My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Kebenaran Yang Menyakitkan


__ADS_3

“Apa kalian memiliki hubungan yang istimewah” Tanya Stefan pensaaran melihat henzi selalu menatap gira


“Ada” jawab gira datar


(apa hubungan kalian istimewah, wajar saja gira sangat lah cantik, apa aku sudah terlambat) batin stefan


“Benarkah”tanya stefan


“Eum hanya sebatas doctor dan doctor senior” ucap gira sambil tersenyum


“Bagus lah” ujar Stefan lirih


(bagus lah, akhirnya aku bisa lega) batin stefan sedikit lebih bahagia


🌿🌿🌿


Setelah selessai bersiap siap gira yang memakai jeans hitam dan di padukan dengan baju yang pas di badannya dan juga memakai bleazer coklat dengan rambut yang di herai dan sedikit bergelombang di ujungnya membuat gira terlihat lebih cantik


Gira menaiki mobilnya yang tadinya gira menyuruh sopir untuk mengambil mobilnya di rumah doctor henzi


Mobil gira melaju cepat, menuju tujuan yang sudah di janjikan untuk bertemu seseorang yang sangat gira rindukan


Setelah sampai di mall gira langsung naik ke lantai atas mencari seseorang yang gira kenal gira melihat sekeliling dan akhirnya nya mata gira menemukan sosok yang gira rindukan yang sedang duduk di dekat lift yang ada di depanya, wanita yang memakai dress hitam selutut dan rambut sebahu terlihat cantik di umurnya yang sudah memasuki 40 tahun mama gira masih terlihat muda


“Hai mam” sapa gira


“Hai sayang kamu sudah sampai” ujar nessa sambil memeluk putri cantiknya


“Ngapain kita kesini” Tanya gira saat nessa melepaskan pelukanya


“Mari kita shopping, mama ingin shopping dengan putri mama, kamu tidak keberatan”


“Tidak” ujar gira sambil tersenyum


“Ayo” ucap nessa sambil menarik tangan putrinya


(Aku juga ingin melakukan ini dengan mama) batin gira


Setalah belanja dan juga makan siang bersama membuat gira dan nessa lebih terbuka satu sama lain bakhan mereka tertawa ria saat melihat semua hal yang lewat dan juga menceritakan tentang gira saat kecil


Dan kini meraka berjalan jalan di taman sambil menikmati es krim


“Sayang”panggil nessa saat mereka sudah duduk di sebuah kursi


“Iya mam”


“Kamu bahagia sayang” Tanya nessa pada putrinya


“Apa maksud mama gira sangat bahagia hari ini” ujar gira


“Buka hari ini sayang, pernikahan kamu”


“Kenapa mama Tanya itu” Tanya gira


“Sayang mama ini mama kamu, meskipun kamu tumbuh besar tanpa mama tapi mama tau anak mama sedang sedih, sedang bahagia, bahkan saat terluka”


“Mam” panggil gira mendengar ucapan mamanya


“Kamu tu sayang, mama tidak marah kamu menikah mama hanya ingin kamu bahagia sayang, terserah siapa orang itu mama tidak peduli bahkan jika dia hanya seorang sopir atau pun pelayan mama tidak peduli karna kamu lebih berharga dari apa pun di dunia ini” jelas mama gira


“Lalu kenapa mama ingin menjodoh kan aku” Tanya gira penasaran pada ucapan mama nya barusan


“Itu pilihan papa kamu sayang”


“Papa” Tanya gira


“Iya papa” ucap nessa


“Kenapa” Tanya gira


“Karna papa kamu ingin membuka bisnis di Indonesia”


“lalu apa kaitannya dengan ku” tanya gira


“karna jika kamu belum menikah dengan pak sino maka pak sino tidak akan membantu papa kamu” jelas ness


“benarkah Mama” ujar gira


“eum sayang mama sayang banget sama kamu, mama ingin kamu tau mama sangat menyayangi putri mama, dan terlepas dari apa yang mama buat, inilah adalah pilihan yang sulit yang harus mama ambil, dan yang harus gira tau mama terpaksa sayang, terpaksa meninggalkan gira terpaksa harus ada di posisi ini, tepaksa harus membuat gira mengambil keputusan yang sulit ini, semoga suatu saat nanti kamu paham sayang jika mama sangat menyayagi kamu”


kata kata nessa membuat gira menangis terlebih lagi mengingat hubungannya dengan henzi membuat gira terluka gira memeluk mamanya sambil menangis


“maafkan mama sayang, maaf mama sudah membuat gira terluka, andai mama bisa memilih mama ingin gira bahagia meskipun mama tidak ada sayang”


“kenapa mama bicara seperti itu ada mama di samping gira saat ini sudah membuat gira bahagia” ucap gira yang masih di dalam pelukan mamanya


