
“Sayanggggggg kamu dimana” suara itu membuat gira terkejut
Mendengar suara seseorang membut gira menghentikan langkahnya
(Ada seseorang di dalam kamar itu) batin gira
Lalu dengan cepat gira berbalik dan melangkah cepat ke atas menuju kamar tersebut
Gira memberanikan dirinya untuk membuka pintu kamar tersebut dengan pelan pelan gira hingga betapa terkejutnya gira melihat siapa yang ada di dalam kamar tersebut
Duk duk duk…..
Jantung gira berdetak lebih cepat dari biasaanya kenapa tidak saat ini yang di lihat oleh gira adalah seorang wanita yang tidur di dalam kamar tersebut adalah wanita yang sama yang gira lihat di ruangan henzi……
Dengan cepat gira langsung menutup kembali pintu kamar tersebut dan pergi meninggalkan henzi, gira melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga kini mobil gira sudah memasuki area parki rumah sakit
“Harus kah gira berhenti di sini doc, kenapa doctor henzi membawa wanita lain ke rumah, sedangkan gira adalah istri doctor ” ujar gira di dalam mobil dengan pipi yang sudah basah dengan air matanya
(Aahhhhkkkk kamu harus mundur, kamu harus mundur gira karna bagaimana pun kamu adalah orang ketiga dalam hubungan mereka) batin gira
Gira menghapus sisa air mata yang ada di wajahnya dan turun dari mobilnya
“Heeeufff kamu menyelesaikan pekerja ini agar kamu bisa pergi dari sini, semangat gira” ucap gira lirih pada dirinya dengan pandangan yang tertuju pada ruangan doctor henzi
🌿🌿🌿
via bangun dari tidur nya dan melihat gira sudah tidak lagi di samping nya dan via segera bangun keluar mencium wangi harum yang membuat perut via ke rencongan
“Kak apa yang sedang kakak lakukan disini” Tanya via melihat berend yang sedang mengobrak obrik dapur milik via
“Kamu sudah bangun” Tanya berend santai
“Eum”
“Mari duduk lah dan makan bersama, dimana gira???” Tanya berend pada via yang tidak menemukan keberadaan gira
“Gira sudah pergi” jawab via
“Kemana”
“Viia juga tidak tau saat via bangun gira sudah tdak ada di kamar”
“Benarkah, kenapa kakak tidak melihatnya pergi”
“mungkin gira sedang buru buru”
“Vii kamu tidak keberatan jika kakak pergi sekarang”
“Kak berend ingin kemana” Tanya via pada berend saat via melihat berend membersihkan tangannya
“kakak harus pergi menumui gira, kakak khawatir keadaan gira”
“Baik lah jika begitu hati hati kak” ucap via sedikit sedih
“Maaf aku tidak bisa menemani mu sarapan”
“Tidak masalah, selesaikan masalah kakak dengan gira”
“Aku pergi”
Setelah ke pergian berend via kembali kekamar dan tidur, bahkan nafsu makan via juga hilang
🌿🌿🌿
“kamu dimana girr” Tanya berend
“Gira sedang ada di taman”
“Kakak kesana” jawab berend sedikit gegabah
“Baik lah kak”
Gira duduk di taman mengingat apa yang terjadi tadi pagi membuat hatinya hancur
“Kenapa kamu duduk di sini dalam keadaan dingin bengini” Tanya berend khawatir lalu membuak jaketnya dan memakaikan pada gira
Gira hanya tersenyum pada berend, tidak ada jawaban dari gira dan melihat berend duduk di sampingnya
“Bagaimana keadaaan kak berend” Tanya gira
“Kakak baik baik saja, kamu???”
“Seperti yang kakak lihat” jawab gira sedikit lembut dan tersenyum pada berend
“Kamu tidak baik baik saja bukan, apa ada masalah” Tanya berend melihat wajah gira yang tidak bahagia, harusnya gira tersenyum bahagia setelah berjumpa dengan henzi
“Bagaimana bisa kalian bersaudara????”
