
Henzi tersenyum saat melihat istrinya masih betah dalam balutan selimut, henzi dengan hanya memekai celana longer selutut itu sambil mengeringkan rambutnya berjalan mendekat ke arah gira yang masih di bawah sadar mimpi
Henzi tersenyum melihat bibir istrinya yang bengkak akibat ulahnya, dan melihat beberapa tanda mereh di leher gira, tanda yang di buat sengaja oleh henzi..
Henzi kembali mendaratkan ciumanya pada bibir gira dan bangun dari duduknya memesan makan untuk mereka sarapan…
Setelah sarapan sampai henzi melihat jam sudah jam 11 siang akhirnya henzi membangunkan gira untuk sarapan..
“Sayang…” panggil henzi mengelus pipi gira
“Eeuhhgg”
“Kamu sudah bangun sayang” tanya henzi saat melihat gerakan tubuh gira
“Hubby” panggil gira yang matanya masih susah untuk di buka
“Mandilah sayang agar tubuh kamu lebih segar” ujar henzi yang duduk di samping gira dan tanganya menyentuhpipi gira
“Sebentar lagi”
“Sayang sudah siang, dan kamu masih belum makan apa apa” ujar henzi khawatir apalagi mengingat gira hanya memakan beberapa suap makan malam
“Gira masih ngantuk”
Melihat gira yang tak kunjung bangu akhirnya henzi menggendong tubuh mungil itu tanpa benang satupun di tubuh gira…
“Hubby…..” teriak giar saat tubuhnya melayang tanpa sehelai benang pun
“Kamu harus mandi sayang” ujar henzi menurunkan tubuh gira di dalam bathroom
Melihat gira yang tidak memakai apapun membuat henzi menatap gira lapar..
Henzi sudah menyiapkan air hangat untuk gira, agar meredakan sedikit rasa sakit yang di ciptakan oleh henzi…
“Hubby kalau lapar makan nasi jangan makan gira” ujar gira melemparkan air hangat itu ke wajah henzi membuat henzi tersenyum lebar
“Jangan memancingku sayang, aku sudah menahanya dengan sangat kuat, jika tidak berfikir kamu akan kesakitan mungkin aku tidak akan melepaskan kamu pagi ini” ujar henzi mencium dahi gira
Jujur saja melihat gira dalam keadaan seperti ini saja sudah membuatnya bergairah, namun mengingat jika ini pengalaman pertama untuk gira dan masih merasakan sakit, membuat henzi mengurungkan niatnya untuk memakan gira, tapi melihat bibir yang sedikit bengkat akibat ulahnya yang ganas, henzi tidak bisa menahan untuk tidak mencicipinya..
Henzi mencium bibir gira dengan ganas, melihat betapa seksinya gira saat di sedang tidak menggunakan apapun terlebih melihat sangat banyak bekas merah yang ada di tubuhnya..
Henzi melepaskan ciuman panasnya menatap gira sekilas.. “Aku tunggu di luar, berendamlah agar tubuh kamu lebih segar” ujar henzi terseneyum dan bangun tapi beberapa saat kemudian henzi kembali dengan bisikan sensualnya di telinga gira “jika kamu ke susahan jalan jangan lupa panggil aku sayang” ujar henzi dan meninggalkan hembusan nafas di leher gira membuat gira geli dan menatap henzi yang sudah menghilang di balik pintu kaca besar..
Bisa dilihat bagimana meronanya pipi gira saat ini, gira tersenyum lebar membayangkan bagaimana dirinya mendesah di bawah tubuh kekar milik henzi, dan terlebih tubuh gira merasa panas dingin saat mengingat bagaimana panjang senjata milik henzi, hingga pipi gira merona dengan sendirinya
__ADS_1
“Huff apa yang ku pikirkan, ingat gira buang fikiran kotor itu” ucap gira lihir
Akhirnya gira memutuskan memakai sabun membersihkan tubuhnya, lalu pikiran gira kembali pada kejadian semalam saat melihat betapa banyaknya tanda merah di sekeliling dadanya…
“Ini gila” ujar gira menggigit bibir bawahnya
“Sayang jangan terlalu lama, aku khawatir akan khilaf kembali” ujar henzi sedikit berteriak membuat gira membulatkan matanya
“Ini aja masih terasa sakit bagaimana jika hubby melakukanya lagi” tanya gira pada dirinya sendiri mengingat itu membuatnya khawatir
Gira langsung dengan cepat menyelasaikan ritual mandinya sebelum henzi kembali memakanya…
Gira berjalan dengan pelan pelan, keluar dari ruang ganti dengan pakaian yang lengkap, baju kaus lengan pendek dan celana longgar yang panjang, melihat henzi yang duduk di meja makan di jendela membuat gira tersenyum lebar, bagaimana tidak saat ini henzi bertelanjang dada, memperlihatkan dengan jelas kotak kotak kecil yang ada di perutnya..
