My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Berjalan Bersama


__ADS_3

Kini gira maupun henzi larut dalam tontonannya, hingga membuat gira beralih melihat wajah henzi yang lebih tinggi dari wajahnya,


“Doc” panggil gira


“Iya sayang” jawab henzi masih focus pada televisi yang menyalah di depannya


“Boleh gira nanya sesuatu” ujar gira dengan pandangan yang sudah terfokus pada wajah henzi


“Tentu kami ingin Tanya apa” ucap henzi yang kini sudah focus pada gira


“Apa doctor mencintai gira????” Tanya gira lembut


Diam, henzi terdiam mendengar ucapan yang keluar dari mulut gira saat ini, bagaimana bisa dirinya menjawab pertanyaan dari gira saat ini….


Melihat henzi tediam gira sudah tau jawabnya….


“Doc” panggil gira namun tidak ada jawaban dari henzi mebuat gira bangun dari pelukan henzi dan menatap wajah henzi yang melamun


“Doc” panggil gira lagi sedikit lebih keras


“Eum” ujar henzi terkejut dengan panggilan gira lalu henzi hanya tersenyum dan menarik gira kembali lagi ke pelukannya


“Apa gira ada buat salah” Tanya gira lagi saat dirinya sudah kembali ke dlaam pelukan henzi


“Kenapa kamu Tanya begitu, tentu kamu tidak buat salah” ujar henzi datar dengan tanagn yang sudah siap mengelus ules rambut lembut gira


“Doctor sadar” Tanya gira


“Tentang??” Tanya henzi balik


“Selama satu minggu ini doctor sudah banyak berubah” ujar gira


“Benarkah, sepertinya tidak”


“Heeeumfff entah lah mungkin perasaan gira saja, doctor sudah jarang mengbuhungi gira, doctor juga sudah jarang bersama gira, bahkan doctor juga tidak pernah peduli gira lagi” ucap gira lembut membuat henzi mersa bersalah


Benarkah dirinya sangat sibuk belakangan ini, sibuk bersama agnes hingga henzi melupakan gira, itu lah yang saat ini di pikiran henzi..


“Itu tidak benar, kamu tau bukan sangat banyak pasien di rumah sakit saat ini, dan saat aku di paris aku juga selalu menghubungi kamu, aku minta maaf aku janji ki….” Ucap henzi menutupi kebohongannya


“Doc” panggil gira membuat ucapannya terputus


“Iya” ucap henzi


“Bisakah doctor menghabiskan waktu seharian dengan gira besok” tanay gira lembut


“Besok” Tanya henzi


“Iya besok, gira ingin menghabiskan seharian bersama doctor”


Bagaimana aku menjawab iya gir, sedangkan aku sudah berjanji pada agnes untuk bersamanya seharian


“Doc” panggil gira lagi


“Iya sayang”


“Bisa kita besama besok” tanay gira lagi


“Tentu, bukan hanya besok namun selamanya kita akan bersama” ucap henzi berbohong


(Doc tolong jangan saat ini, gira takut gira akan menjadi jahat dan membuat doctor harus bersama gira selamanya) batin gira lalu memeluk henzi menenggelamkan wajahnya pada bidang dada henzi yang lebar


(Gir bisakah kamu bersabar sedikit lagi, mungkin aku akan melakukan hal yang akan membuat kamu terluka, namun bisakah kamu percaya pada ku) batin henzi mempererat pelukannya pada gira


(gira ingin menghabiskan waktu gira besok sebelum gira benar benar pergi dari hidup doctor) batin gira


Kini gira maupun henzi sudah terlelap dalam mimpinya, henzi memeluk gira dengan erat, seolah henzi tidak ingin melepaskan gira…


Matahari masuk menyinari selah selah kamar henzi, gira bangun dari tidur melihat henzi masih terlelap..


(Doc bisa gira egois, gira ingin doctor selalu di samping gira seperti ini) batin gira melihat wajah henzi yang tertidur


Gira memutuskan untuk tertidur kembali, memeluk henzi seerat eratnya gira tidak ingin henzi hilang dari pandangannya


Eeuummhh satu ciuman mendarat di bibir gira, membuat gira bangun dari tidurnya


“Doc berhenti gira belum sikat gigi” ujar gira menutup mulutnya dengan kedua tanganya


“Kamu sudah manis” jawab henzi membuat gira kesal


Cup cup cup tidak mendengar ucapan gira, henzi terus terusan mencium gira

__ADS_1


“Doc”panggil gira kesal


“Iya sayang”


“Berhenti sebelum gira marah” ucap gira tegas dengan wajah yang cemberut


“Iya, Mari kita sarapan” ucap henzi bangun dari tidurnya


Setelah gira selesai membersihkan dirinya kini gira keluar dari kamarnya dan melihat henzi di dapur membuat gira menjadi wanita yang paling beruntung sedunia…..


