
“aku lebih penasaran pada anak direktur tersebut, katanya dia kuliah di luar negeri”
Sambung suster yang ada di situ
Henzi dan vino mendengar apa yang mereka katakan namun keduanya tidak perduli, hanya berjalan santai menuju lift
“Apa yang sedang mereka bicarakan” Tanya vino
“Entah lah aku tidak tertarik” jawab henzi datar sambil melihat ponsel yang ada di tanganya
(kenapa dia tidak menelpon ku atau hanya mengirimkan pesan singkat) batin henzi kesal
“Tapi mereka menyebut nama istri mu” bisik vino tepat pada telinga henzi
“Kamu salah dengar, istri ku sedang bertemu dengan via” ucap henzi sambil memasuki lift
“Waw beruntung sekali doctor gira bisa kenal dengan anak direktur rumah sakit ini” ucap salah satu suster yang ada tepat di belakang henzi dan vino
“Iya aku juga berfikir begitu, doctor gira juga baik dan cantik, wajar saja jika anak direktur menyukainya”
“Aku juga melihat nya bahkan mereka sangat mersa tidak mungkin meraka tidak memiliki hubungan” ucap suster itu
“Benar juga bahkan mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan”
“Aku iri sekali, sepertinya itu kekasihnya doctor gira, doctor gira ketahuan sedang vidoe call dengan kekasihnya minggu lalu dan kekasihnya itu sangat tampan” lanjut suster lain
Henzi yang mendengarnya sangat kesal apa yang baru saja di dengarnya bisa bisanya mereka berbicara tentang gira yang jelas jelas henzi adalah suaminya
“Apa kalian kurang kerjaaan ” Teriak henzi kesal pada suster yanga da di lift
“Maaf doc” ucap suster itu sambil ketakutan mendengar teriakan doctor henzi
“apa yang sedang kalian bicarakan” Tanya vino lembut sambil tersenyum pada suster itu sambil memberi isyarat pada henzi untuk sedikit tenang
“doctor belum dengar berita”
“Berita apa” Tanya vino sambil tersenyum
“doctor gira berkencan dengan anak direktur rumah sakit”
“Apa!!” ucap vino dan henzi bersamaan jelas saja vino terkejut gira adalah istri dari sahabatnya
“Kalian dengar dari mana berita bodoh itu” ucap henzi dengan nada marah
“Tenang” ucap vino sambil berbisik pada henzi
“Kalian dengar berita itu dari mana” Tanya vino sambil keluar dari lift
“Kami melihat di salah satu grup doctor obgny” jawab salah satu suster itu
“Boleh aku melihatnya” ucap vino ramah pada salah satu suster di situ
“Sepertinya sudah ke sebar luas di berita doc, doctor bisa melihatnya di internet” jawab suster
“Apa!!!” ucap henzi sambil membuka ponselnya dan benar saja berita gira berkencan sudah tersebar di internet
“Baik lah kalian bisa pergi”
“Baik doc” jawab suster itu sambil meninggalkan doctor henzi dan vino
“kamu lihat ini bahkan mereka tersenyum bahagia” ucap henzi sambil
memperhatikan foto gira bersama Stefan yang sadang tertawa bahagia
“kamu harus tenang ini rumah sakit” ucap vino sambil memegang bahu henzi
“kamu ingin kemana” Tanya vino lagi
__ADS_1
“aku ingin ke tempat mereka berkencan”
“Kamu gila” Tanya vino
“Kenapa aku harus gila” teriak henzi hingga membuat semua pasien yang ada situ dan juga suster melihat henzi kini titik focus mereka hanya pada henzi
“Mari kita bicara di ruangan ku” ajak vino
“Jangan membuang buang waktuku” ucap henzi kesal
“Kamu tidak sadar sekarang ini kamu menjadi titik focus mereka” bisik vino pada henzi sambil mengarahkan pandanganya pada pasien yang ada di situ
“Kamu ingin di jadikan gosip hangat oleh mereka”
“Mari” ajak vino lagi
Namun kali ini tidak ada bantahan dari henzi sadar akan pandangan pasien terhadap mereka akhirnya henzi mengikuti vino menuju ruangannya
Sesampainya di ruangan, vino langsung memarahi henzi
“Kamu gila, bagaimana kamu bisa bertindak tanpa berfikir sedikit pun” teriak vino kesal pada henzi
“Kamu bilang aku gila, gira itu isrti aku wajar saja aku marah melihat ini” jawab henzi tidak kalah teriak sambil menunjukan foto gira yang ada di ponselnya
“Aku tau kamu marah tapi coba lah berfikir
sebelum bertindak”
“Apa yang harus aku fikir, dia istri aku, biarkan mereka tau aku ini suaminya gira kenapa aku harus sembunyikan ini”
“Aku tau kamu suami nya gira tapi itu hanya tiga bulan bukan, setelah itu kamu akan meninggalkannya” ucap vino sedikit berteriak pada henzi
“Aku tanya sama kamu apa kamu berniat mempertahankan gira”
Diam itulah yang henzi lakukan saat pertanyaan yang keluar dari mulut vino
teriak vino pada henzi yang duduk di sofa yang ada di ruangan vino
“Kenapa kamu ingin menjadikan dia istrimu” Tanya henzi
“Aku tidak serendah itu, merebut istri sahabtku sendiri”
Untuk ke dua kalinya henzi terdiam medengar apa yang keluar dari mulut vino
“Kamu tidak boleh egois zi, di sini kamu yang di untungkah, kamu jadikan gira istri hanya untuk membuat nenek yakin jika hubungan kamu dengan agnes sudah selesai padahal nyatanya apa”
