur
“Bagus lah”
“Apa yang sedang kamu lakukan”tanya henzi
“Ah aku sedang melihat foto tadi bersama
via, doctor mau melihatnya”tanya gira
“Tidak” ujar henzi sambil menarik selimutnya
“Ya sudah jika tidak mau” balas gira sambil tertidur dan menarik kembali selimutnya setengah dadanya
(Kenapa hari ini mood nya sangat tidak bisa di ajak bicara, apa aku ada buat salah, jika ada kenapa dia tidak bilang, aku bisa saja meminta maaf) batin gira
(Kenapa dia ingin pamer padaku tentang kekasihnya itu, hem.. aku tidak tertarik) batin henzi
Gira tidak bisa tidur meskipun gira berusa untuk tidur namun tetap saja dia tidak tertidur hingga kini gira melihat punggu lebar henzi yang tidur membelakangi gira
(Apa doctor henzi sudah tidur) batin gira
Doc” panggil gira lirih setengah berbisik namun tidak ada jawaban dari henzi hingga kini gira memberanikan diri “doc” panggil gira kini lebih keras dari sebelumnya
“ Apa” ucap henzi namun tidak bergerak sama sekali, pada kenyataanya henzi sama halnya dengan gira juga tidak bisa tidur meskipun sudah berusaha menutup matanya
“Gira tidak bisa tidur boleh gira minta di peluk” ucap gira sedikit berbisik
Mendengar ucapan gira barusan membuat henzi tersenyum bahagia, ingin sekali henzi memeluk gira, namun di tahan karna berita sialan itu membuat henzi kesal dan tidak memperdulikan gira
jelas disini bukan gira yang salah namun hati henzi yang salah tidak bisa di kontrol
Tidak ada jawaban dari henzi membuat gira sedikit sedih, gira berusaha menutup mata lagi namun saat itu pula henzi bergerak, gira kembali membuka matanya melihat henzi mendekat pada dirinya
henzi meluruskan tangan kirinya agar gira bisa dengan mudah tidur di tangan henzi, gira mengeserkan tubuhnya lebih dekat dengan henzi dan kini gira sudah tidur dalam pelukan henzi, gira menenggelamkan wajah pada bidang dada henzi yang lebar sambil
__ADS_1
tangan kiri nya memeluk pinggang henzi tidak nyaman dengan itu gira memeluknya lebih dekat hingga kini seluruh tubuhnya dan tubuh henzi bersentuhan seutuhnya
Henzi memeluk gira, tangan henzi yang ada di pinggang gira dan mengelus gelus punggung gira membuatnya nyama dan gira langsung tertidur dalam sekejap, begitupun dengan henzi, kini henzi bahkan tidak perduli dengan ponselnya yang berbunyi seolah tau siapa yang menelponnya dan henzi tidak peduli itu yang henzi tau saat ini henzi ingin memeluk gira dengan nyamanya sambil mencium rambut gira