Henzi tersenyum saat melihat gira sudah duduk di sampingnya, terlihat jelas bekas pink itu di leher gira yang putih
“Sadar dengan tatapan henzi “berhenti menatap gira seperti itu” ujar gira lirih dengan tangan kanan yang menutupi bekas merah di lehernya
“Kamu tambah cantik sayang terlebih memiliki tanda itu, kamu harus bangga pada suami mu sayang” ujar henzi tersenyum nakal pada gira
Gira menatap henzi tajam, meskipun hubungan mereka terpaud jauh namun tetap saja henzi terlihat masih sangat tampan dan gagah…
Gira memakan sarapan yang bisa di bilang lunch melihat jam sekarang sudah menunjukan pukul 11:35 ..
“Sayang makan yang banyak agar kamu mempunyai banyak tenaga untuk malam ini” ucah henzi tersenyum nakal membuat gira memukul kuat bahu henzi
Setelah makan bersama akhirnya gira dan henzi keluar untuk jalan jalan menikmati pemandangan yang indah di dekat pantai…
“Sayang” panggil henzi lirih
“Iya”
Henzi mencium dahi gira yang duduk memeluk gira di dekatnya, dengan tangan yang menjadi bantal untuk gira bersandar dan satu tangan melingkah indah di perut ramping milik gira, begitupun dengan gira tanganya melingkar indah di atat tangan henzi yang sedang memeluk perut gira menatap indahnya ombak pantai…
“Kamu menyukai tempat ini”
“Tentu, di sini sangat sejuk, tenang seolah semua masalah hilang di benak mendengar suara ombak yang nyaring di teliga, suara burung yang berkicau, terlebih saat gira bersama suami gira, membuat ini menjadi lebih indah” ujar gira tersenyum
“Bagaimana jika kita menetap disini” tanya henzi membuat gira langsung menoleh menatap henzi
“Hubby…..” Ucap gira terkejut mendengar ucapan henzi
“Aku serius sayang, kamu ingin tinggal disini” ucap henzi menatap gira dan juga mendaratkan ciuman lembut di pipi gira
“Tapi bukannya doctor harus bekerja, gira juga begitu” ujar gira
__ADS_1
“Sayang sudah cukup aku habiskan waktuku untuk bekerja, aku ingin menghabiskan sisi waktuku bersama kamu”
“Tapi gira ingin bekerja doc, tertawa bersama pasien saling bicara dan curhat pada sesame doctor, gira ingin bersama hubby tapi hubby kan tau separuh hidup gira ada di rumah sakit” ujar gira lembut
“Baiklah” ujar henzi mengalah
Merasa tidak enak gira mendaratkan ciuman pada pipi henzi membuat henzi kembali tersenyum lebar
“Kamu sedang menggodaku sayang” tanya henzi nakal pada gira
“Tidak” jawab gira cepat kembali menoleh ke arah pemandangan ombak di depanya
“Sayang aku masih kuat untuk beberapa ronde malam in” bisik henzi di teliga gira membuat gira tersenyum…
“Biar henzi junior cepat tumbuh di rahim kamu sayang” ujar henzi lagi dan mengelus elus lembut perut gira yang masih ramping dengan tangan kekarnya
membuat gira mencubit tangan henzi dengan kencang, hingga henzi merasa kesakitan….
“Sayang” panggil henzi tertawa lepas
“Abisnya hubby yang mulai” ujar gira juga tertawa lepas
“Aku mencintai kamu sayang” ucap henzi memeluk gira
“’Aku juga mencintai kamu suamiku” ujar gira membalas pelukan henzi
Kebahagian mereka kembali terjalin, terlihat bagaimana henzi dan gira menghabiskan waktunya, bahagia bersama, mungkin saja hubungan mereka kali ini menjadi suatu yang baik ke depannya
🌿🌿🌿
“Welcome back kak” ujar via memeluk tubuh vino
Vino memeluk erat tubuh adik kesayangannya, mencium dahi milik via
“Kakak dengan henzi dan gira sudah kembali” tanya vino
“Eum mereka sudah bersama kak” ujar via bahagia mengingat bagaimana bahagianya gira memberikan kabar itu pada sahabatnya itu
“Kamu sudah lunch”
“Belum mari lunch bersama” ujar via tersenyum manis pada pria yang ada di depanya membuat pria itu mecubit hidung milik via
Vino dan via pun singgah di salah satu restorant yang ada di pusat kota, keduanya terlihat bahagia setelah cukup lama berpisah..
“Bagaimana hubungan kamu dengan berend”
__ADS_1
“Baik baik saja untuk saat ini kak” ujar via sedikit gugup
“Baguslah” ujar vino kembali menyantap makananya