
setelah sampai di restoran gira memakirkan mobilnya di parkiran dan segera masuk ke restoran itu dan langsung naik ke lantai 3 di mana via sudah menunggu gira
saat gira sudah di lantai tiga gira mecari di mana sosok via yang sudah menunggunya
“Hai gir” sapa via yang sedang duduk didekat jendela restoran
“Hai” sapa gira sambil melihat ke arah via yang sedang duduk di meja dengan 2 orang asing yang gira tidak kenal
(waw dengan siapa gira duduk, pacar baru kenapa aku tidak kenal) batin gira sambil berjalan menuju via
gira yang memakai rok selutut dengan warna yang hampir berdekatan dengan coklat pudar dan padukan dengan baju kemeja yang berwarna moca dan sepatu sedikit simpel dan ber hak rambut yang di gerai sedada membuat gira terlihat sangat cantik dan anggun
“Duduk” ucap via sambil menggeserkan kursi agar gira bisa duduk dengan lebih mudah
“Thanks, what this” Tanya gira setengah berbisik pada via
“Double date, sorry” jawab via sambil tersenyum
“Why, You know the current situation is chaotic”
(ku sudah jadi istri orang lain saat ini, kenapa tidak di tunda saja) batin gira
seolah mendengar kata hati gira bisa juga
(maafkan aku gir, aku terlanjur mengiyakan) batin via
“Iam so sorry, aku udah terlanjur buat janji bahkan sebelum kamu menikah ingat” ucap via sambil tersenyum
jelas gira ingat tentang itu saat itu via sedang patah hati dan untuk menghibur dirinya sendiri via akhirnya membujuk gira untuk melakukan double date dengan dirinya dan laki laki itu adalah kakak kelas satu tingkat di atas mereka karna via kenal dengan satu orang kakak kelasnya via berniat ingin mengajak gira untuk menemaninya dan pada saat itu pun juga gira menyutujui keinginan via
gira tersenyum, marah juga tidak mungkin sintuasinya sudah terjadi gira hanya saja perlu menghadapinya
(huff aku benar benar akan gila vi, jangan sampai doctor henzi tau ini, tapi apa pedulinya dia juga tidak mencintai ku, hanya aku saja yang mulai memcintainya) batin gira sadar akan perasanya yang sudah mulai tumbuh
“Stefan” ucap laki laki yang duduk di depan gira saat ini
“Eum agiralia” jawab gira sambil tersenyum pada via
“Michel my friend” ujar Stefan pada gira sambil menunjukan michel
“Agiralia” jawab gira
“well kita sudah lengkap, kamu mau pesan apa” Tanya Stefan pada gira sambil menyerahkan menu
“Tidak aku sudah makan” jawab gira
“Coffe” tawar Stefan pada gira
“Ah coffee” jawab gira sambil tersenyum
Gira memesan coffe dan mereka memesan makan siang karna time saat ini adalah timenya makan siang
mereka makan siang sambil bercerita dan tersenyum bahkan tertawa, Michel laki laki yang lucu, sangat lucu tidak dengan Stefan, Stefan bisa di juluki laki laki sedikit pendiam, jujur saja gira juga ikut tertawa dengan ocehan Michel yang menceritakan tentang dirinya sendiri yang di kejar oleh anjing tetangga karna mengambil roti yang ada di meja dan banyak cerita lainnya yng di ceritakan oleh michel membuat semua orang tertawa
“Hahahahaha lucu sakali kamu Michel”
“Kamu harus tau gir, dia sangat lucu”
ucap via pada gira sambil tertawa
“Itu lah julukan ku, kalian tidak tau” ucap Michel sambil tertawa
“Enggak, aku baru mengetahuinya, kamu benar benar lucu” jawab gira sambil kembali tertawa
“Baik lah karna aku sudah membuat kamu tertawa, Boleh aku pinjam sahabat mu sebentar” ucap Michel sambil tersenyum pada gira
__ADS_1
“Boleh tapi tidak untuk membawa pulang” balas gira sambil tersenyum
“Hahaha kamu juga bisa bercanda” ucap Michel sambil menepuk bahu Stefan dan langsung memenggang tangan via
“kamu sangat cantik saat tertawa” ucap Stefan pada gira yang dari tadi memerhatikan gira tertawa
“Benarkah” ucap gira sambil meneguk coffe nya
“Eum kamu terlihat sangat cantik”
“Kamu tidak melihat betapa jeleknya aku saat aku sedang di rumah sakit” ucap gira sambil tersenyum
“Benarkah, haruskah aku jadi pasien” ucap stefan
“Satu hal yang harus kamu tau aku sangat garang pada pasien”
“Hahaha aku penasaran pada doctor cantik agiralia” tawa Stefan namu di akhir dengan senyuman yang manis
“Kamu pensaran”
“Iya, harus kah aku coba”
“Coba lah jika kamu ingin melihat aku segarang harimau”
“Hahahaha aku harus mencobanya”
