
*****
Kemudian setelah menyelesaikan makan siangnya Melodi dan Arini pun kembali ke butik. Mereka menghabiskan banyak waktu mereka di dalam butik, Melodi pun terlihat begitu serius mengerjakan pekerjaannya yang sempat terbengkalai itu.
Tanpa mereka sadari hari sudah semakin malam, Melodi melihat jam di dinding dan saat ini tepat pukul sembilan malam. Melodi pun langsung membereskan barang-barang nya dan kemudian menghampiri Arini yang masih sibuk dengan laptop nya.
" Ar, balik yuk, udah jam sembilan lho. " Tegur Melodi sambil berjalan ke arah Arini.
" Kamu duluan aja Mel, ini masih ada satu desain yang harus aku selesaikan, besok soalnya klien nya udah mau ke sini buat ngecek desainnya. " Ujar Arini yang saat ini masih fokus pada laptop nya.
" Yaudah, aku duluan ya...bye Ar..." Pamit Melodi kemudian pergi meninggalkan butik nya.
Di dalam perjalanan pulang, Melodi merasakan lelah di tubuh nya, karena sudah cukup lama ia tidak mengerjakan pekerjaan sebanyak itu jadi Melodi sangat kelelahan.
Sesampainya di rumah, Melodi sudah di sambut oleh kedua nenek nya, yatu oma Nina dan juga eyang Sari.
" Wah Melodi udah pulang, kamu pasti capek ya Mel, udah makan malam belum? " Tanya eyang Sari yang langsung melingkarkan tangannya di lengan Melodi.
" Iya eyang, aku capek banget, aku juga belum makan malam. Bibi Rosmala masak apa eyang? " Jawab Melodi kemudian kembali bertanya kepada eyang nya itu.
" Eyang, oma dan mama kamu sengaja belum makan malam juga Melodi, kami sengaja menunggu mu dan ingin makan bersama dengan mu. Jadi eyang juga belum tau Rosmala masak apa hari ini. " Jelas eyang Sari yang memang sangat menyayangi Melodi itu.
" Yaudah, oma, eyang, aku ke dapur dulu ya, mau cuci tangan sekalian mau tengokin bibi Rosmala lagi masak apa. " Ujar Melodi, kemudian berlalu pergi berjalan menuju dapur.
Sesampainya di dapur Melodi mencium aroma yang sangat lezat. Suasana hati nya pun seketika itu berubah. Rasa lelah yang di rasakan Melodi pun perlahan-lahan menghilang.
" Bi...masak apa nih? Harum banget bau nya. " Tanya Melodi sambil melihat bibi Rosmala yang kini sedang menumis bumbu hingga aroma nya tercium sangat harum.
__ADS_1
" Bibi masak rendang non, tuan tadi minta di masakan rendang. " Jawab Rosmala sambil sedikit masih merasa canggung karena Melodi yang terus saja memperhatikannya masak.
" Aku bantu ya bi..." Ujar Melodi yang langsung mengambil alih posisi Rosmala.
" Ah, nona jangan...nanti tuan marah kalau tau nona Melodi memasak. " Rosmala pun mencoba kembali meraih spatula yang kini sudah berada di tangan Melodi.
" Bi...aku itu udah biasa masak, dari semenjak aku belum kenal sama Reihan juga, dan aku emang suka masak, jadi bibi jangan larang aku ya, nanti biar aku yang ngomong sama Reihan kalau sampai dia marah sama bibi. "
" Baik non. " Kemudian Rosmala pun menuruti Melodi dan membiarkan Melodi memasak.
" Bi..," Panggil Melodi dan kemudian dengan segera Rosmala menghampiri Melodi.
" Ada apa non? " Tanya Rosmala yang agak sedikit mengkhawatirkan Melodi.
" Cuma tinggal bikin rendang aja kan bi? Biar aku yang selesaiin, bibi istirahat aja. " Pinta Melodi yang merasa kasihan melihat bi Rosmala yang sudah tampak kelelahan karena sudah menyiapkan beberapa menu masakan lainya.