“Maafkan mama sayang mama janji sama kamu mama akan selalu ada sama kamu tidak ada yang akan memisahkan kita lagi” ucap nesa sambil mencium putri kesayanganya

__ADS_1


“Mama berapa bulan disana”


“Mama akan pergi 1 bulan”


“Bukannya mama bilang mama akan pergi dua bulan” Tanya gira seingat giira mamanya bilang 2 bulan


“Kebetulan ada seseorang yang akan membantu mama sayang saat di sana, jadi mama hanya perlu satu bulan di sana”


“Benarkah, bagus lah. Harus kah gira berterima kasih pada orang itu, karna sudah membantu mama” ujar gira sambil melihat wajah mama nya di balik pelukannya itu


“Tidak hari ini sayang tapi suatu saat nanti jika orang itu sudah siap” ucap nessa


Gira terdiam mendengar ucapan mamanya saat ini


“Kamu akan berjumpa dengannya sayang tapi tidak hari ini mungkin nanti saat semuannya sudah tenang” ujar nessa meyakinkan gira


“benarkah, Baik lah tidak masalah asal mama bisa pulang lebih cepat” ujar gira bahagia


“Boleh mama Tanya sesuatu sayang”


“Apa” Tanya gira


(apa yang akan mama tanya, Apa mama ingin bertanya apa aku setuju jika mama menikah lagi) batin gira dalam hatinya


“Kamu dengan doctor henzi menikah beneran atau hanya pernikah kontrak”


Gira terkejut dengan apa yang baru saja keluar dari mulut mamanya


“Mam, Bagaimana mama bisa bertanya begitu” ujar gira


“Kamu tidak bahagia bukan, ini hanya karna nenek bukan??”


“Mam???” panggil gira lirih


“Mama janji nenek tidak akan tau ini, mama hanya ingin kamu jujur pada mama sayang”


Untuk ke sekian kalinya gira terdiam dengan apa yang baru saja di keluarkan oleh mamanya


“Sayang mama ingin kamu berbagai cerita pada mama, biar mama menembus kesalahan mama dulu sayang”


“Mam”


“Sayang mama tau, tapi bisa kah kamu percaya pada mama, mama hanya ingin kamu cerita pada mama, mama ingin mendegar isi hati putri mama”


Setelah lama terdiam akhirnya gira membuka suaranya


“Mama tau sayang”


“Sebab itu gira terpaksa meminta doctor henzi menikahi gira” ujar gira sambil melihat nessa sambil tersenyum


“Awalnya doctor henzi menolak gira namun entah keberanian dari mana membuat gira berfikir untuk menawarkan doctor henzi menikah kontrak”


“Berapa tahun sayang” Tanya mama gira


“Tiga bulan mam, hanya tiga bulan” ujar gira membuat nessa terkejut


“Apa!!! Tiga bulan sayang” Tanya nessa panik


“Eum” jawab gira sambil mengangguk


kepalanya


“Setelah itu???” Tanya nessa khawatir pada putrinya


“Gira akan berpisah dan doctor henzi akan ke Indonesia”


“Kenapa ke Indonesia” Tanya nessa panic


“Entah gira juga tidak tau pasti alasan doctor henzi ke indonesia”


“Tidak boleh sayang ini tidak boleh terjadi”


“Mam kenapa, kenapa mama panic begini” Tanya gira saat melihat jelas kepanikan yang ada di muka mamanya dan kini tanya nessa juga gemetaran


“Tidak sayang kamu tidak boleh, kamu tidak boleh berpisah dengan henzi” ujar mama gira panic


“Mam, kenapa ayo cerita pada ku ada apa ini, kenapa mama bisa sepanik ini”


“Karna jika papa kamu tau, perjodohan kamu akan berlajut sayang sebelum satu tahun” jelas mama gira


“Kenapa harus satu tahun” Tanya gira pensaran


“Karna dalam satu tahun ini proyek papa kamu ada pada pak sino jika sampai papa kamu tau kamu berpisah dengan henzi maka perjodohan itu akan berlanjut dan papa kamu akan mendapatkan proyeknya kembali dari pak sino, sebab itu papa kamu ingin kamu


menerima perjodohan itu” jelas mama gira


“Tunggu maksud mama, papa ingin jadikan aku istri temannya agar proyek papa yang ada di Indonesia kembali padanya, dan itu sama saja papa ingin menjual aku mam” ucap gira sedikit kesal

__ADS_1


“Tapi kenapa, bukannya aku juga anaknya papa kenapa papa bisa setega itu” Tanya gira lagi pada mamanya


“Karna kamu anak mama, karna kamu lahir dari ramih mama sebab itu papa tidak peduli pada mu, meskipun kamu darah daging


papa”


“Kenapa, apa salah nya jika aku anak mama, apa salahnya jika akau lahir dari rahimnya mama” tanay gira


