My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 88 Mengutarakan


__ADS_3

*****


Satu jam sudah berlalu, dan akhirnya Arini sudah selesai melakukan operasi usus buntu nya. Dan dokter juga sudah memberitahukan hasil operasi nya kepada Eros dan juga Reivan.


Setah Arini di bawa ke ruang perawatan, Eros dengan segera berpamitan kepada Reivan.


" Van...aku pulang duluan ya, titip salam aja buat Arini kalau dia udah bangun. Semoga Arini lekas pulih dan bisa beraktivitas seperti semula. " Ujar Eros kemudian kembali menepuk bahu Reivan.


" Iya nanti aku sampaikan...makasih ya Ros. "


Lalu Eros pun segera meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah nya. Eros juga sudah memberikan kabar kepada Melodi, bahwa operasi Arini berjalan dengan lancar, dan saat ini hanya menunggu pemulihan Arini saja.


Melodi yang mendengarkan kabar dari Eros itu pun bisa bernafas lega. Ia juga sangat mengkhawatirkan Arini, namun apa daya, Melodi tidak bisa pergi ke rumah sakit karena trauma yang di alami nya.


Tiga hari sudah berlalu...


Hari ini Arini sudah bisa keluar dari rumah sakit, dan Reivan pun selalu setia di samping Arini. Dan saat di perjalanan menuju rumah Arini, Reivan sempat menepikan mobil nya di pinggir jalan. Lalu ia menatap Arini dan memberanikan diri nya untuk mengungkapkan isi hati nya.


" Ar..."


" Hmmm..."


" Ada yang mau aku sampaikan sama kamu. "


" Apa? Aku juga, ada rahasia yang aku pengen ceritain ke kamu juga. "


" Apa?? " Reivan yang ingin mengutarakan isi hatinya itu tiba-tiba saja ingin mendengar rahasia yang di simpan Arini. Dan ia berharap bahwa Arini juga ingin mengakui perasaan nya.


" Kamu dulu aja Van..."


" Ladies first..."


" Ini soal Eros...awalnya dulu aku kesal, benci dengan Eros, apa lagi saat dia melakukan sesuatu yang menyakiti Melodi. Tapi, beberapa waktu terakhir ini, sebelum aku masuk rumah sakit, Eros sering bertanya, dan ia ingin mencoba melupakan Melodi. Jadi aku sering kasih dia saran dan masukan, sampai akhirnya dia bisa sedikit-sedikit melepaskan perasaannya, ya walaupun itu pasti sulit buat Eros. Tapi akhir-akhir ini aku jadi salut dan kagum dengan Eros. Selama ini dia cuma berusaha mempertahankan sesuatu yang sebelumnya dia nggak punya. Dan semua itu ada pada Melodi. Aku terkadang iri dengan Melodi, dia di cintai oleh dua laki-laki yang begitu tulus mencintai nya. Dan kemarin, saat Eros mengantarkan ku ke rumah sakit, tiba-tiba ada perasaan yang aneh. Perhatian nya, cara bicara nya yang lembut. Entah kenapa aku jadi berharap lebih, dan aku ingin mencoba menyembuhkan luka di hati Eros. Tapi aku masih ragu, apa mungkin aku bisa menggantikan posisi Melodi? "


Arini pun menceritakan semua isi hati nya kepada Reivan. Reivan terlihat kecewa karena ternyata perasaan Arini bukanlah untuk nya, melainkan untuk Eros.


Reivan pun terdiam, ia bahkan tidak tau harus berkata apa kepada Arini. Lalu Arina melihat ke arah Reivan dan kembali bertanya.

__ADS_1


" Menurut mu, apa aku bisa menggantikan posisi Melodi di hati Eros? "


Reivan hanya mengangguk sambil tersenyum getir ke arah Arini. Dan Arini terlihat senang dengan jawaban Reivan.


" Oh ya? Tadi kamu mau menyampaikan sesuatu, apa itu? "


" Ah...itu, aku jadi lupa karena keasyikan denger cerita kamu barusan. Nanti kalau udah inget aku kasih tau kamu ya. " Ujar Reivan kemudian kembali menyalakan mesin mobil nya.


" Kan? Kebiasaan deh bikin orang penasaran..." Ujar Arini sambil memanyunkan bibir nya.


