
Gira menatap henzi dengan tatapan manis, melihat itu membuat henzi khawatir pada arti dari tatap gira…
(Sepertinya aku dalam masalah besar saat ini) batin henzi menatap gira tersenyum
Karna selama hamil tidak sekalipun gira ngidam makanan yang ada di negaranya, paris menjadi tempat yang hampir tiap hari henzi kunjungi hanya untuk membelikan makanan yang di inginkan oleh istrinya..
“Hubby” panggil gira manja
“Yes baby” jawab henzi manis namun tertekan
“Gira ingin dinner di luar malam ini” ujar gira imut
(Hah syukurlah kali ini tidak macam macam) batin henzi lega
“Boleh sayang, kamu ingin makan di mana, biar hubby pesankan meja untuk kita” jelas henzi dengan memberikan ciuman dan sentuhan pada perut gira yang sudah terlihat sedikit berisi
“Tapi gira ingin hubby yang memasakan makan malamnya” ujar gira lirih dengan tangan yang masih menyentuh kepala henzi
Mendengar itu membuat henzi langsung bangun menetap gira dengan terkejut
“Baby jangan bercanda” tanya henzi dengan wajah yang tertawa, berharap ini adalah candaan gira
“Tidak, hubby gira serius” jelas gira dengan wajah yang sudah serius
“Baby, kamu serius ingin hubby yang memasakannya” tanya henzi lagi
“Eum dan gira ingin makan di restaurant siput, tadi gira nonton drama korea dan gira ingin makan gurita, gira jadi ingin mamakannya saat ini” ujar gira dengan nada yang lirih di akhir kaliamat
“Baby tap…”
“Hubby tidak ingin, baiklah gira junior maaf ya tapi daddy tidak menyayangi kita, haruskan kita pergi berdua, meskipun kamu sedih karna daddy tidak ikut” ujar gira pada junior membuat henzi menatapa gira tidak percaya
“Aku akan ikut, dan jangan sekali lagi kamu bilang aku tidak menyayangi kamu dengan junor, kamu tau kamu dan junior adalah segalanya untuk aku” jelas henzi pada gira
“Junior, kamu dan mama adalah dunia daddy jadi ingin kamu menjadi anak yang baik di sini untuk mama dan daddy, jangan nakal” ujar henzi mengelus perut gira dan menciumnya, gira tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh henzi
🌿🌿🌿
mau tidak mau henzi harus memasakan hidangan korea untuk istrinya, meskipun dirinya sama sekali tidak menyukai makanan yang matang sempurna, terlebih makanan itu berbau sifut..
Setelah menyiapkan makanan untuk gir henzi duduk di depanya menatap gira tersenyum, melihat gira yang memakan makanan dengan lahap membuat henzi bahagia…
“Makanannya enak” tanya henzi
“Eum hubby ini sangat nikmat, hubby tidak ingin mencobanya” tanya gira memajukan baby crab yang ada di tanganya
“Tidak baby” jawab henzi cepat
Jelas henzi menjawab cepat, baby crab yang bahkan tidak di masak sama sekali, membuat henzi langsung menolah ucapan gira dengan cepat
“Padahal ini sangat enak danginya sangat manis hubby”
“Aku juga tidak ingin baby, makanlah” jelas henzi meminum americanonya
🌿🌿🌿
Saat gira sedang menonton drama, tiba tiba saja keinginan untuk mencubit pipi dan perut henzi terbesit di pikiran gira, terlebih gira melihat itu di salah satu drama yang dirinya tonton, dirinya ingin sekali mencubit henzi..
“Hubby” teriak gira yang turun tangga
“Hubby”
__ADS_1
“Iya baby, kenapa” tanya henzi berjalan cepat ke arah istrinya
“Eumm, kemari” gira memukul lengah henzi dan juga mencubitnya
“Ah sakit baby” ucap henzi “kamu sangat jahat” sambung henzi lagi
“Ihh hubby kemari jangan menghindar” teriak gira
Gira terus menerus memukul dan mencubit lengan henzi, hingga henzi kewalahan dan terduduk di sofa, Setelah lelah gira juga ikut duduk di dekat henzi..
