My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 47 Belajar Mencintai


__ADS_3

*****


Melodi masih diam terpaku di pelukan Reihan, ia masih bertanya-tanya mengapa Reihan tiba-tiba saja mengucapkan kalimat yang tidak terduga seperti itu kepadanya.


Kemudian Reihan melepaskan pelukannya dengan perlahan, tangan Reihan masih memegangi bahu Melodi. Lalu Reihan menatap mata Melodi dengan tajam dan penuh arti.


" Ada apa? " Tanya Melodi yang masih bingung dengan sikap Reihan kepada nya.


" Aku tadi habis menemui Yura di restoran. " Jelas Reihan masih memegangi kedua bahu Melodi.


" Lalu? " Tanya Melodi dengan nada suara yang mulai sedikit kesal.


" Ada apa dengan ekspresi wajah mu? " Tanya Reihan yang menyadari perubahan pada wajah Melodi.


" Tidak, kalau sudah selesai...lepaskan kedua tangan mu dari bahu ku. '' Jawab Melodi sedikit ketus.


Kemudian tiba-tiba saja Reihan tertawa, Melodi semakin bingung melihat sikap Reihan. Melodi pun menatap Reihan dengan kesal, ia mengernyitkan dahi nya sambil menatap kesal kearah Reihan.


" Kenapa kamu tertawa? Apa ada yang lucu? " Tanya Melodi masih dengan mengernyitkan dahi nya.


" Iya...kamu sagat lucu Mel. " Jawab Reihan dengan senyuman mengembang di wajah nya.


Kemudian Melodi mencoba melepaskan kedua tangan Reihan dari bahu nya. Namun, Reihan malah tidak mau melepaskan kedua tangannya dari bahu Melodi. Dan Reihan semakin erat memegangi bahu Melodi.


" Apa kamu tidak penasaran dengan apa yang aku bicarakan dengan Yura di restoran?" Tanya Reihan dengan wajah yang berubah menjadi serius.


" Tidak.." Jawab Melodi sambil memalingkan wajahnya.


" Aku sudah memutuskan untuk memberitahu Yura segala nya. Aku juga sudah memberitahunya bahwa aku tidak akan menceraikan mu. "


" Lalu? Bagaimana tanggapan Yura? Apa dia akan melepaskan mu? "


" Dia sangat marah, mungkin saat ini Yura sedang kecewa, tapi aku yakin, lambat laun dia akan melupakan perasaannya kepada ku. " Ujar Reihan yang kini terlihat sedikit murung.


" Lalu bagaimana dengan mu? Bagaimana dengan perasaan mu? Apa kamu bisa melupakan Yura dengan mudah? Dia adalah cinta pertama mu, dan aku yakin...pasti sangat sulit untuk mu. "


" Aku baik-baik saja, dan aku akan mengatasi perasaaan ku ini, kamu tenang saja. Saat ini yang terpenting adalah...kamu Mel, kamu harus tetap di sampingku, dan buatlah aku mencintaimu. "


Melodi masih sedikit bingung dengan perkataan Reihan, ia tidak mengerti kenapa harus dirinya yang harus membuat Reihan jatuh cinta kepada nya.

__ADS_1


" Kenapa harus aku yang membuatmu jatuh cinta kepada ku Rei? Kenapa kamu tidak berusaha untuk membuatku jatuh cinta kepadamu juga? Apa kamu tidak memikirkan perasaanku? Apa menurutmu aku mencintai mu saat ini? " Melodi bertanya Kepada Reihan dengan banyak pertanyaan.


" Bu...bukan begitu maksudku Mel, aku hanya ingin berusaha mencintai mu,dan aku juga ingin kamu sebaliknya bisa mencintai ku. "


Melodi terdiam sejenak...


" Aku tidak yakin...tapi aku akan mencobanya...entah bagaimana nantinya, tetapi kali ini aku tidak akan berharap lebih. Aku juga tidak berharap kamu akan mencintai ku Rei. Perasaan ini sudah lama mati, dan saat ini aku hanya ingin hidup apa adanya, tanpa cinta pun sebenarnya tidak masalah bagiku. " Batin Melodi.


" Mel..."


Suara Reihan pun menyadarkan Melodi dari lamunannya. Kemudian Melodi menatap Reihan, ia tersenyum samar ke arah Reihan kemudian Melodi Mengangguk dengan perlahan.


" Makasih Mel... " Ujar Reihan sambil memeluk Melodi.