Dan setelah mengantar Arini sampai rumah nya, Reivan pun kembali dengan perasaan yang sudah sangat tidak karuan. Ia sedih karena perasaannya tidak terbalaskan. Terlebih lagi, ia tau siapa orang yang di sukai Arini.


Reivan masuk ke dalam rumah nya dengan wajah yang sudah di tekuk. Melodi yang mengetahui Reivan sudah datang itu oun langsung menghampiri Reivan dan menanyakan tentang kondisi Arini.


" Van...gimana Arini? Udah kamu antar pulang kan? Trus, dia di rumah sama siapa? " Tanya Melodi secara beruntun.


" Dia baik-baik saja, dan kalau kamu sangat mengkhawatirkan nya kenap kamu tidak langsung ke rumah nya saja. " Jawab Reivan dengan nada bicara yang cukup ketus.


Melodi pun terkejut mendengar suara Reivan yang terdengar ketus itu. Selama ini Reivan tidak pernah berkata seperti itu sebelumnya kepada Melodi.


" Kamu kenap Van? Kok aneh sih? Aku kan cuma nanya. " Kemudian Melodi pun langsung bersiap menuju rumah Arini.


[ Via telfon ]


" Halo Eros..."


" Iya Mel..."


" Kamu masih di kantor apa udah pulang? "


" Ini lagi di jalan mau pulang, kenapa? "


" Arini udah keluar dari rumah sakit, dan aku lagi jalan ke rumah nya. Kamu mau sekalian mampir nggak? "


" Oh, oke deh, yaudah aku langsung ke rumah Arini aja, lagian juga deket jarak nya. "


" Oke, ketemu di sana ya..."

__ADS_1


Setelah menutup panggilan telefon nya, kemudian terbesit di benak Melodi jika ia ingin mencoba menjodohkan Eros dengan Arini.


" Ah...kenapa aku tidak mendekatkan Eros dengan Arini, lagi pula Arini gadis yang sangat baik. Dia juga sahabat ku, dan Eros juga pasti akan bahagia jika dia dengan Arini nanti nya. " Batin Melodi.


Dan sesampainya di rumah Arini, Melodi pun langsung berjalan menuju pintu rumah Arini dan terlihat juga Eros yang sudah sampai terlebih dulu dari nya.


" Kamu nggak masuk? " Tanya Melodi kemudian ia mengetuk pintu rumah Melodi.


" Aku nunggu kamu, nggak enak soalnya. Masa aku berduaan sama Arini. " Jawab Eros kemudian berdiri di belakang Melodi.


Dan Arini pun membukakan pintu rumah nya, ia terlihat sangat senang melihat Melodi dan juga Eros datang untung menjenguk nya.


Arini segera mempersilahkan Melodi dan jiga Eros untuk masuk ke dalam rumah nya. Dan saat Arini ingin mengambilkan minum untuk Melodi dan Eros. Tiba-tiba Eros menghentikan langkah Arini, dan merangkul bahu Arini.


" Kamu duduk aja, istirahat jangan banyak gerak, biar aku yang ambilkan minum. " Ujar Eros sambil membawa Arini menuju sofa ruang tamu nya.


" Ah jantung ku...semoga Eros tidak mendengar nya. " Batin Arini.


Melodi pun terlihat senang melihat sikap Eros yang begitu perhatian kepada Arini. Dan kemudian Eros mengambilkan minuman untuk nya dan juga Melodi.


" Gimana Ar? Masih sakit? " Tanya Melodi sambil memasang wajah sedih nya.


" Sedikit...tapi udah nggak apa-apa..."


" Dimana Reivan? " Tanya Eros yang tiba-tiba saja teringat Reivan.


" Ah, setelah mengantarku dia langsung pulang. "


" Oh ya Ar...apa kalian bertengkar? " Tanya Melodi yang teringat Reivan setelah mengantar kan Arini terlihat begitu ketus kepadanya.


" Enggak, emang kenapa Mel? "


Melodi pun terdiam, kemudian menatap Eros, lalu kembali menatap Arini.


" Apa Reivan mengatakan sesuatu kepada mu Ar? " Tanya Eros, yang mencoba memastikan apakah Arini menolak perasaan Reivan.


Arini hanya menggelengkan kepala nya, Arini tampak bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang di berikan Eros dan juga Melodi.

__ADS_1



__ADS_2