
Via pergi dari keramaian berniat ingin menghubungi berend karna dirinya tau jika berend harus mandi malam ini melihat wajah berend yang merah saat dirinya melepaskan pakaiannya sudah membuat via khawatir….
Satu dua kali via berusahan menelpon berend namun tidak ada jawaban dari berend, mambuat via khawatitt
“Bagaimana jika terjadi sesuatu sama kak berend” ucap via gelisah
Lalu via memutuskan untuk masuk ke dalam mengambil kunci mobilnya hingga tiba tiba satu tangan menarik pinggangnya hingga via melayang ke belakang, bagaimana tidak tarikan itu sangat kencang….
“Kamu ingin kabur baby” tanya berend tepat di telinga via
“Tidak, via hanya ingin masuk ke dalam” jawab via gelisah
“Kak” panggil via saat berend sudah mendekatkan wajahnya ke leher via membuat via merasa geli dan gilu
“Kak” panggil via lagi saat berend sudah berani mencium leher via di tempat umum, meskipun ruangan itu kosong
“Kenapa, kamu ingin kakak menghukum kamu lebih dari ini”
“Kak ahh geli” ucap via saat berend menghisap leher via
“bagaimana jika kak vino dan yang lain lihat bisa gawat kak” ucap via khawatir
“Mereka sedang sibuk saat ini baby tidak akan ada yang tau jika kita ada di sini” ujar berend tanpa beban membuat via kesal
Namun saat berend akan mencium via tiba tiba ponsel berend bergetar…
*Ada apa kak*
*Cepat kemari kami akan makan malam*
*Baik lah*
“Kamu lolos malam ini baby” ujar berend mengecup dahi via..
“mari, kak henzi mau kita bergabung” ajak berend lalu memegang tangan via
Setelah semua orang berkumpul di meja tamu, mereka terdiam tidak ada satu orangpun yang bicara, karna pada awalnya pertemuan spesialnya henzilah yang merencanakan semua itu…
“Apa yang ingin kamu umumkan” tanya nessa pada menantunya
Henzi tersenyum lalu menatap gira yang ada di sampinya dengan balutan dress biru laut, wajah yang di hiasin sedikit make up dan rambut yang di biarkan terherai..
“Aku ingin mengumumkan kabar bahagia” ujar henzi
“Terima kasih ma, dan terima kasih juga untuk via, vino, berend, dan juga sendi, kalian sudah mau hadir di sini, dan terima kasih juga untuk istriku karna sudah membuat hidupku lebih berwarna” ujar henzi mencium dahi gira membuat semua orang menatap henzi dengan malas karna ke bucinan henzi tidak tau tempat..
“Baiklah doctor henzi bisa kami tau apa penguguman penting itu” tanya via dengan tersenyum namun mata yang tajam
“Ah kamu benar benar cerewet gadis kecil, alihkan tatapan tajam itu, aku tidak ingin anak ku memiliki mata yang tajam seperti tantenya” ucap henzi pelan namun di ikuti dengan perintah
“Sejak kapan aku jadi tante hah, aku masih muda jangan panggil aku tante” teriak via sedikit besar dan kesal..
Sesaat via dan henzi saling menatap tajam hingga akhirnya suara vino membuat via berfikir dua kali…
__ADS_1
“Gira hamil zi?” tanya vino penasaran
Melihat senyuman di wajah gira, vino sudah tau jawabannya dan dengan anggukan henzi sudah pasti gira hamil…
“Iya gira hamil dah kehamilannya sudah memasuki 5 minggu” ucap henzi tersenyum ke arah gira
Kini otak via tidak bisa berfikir, via terdiam dengan mata yang bulat melebar besar seakan memakan orang yang ada di dekatnya
“Apa kamu tidak bahagia jika memiliki keponakan tante via” tanya gira lagi yang duduk di depan via
Awalnya via terdiam tidak bicara bahkan tidak bergerak sedikitpun, membuat semua orang yang tersenyum bahagia merasa aneh denganya, namun beberapa menit kemudian saat semuanya heran menatap via yang terdiam via malah berteriak sangat kersa membuat semua orang terkejut
“Hah….Gira kamu hamil” teriak via yang bangun berlarian ke tempat dimana gira duduk dan berjalan ke tempat duduk
Via memeluk gira dengan erat, memastikan pendengaranya yang tidak salah jika sahabat sekaligus saudaranya sedang hamil saat ini
“Kamu hamil gir” tanya via lagi tidak percaya
“Eum aku hamil vi” ujar gira yang membalas pelukan via dengan erat
“Kamu serius” tanya via lagi
“Eum via, aku serius”
Entah kenapa via menangis saat menegtahui jika saat ini gia sedang hamil, tidak hanya via gira juga ikut menangis entah apa alasannya mereka tidak tau, hanya saja keduanya saat ini benar benar bahagia…
“Selamat sayang, selamat kamu akan menjadi mama, kamu tau aku sangat bahagia” ujar via yang menatap gira dengan air mata yang tidak bisa di bending
“Selamat juga buat kamu vi, kamu akan jadi tante” ucapan gira membuat via menangis
Via membalas memeluk gira, melihat kedua wanita berpelukan semua orang juga ikut terharu, nessa bangun dan memeluk kedua putrinya…
“Selamat sayang, putri mama akan jadi seorang ibu” ujar nessa memeluk gira
“Makasih ma”
“Dan selamat juga buat putri mama yang satu ini akan menjadi tante” ujar nessa pada via dan memeluk keduanya
