My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Ungkapan berend


__ADS_3

Gira melangkah kakinya ke rumah sakit di mana semua itu di mulai, semua kenangan tentang dirinya dan henzi, kini gira harus berdamai dengan masa lalunya….


Satu persatu kenangan tentang henzi dan dirinya muncul di benak gira di mana setiap sudut rumah sakit terdapat sepuil kenangan tentang dirinya dan juga dengan henzi…


Kini tanpa sadar gira sudah berada di depan ruangan, ruangan yang membuat gira ada pada titik yang bahagia namun sayangnya itu hanya berjalan sekejap mata dan juga ada pada titik yang membuatnya tenggelam dalam jurang kebodohan karna percaya pada cinta henzi….


Namun gira juga tidak bisa bohong sampai detik ini seberapa kuat dan gira berusahan henzi tetap menjadi pemenang dalam setiap celah hidupnya, di dalam cinta maupun juga hidupnya


Flashback on


“doctor henzi saya ingin doctor jadikan saya istri doctor”


Seisi ruangan terkejut dengan apa yang barusan di keluarkan oleh gira jujur gira pun terkejut apa yang sedang ada dipikiranya saat ini yang ada hanyalah gira ingin neneknya kembali tersenyum apa pun akan gira lakukan termasuk menikahi doctor henzi


“gira kamu sudah gillaaa!!!” mama gira akhirnya membuka suara


Diam itulah yang sedang di lakukan oleh gira tidak bicara bahkan tidak bergerak sama sekali pandangan gira terfokus pada neneknya


“Doc, mari kita menikah selama 3 bulan setelah itu aku sendiri yang akan megurus surat cerainya” gira berusaha meyakinkan henzi


Seolah waktu berhenti sekejak henzi tidak bisa berkata kata apa yang keluar dari mulut gira benar benar di luar dugaan henzi bisa bisanya anak kecil ingusan seperti gira berbicara tentang pernikah 3 bulan


Henzi menyentuh kening gira melihat apakah gira sedang tidak sehat sehingga berbicara seperti itu


“Doc iam seriius”


“Kamu gila ya”


“Ok terserah doctor mau sebut saya apa saja saya terima gila. Bodoh, terserah doctor aku Cuma mau nenek bahagia doc, cuma nenek yang aku punya di dunia ini, enggak berarti hidup aku tanpa nenek doc.


Nenek tidak pernah meminta apa pun padaku, baru kali ini, this frist tapi aku sudah membuat nenek sesedih ini”


Henzi akhirnya luluh dengan apa yang di katakan gira


“Tapi kenapa 3 bulan” Tanya henzi penasaram


“aku tau doctor akan ke Indonesia 3 bulan ke depan, jadi ayo kita menikah buat nenek bahagia, setelah 3 bulan kita akan bercerai, doctor dengan kehidupan doctor begipun denganku, aku tau tipe doctor buka aku tapi aku mohon doc Cuma 3 bulan, mari kita buat pernikahan kita seolah olah pernikahan paling bahagia”


Flashback off


“Doc” panggil salah satu perawat


“Doc” panggilnya lagi membuat gira terkejut dari lamunannya


“Sorry ada apa” Tanya gira pada salah satu perawat tersebut


“Operasinya akan segera di mulai doc”


“Baiklah saya akan ke sana” ujar gira tersenyum dan pergi


“Doc” panggil perawat tersebut membuat gira menghentikan langkanhya


“Ini ada titipan dari doctor henzi doc” ucap perawat memberikan gira satu botol jus mangga


Gira terssenyum menerima jus mangga


“semangat istriku, aku tunggu di rumah” baca gira lalu tersenyum lebar mengingat betapa usilnya suaminya


“Sepertinya doctor gira sedang bahagia” ujar perawat


“Hanya surat lucu, mari kita pergi” ujar gira tersenyum lalu pergi


Setelah selesai kerjanya akhirnya gira pulang, namun gira tersenyum melihat siapa yang menunggunya di tempat parker

__ADS_1


“Maaf pak menunggu siapa, ini mobil saya” Tanya gira pada henzi yang tengah berdiri di depan mobilnya


“Aku sedang menunggu istriku” ujar henzi tersenyum


Gira bahagia melihat henzi kembali memakai pakaian yang di siapkan gira sebelum gira berangkat kerja tadi pagi, kini seolah dirnya benar benar kembali ke menjadi istri untuk henzi defran