“Doc” panggil gira lalu memeluk henzi dari belakanngnya


“Sayang” panggil henzi lalu memeluk gira hingga kini mereka sudah berhadapan


“Doctor masak apa??” Tanya gira yang melihat ke belakang henzi


“Hanya sandwich” ujar henzi mencium pipi kanan milik gira “Kamu sangat wangi” ujar henzi membuat gira tersenyum


“Give me morning kiss” ucap henzi lalu menutup matanya


“Sudah tadi” ujar gira memeluk henzi, dan menenggelamkan wajahnya di dada milik henzi


“Tadi hanya sentuhan” ucap henzi “Jika tidak aku akan marah” sambung henzi dengan wajah yang cemberut


Melihat itu membuat gira tidak tega……


Tangan gira memegang ke dua bahu henzi dan secara bersamaan kedua kakinya juga harus berjinjik hingga kini mata gira pun sudah tertutup dan cup, satu kecupan mendarat di bibir henzi tidak ada hisapan atau pun ******* kedua bibir itu hanya bertemu, namun bisa di bilang sangat lama hingga gira memutuskan meninggalkan sedikit hisapan di bibir bawah milik henzi eeuuummmcch..


Setelah mengakhiri ciumannya kini wajah gira sudah semerah tomat, gira langsung menengelamkan wajahnya kembali kedalam pelukan henzi…


(Aahh sial hanya karna sedikit hisapan dari gira membuat junior ku tegang) ucap henzi dalam hatinya


Setalah sarapan henzi dan gira memutuskan untuk bersantai di halaman belakang, karna hari ini hari yang istimewah buat henzi, henzi memutuskan untuk menghabiskan waktunya dengan gira, henzi berjanji pada dirinya tidak akan menghabisakan waktunya bersama agnes hari ini karna dirinya sudah menghabiskan waktunya dengan agnes selama seminggu di paris....


Henzi duduk dengan badan yang setengah tertidur, dengan tangan yang merangkul bahu gira agar tetap dekat dengan nya, henzi menikmati setiap sentuhana yang di berikan oleh tangan gira pada tangannya…


“Doc” panggil gira


“Iya sayang”


“Apa yang doctor lakukan jika gira menghilang” Tanya gira sambil memainkan jari jari milik henzi


“Tidak hanya penasaran” ujar gira datar


“Berhenti bicara omong kosong gira, aku tidak suka” ucap henzi tegas setelah berdiam sangat lama


(Itu bukan jawaban yang gira inginkan) batin gira sedih namun hanya bisa menahan tanpa mengeluarkannya


Tidak ada suara di antara mereka mereka hanya menikmati suasana saat ini dimana angina yang berterbangan, dan burung yang kadang singgah lalu kembali terbang ke langit, membuat gira iri terhadap burung


“Doc”


“Iya” ucap henzi lembut lalu mencium wangi harum yang berasal dari rambut gira


“Doctor mau merayakan ulang tahun bersama gira” tanya gira lembuat


“Tentu sayang, dengan siapa lagi aku menghabisakan waktuku selain bersama mu” ujar henzi membuat gira tersenyum


“Benarkah, mari kita jalan jalan” ucap gira tersenyum


“Mari kita ganti pakaian” ucap henzi langsung menarik tangan gira untuk bangun dari pangkuannya


“Sekarang doc” Tanya gira heran melihat henzi yang menarik tangannya


“iya sayang” ucap henzi tersenyum simpul


“Doctor tidak akan melepaskannya” Tanya gira memperlihatkan tangan mereka yang sedang berpeganngan


“Tentu tidak, aku ingin mengenggam tangan mu hari ini” ucap henzi gampang


“Bagaimana gira menggantikan pakaian, jika doctor tidak melepaskan genggaman ini” Tanya gira dengan sedikit heran


“Aku akan menutup mata ku” ucap henzi


“Doc, gira malu” ucap gira merengek pada henzi


“Sudah ku katakan aku akan menutup mata ku” ucap henzi lalu menutup matanya dengan tangan kirinya


“Namun sama saja gira tidak bisa memakai baju” ujar gira lalu mengangkat tanganya yang di pengang oleh henzi dan memperlihatkan pada henzi


“Baiklah hanya sebentar” ucap henzi menyerah lalu dengan secepat kilat henzi membalikan badanya

__ADS_1


Gira hanya tersenyum melihat tingkah henzi yang sudah menjadi henzi yang gira kenal, setelah mamakai pakaiannya kini gira keluar untuk menghias wajahnya, meninggalkan henzi di ruang ganti..