Di saat yang bersamaan, tiba-tiba saja terdengar suara bel apartemen Reihan. Reihan pun dengan segera membukakan pintu apartemennya, dan lagi-lagi yang datang adalah Eros.


" Ada perlu apa? " Tanya Reihan dengan ketus kepada Eros.


" Aku ingin menemui Melodi. "


" Untuk apa? Apa kamu tidak malu selalu ingin menemui istri ku? "


" Apa Melodi mengatakannya kepadamu? Jika tidak ada urusan penting lebih baik kamu pulang saja, dan berhenti menemui istri ku. " Pinta Reihan kemudian ia dengan segera menutup pintu apartemennya.


Eros yang sangat gigih itu pun tidak menyerah, dan Eros terus membunyikan bel apartemen Reihan, hingga Melodi pun menghampiri Reihan dan bertanya kepada Reihan.


" Siapa itu Rei?? Kenapa dia membunyikan bel seperti itu? " Tanya Melodi yang merasa terganggu.


" Eros..." Jawab Reihan dengan sedikit ketus.


Kemudian handphone Melodi pun berdering, Melodi segera memeriksanya,, ia berjalan masuk ke dalam kamar nya.


[ Via telfon ]


" Halo..."


" Mel, tolong bukakan pintu apartemen kamu, aku ingin melihat keadaan kamu Mel. "


" Aku sudah jauh lebih baik Ros, "

__ADS_1


" Tapi aku ingin melihatnya dengan kedua mata ku Mel, aku ingin memastikannya sendiri. Kamu tahu? Aku sangat mengkhawatirkan mu Mel, jadi please...kamu buka ya? "


" Baiklah, ada yang ingin aku sampaikan juga kepadamu. Tunggu sebentar, akan aku bukakan pintu untuk mu. "


Melodi pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju pintu apartemennya, namun tiba-tiba saja Reihan menghalangi nya.


" Sebentar saja Rei, ada yang ingin aku sampaikan juga kepada Eros.Aku juga ingin memperjelas semuanya, agar Eros berhenti berharap kepadaku. "


Dan akhirnya Reihan mengizinkan Melodi untuk membukakan pintu apartemennya. Saat Melodi membukakan pintu untuk Eros, Eros terlihat sangat senang, senyumnya pun mengembang di bibir Eros.


Eros pun masuk ke dalam, dan Eros melihat ke arah Reihan, lalu Eros memberikan senyuman menyeringai kepada Reihan. Reihan yang melihat tingkah Eros hanya bisa tertawa kecil dengan sedikit menaikkan ujung bibir atasnya.


Melodi pun mempersilahkan Eros untuk duduk di sofa ruang tamu nya.


" Syukurlah kamu udah lebih baik Mel, aku lega..." Ujar Eros sambil duduk di sofa tersebut.


Melodi hanya tersenyum kecil kemudian meletakkan secangkir minuman di atas meja ruang tamu nya.


" Ros..."


" Iya Mel??? "


" Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepadamu. "


" Apa itu? Aku akan mendengarkannya. "


" Aku tidak ingin bercerai dengan Reihan. "


" Apa maksud mu? Kalian harus bercerai, kamu tidak bisa melanjutkan pernikahan ini Mel. "


" Maaf Ros, aku tidak bisa kembali kepadamu, aku tidak bisa membiarkan pernikahanku ini hancur. "


" Apa kamu sudah tidak mencintaiku? " Eros terlihat sangat kecewa, kemudian ia beranjak dari duduk nya dan kini duduk tepat di sebelah Melodi.


" Perasaan itu sudah lama hancur, dan semakin aku dengan mu...aku semakin tersiksa. Dan saat ini, ketika aku melihatmu, aku teringat mendiang papa dan mama Ros. Itu benar-benar menyakitkan. Dan kamu, apa kamu tidak merasa kehilangan mereka? "


Air mata Melodi pun mulai terjatuh, ia teringat dengan Arman dan Dewi. Sudah sangat jelas bagi Melodi, jika ia bersama Eros, semua hal yang menyakitkan akan terus menyelimutinya, ia merasa seperti sedang mengkhianati Arman dan juga Dewi.


" Aku juga merasa kehilangan, tetapi aku harus bisa menerima kenyataan Mel, mungkin tuhan sudah menakdirkan ini semua, dan tuhan sengaja mengambil mereka agar kita bisa bersatu Mel. "

__ADS_1


Mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Eros Melodi semakin yakin jika ia benar-benar tidak bisa bersama lagi dengan Eros. Di mata Melodi saat ini Eros seperti seseorang yang tidak memiliki perasaan.


__ADS_2