" Tidak non, bibi temani nona Melodi di sini aja. " Tolak Rosmala yang merasa tidak enak hati jika harus meninggalkan Melodi memasak di dapur sendirian.
Rosmala kemudian duduk d sebuah bangku sambil memperhatikan Melodi yang sedang memasak itu.Rosmala di buat kagum oleh Melodi, karena Melodi begitu lihai memasak dan terlihat tidak canggung sama sekali.
Wajar saja, karena Melodi dari kecil sudah mandiri dan selalu menyiapkan segala sesuatunya sendiri, walaupun Melodi adalah anak perempuan satu-satunya dari keluarga yan cukup berada juga, tapi dia selalu ingin mengerjakan segala nya sendiri, bahkan saat masih bersama Arman, pembantu yang bekerja di rumah Melodi hanya beberapa jam saja berada di rumah nya, itu juga hanya untuk membereskan rumah nya saja.
Dan saat Melodi sedang memasak di dapur, Reihan yang baru pulang dari hotel itupun langsung menghampiri Melodi, Reihan sedikit terkejut melihat bi Rosmala yang hanya berdiam dan duduk saja, sedangkan Melodi lah yang sibuk memasak.
" Bi, kenapa Melodi yang masak? Bibi lagi sakit atau bagaimana? " Tegur Reihan kepada Rosmala.
Rosmala yang terkejut karena kedatangan Reihan yang tiba-tiba itu pun langsung berdiri dan menundukkan kepalnya sambil meminta maaf kepada Reihan.
__ADS_1
" Maaf tuan, nona Melodi ingin memasak masakan yang spesial untuk tuan, jadi saya di larang memasak oleh nona Melodi. "
Setelah mendengar penjelasan Rosmala itu, Reihan pun berjalan perlahan menghampiri Melodi.
" Kenapa kamu bandel banget sih? " Bisik Reihan tepat di telinga Melodi.
Melodi pun langsung menggeser kepalanya ke arah samping dan menoleh ke arah Reihan. Dan setelah itu ia kembali lagi fokus pada masakannya itu.
" Hei...kok aku dicuekin? Kata eyang kamu baru sampe juga, dan kenapa bukannya istirahat, kamu malah masak? " tanya Reihan lagi, namun Melodi tetap diam dan hanya fokus memasak.
Reihan pun akhirnya menyerah untuk bertanya kepada Melodi, kemudian ia pergi meninggalkan dapur dan langsung berjalan menuju kamar nya untuk membasuh tubuh nya yang lengket karena seharian Reihan meeting dengan salah satu kliennya di luar kota.
Setelah selesai membasuh dan membersihkan tubuh nya, Melodi pun kembali ke dapur dan sudah melihat Melodi yang sudah selesai memasak.
" Kamu sengaja kata bi Rosmala mau kasih aku masakan spesial ya Mel. " Ujar Reihan lalu meraih tangan Melodi.
" Ini spesial buat mama, oma dan eyang Rei, yaudah ayo makan, aku udah laper banget. " Elak Melodi dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Reihan yang masih berdiri mematung di dapur.
Setelah semua orang sudah berkumpul di meja makan, makanan pun sudah di siapkan oleh bi Rosmala, dan di bantu oleh Melodi juga
" Wah...kelihatannya enak, yang masakan kamu yang mana Mel? " Tanya Ayumi yang juga sangat suka dengan masakan Melodi dari pertama ia datang ke rumah ini.
" Ini mah, spesial buat kalian, " Ujar Melodi sambil meletakkan rendang buatan di depan Ayumi.
" Jadi kamu masakin masakan request an aku ? " Ledek Reihan sambil tersenyum jahil ke arah Melodi.
__ADS_1
" Sebenarnya kebetulan aja, karena masakan terakhir bi Rosmala itu rendang, jadi ya aku masak rendang. " Elak Meelodi yang saat itu tidak nyaman membicarakkan hal seperti itu dengan Reihan.
Kemudian mereka pun menyelesaikan makan malam mereka, dan saat sudah selesai, mereka kembali kamar mereka masing-masing.