“Selamat ya zi, kamu akan jadi papa” ucap vino yng bangun dari duduknya dan memeluk sahabatnya “ingat kamu akan jadi papa jadi tolong untuk tidak gila dalam bekerja karna gira butuh kamu, ekstra!” sambung vino membuat henzi tersenyum
“Terima kasih”
“Selamat kakak kamu akan menjadi papa, aku turut bahagia untuk kalian” ucap berend memeluk kakanya
“Terima kasih berend” kamu juga akan jadi uncle
“Ah uncle bukankah itu terlalu tua” tanya berend mambuat vino dan henzi tertawa
“Kamu ingin di panggil apa” tanya vino
“Om berend terlihat keren bukan” jawab berend dengan penuh percaya diri
“Baiklah baiklah om berend” ujar henzi merangkul berend
__ADS_1
“Selamat untuk gira sebentar lagi sudah jadi mama, aku turut bahagia” ujar vino sambil memeluk gira
“Makasih kak” ujar gira membalas pelukan vino
“selamat buat gira kamu akan jadi mama” ucap berend memeluk gira “kakak sangat bahagia mendengar berita ini, akhirnya wanita kecil yang ada di depan kaka akan segera menjadi mama, kakak baru sadar waktu berlalu dengan begitu cepat, dulu kamu berlarian ka kampus dengan wajah yang tidak sempat di cuci dan sakarang wanita itu sudah akan menjadi mama” ujar berend membuat gira tertawa mangingatnya
“Terima kasih kak, kakak sudah menjadi peran penting di hidup gira” ujar gira
Baiklah jiak begitu kamu harus bantu kakak membuat via menjadi milik kakak seutuhnya” bisik berend di teliga gira membuat gira tersenyum lebar dan melihat berend yang pergi meninggalkanya
“Selamat pak direktur dan doctor gira atas kehamilanya” ujar sendi
“Terima kasih sendi”
Setelah mendengar berita yang bahagia keluarga besar akhirnya duduk di meja makan dan tertawa membahas hal yang lucu di meja makan…
“Jika tau akan ada penguguman penting aku akan memberikan kalian hadiah” ujar berend yang duduk di depan henzi menikmati makan malam
“Tidak masalah kamu bisa memberikanya saat kelahiranya, dan aku berharap itu 50% dari perusahaan kamu” balas henzi membuat semuanya tertawa keras, begitupun dengan berend
“Tidak masalah, aku juga sempat berfikir siapa yang akan menghabiskan uang ku selain via dan anak ku nantinya” ucap berend tak kalah membuat mereka kembali tertawa
“Wah kamu sudah berani berend” tanya henzi menatap berend lalu beralih ke vino
“Hah.. jangan nyalakan api di meja makan kak henzi, aku tidak sanggup menanganinya” balas berend sedikit kecil
“Hahaha….” Tawa semua orang
“Sendi sepertinya kamu harus berkerja lebih keras lagi, aku khawatir tidak snaggup membayar gaji kamu” sambung berend membuat mereka kembali tertawa
“Sepertinya kak berend sedang mengalihkan pembicaraan” ujar gira membuat semua orang menatap berend
“Aku tidak percaya suami istri ini membuatku jatuh dalam lubang harimau malam ini” ujar berend membuat meja makan kembali tertawa melihat berend terpojokan
“Gira bercanda kak”
Setelah makan malam selesai, mereka menghabiskan waktu bersama dengan bercerita dan bertukar pendapat, tertawa bersama, tanpa sadar malam semakin larut dan mereka juga kembali ke rumahnya masing masing….
Setelah membersihkan dirinya kini henzi ikut naik ke atas kasur menyusul istrinya yang sudah ada di atas tempat tidur…
“Baby kenapa kamu sedih” tanya henzi yang melihta gira duduk yang menatap kosong ke layar televisi yang ada di depanya
“Tidak”
“Lalu kenapa televisi ini menonton kamu bukan kamu yang menonton televisi” tanya henzi menyentuh pipi gira lembut “Ada apa?, jika ada masalah katakana, aku tidak ingin kamu stress karna baby kita juga akan stress jika mamanya stress sayang” sambung henzi menyentuh perut gira
“Gira hanya teringat pada nenek, jika nenek ada pasti nenek akan bahagia bukan” tanya gira pada henzi
“Tentu baby, tentu nenek akan bahagia jika cucunya ini sudah akan menjadi ibu” jelas henzi lalu memeluk gira yang sedang sedih…
“Mari kita kunjungi nenek di hari libur” ajak henzi membuat gira tersenyum di balik pelukan henzi
Saat gira berada di paris neneknya meninggal dunia, saat itu beberapa bulan gira menangis merasa bersalah sudah berbohong pada neneknya andai saja pikiran bodoh untuk menikah dengan henzi tidak terjadi mungkin nenek tidak akan meninggal itulah yang sempat gira fikir beberapa bulan saat neneknya meninggal..
__ADS_1
Berend dan nessa berperan penting dalam menangani mental dan fisik gira saat itu, bahkan nessa sempat tinggal di paris untuk beberapa bulan, sampai akhirnya gira kembali lagi ceria…
Setelah berjalan 2 tahun lebih akhir nya gira bisa tenang, karna saat ini seolah gira sudah bisa membuat keinginan neneknya tercapai, dirinya dan henzi kini kembali bersama, bahkan kini mereka hanya perlu menghitung bulan untuk menjadi mama dan papa…