Gia duduk di samping henzi dengan nafas yang terengah engah, henzi yang melihatnya hanya tersenyum, meskipun seluruh tubuhnya meras sakit akibat cubitan dan pukulan yang di terima oleh henzi….
Ini bukan yang pertama kalinya gira mencubit henzi karna alasan juniornya gemas pada henzi….
Henzi mencium kepala gira dan merangkul bahu gira agar tubuhnya tidur dalam pelukan henzi, henzi juga ikut mencium tangan kanan gira dengan lembut..
Saat keduanya sedang terdiam mengatur nafas tiba tiba henzi mendengar isak tangis gira yang lirih di dalam dadanya…
Henzi yang panic langsung memegang wajah gira dengan kedua tangannya, gira menangis membuat henzi panic karna tidak tau alasan gira menangis
“Baby kanapa”
“Ada apa, katakana” tanya henzi lagi yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari gira
Gira masih betah menangis, membuat henzi semakin khawatir, tanpa tau alasan yang jelas gira menangis..
“Kenapa baby, katakana apa aku melukai kamu?” tanya henzi memegang tangan gira “Apa kamu sakit perut??” tanya henzi lagi memegang perut gira “katakana padaku, jika kamu ingin mencubitku aku tidak marah, jadi lakukan lah, aku tidak akan menghindar lagi” ujar henzi bersungguh sungguh agar gira berhenti menangis
Namun sayang gira tetap tidak berheti..
“Katakana pada ku ada apa, kamu marah padaku, kamu ingin makan, atau kamu ingin aku masakan sesuatu, katakana baby ada apa” tanya henzi yang semakin panic melihat gira yang tidak berhenti manangis
“Aku salah aku minta maaf, seharusnya aku tidak menghindar tadi, Maaf baby, jika aku salah, maafkan aku, aku mohon berhenti manangis, kamu membuatku takut” ujar henzi, henzi kembali mencium kepala gira yang menenggelamkan wajahnya pada dada henzi
Henzi menelus punggung gira untuk menenangkannya…
Setelah beberapa saat gira berhenti menangis…
“Maaf” ujar gira lirih
Henzi yang samar samar mendengarkan ucapan girapun awalnya tidak terlalu jelas..
“Hubby gira minta maaf” ujar gira lagi kini wajahnya sudah menatap wajah henzi
Henzi bisa melihat mata gira yang merah dan masih berair, dan wajahnya masih basah karna air mata
“Baby kenapa kamu minta maaf” tanya henzi heran
“Pasti tubuh hubby sakit karna aku cubit dangan keras tadi, tapi aku tidak bisa menahanya, aku sudah berusaha” ujar gira kembali menangis tersedu sude membuat henzi langsung memeluk tubuh gira
“Berhenti menangis baby, kamu tidak salah, aku mungkin kesakitan, tapi itu tidak seberapa baby, saat ini melihat kamu menangis saja sudah membuatku sakit jadi berhentilah membuatku khawatir, lagi pula ini tidak seberapa dangan sakit yang kamu lalui, kamu bahkan tidak ingin makan berminggu minggu, bagi aku itu lebih menyakitkan baby” ujar henzi memeluk gira
“Jangan pernah menangis lagi seperti ini, kamu membuatku sangat khawatir” ujar henzi, gira hanya menganggukan kepalanya
Henzi menghapus air mata yang ada di wajah gira, mencium dahinya lalu kembali memeluk gira, membawa gira ke dalam pelukannya, hingga keduanya terdiam
“Lelah bukan manangis” tanya henzi melihat gira yang sudah mulai tenang dari sebelumnya
“Sedikit” ujar gira lirih, lalu tangan kirinya menyentuh perutnya yang mulai berisi
“Besok lakukan dengan perlahan, aku tidak akan lari jadi lakukan perlahan agar kamu tidak lelah, kamu bisa mencubitku saat kita sedang duduk agar kamu tidak terlalu lelah ” ujar henzi dan tangan kananya yang sudah menyentuh perut gira
