My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 57 Menyadari


__ADS_3

*****


" Jangan mengatakan hal-hal seperti itu Mel, aku benar-benar tidak ingin membuatmu terluka, aku tidak akan memaksa mu untuk mempercayaiku, tapi aku sungguh-sungguh dengan perkataan ku. " Ujar Reihan dan berlalu pergi meninggalkan Melodi di dalam kamar nya.


Reihan berjalan menuruni anak tangga, langkah kaki nya terlihat begitu lunglai. Ia tidak tau harus menjelaskannya seperti apa lagi. Reihan benar-benar perduli dengan Melodi, Hati nya benar-benar sangat hancur mendengar perkataan Melodi barusan.


Kemudian Reihan pun berjalan menuju halaman belakang rumah nya, ia mencoba untuk menenangkan diri nya. Reihan terdiam begitu lama di sebuah bangku di halaman belakang rumah nya.


Sementara Melodi, ia masih menangis, perasaannya pun sama tidak karyanya dengan perasaan Reihan. Dan Melodi pun menyadari bahwa perkataannya tadi cukup keterlaluan kepada Reihan.


" Apa yang aku lakukan? Reihan begitu baik kepada ku, dan mungkin memang benar ia tidak ada niatan untuk membohongi ku, kenapa aku begitu egois dan aku hanya memikirkan perasaanku sendiri tanpa memikirkan perasaannya. " Batin Melodi.


Kemudian Melodi keluar dari dalam kamar nya dan ia berusaha untuk mencari Reihan, lalu saat sedang mencari Reihan Melodi bertemu dengan Ayumi.


" Mel, kamu mau kemana ? " Tanya Ayumi yang baru saja keluar dari dalam kamar nya itu.


" Aku mau cari Reihan ma. " Jawab Melodi kemudian dengan terburu-buru ia menuruni anak tangga.


Melodi pun berkeliling rumah nya mencari keberadaan Reihan, dan sampai akhirnya ia menemukan Reihan yang saat ini sedang duduk termenung di halaman belakang rumahnya.


Lalu, dengan langkah yang sedikit ragu-ragu, Melodi berjalan menghampiri Reihan. Ia ingin menyentuh bahu Reihan, namun ia masih sedikit ragu dan akhirnya ia membalikkan badannya dan berniat untuk pergi meninggalkan Reihan, dan membiarkan Reihan untuk menyendiri terlebih dahulu.


Saat Melodi membalikkan badannya dan ingin melangkah pergi meninggalkan Reihan, Reihan yang menyadari kehadiran Melodi itu pun langsung menoleh ke arah Melodi. Reihan langsung beranjak dari duduk nya dan mengikuti langkah kaki Melodi. Lalu Reihan menggenggam pergelangan tangan Melodi, sehingga Melodi menghentikan langkah nya dan berbalik ke arah Reihan.


" Maaf Rei, aku tidak bermaksud untuk mengganggumu, aku tau, saat ini kamu pasti tidak ingin di ganggu dan kamu pasti hanya ingin sendirian, maaf kan aku, aku akan kembali ke kamar ku. " Ujar Melodi lalu tiba-tiba saja Reihan memeluk tubuh Melodi.

__ADS_1


" Jangan pernah mengatakan hal-hal sepeti itu lagi, walaupun kamu tidak hamil sekalipun, aku tetap memilih mu. Hati ku hancur saat mendengarkan perkataan mu itu. " Ungkap Reihan masih sambil memeluk tubuh Melodi.


" Tapi aku, aku tidak ingin berharap lebih pada mu. " Ujar Melodi sambil mengusap air mata nya yang terjatuh.


" Kenapa? Aku adalah suami mu, kamu berhak untuk berharap lebih pada ku. Dan kamu juga berhak untuk mencintaiku. Aku tidak akan membiarkan mu terluka atau pun kecewa. Mulai saat ini, aku yang akan mencintai mu, dan aku juga akan menunggu mu untuk bisa juga mencintai ku. " Ujar Reihan yang kini meletakkan kedua telapak tangannya itu di pipi Melodi.


" Makasih Rei, tapi berharap kepada manusia itu menyakitkan. Aku capek, aku lelah dengan semua hal yang berkaitan dengan cinta. " Ujar Melodi masih dengan derai air mata yang membasahi pipi nya.


" Dengar kan aku baik-baik, aku tidak keberatan untuk menunggu mu, aku juga tidak keberatan jika harus aku yang lebih banyak mencintai mu. " Reihan pun mendongakkan wajah Melodi dengan kedua tangannya yang saat ini berada di pipi Melodi.


