
*****
Setelah lebih dari satu jam Melodi menangis, kini Melodi pun bisa menenangkan perasaan nya itu. Arini yang dari tadi di samping Melodi itu pun tanpa sadar sudah tertidur di samping Melodi.
Melodi menatap Arini lalu meraih selimut yang ada di ranjang Arini dan menyelimuti Arini. Entah perasaan apa yang tersirat saat ini, tapi yang jelas Melodi sangat tidak mengerti dengan perasaan nya sendiri saat ini.
Melodi berusaha untuk memejamkan mata nya, ia berusaha untuk tidur dan melupakan sejenak rasa sakit nya. Tapi usaha nya untuk tertidur itu pun gagal. Melodi beranjak dari tempat tidur Arini dan berjalan keluar dari kamar Arini.
Melodi duduk di depan ruang televisi sambil melihat acara yang sedang di siarkan di televisi saat ini. Kemudian Melodi melihat jam dinding yang ada di ruang televisi tersebut.
" Jam 9?, " gumam Melodi, lalu Melodi mematikan televisi dan berjalan keluar dari rumah Arini.
Melodi menatap ke arah langit begitu lama,
" Sekarang aku harus apa? Ini takdir yang telah engkau berikan kepada ku!! Apa begitu sulit mengabulkan permintaan sederhanaku? Apa bahagia itu cukup sulit untuk orang sepertiku? Aku harus apa? Apa aku harus menerima takdir yang telah engkau tuliskan untukku? Tidak bisa kah aku memilih dengan siapa aku bahagia? Kenapa engkau membuat ku sangat putus asa? Baiklah..!!! Jika ini kehendak mutlak mu..!! Aku ikuti semua keputusan mu, dan aku tidak akan pernah meminta kebahagian itu lagi dari mu. Sekarang aku akan mempermudah mu dalam membuat keputusan. Aku akan menerima semua kehendak mu. " Batin Melodi.
Setelah menatap langit begitu lama, Melodi pun kembali masuk ke dalam rumah Arini dan kembali ke kamar Arini. Dan saat Melodi masuk, Melodi mendengar suara dering handphone nya.
Melodi berjalan perlahan lalu membuka tas nya dan meraih handphone nya. Melodi melihat panggilan itu dari Eros. Kemudian Melodi mencoba menguatkan dan mengeraskan hati nya, ia pun mengangkat panggilan telefon dari Eros.
[ Via telfon ]
" Halo Mel, "
" Iya, "
" Kamu dimana? Aku lagi di rumah kamu, "
" Aku di rumah Arini, "
" Aku jemput ya? "
" Enggak usah, aku mau di sini dulu, besok aku pulang...kamu nggak usah jemput aku, dan tolong sampein sama papa kalo aku nginep di tempat Arini, "
" Iya, tapi kamu baik-baik aja kan? "
" Aku baik-baik aja, kamu nggak usah khawatir sama keadaan aku, kamu fokus aja sama mama kamu,"
" Kamu kok gitu ngomong nya? Nggak mungkin lah aku nggak khawatir sama keadaan kamu Mel, "
" Nggak perlu, udah ya...aku capek, mau istirahat, "
Melodi pun menutup panggilan telefon dari Eros.
__ADS_1
*****
Di tempat lain,
Eros masih memandangi handphonenya, sakit rasanya hati Eros mendengar perkataan Melodi. Tapi Eros juga tidak bisa menyalahkan Melodi, karena dari awal Eros lah yang melepaskan tangan Melodi terlebih dahulu. Jadi wajar saja kalau Melodi bersikap seperti itu kepada nya.
" Ros? Gimana? Kamu udah telfon Melodi? " Tanya Arman yang melihat Eros sedang memandangi handphonenya.
" Udah om, Melodi lagi di tempat nya Arini, mau nginep di sana kata nya, "
" Oh di tempat Arini, yaudah kalo gitu, "
" Arini sahabat nya Melodi yang tadi kamu ceritain di restoran itu kan Ros? " Tanya Dewi yang terlihat sangat penasaran dengan Arini.
" Iya ma, "
" Besok bawa ke sini ya, kenalin ke mama...jangan gagal kaya tadi, mama bener-bener penasaran sama Arini. " ujar Dewi yang langsung membuat Eros membelalakkan kedua mata nya.