__ADS_1
“Baiklah”
Gira melingkarkan tanganya di tubuh henzi, memeluk tubuh henzi dengan erat henzi berulang kali mencium kepala gira yang tidur di dadanya…
“Hubby”
“Yes baby”
“Hubby harus memeluk gira seperti ini selamanya”
“Baby tanpa kamu mintapun aku akan tetap selalu ada di samping kamu, tidak hanya memelukmu aku akan memegang tanganmu yang mungil ini untuk selalu berjalan di samping ku selamanya” ujar henzi memegang tangan gira dan juga menciumnya
“Baby jangan pernah tanyakan ataupun meminta hal yang seperti ini lagi, bahkan tanpa kamu mintapun aku akan terus bersama mu, dan jika suatu saat nanti kamu bosan dengan ku, aku akan tetap ada di bersamamu seperti lem yang melengket pada tubuhmu seperti ini” ujar henzi mempererat pelukannya pada tubuh henzi
“Gira benar benar beruntung”
“Bukan kamu baby, tapi aku beruntung kamu masih sudi menerima aku menjadi suami kamu” jelas henzi
“I love you” ujar gira mengangkat kepalanya
“I love you more baby” balas henzi mencium kepala gira berulang kali
🌿🌿🌿
“Hubby tidak bisakan gira juga ikut” tanya gira saat memasukan pakaian henzi ke dalam koper besar
“Tidak sayang, baby tau bukan jika hubby kesana bukan untuk berlibur” jelas henzi yang sedang membereskan laptonya
“Tapi gira ingin pergi” ujar gira
“Tidak baby, kamu tidak boleh lelah lagi kasian juniornya, aku akan ambil cuti full setelah pulang dari paris untuk kamu junior” jelas henzi mencium perut dan juga dahi gira
Meskipun wajahnya masih terlihat cemberut tapi setidaknya henzi berhasil meskipun hanya satu senyumaman di wajah gira
“Tapi hubby janji untuk mabil libur satu bulan ke depan” ujar gira
“Tentu tapi hubby libur sebagai direktur bukan sebagai doctor, tapi baby tenang aja hubby hanya akan ke ruangan operasi saat ada panggilan darurat” jelas henzi memeluk istrinya
“Baiklah gira setuju” ujar gira
Mereka menikmati waktu bersama…
“Hubby” panggil gira sedikit berteriak
“Iya” ujar henzi menatap gira dengan tawa simpul
“Hubby bisa merasakannya”
“Iya, duduk disini” ujar henzi membawa istrinya ke tempat tidur
“Wah baby, junior sangat aktif” sambung henzi yang kepalanya berada di depan perut gira sambil merasakan gerakan keras dari junior
“Junior sayang, daddy senang kamu aktif, tapi sayang jangan terlalu keras menendang mami, kasian mami kesakitan” ujar henzi lirih tepat di depan perut gira
“Yes daddy, daddy tidak perlu khawatir junior akan jaga mommy” ujar gira seolah junior
Henzi tersenyum begitupun dengan gira….
Mendengar ucapan henzi membuat gira bahagia, dan tersenyum tekadangg gira masih berfikir jika ini mimpi, henzi sekarang ada di depannya berbicara dengan junior meraka, itu adalah mimpi yang pernah gira harapkan terjadi di masa depan saat meraka masih ja di suami istri beberapa tahun yang lalu
Gira masih berfikir jika mimpi itu sudah lenyap karna hubungan mereka sudah berakhir, namun ternyata takdir tidak sejahat itu pada gira dan henzi, seolah itu hanya rintangan dalam hubungan mereka, saling mencintai dalam jarak jauh tanpa bisa melupakan satu sama lain hingga akhirnya takdir menyatukan meraka kambali, ini membuat hubungan mereka kian indah seiring dengan berjalannya waktu…
__ADS_1