Nessa terdiam mendengar pertanyaan dari gira, haruskah gira tau yang sebenarnya


“Mam, aku ingin tau kenapa, aku sudah dewasa aku ingin tau kenapa papa memiliki niat untuk menjual aku, jawab mam, jika mama tidak menjawabnya jangan salah kan aku jika aku bertindak gegabah” ujar gira tegas


“Mam!!! mama tidak ingin kan aku bertindak”


“Tidak sayang mama tidak ingin kamu terluka jangan ke sana sayang ingat sayang kamu hanya akan tinggal di Amsterdam kamu tidak boleh ke Indonesia” ucap nesa sambil memegang Tanya putrinya


“Jika mama tidak ingin aku bertindak maka katakana pada ku”


Jujur saja gira wanita yang sangat nekat, dan keras kepala jika gira sudah membuat keputusan akan sangat sulit untuk mengubah keputusan tersebut


“Tenang sayang mama akan cerita pada kamu tapi janji jangan lakukan apa pun” uja nesa sambil mencegah gira pergi


“Iya mam gira janji” ucap gira sambil memegang tangan nessa


“saat kamu belum ada di rahim mama papa kamu sudah selingkuh namun mama mencoba untuk bertahan dengan sesabar mungkin, tapi saat itu papa kamu sudah melewati batasnya dengan membawa wanita lain kerumah dan memasukinya ke dalam kamar mama dan papa membuat ke sabaran mama hilang mama ingin berpisah dengan papa kamu tapi takdir tidak berpihak pada mama”ujar nessa


“Saat mama ingin ke pengadilan tiba tiba mama pingsang di depan rumah, dan doctor mendiagnosa jika mama hamil dan saat itu usia kehamilan mama sudah memasuki 6 minggu”


Flashback on


“Aku tidak mau tau kamu harus menggugurkan kandungan itu”


“Tidak aku tidak akan menggugurkan kandungan ini, disini ada anak ku” ujar nesa sambil menunjuk perutnya


“Aku tidak mau tau kamu harus melakukannya, ayo ikut aku” ucap fadlan sambil menarik tangan nessa


“Aku tidak mau” bantah nessa saat tangannya di tarik oleh fadlan


“Kamu ingin membantah perkataan aku”


“aku ingatkan pada mu fadlan jika kamu berani menyentuh anak ku ini maka semua orang akan tau jika kamu adalah laki laki bajingan yang selingkuh di saat istrinya sedang hamil, dan satu hal lagi jika kamu masih berani meninjak kan kakimu di rumah ini aku akan aku pastikan mama tau kamu selingkuh”


“kamu berani mengancam aku” ucap fadlan berteriak


Tubuh nessa bergemetaran saat fadlan megenggam keras bahunya nessa


“Baik tapi jangan salah kan aku jika aku tidak peduli pada anak mu itu” ujar fadlan


Setelah mengatkan itu fadlan pergi meninggalkan nessa yang ketakutan di laman kamarrnya


Flashback off


“Jadi karna itu papa tidak menyukai ku” ucap gira lirih


“Maafkan mama sayang”


“Tidak mama tidak perlu minta maaf pada ku, terima kasih mam, mama sudah mempertahan kan, karna mama aku bisa ada di sini saat ini” ujar gira sambil memeluk mamanya


Setelah selesai dengan pembicaraannya kini gira mengantar mama nya ke bandara


“Sayang kamu mau mendengar apa yang mama ucapkan sekarang”


“Apa itu mam” Tanya gira


“Kembalilah pada henzi sayang, mama tidak ingin kamu jauh dari mama sayang, mama khawatir jika papa sampai menjodohkan kamu lagi, mama pasti tidak akan bisa bertemu dengam kamu lagi sayang” jelas nessa saat kini dirinya sudah ada di bandara


“Harus kah”


“Sayang mama tidak ingin jauh lagi dengan kamu sayang” ujar nessa


“Tapi doctor henzi menganggap gira hanya istri kontrak ma” bantah gira


“Buat henzi jatuh cinta pada mu sayang, mama lihat henzi sangat peduli pada mu”


“Benarkah tapi” ucap gira


“Sayang cinta itu akan tumbuh seiring jalan nya waktu, jika kalian tidak jatuh cinta pun maka bertahan lah, mama tidak ingin hidup kamu lebih sensara sayang jika kamu bersama pak sino” jelas nessa


“eum gira akan berusaha untuk bertahan” jawab gira


Setelah selesai mengantarkan mamanya gira duduk di dekat kursi sambil befikir tentang papanya


`Benarkah papa membencih ku` batin gira sambil menangis


Siapa yang tidak menangis mendengar kenyataan jika seorang laki laki yang kita anggap papa namun fadlan tidak sama sekali menginginkan gira


Akhirnya gira menelpon doctor henzi....

__ADS_1


__ADS_2