“Siapa”
“Kak berend dengan doctor henzi”
“Ahhh itu, kamu ingin tau” Tanya berend pada gira
“Eum”
__ADS_1
“Tidak ada yang istimewa”
“Sisi yang lebih menarik” ucap gira
“Kami dekat sejak kecil bertiga namun kamu tau bukan kakak harus mengikiuti jejek papa kakak, jadi kak masuk universitas yang berbeda dari keduanya, kak vino dan kak henzi mengambil jurusan kedokteran kakak harus mengambil bisnis”
“Kenapa kalian tidak mirip sedikit pun” Tanya gira dengan senyum yang menawan
“Hanya kakak yang sedikit berbeda dengan sepupu lainnya bukan kah kakak lebih menawan” jawab berend dengan sedikit tersenyum
“Hahahaha,,,,,”
“Kamu tidak percaya” Tanya berend menghentikan tawa gira
“Gira percaya, kak berend yang paling tampan” ujar gira membuat berend dan gira tertawa
“Maaf kak”
“Kenapa gira minta maaf”
“Karna gira tinggalin kakak, dan menikah dengan doctor henzi” jawab gira lesu
“Jujur gira berpikir jika ini hanya sementara, namun semuannya di luar kendali saat gira mulai jatuh cinta sama doctor henzi, gira benar benar minta maaf, gira tau dan sadar jika kesalah gira tidak bisa di maafkan” jelas gira dengan lembut pada berend gira tidak ingin berend berfikir jika dirinya berbohong
“Kakak paham, kak vino sudah jelesin pada kakak”
“Doctor vino” Tanya gira terkejut
“Iya doctor vino”
Flashback on
“Kenapa kamu dirumah via” tanay vino yang melihat berend keluar dari rumah via
“Kak” ucap berend terkejut
“Mari kita bicara” titah vino
Setelah sampai di restorant kini vino mulai bertanya dengan muka yang serius
“Kenapa kamu disana, apa hubungan kamu dnegan via???”
“Ah aku hanya singgah sebentar kak”
“Kamu tidak bisa berbohong pada kakak, jawab jujur”
“Maaf kak aku kenal via” jawab berend seditik tersenyum menperlihatkan gigi nya yang rapi
“Kamu kenal via, bagaimana bisa???” Tanya vino terkejut
“Kamu serius”
“Eum aku serius”
“Lalu bagaimana kamu bisa ada di rumah via pagi pagi begini” Tanya vino sedikit menyelidik
“Hanya singgah sebentar” ujar berend berbohong
“Singgah sebentar” Tanya vino dengan mata yang tajam “Kamu bukan pria yang suka singgah di rumah wanita bukan” sambung vino bahkan kini wajahnya sudah mendekat dengan wajah berend
“Bukan…… aku tidak mungkin seperti itu” jawab berend cepat melihat vino yang sudah dekat dengan nya
“Lalu”
“Lalu apanya”
“Kamu masih ingin berbohong, kamu ingin
kakak meminta bantu henzi untuk mengintrogasi kamu, bukan” ujar vino yang sudah duduk kembali di mejanya
“Tidak!!!! Jangan kak, jangan sampai kakak henzi tau” ucap berend cepat
“Lalu cepat katakan, kenapa kamu disana”
“Lalu kenapa kak vino ke rumah via pagi pagi benigi, atau ka…..” Ucapa berend terhentikan
“Diam aku tidak seperti itu” jawab vino cepat kini vino gugup dengan pertanyaaan dari berend
“Seperti apa????” Tanya berend menyelidik
“Seperti yang kamu pikirkan”
“Apanya” Tanya berend lagi
“Apa yang kamu pikirkan”
“Tentang………..” jawab berend tersenyum jail pada vino
“Tidak itu tidak benar” jawab vino cepat
“Aku pikir itu benar”
“Berhenti mengubah topic berend” titah vino saat meliahat berend bersemangat memojoki dirinya
“Maaf”jawab berend menundukan kepalanya
__ADS_1
“Bagaimana kamu menegenal via???”