“Hahaha aku tidak sabar pasien Stefan” ucap gira sambil tersenyum
Gira dan Stefan tertawa dengan pembicaraan mereka, namun tanpa mereka sadari seseorang memotret mereka tidak satu namun sampai beberapa foto
"boleh kita berteman" tanya stefan pada gira
"tentu" jawab gira
setelah selesai dengan acara makan siang, tidak makan siang namun juga bisa di sebut menghilangkan stres di hari weekend sebelum besok mereka melakukan tugasnya masing masing, gira langsung pamit untuk pulang karna jam sudah menunjukan pada pukul 17:00
tidak aku pulang sendiri" balas gira sambil mencari remont mobilnya
"pakai"
"mobil doctor henzi" ucap gira sambil menunjukan remont itu
"apa!!! kenapa bisa " tanya via penasaran
"aku juga tidak tau, dia yang menyuruhnya"
ujar gira sambil tersenyum
setelah kembali dua laki laki itu dari kasir mereka pun keluar dari restorant itu
"kalian pulang barengan" tanya michel
"tidak aku harus ke rumah sakit dulu" ujar gira pada mereka
"untuk apa" tanya stefan penasaran
"barang gira tertinggal di kamar jaga " ucap via cepat
"iya aku harus balik ke sana dulu, lagian aku naik mobil sendiri" ucap gira "aku duluan" sambung gira sambil mencium sahabtnya dan juga bepelukan
"kamu tidak akan memeluk ku" ucap michel bercanda
gira tersenyum melihatnya
"stefan peluk dan cium michel untuk ku" balas gira tak kalah becanda " aku pergi" ujar gira sambil berjalan ke arah parkiran mobil
__ADS_1
🌿🌿🌿
Setelah melihat mobil gira menjauh henzi akhirnya henzi masuk ke rumah sakit melalui pintu IGD karna ingin berjumpa dengan sahabatnya, suasana hati henzi saat ini bisa di bilang cukup baik karna gira menyebutnya suami entah mengapa henzi sangat bahagia saat gira menganggapnya dirinya suami kepada agiralia
Tuk tuk tuk
Henzi membuka pintu ruangan doctor vino
“Kamu udah sampai, kenapa lama sekali” ucap vino sambil melihat henzi heran
(Tidak pernah ini anak datang dengan tersenyum biasanya saat aku meminta bantuaan padanya jelas jelas saat dia sudah berada di rumah sakit akan memarahi ku kenapa hari ini tidak hanya tersenyum saja) batin vino sambil melihat henzi duduk di kursi sofa yang ada di ruangannya
“Aku mau lihat reka medic milik pasien
yang akan menjalani operasi” ucap henzi
“Kamu sedang jatuh cinta” Tanya vino sambil menyerahkan reka medic pada henzi
“Kamu bercanda”
“Tidak, jatuh cinta juga tidak masalah lahi pula dia istri kamu, kamu terlihat bahagia hari ini”ucap vino
“Aku, kapan” Tanya henzi pada vino yang sedang menyiapkan coffe yang ada di ruangan vino
“Sekarang saat ini, lihatlah dirimu kamu sudah berubah, harimau yang garang menjadi kucing yang imut meong.... agrh yong” ucap vino sambil menyerahkan coffe pada henzi
“Yak!!! kemari kau kemari” teriak henzi sambil bangun
“Aku bercanda duduk lah” ucap vino sambil duduk kembali
“Tidak mungkin” jawab henzi sambil meminum coffenya
“Kenapa tidak mungkin”
“Kamu tau mencintai ___” ucapan henzi terhentikan
“Agnes” jawab vino memutuskan ucapan henzi
“Iya” jawab henzi datar
“Bagus lah kalau begitu aku bisa menjadikan gira istriku tanpa harus bermusuhan dengan mu” ucap vino sambil
bangun dari duduknya dan berjalan keluar
“Gila!! Istri aku i___” teriak henzi sambil mengejar vino yang sudah keluar
“Hai sus” sapa henzi sambil memutuskan ucapannya dan melihat vino yang sedang tersenyum manis padanya
(tunggu kamu) batin henzi melirik vino
“Istri siapa doc” Tanya suster penasaran
“Istri masa depanya doctor henzi” jawab vino “suster berminat” ucap vino lagi
“Kamu bicara apa doctor vino, mari kita pergi ke ruangan pasien doc, mari sus” ajak henzi sambil merangkul vino
“Mari sus” ucap vino lagi
Doctor henzi dan vino menuju ke ruangan pasien yang akan segara di operasi dan di ikuti juga dengan beberapa susuter dan doctor muda
setelah selesai melakukan operasi pada pasien doctor henzi dan doctor vino berjalan ke ruangan pasien untuk mengecek
keadaan pasien namun siapa sangka doctor henzi dan vino mendengar berita hot yang ada di kalangan rumah sakit saat ini
“aku jadi penasaran dan melihat langsung bagaimana cantiknya doctor gira” ucap salah satu suster yang duduk di kursi
__ADS_1
“ aku lebih penasarn pada anak direktur tersebut, katanya dia kuliah di luar negeri”