My Little Wife (My Doctor)

My Little Wife (My Doctor)
Via Sadar


__ADS_3

Matahari masuk menyinari kamar yang berada di lantai 23 tersebut, perlahan cayaha matahari mulai masuk di selah jendela, membuat berend perlahan membuka matanya…


Berend bangun dari sofa yang dirinya tidur dan berjalan ke arah jendela untuk menutupi tirai yang sedikit terbuka membuat cahaya matahari menyinari wajah via, membuat wajah via sangat cerah, hingga berend tersenyum lebar dan menutup tirai dengan rapat agar matahari tidak mengangu tidur via…


“Sayang kamu tau saat ini kamu seperti snow white” ujar berend mencium dahi via


“Kamu tau sudah begitu lama kamu tidur sayang, tidakkah kamu rindu pada kakak, jika kamu marah sama kakak karna tidak berada di samping mu saat itu, maka bangunlah pukul kakak, marahin kakak jangan seperti ini, kamu membuat kakak sangat terluka, kakak benar benar takut sayang, sangat takut”


“Pikiran kakak terus melayang antara kamu membaik atau keadaan kamu memburuk, kakak benar benar takut, kakak belum siap sayang kehilangan kamu, dan tidak akan mungkin siap....”ujar berend sambil menghapus jejak air matanya


“Pukul kakak marahin kakak sayang, jangan seperti ini, ini sungguh menyiksa kakak”


Berend ingin mencium tangan via, dan membuat berend terkejut melihat jari telunjuk via bergerak membuat berend seolah berhalusinasi…


Berend kembali menyentuh tangan via namun sayang tangannya tidak bergerak lagi…


Tidak lama beberapa saat kemudian vino masuk untuk melihat keadaan via.


Seolah keajaiban mata via perlahan terbuka membuat vino dan berend tidak percaya dengan apa yang di lihatnya…


“Vi sayang kamu bangun” tanya vino di telinga via


“Vi, baby kamu bisa liat aku” panggil tidak percaya apa yang di lihatnya berend matanya yang sudah berkaca kaca kembali


Vino langsung mengecek keadaan via, meskipun anggota tubuh via belum bisa di gerakan namun melihat via sudah bangun membuat vino dan berend sangat bahagia


Vino langsung memanggil doctor Stefan meskipun dirinya sudah memeriksa fisik via namun Stefan adalah doctor utama via saat ini..


“Tunggu di sini aku akan memanggil doctor Stefan” ujar vino menepuk pundak berend


“Baby kamu bisa dengar aku” tanya berend namun tidak ada respon dari via


Beberapa saat vino sudah kembali dengan Stefan di sampingnya, stefan langsung memeriksa kaadaan via


“Via berjuang dengan sangat hebat” ujar Stefan pada vino dan juga berend


“vi....” air mata berend tidak bisa di tahan lagi begitupun dengan vino


“doctor tidak perlu khawatir berlebihan, via sudah bisa melewati masa komanya, semuanya akan membaik seiring berjalannya waktu” jelas Stefan menepuk pundak vino


“Via kamu bisa mendengar ucapan ku” tanya Stefan “Jika kamu bisa mendengarku kedip mata kamu 1 kali” sambung Stefan


Tubuh lumpuh sudah wajar via tidur selama 1 bulan lebih, otot tubuhnya tidak berfungsi dengan baik selama satu bulan, akan susah untuk via mengerakan tangan ataupun kakinya, terlebih setelah terjadinya benturan keras di kepalanya namun itu semua bisa kembali normal jika via sering melakukan terapi ringan


“Via kamu bisa mendengar aku” tanya Stefan


Via mengedipkan matanya…

__ADS_1


“Kamu tau ini berapa, jika kamu tau ini berapa kedip sesuai hitungan jari aku” ujar Stefan lagi


Via mengedipkan matanya dua kali


“Vi ini mungkin akan sakit tapi bisakah kamu mengerakkan sedikit jari tangan kamu” tanya Stefan


Seketikan semua mata yang ada di ruangan via tertuju pada jari tangan via


Sangat berat untuk via mengerakkan jari tangannya, terlihat tanganya yang bergetar dan perlahan mengerakkan jari terlunjuk dan jari tengahnya, hingga akhirnya via bisa menggangkat sedikit jari tanganya


Berend dan vino tersenyum lebar begitu juga dengan Stefan….