Kemudian Melodi melepaskan tangan Reihan dari pipi nya, dan...cup...Melodi mendarat kan bibir nya di bibir Reihan. Reihan pun memejamkan mata nya dan membalas kecupan manis dari Melodi.


" Rei...terimakasih karena kamu sudah begitu baik kepada ku. " Ujar Melodi sambil menyudahi kecupannya itu.


Reihan pun mengangguk dan tersenyum sambil menghapus air mata yang ada di pipi Melodi. Lalu Merekapun kembali ke kamar nya dan kembali beristirahat hingga fajar tiba.


*****


" Rei..." Panggil Melodi sambil menenggelamkan wajahnya di punggung bidang Reihan.


" Iya sayang, ada apa? " Tanya Reihan lalu membalikkan badannya dan kini memeluk tubuh mungil Melodi.


" Aku boleh ya ke butik? Aku jenuh di rumah, kalau kebanyakan berbaring dan tidak melakukan apapun, aku jadi lebih sering mual, dan pusing Rei. " Ungkap Melodi sambil berharap Reihan akan mengizinkannya kembali bekerja.


" Tapi kamu nggak boleh sendiri ya? " Ujar Reihan dan seketika itu juga Melodi tersenyum dengan sangat sumringah.

__ADS_1


" Sebentar aku telfon Roni dulu. " Ujar Reihan lalu ia menelfon sekretaris nya dan langsung meminta Roni untuk mencarikan bodyguard untuk Melodi sekarang juga.


Melodi yang mendengarkan percakapan Reihan dengan Roni lewat telfon itu pun sampai ternganga mengetahui bahwa Reihan meminta seorang bodyguard untuk menjaga sekaligus menjadi supir pribadi Melodi dalam waktu yang sesingkat ini.


" Rei, kamu nggak usah berlebihan, aku bisa kok naik taksi, dan kalau untuk sopir atau pun bodyguard itu bisa nanti-nanti, jangan terlalu terburu-buru. " Ujar Melodi yang mencoba memberitahu Reihan bahwa ia sebenarnya tidak apa-apa tanpa bodyguard,.


" Enggak, aku nggak bisa membahayakan kamu dan anak kita, kamu kan nggak tau kondisi di jalan saat kamu sedang dalam perjalanan menuju butik, jadi untuk menjaga kamu dan agar aku tidak terlalu mengkhawatirkan mu, untuk itu aku sangat membutuhkan seseorang yang dapat di percaya untuk menjaga kamu Mel. " Jelas Reihan yang tidak ingin jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terhadap Melodi.


" Tapi Rei..."


" Dengarkan aku, dan jangan membantah, ini demi kamu dan anak kita, kalau kamu nggak mau menuruti ku, lebih baik kamu di rumah saja. "


" Baik lah, terus, aku harus menunggu berapa lama? Aku ingin ke butik sekarang juga. " Rengek Melodi yang ingin segera pergi ke butik milik nya itu.


Reihan pun kembali menghubungi Roni dan meminta Roni, untuk segera mengantarkan orang yang ia cari itu sekarang juga. Kemudian Roni pun menyetujuinya, dan kebetulan sekali sedang ada anak buah Reihan yang kebetulan juga memenuhi kriteria nya untuk menjadi sopir dan juga bodyguard untuk Melodi.


" Tunggu lima belas menit lagi ya..." Ujar Reihan kepada Melodi.


Kemudian setelah Melodi berganti pakaian, ia dan Reihan pun segera turun ke ruang makan. Mereka pun sarapan bersama-sama dengan yang lainnya juga.


" Wah, cucu oma cantik sekali, kamu mau kemana sayang? " Tanya oma Nina sambil tersenyum lebar ke arah Melodi.


" Aku mau ke butik oma. " Jawab Melodi yang terlihat begitu senang.


" Nah, gitu dong Rei, biarkan istri mu mencari udara segar, dia juga ingin punya kesibukan. Dan kamu Mel, karena Reihan sudah mengizinkan mu, kamu juga harus pandai-pandai menjaga diri mu. Jangan sampai kecapean ya. " Eyang sari pun memberikan sedikit masukan dan juga nasihat kepada Reihan dan juga Melodi.

__ADS_1


Dan saat mereka tengah menikmati sarapannya, tiba-tiba saja, bi Elle menghampiri Reihan, dan memberitahukan Reihan bahwa sekretarisnya sudah datang dan sedang menunggunya di ruang tamu bersama seorang pria. Rehan dan Melodi pun dengan segera menghampiri Roni dan calon supir sekaligus bodyguard untuk Melodi itu.


Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏


__ADS_2