“Sayang sudah” Tanya henzi tidak sadar jika gira sudah pergi


“Sudah doc” teriak gira dari luar


“Kamu dimana” Tanya henzi saat membuka matanya tidak menemukan keberadaan gira


“Gira disini” ucap gira sedikit berteriak


“Bagaimana bisa kamu pergi” ucap henzi dengan wajah yang kesal


“Gira hanya ingin mekaup” ucap gira menunjukan alat mekaupnya pada henzi


“Aku tidak akan melepaskan mu” ucap henzi lalu kembali memegang tangan gira


Bahkan hingga kini mereka sudah di jalan henzi tidak sekalipun membiarkan tangan gira lepas dari pegangannya…


Hingga kini mereka duduk di sebuah café, bahkan henzi belum melepaskan pegangan tersebut…


“Doc, kita akan begini terus” Tanya gira bahkan dirinya tidak bisa membalas pesan via dengan kedua tangannya saat ini


“Iya sayang” jawab henzi tanpa merasa bersalah


“Doc kita sedang duduk lagi pula gira tidak akan lari” ujar gira dengan wajah yang cemberut bagaimana bisa henzi tidak melepaskan genggaman nya sedetik pun


(Aku tidak akan melepaskan genggaman ini girr, genggaman yang ku rindukan selama ini, dan juga ini sungguh nyama dan sangat hangat) batin henzi


“Aku tidak mau tau, kita harus selalu berpegangan” ucap henzi acuh tak acuh


“Doc” panggil gira kesal dan sedikit tegas


“No”ucap henzi tegas dengan wajah yang tersenyum dan merasa tidak bersalah membuat gira semakin kesal dengan sifat henzi yang begini


Gira hanya melepaskan nafasnya dengan erangan yang kasar, kali ini henzi benar benar berlebihan…


Henzi bangun dari duduknya dan menarik tangan gira untuk membawa gira jalan jalan menghabiskan waktunya dengan istrinya, namun saat henzi sudah tiba di depan mobil tiba tiba ponsel henzi berbunyi dan melihat nama yang tertera di layar panggilan membuat gira kembali terluka…


“Sayang tunggu, aku harus mengangkat panggilang ini” ucap henzi melepaskan tanagn gira dan pergi menjauh dari gira, meninggalkan gira di dekat mobil…


`Doctor bilang tidak akan melepaskan peganganya, lalu saat ini` ucap gira sedih


Apa ini semua hanya omong kosong, kali ini doctor tidak nya melepaskan genggaman tangan gira namu juga menjauh dari gira, bahkan hanya karna panggilan di telpon doctor sudah menajuh dari gira, bagaimana jika peilik panggilan tersebut ada di depan doctor, apa doctor akan lebih jauh dari gira` ucap gira lirih melihat henzi yang sedang melakkan panggilan dengan seseorang


Kini henzi kembali pada gira dan…


“Sayang maaf, bisakan kita tunda jalan jalannya” ujar henzi yang memegang kedua bahu gira


“Kenapa??” Tanya gira heran dan sedikit sedih dengan permintaan henzi padanya (Apa doctor akan pergi bersama wanita itu) batin gira dalam hatinya


“Ada sesuatu yang harus ku lakukan” ucap henzi berbohong pada gira


“Benarkah, apa itu sangat penting” Tanya gira meyakinkan kebohongan henzi


“Eum ini sangat penting, dan setelah ini aku janji akan selalu bersama mu” ujar henzi meyakinkan gira


“Bukan kah doctor sudah berjanji akan besama gira” ucap gira sedih dan kini bahkan gira tidak bisa lagi melihat wajah henzi


“Sayang aku tau, namun aku harus tetap pergi” ucap henzi tetap pada pendiriannya


“Doctor berjanji akan bersama gira seharian ini dan menghabiskan waktu doctor bersama gira” ujar gira lirih


“Namun sayang aku harus tetap pergi, maaf aku janji besok kita akan menghabiskan waktu bersama” ucap henzi


“Apa itu lebih penting dari gira??” Tanya gira


“Sayang bukan begitu, namun biarkan aku pergi kali ini, dan selamanya aku akan bersama dengan kamu” ucap henzi mencium dahi gira


(Maaf gir, aku harus pergi aku tidak ingin agnes nekat dan datang ke rumah nenek, itu akan membua nenek dan kamu terluka, aku janji aku akan meninggalkan agnes dan juga kembali pada kamu, tolong beri aku sedikit waktu, dan tetap lah menunggu ku) ucap henzi lalu mencium kembali dahi gira


Kini henzi pergi meninggalkan gira namun sebelum henzi memasuki mobilnya gira berhasil menarik tangan henzi, membuat henzi menoleh ke arah belakang…


“Berikan gira pelukan” ujar gira melayangkan kedua tangannya ke udara dan menunggu sambutan dari henzi


Henzi hanya tersenyum melihat gira yang begitu imut saat ini, namun henzi tidak tau bagaimana gira berusaha untuk tidak menangis…


Henzi langsung memeluk gira, gira memeluk henzi seerat eratnya, karna ini akan menjadi pelukan terakhir untuk henzi…..


🌿🌿🌿


“Aku tidak akan meninggalkan doctor henzi kak” ujar gira pada berend

__ADS_1


__ADS_2