“Maaf pak aku harus pulang karna suamiku yang tercinta sedang menungguku” ujar gira tersenyum berjalan satu langkah melewati henzi


Henzi langsung menarik tangan gira hingga gira ambruk ke dalam pelukannya


“Aku sangat merindukanmu” ujar henzi memeluk dan mencium dahi gira


“Kita hanya berpisah 7 jam doc” ujar gira menatap henzi di balik pelukannya


“Namun tetap saja aku merindukanmu” ujar henzi kembali memeluk gira


“Baiklah mari kita pulang, gira tidak ingin mendengar gosip jika doctor gira sedang berpeulukan dengan direktur rumah sakit di parkiran” ujar gira melepaskan pelukan henzi


“Benarkah aku juga khawatir jika istriku tau aku berpelukan dengan doctor gira di parkiran, lebih baik kita pulang sekarang” ujar henzi tersenyum lalu membuka pintu mobil untuk gira


Melihat itu gira hanya tersenyum


🌿🌿🌿


“kak bangun” ucap via sedikit berteriak pada berend yang tidur sambil memeluknya mambuat via tidak bisa bernafas dengan bebas


“Vi kamu membuat kakak harus bangun dari mimpi yang indah” ujar berend melepaskan pelukanya


Via menatap berend cemberut (bagaimana bisa kak berend mimpi indah sedangkan saat ini aku sedang di sampingnya, apa kak berend berusaha memimpikan wanita lain) batin via yang duduk menbelakangi berend


Meskipun pandangan di depan via sangat lah indah, matahari yang cerah di tambah angin yang menerpa masuk ke dalam kamar yang sedang mereka tempatin


Kini berend bangun dan memeluk via dari belakang mencium wangi harum yang ada di tubuh via harum yang sanagt berend sukai


“Tidak” jawab via datar


“Kenapa vii”


“Tidak ada alasan aku hanya ingin dikamar saja”


Melihat sikap via berend merasa ada yang aneh dengan via


“Kamu kenapa vi” tanya berend lembut hingga kini posisi mereka sudah berhadapan


“Kamu lagi ada masalah, cerita sama kakak” tanya berend lagi menggengam kedua tanya via


“Tidak”


“Lalu apa kakak ada buat salah” tanya berend dengan sabar


“Tidak”


“Apa kamu marah sama kakak gara gara tadi” tanya berend lagi masih sabar dengan tingkah wanita yang di cintainya


“Tidak”


“Lalu kenapa kamu cemberut vii”


“Via mau nanya sama kakak”


“Apa aja buat kamu via” ucap berend mendekatkan posisi duduknya dengan via


“Kenapa kakak bawa via kemari” tanya via penasaran karna memang dari awal berend tidak menjawab alasan membawa via ke phuket

__ADS_1


Berend terdiam mendengar pertanyaan dari via, jujur saja jika berend membawa via ke phuket untuk memberikan via kejuta untuk melamar viaa, itu alasan yang besar kenapa berend tidak memberitahukan tentang dirinya membawa via ke phuket


“Hanya untuk liburan sayang” ujar berend tersenyum


Mendengar itu membuat via sedih dan merasa kecewa pada berend dan juga pada dirinya sendiri


“Jadi kak berend bawa via kemari hanya untuk liburan”


“Iya” jawab berend tanpa rasa bersalah


“Jadi kakak cuma menganggap via wanita hiburan, kakak mengganggap jika via hanya wanita yang kakak butuhkan dan di buang setelah tidak di butuhkan” ujar via kecewa pada berend


“Baby what you talking about that??” Ujar berend terekejut mendengar ucapan via


Tidak ada jawaban dari via, via hanya menatap berend kecewa, melihat mata via yang sudah berkaca kaca membuat berend lansung memeluk via erattt


“Sayang kenapa, kamu tau bukan jika kamu adalah wanita yang sangat kakak sayangin, kenapa kamu bisa berfikir begitu” tanya berend khawatir


“Lalu kenapa kakak marah saat via bangunin kakak, pasti karna kakak lagi mimpi sama wanita lain bukan” tanya via di dalam insak tangisnya