Eros sangat terkejut dan tidak tau harus beralasan apa. Akhirnya Eros pun berjalan keluar dari rumah Melodi dan mencoba menghubungi Melodi lagi.
[ Via telfon ]
" Halo Mel, "
" Mama mau ketemu sama Arini, gimana Mel? "
" Yaudah, besok kamu jemput aku aja, nanti aku kasih alamat rumah Arini, "
" Trus, gimana jelasin nya sama Arini? "
" Udah, itu urusan aku, "
" Makasih Mel, "
Melodi tidak menanggapi ucapan terimakasih dari Eros dan langsung mematikan panggilan telefon nya. Eros pun kembali masuk ke dalam rumah Melodi.
Setelah menerima panggilan dari Eros, hati Melodi sangat bergejolak. Perasaan nya sungguh tidak karuan, Melodi sampai meremas handphonenya.
" Tega kamu Ros, kamu nggak mikirin gimana perasaan aku, " ujar Melodi yang masih meremas handphonenya.
Dan saat itu juga kebetulan Arini terbangun dari tidur nya, dan melihat Melodi yang masih duduk di pinggir tempat tidur nya sambil memegangi handphone nya.
" Mel, kamu nggak tidur? "
__ADS_1
Arini pun bangun dari tidur nya dan mendekati Melodi yang kini tengah terduduk dengan perasaan yang tidak karuan nya.
" Mel, " Arini kembali memanggil Melodi sambil menyentuh bahu Melodi.
Melodi pun tersadar dan kini membalikkan tubuh nya ke arah Arini.
" Ar, "
" Iya Mel, "
" Kamu mau bantu aku? "
" Apapun, asal kamu bisa senyum lagi dan lupain rasa sakit kamu Mel, what's that? "
" Tadi siang, Eros terpaksa bohong sama mama nya. Awal nya aku yang bakal di kenalin sebagai pacar nya ke tante Dewi. Tapi ternyata kenyataan bahwa papa bakal nikah sama tante Dewi udah lebih dulu terungkap. Jadi Eros bilang kalau pacar nya nggak bisa dateng, dan kebohongan yang paling besar yaitu, dia bilang pacar nya adalah sahabatku, dan setau papa sahabat aku itu cuma kamu. Jadi aku minta tolong sama kamu, bisa kan kamu pura-pura jadi pacar Eros sampe pernikahan papa aja Ar? "
" What's?? Are you crazy Mel? Nggak, nggak..!! Ini sama aja aku nyakitin perasaan kamu Mel, nggak!! Aku nggak mau, "
" Please Ar, sekali aja, cuma sampe pernikahan papa, abis itu aku bakal suruh Eros bilang ke mama nya kalau kalian udah putus, "
Arini terlihat sangat marah dengan Melodi, ia tidak menyangka Melodi meminta nya untuk melakukan hal yang makin membuat Melodi hancur.
" Mel, ini menyangkut perasaan kamu, I don't want to hurt you.!! " Arini benar-benar tidak ingin membuat perasaan Melodi semakin sakit dan hancur. Ia tidak ingin sandiwara nya itu melukai hati Melodi.
" Please, trust me...aku nggak apa-apa, aku baik-baik aja Ar selama itu kamu, aku percaya sama kamu Ar, tapi aku nggak bisa percaya sama orang lain, please..."
Arini yang selalu luluh dengan bujukan Melodi itu pun akhirnya mengiyakan permintaan Melodi. Dengan sangat berat hati Arini menyetujui nya, dan Arini juga sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Eros kepada Melodi.
" Thanks Ar, besok Eros jemput aku, kamu ikut ya, mereka lagi di rumah sekarang, "
" Besok? "
" Iya, besok aku kenalin dulu Eros ke kamu, dan kalian susun jawaban yang sama, aku takut aja kalau nanti tante Dewi nanya gimana kalian ketemu sampai kalian pacaran, "
" Kamu serius Mel? Kamu nggak coba pikirin lagi Mel? Hubungan kalian gimana? "
" Udah nggak ada harapan buat hubungan ku sama Eros Ar, It's over, "
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