Henzi terkejut mendengar apa yang barusan keluar dari mulut vino, karna pada kenyatannya henzi tidak pernah bercerita pada siapa pun alasanya untuk menikahi gira karna agnes, apa lagi vino akan sangat marah jika dia tau hal ini
“Bagaimana kamu tau” Tanya henzi pensaran
“Aku ingatkan sekali lagi pada kamu zi, jika kamu ingin mempertahan kan gira maka lakukan sesuka hati mu, namun jika kamu ingin meninggalkan gira maka jangan larang apa yang gira lakukan, kamu harus paham di sini kamu yang di untungkan” ucap vino tegas
“Tapi aku ini suaminya gira” ucap henzi pada vino tak kalah tegas
“Kamu harus ingat hanya tiga bulan, jangan tinggalkan bekas yang dalam pada hati gira saat kamu akan meninggalkan gira”
“Kamu juga harus tau zi, jika hubungan kamu dan gira tersebar maka gira lah yang paling di hujat jika kalian nantinya berpisah, karna apa kamu memilih agnes lalu meninggalkan gira” ucap vino menjelaskannya pada henzi “kamu harus tau itu karir gira akan hancur ”
“Dan satu hal yang harus kamu tau aku ini sahabat kamu zi, kamu harus ingat itu aku sahabat kamu, aku yang akan maju paling depan saat kamu sedang dalam masalah aku selalu mendukung kamu tapi jika kamu menyakiti wanita aku akan menjadi musuh untuk kamu, aku tidak jatuh cinta pada gira tidak!! aku juga bukan siapa siapa bagi gira, hanya saja aku tidak suka laki laki banjingan yang menyakiti perempuan kamu tau itu” ucap vino sambil duduk di kursi miliknya
henzi terdiam seribu bahasa hanya berfikir apa yang di katakan oleh vino
“Lebih baik kamu Tanya gira dimana sekarang, dan jangan larang gira jika kamu tidak ingin mempertahankan gira, gira berhak melakukan apa saja jika itu tidak melanggar kontrak kalian” lanjut vino
Henzi hanya diam henzi tau vino tidak meyukai laki laki yang menyakiti wanita terlebih lagi mengingat masa lalu vino yang membuat vino jadi begitu, wajar saja vino juga tidak ingin sahabat nya menjadi bajingan seperti sosok laki laki yang ada di masa lalu vino
Henzi langsung mengambil ponselnya dari jasnya
__ADS_1
“Ah doctor sudah selesai” Tanya seseorang yang ada di seberang ponselnya henzi
Mendengar suara gira saja sudah membuat hati henzi bahagia namun juga sakit mengingat apa yang dikatakan oleh vino barusan, entah mengapa kata kata vino membuat henzi sedikit merasa bersalah pada gira
“Doc” panggil gira lagi
“Iya aku sudah selesai”
“Baik lah aku akan kesana”
“Tidak kamu tunggu di dekat taman saja ada toko roti di sana aku akan kesana bersama vino” ucap henzi sambil melihat vino yang terkejut mendengar namanya di sebut
“Kenapa” Tanya gira heran
“Aku tidak ingin orang lain tau kamu jemput aku” ucap henzi
(aku ingin kamu jemput aku di depan rumah sakit gir, tapi apa yang baru saja dikatakan oleh vino semuanya benar adanya aku tidak ingin meninggalkan bekas yang dalam di hati kamu, aku juga tidak ingin kamu di hujat karna aku, apa lagi saat ini semua orang tau kamu sedang berkencan dengan anak dari direktur rumah sakit) batin henzi
“Baik lah doc” jawab gira lemas
“Aku tutup” ucap henzi sambil menutup ponselnya dan melihat vino
“Aku baru tau kamu di antar oleh gira ke mari”ujar vino
“Mobil gira ada di rumah ku”
“Rumah kamu dan agnes”
“Ayo kita pergi” ucap henzi tanpa menjawab ucapan vino
Henzi pergi tanpa menunggu vino, vino langsung menyusul sahabatnya saat mereka melewati beberapa suster masih betah dengan berita tentang doctor gira dan anak direktur berkencan di sebuah restoran membuat telinga henzi panas mendengarnya
~Mereka berkencan aku tidak tau itu, aku jadi penasaran setampan apa anak direktur jika di lihat dengan nyata, dan kapan mereka mulai berkencan, dimana anak direktur berkerja, lalu sudah berapa lama mereka berkencan beruntung banget jadi doctor gira~
Semua yang keluar dari mulut suster itu membuat makin kesal
(Apa mereka tidak memiliki perkejaan lain selain membicarakan istri ku) batin henzi dalam hatinya sambil berjalan
Sesampai di dalam mobil kini henzi sedikit bisa lebih tenang
namun sayangnya di jebak oleh pertanyaan yang bodoh oleh vino
“Agnes tidak pernah menelpon kamu” Tanya vino pada henzi
“Tidak”
“Kamu tau dia ada dimana sekarang”
“Paris”
“Kapan dia kembali” Tanya vino lagi tanpa menoleh ke arah henzi
“Setelah selesai kontraknya”
“Dia tau kamu menikah dengan gira”
“Tau”
“Dia tau gira doctor dan gira lebih muda 10 tahun dengan kamu”
“Tidak”
“Kamu berencana akan kembali dengan agnes”
Henzi diam tidak menjawab apa yang baru saja di tanyakan oleh vino, hanya melihat vino yang sedang focus pada mobil yang ada di depan dan seseorang yang henzi kenal wanita yang membuat henzi gila padahal hanya beberapa hari ini memiliki status dengan henzi, gira duduk di dalam toko roti sambil memegang ponselnya dengan jelas henzi dan vino bisa melihat gira karna halaman depan toko roti itu terbuat dari kaca
“Jangan sampai gira tau kamu menikahinya karna wanita lain” ucap vino sambil melepaskan saltbeltnya
__ADS_1