Berend terdiam tidak bisa jujur jika dirinya jujur maka berend khawatir jika vino akan tau jika dirinya mempunyai hubungan special dengan gira
“Hanya teman biasa” jawab berend datar
“Lalu kenapa kak vino ke rumah via” Tanya berend lagi melihat wajah vino yang sudah diam
“Heum” jawab vino
“Ada apa kak” Tanya berend yang melihat wajah vino
“Agnes kembali”
“Apa” ucap berend terkejut sedikit berteriak
“Jadi selama ini” jawab berend mengetahui ke mana arah pembicaraan vino
“Eum pernikahan gira dengan henzi awalnya hanya untuk meyakinkan nenek jika hubungan henzi dengan agnes sudah usai, namun kamu tau bukan henzi masih mencintai agnes”
“Jadi bagaimana dengan gira” Tanya berend khawatir
“Aku juga tidak tau, kamu tau henzi sangat mencintai agnes entah dia juga mencintai gira atau hanya drama aku juga tidak tau, kamu harus tanya pada kakak mu”
“Apa kak henzi mencintai gira”
“Yang aku tau henzi mencintai gira, namun aku juga tidak tau saat ini bagimana perasaan henzi pada agnes aku sedniri juga pusing memikirkannya” jelas vino
Saat keduannya sedang terdiam kini vino membuka suarannya
“Kamu menyukai via” Tanya vino pada berend yang melihat berend hanya terdiam
“Tidak” jawab berend cepat
“Bagus lah jika begitu aku tidak ingin bersaing dengan mu”
“Apa maksudnya, jangan bilang kakak vino menyukai via” tanay berend sedikit terkejut
“Heum” jawab vino dengan wajah yang tersenyum malu
“Serius”
“Entah lah aku sangat suka dengan sifatnya yang peduli saat memanggilnya” ujar vino tersenyum mengingat betapa pemarahnya via
“Eum via sangat imut dengan wajah tidak pedulinya” jawab berend tersenyum
“Apa kamu bilang”
“Tidak ada” jawab berend cepat
“Lalu bagaimna dengan gira” tanya berend lagi
“Kakak juga tidak tau, kakak khawatir gira terluka karna tau ke benaran”
Flashback off
“Apa gira sedang ada masalah dengan kak henzi???” Tanya berend
“Tidak”
“Kakak tau jika kamu sedang ada masalah jangan berbohong, kakak udah lama kenal dengan gira” ujar berend
“Tidak ada masalah hanyaa gira sedang bad mood aja”
“Gira harus tau jika kakak sudah memaafkan gira, tidak tau seberapa beesar kesalahan gira kakak akan memaafkan gira” ucap berend sedikit lembut
“Maaf kak, gira benar benar merasa malu pada kakak”
“Kenapa karna kamu ninggalin kakak”
“Heeum”
“Kamu mencintai kak henzi” tanya berend
Terdiam gira tidak bisa menjawab
pertanyaan berend meskipun jawabannya adalah iya
“Jawab saja kamu tidak perlu khawatir tentang kakak”
“Iya kakak gira sudah mencinttai doctor henzi”
“Bagus lah”
“Maaf kak”
“Bagaimana jika kita rahasiakan hubungan ini anggap saja jika kita tidak pernah ada hubungan satu sama lain, kakak tidak ingin kamu bertengkar dengan kak henzi hanya karna masa lalu kita”
“Tapi”
“Kamu harus melangkah tanpa melihat masa lalu gira, semoga saja kak henzi bisa membuat kamu bahagia kamu tau bukan jika
“kakak selalu ada buat gira”
“Eum makasih kakak, karna tidak membenci gira”
__ADS_1
Kini gira lebih tenang karna berend sudah memaafkannya meskipun kenyataannya masih sakit saat melihat henzi bersama dengan gira, namun berend tidak bisa berbohong jika dirinya masih mengharapkan gira kembaali pada nya……