
*****
Setelah menghabiskan waktu di rumah Melodi, Arini pun berpamitan untuk segera pulang. Kemudian Reivan pun mengantarkan Arini pulang. Kini hanya tersisa Reihan dan juga Melodi serta beberapa pelayan di rumah itu.
Keesokan hari nya...
Reihan yang masih sibuk dengan beberapa pekerjaannya itu pun masih duduk di ruang kerja, sambil menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus segera ia kerjakan, kemudian Melodi yang baru bangun dari tidur nya itu pun menghampiri Reihan yang masih berada di ruang kerja nya.
Melodi melihat ke arah Reihan sambil melemparkan senyuman. Reihan yang melihat Melodi menghampiri nya itu pun membalas senyuman dari Melodi.
" Banyak banget kerjaan kamu ya Rei? " Tanya Melodi kepada Reihan kemudian Melodi dengan manja duduk di pangkuan Reihan.
" Iya, kemarin banyak kerjaan yang ke pending. " Jawab Reihan sambil menunjukkan wajah yang sedikit heran karena Melodi tiba-tiba saja bersikap manja kepadanya.
" Masih lama nggak? " Tanya Melodi lagi, kini tangannya sudah melingkar di leher Reihan.
Reihan terlihat sangat bingung dengan tingkah Melodi yang tiba-tiba berubah drastis seperti itu.
" Sebentar-sebentar, kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba kamu jadi manja gini? " Tanya Reihan yang heran melihat tingkah Melodi. Selama ini Melodi selalu bersikap dingin kepadanya, tetapi saat ini yang ada di hadapannya ini seperti bukan Melodi.
Melodi menatap kedua mata Reihan, kemudian tanpa sadar ia meneteskan ar mata nya dan menangis merengek seperti anak kecil.
" Hei...maaf...apa aku melukai perasaan mu? " Tanya Reihan sambil memeluk tubuh Melodi yang kini masih berada di pangkuannya itu.
" Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Melodi menjadi seperti ini? Apa ini ada kaitannya dengan kehamilannya? Ah, mungkin nanti aku harus konsultasi kepada dokter Aris. " Batin Reihan.
Dan ternyata butuh waktu lima belas menit untuk membuat Melodi berhenti menangis. Setelah selesai menangis Melodi beranjak dari duduk nya dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan Reihan di ruang kerja nya.
Reihan pun hanya bisa menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal itu. Ia benar-benar di buat bingung dengan sikap Melodi barusan. Kemudian Reihan menghubungi dokter Aris. Dan dokter Aris pun menjelaskan, kalau itu adalah hal wajar bagi ibu yang sedang mengandung.
Lalu dokter Aris pun memberikan nomor telfon rekan dokter nya yang memang spesialis kandungan, dan setelah mendapatkan nomor tersebut, Reihan menyudahi panggilan telfonnya dan langsung menghubungi dokter Rania, dokter yang di rekomendasikan oleh dokter Aris tersebut.
[ Via telfon ]
__ADS_1
" Halo selamat pagi, apa benar ini dengan dokter Rania? "
" Oh iya benar. "
" Dok, saya Reihan, dan saya mendapat rekomendasi dari dokter Aris untuk menghubungi dokter Rania. "
" Oh iya pak Reihan, dokter Aris sudah memberitahu saya, dan saya juga sudah menyiapkan jadwal temu saya dengan bapak dan istri bapak. "
" Baiklah dok, tapi apa bisa hari ini dokter mendatangi kediaman saya, ada beberapa hal yang ingin saya konsultasikan kepada dokter. "
" Bisa pak, tapi mungkin nanti agak malam, karena jadwal saya hari ini cukup padat. "
" Baik dok, dan terimakasih banyak. "
" Iya, sama-sama pak Reihan."
Reihan pun menutup telfonnya dan beranjak dari tempat duduk nya, lalu ia berjalan menuju kamar nya, ia masuk ke dalam kamar nya dan tidak mendapati Melodi di dalam kamar nya, lalu Reihan mendengar suara air yang mengalir dari dalam kamar mandi nya. Dan ternyata Melodi sedang mandi saat ini.