Mendengar itu berend tidak bisa menahan senyumanya, jujur saja berend tidak berfikir jika via akan menangisi hal yang kecil seperti ini, namun bukannya marah berend malah kesenangan mengetahui jika via menagis karna berfikir jika yang ada di mimpinya itu adalah wanita lain


“Sayang kamu ingin tau siapa yang ada di dalam mimpi kakak tadi” tanya berend menatap wajah via yang sudah basah akibat airmatanya


Tidak ada jawaban dari via, via menenggelamkan kembali wajahnya pada dada berend


Berend hanya tersenyum melihat wanita yang terlihat kuat di dalam namun sangat manja di depanya, melihat sifat via saat ini membuat berend menambah kekuatan dalam memeluk viaa bagaimana via terluka saat dirinya dekat dengan gira dulu, berend benar benar brengsek


“Kamu tau sayang wanita yang bernama savia calinza sudah mengusik mimpi kakak, wanita itu sudah membuat kakak iri pada diri kakak sendiri di dunia nyata, wanita itu juga membuat kakak ingin hidup bersamanya untuk selamanya, hidup bahagia dengan ikatan suami istri dan memiliki junior di antara kami” ujar berend membuat via melepas pelukanya dan menatap lekat pemilik wajah yang ada di depanya saat ini


“Sayang kamu tau bukan jika kakak tidak akan menghabiskan waktu yang berharga hanya untuk main main, jika kakak tidak menyayangi kamu kakak tidak akan di sisni saat ini sayang, kamu tau bukan kakak meninggalkan semua hal yang penting hanya untuk kamu sayang” uajr berend mencium tangan via


“Jika kakak hanya ingin bersenang senang kakak sudah melakukanya dari dulu sayang, kakak bisa saja membeli wanita itu untuk menghibur kakak, namun bukan mereka yang kakak inginkan sayang, tapi kamu wanita yang membuat kakak bahagia wanita yang membuat kakak merasa menjadi pria yang beruntung di dunia memiliki kamu, savia calinza adalah wanita yang kakak ingin lihat di setiap bangun pagi kakak, savia canliza adalah wanita yang kakak ingin lihat saat kakak pergi kerja juga saat kakak pulang kerja hingga kakak bisa melepaskan lelah kakak hanya dengan melihat senyum viaa” uja berend membuat via menatap berend tidak percaya sebegitu pentingkah via untuk berend


“Via i love you” ucap berend tersenyum lebar


Medengar apa yang keluar dari mulut berend seolah via tidak percaya berend barusaja mengatakan jika diirnya mencintai via, via tidak percaya sekaligus dirinya bahagia bagaimana tidak untuk berapa tahun via memendam rasa pada pria yang di cintainya, bahkan via sempat menyerah pada kisahnya cintanya yang sepihak


Namun hari ini berend mengungkapkan perasaannya pada via, membuat via tidak bisa mengucapkan satu kata pun


“Kamu tidak akan membalas ungkapan kakak” tanya berend menyentuh pipi via lembut


“Hah” ucap via terkejut dari lamunanya


“Sayang aku bilang I love you, kamu tida__k” ucapa berend terhentikan saat via ambruk ke dalam pelukan berend


Via memeluk berend dengan erat, menenggelam kan wajahnya pada leher berend


“I love you too kak” ujar via dengan suara yang serak


“Via kamu nangis?” tanya berend melepaskan via yang memeluknya


“Sayang kenapa kamu nangis” tanya berend merasa aneh pada via yang nangis


“Via tidak percaya bahwa kata itu keluar dari mulut kakak” ucap via menghapus air matanya yang ada di pipinya


“I love you savia calinza” ucap berend lagi dan mengangkat tubuh via membawa duduk di pangkuannya berend


Via kembali tersenyum lebar dan air mata via jatuh dengan sendirinya melihat itu semua membuat berend bahagia juga sedih terlalu banyak waktu yang berend buat hingga membuat wanitanya tunggu terlalu lama


Berend mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir mungil milik via satu tanganya yang seta pada pinggang via dan tangan yang lain memegang pipi dan juga telinga via


Berend menghisap setiap sudut dari bibir via, menghisap, ******* dan juga menelusuri setiap sudut lidah via

__ADS_1


“Eummhp” ******* itu membuat berend tambah bersemangat


__ADS_2