“Cukup vi, kamu tidak terlalu berusaha dengan keras, aku akan membantu kamu jadi kamu juga harus bertahan, kita akan melakukannya perlahan lahan” ujar Stefan tersenyum


“Kamu cukup hebat, bisa bertahan sampai detik ini, aku sangat beruntung bukan bertemu dengan pasien yang sangat kuat, dan tidak menyerah seperti kamu” ujar Stefan menyentuh kepala via


“Kamu harus istirahat yang cukup agar bisa berjalan kembali” ujar setfan pada via


“Jawab aku vi, aku sedang betanya” ujar Stefan lagi


Via menatap Stefan, entah tatapan apa itu tidak ada yang tau yang pasti tatapan yang sangat tulus


“Berhenti menatap ku seperti itu, kamu membuatku takut” ujar Stefan yang sedang memeriksa suhu via


“Aku tau kamu sangat marah tunggu sampai kamu benar benar sembuh total, kamu bisa menahannya sampai saat itu tidak, jadi berjuanglah semua orang sedang menunggu kamu bisa kembali sembuh seperti semula” ujar Stefan bercanda


“Aku yakin gira akan senang jika tau kamu sudah sadar vi” ujar Stefan sebelum meninggalkan ruangan via


“Dia kuat, doctor tidak perlu khawatir” ujar Stefan pada vino dan menepuk pundak berend lalu meninggalkan ruangan via


“Kakak senang vi kamu sudah sadar, terima kasih sayang kamu sudah bertahan sampai detik ini” ujar vino mencium dahi via


Air mata keduanya tidak bisa di tahan lagi, baik itu vino ataupun via keduanya menangis


“Tunggu di sini kakak akan menghubungi gira, gira pasti akan bahagia mengetahui keadaan kamu sekarang, berend jaga via” ujar vino lalu keluar dari ruangan via


“Terima kasih sayang, kamu sudah mau berjuang sayang banyak hal yang terjadi selama kamu koma, banyak hal yang kakak habisakan bersama kamu selama ini, hingga membuat kakak sadar sayang betapa kakak sangat takut kehilangan kamu” ujar berend lembut menggenggam tangan via dengan erat


“Banyak hal yang kakak ingin ceritakan sama kamu via, semua hal, tapi semua itu hilang perlahan heum” air mata berend membasahi kedua pipinya bahkan saat ini dirinya sangt sulit untuk mengucapkan satu katapun


Berend berhenti sejenak bahkan kini pandanganya hanya bisa menatap tangan via, air matanya terus berjatuhan tanpa bisa di tahan, sebelum akhirnya berend kembali menatap via


“Ahhh aku tidak tau kenapa aku menangis” ujar berend pada via dengan tangan yang menghapus jejak air matanya namun sayang air mata itu terus berjatuhan


“Vi terima kasi sayang, terima kasih kamu sudah bertahan sampai saat ini,maaf, maafin kakak sayang, maaf tidak bisa menjaga kamu, maaf, kamu harus menahan rasa sakit dalam waktu yang lama karna kelalaian kak, maafin kakak vi” ujar berend berkali kali mencium tangan via


Via tidak bisa melakukan apa pun saat ini tubuhnya sangat kaku, dirinya juga terluka melihat berend menangis, saat ini via hanya bisa menangis tubuhnya tidak bisa bergerak

__ADS_1


“k—a-k” satu kata yang bisa via ucapkan dirinya berusa dengan sangat keras untuk bersuara namun percuma berend tidak bisa mendengar ucapan via yang lirih


“Terima kasih via kamu sudah bertahan kakak janji hal ini tidak akan pernah terjadi lagi” ujar berend memeluk tubuh via dengan erat


Vino mengambil ponselnya dan menelpon gira…..


“Hallo ada apa kak” tanya gira pada vino


“Via gir” ujar vino menghapus air matanya


“Tunggu kak” ujar gira


Entah mengapa hati gira berdenyut lebih kencang dari biasanya, hantinya seolah belum siap mendengar apa yang akan terjadi pada via …


Harusnya sekarang waktu dirinya akan kehilangan sahabatnya yang selalu menemanin dari kecil sampai sekarang, apa ini waktunya, gira benar benar khawatir, terlebih gira belum siap sama sekali untuk kehilangan setangah dari dunianya


“Gir tenang lah, via baik baik saja, sekarang via sudah sadar” ujar vino lembut


“Syukurlah gira akan ke sana kak” ujar gira lalu matikan panggilannya


Setelah mengabari gira tentang kondisi via vino kembali lagi ke dalam ruangan via


Vino melihat berend memeluk via dengan menangis, dirinya juga ingin memeluk via namun melihat berend niatnya sedikit di undur, wajar saja selama ini berend tidak meninggalkan rumah sakit sedetik pun, bahkan dirinya juga melakukan metting di kafe yang ada di atas rumah sakit….


Waktu berend sepenuhnya di bahiskan untuk menjaga via….


Vino keluar untuk menunggu gira di bawah, dan bertemu dengan Stefan untuk melihat kondisi via dengan detail


🌿🌿🌿


"Hubby” teriak gira berlarian ke laur kamarnya


“Kenapa kenapa” tanya henzi khawatir melihat mata gira yang merah


“Via hubby” ujar gira yang sedang menghapus air matanya


“Kenapa via” tanya henzi khawatir


“Via udah sadar” teriak gira sedikit besar sambil memeluk henzi


“Kamu serius” tanya henzi tidak percaya


“Eum kita harus ke sana” ujar gira mengendong baby isabell


“Kita harus ke sana sekarang hubby” ujar henzi sudah membuka pintu mobilnya dan di susul oleh henzi….


“Baik kak gira akan segera pergi”

__ADS_1


__ADS_2