Lalu Reihan pun menunggu Melodi selesai mandi sambil berbaring di atas tempat tidur nya, saat sedang menunggu Melodi, Reihan tidak sadar kalau dia telah tertidur dengan lelap nya.
Reihan yang terkejut pun terbangun, kemudian Melodi dengan sangat agresif menjelajahi bibir Reihan. Reihan yang tidak bisa melawan itu pun hanya pasrah dan membalas perbuatan Melodi dengan sangat arogan.
Reihan membalikkan tubuh Melodi dan kini ia mencengkram kedua tangan Melodi, Reihan menjelajahi setiap lekuk tubuh indah Melodi, dan saat ini ia begitu bersemangat hingga tubuh Melodi di penuhi oleh tanda Merah.
Melodi pun sangat menikmati permainan Reihan, mereka pun larut dalam keindahan nuansa ber cinta yang tengah mereka lakukan.
Dan stelah mereka selesai bercocok tanam, Melodi tiba-tiba memeluk tubuh Reihan dan dengan manja nya iya merengek kepda Reihan.
" Lagi...aku mau lagi..." Rengek Melodi sambil menatap Reihan dengan tatapan memelas.
" Kamu benar Melodi kan? Kamu istri ku kan? Apa yang merasuki mu Melodi ? " Tanya Reihan dengan heran kepada Melodi.
" Iya, aku Melodi...dan aku adalah istrimu, apa kamu tidak ingin memberikannya kepada istri mu? " Jawab Melodi kemudian mata nya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
" Baiklah, tapi nanti ya...jangan sekarang. " Ujar Reihan lalu memeluk tubuh Melodi.
Melodi pun mengangguk kecil lalu membalas pelukan Reihan, dan ketika Melodi sedang asik bercengkrama dengan Reihan, tiba-tiba saja ada telfon masuk.
Reihan pun segera mengangkat telfonnya,
[ Via telfon ]
" Halo..."
" Halo....apa ini benar dengan bapak Reihan? "
" Iya benar, ada apa ya? Dan ini siapa? "
" Maaf pak Reihan saya suster dari rumah sakit Metro, apa benar pak Reihan wali dari ibu Yura? "
" Sebentar-sebentar... ( Reihan pun beranjak dari tempat tidur nya dan sedikit menjauh dari Melodi, Reihan tidak ingin Melodi mendengar nama Yura. ) Maaf sebenarnya ada apa ya sus? Dan apa Yura sedang di rumah sakit? "
" Iya pak, ibu Yura mengalami kecelakaan dan saat ini sedang kami rawat di rumah sakit, apa bapak bisa segera datang ke rumah sakit? Kami akan segera menangani ibu Yura apabila bapak sudah menyelesaikan administrasi nya. "
" Baik, saya akan segera ke sana. "
Setelah mengakhiri panggilan telfonnya Reihan pun segera berpakaian dan bergegas untuk segera ke rumah sakit.
" Mau kemana Rei? Bukannya hari ini kamu bilang nggak ke hotel? " Tanya Melodi yang penasaran kemana Reihan akan pergi.
" Aku ada keperluan mendesak, nanti setelah aku kembali akan aku ceritakan, aku pergi dulu ya, ingat kamu jangan kemana-mana sampai aku pulang nanti. "
Melodi pun hanya mengangguk sambil memanyunkan wajahnya, karena kehamilan yang sedang di alami Melodi, Melodi pun jadi sering berubah-ubah suasana hati nya, dan tanpa ia sadari, saat Reihan pergi, tiba-tiba saja air mata nya kembali terjatuh, dan Melodi kembali menangis.
Lalu, karena tangisan Melodi yang cukup histeris. Salah satu pelayan yang mendengar tangisan Melodi itu pun langsung mengetuk pintu kamar Melodi dan membuka nya, Kemudian pelayan itu masuk ke dalam kamar Melodi dan mencoba untuk menenangkan Melodi saat ini.
__ADS_1
Melodi masih saja menangis, hingga pelayan tersebut kebingungan, lalu pelayan itu menghubungi Reihan beberapa kali namun Reihan tidak menjawab telfonnya, kemudian tidak ada pilihan lagi, pelayan itupun menghubungi Reivan, dan Reivan dengan segera menuju rumah Reihan.