
*****
Ayumi pun memeluk tubuh Melodi, kemudian oma Nina dan juga eyang Sari pun ikut masuk ke dalam kamar Melodi. Mereka yang tidak tau permasalahan yang sebenarnya pun ikut merasakan kesedihan yang di rasakan Melodi.
" Melodi, cucu oma sayang, kamu harus kuat ya, hal yang wajar jika kamu merasa sedih dan kehilangan, tapi kamu harus tau satu hal. Banyak perempuan-perempuan di luar sana yang mengalami hal yang sama seperti dirimu. Tapi mereka terus berjuang dan berusaha, mereka masih semangat untuk melanjutkan hidup. Oma yakin, nanti kalian cepat atau lambat akan di berikan momongan lagi. Jadi udah ya jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri ya sayang. " Ujar oma Nina dengan nada bicara yang sangat lembut hingga suasana hati Melodi berubah menjadi tenang.
" Iya oma, terimakasih oma...karena oma, Melodi jadi tidak merasakan penderitaan ini seorang diri. " Ujar Melodi kemudian menghapus air mata nya yang tiba-tiba menetes di pipi nya.
" Iya sama-sama sayang, semua yang ada di sini mengkhawatirkan kamu, dan kami juga berharap supaya kamu bisa cepat pulih, oma merindukan cucu oma yang ceria seperti dulu. " Kemudian oma Nina menggenggam tangan Melodi dengan erat.
" Iya Melodi, eyang, oma Nina, mama Ayumi dan juga Reihan, kami semua ingin yang terbaik buat kamu, jadi kamu harus cepat pulih ya. " Eyang Sari pun ikut memberikan semangat dan motivasi kepada Melodi.
" Aku bersyukur punya kalian di sini, walau di saat-saat seperti ini orang yang paling aku rindukan adalah papa, tapi aku bisa sedikit mengurangi rasa rindu ku itu berkat kalian semua. " Melodi pun kembali menangis terisak sambil membayangkan wajah Arman.
Di saat-saat seperti ini, Melodi teramat sangat merindukan sosok Arman. Bagaimana tidak? Yang Melodi punya saat itu hanya lah Arman, Arman membesarkan Melodi menjadi pribadi yang mandiri. Kasih sayang nya tiada henti untuk Melodi, walaupun ia selalu sibuk dengan pekerjaannya, tetapi Arman selalu bisa membaca keadaan putrinya jika putri nya itu sedang tidak baik-baik saja.
" Kalau kamu merindukan papa kamu, bagaimana pun caranya kamu harus bahagia Melodi. Papa mu di atas sana pasti akan ikut bahagia melihat mu bahagia, kalau kamu terus terpuruk dan terus berlarut dalam kesedihan, papa mu pasti juga akan merasakan kesedihan yang sama. " Ujar Ayumi masih memeluk tubuh Melodi.
Melodi hanya mengangguk, ia tak kuasa menahan air mata nya yang terus mengalir saat itu.
*****
Di tempat lain...
__ADS_1
Reihan yang sengaja menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya itu pun menjadi semakin tidak fokus bekerja. Ia masih terus memikirkan Melodi, hati nya menjadi sangat gelisah dan tidak tenang.
Reihan sudah berusaha sebisa mungin untuk tidak memikirkan Melodi terlebih dahulu, hanya saja bayangan wajah Melodi selalu terbayang-bayang di pikiran Reihan.
Kemudian saat Reihan yang sedang tidak fokus itu sedang ingin keluar dari ruangannya, tiba-tiba saja...
Brruugghh...
" Ah...maaf..." Ujar Reihan meminta maaf kepada seseorang yang tidak sengaja ia tabrak itu.
Dan saat Reihan melihat wajah seseorang tersebut, betapa terkejutnya Reihan, ternyata yang ia tabrak adalah Yura.
" Rei..."
" Sedang apa kamu di sini? Dan untuk apa? " Tanya Reihan cukup sinis.
" Untuk apa kamu mencari ku? "
" Aku hanya ingin menemui mu saja dan tanpa alasan. "
Kemudian Reihan yang malas untuk melayani Yura itu pun langsung berlalu pergi meninggalkan Yura. Sebenarnya Yura sangat penasaran mengenai Melodi dan juga Eros, tapi dia tidak punya cukup keberanian untuk membahasnya, dan Eros pun sampai sekarang belum menghubunginya.
Yura yang kehabisan ide itu pun berjalan mengikuti Reihan dari belakang, ia berharap Reihan mau menceritakan segalanya kepada nya, kemudian tiba-tiba saja Yura meraih tangan Reihan. Reihan pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Yura.
__ADS_1
" Ada apa lagi? Aku sedang sibuk, jadi jangan membuang-buang waktuku. " Ujar Reihan kemudian ia berbalik lagi dan saat ia ingin kembali berjalan....
" Maafkan aku....aku menyesal, dan aku ingin memperbaiki hubungan kita, aku tidak akan berbuat yang aneh-aneh lagi terhadapmu bahkan dengan Melodi juga. " Ujar Yura, kemudian Reihan menghentikan langkah nya.
" Apa kamu sungguh-sungguh dengan perkataan mu? " Tanya Reihan menyelidik, Reihan sebenarnya masih sangat meragukan Yura.
" Aku bersungguh-sungguh Rei, aku akan melakukan apapun, asalkan kamu mau menerima ku kembali sebagai teman mu. Dan bagi ku itu saja sudah cukup, aku tidak akan meminta lebih. " Yura pun berusaha meyakinkan Reihan bahwa dirinya benar bersungguh-sungguh.
" Ayolah Reihan, aku mohon untuk sekali ini saja kamu percaya dengan perkataan ku, dan jika kamu mempercayainya, akan aku pastikan kamu akan sepenuhnya kembali denganku nantinya, aku akan memperjuangkan mu. Meski aku harus menjadi penjahat, aku tidak masalah. Asalkan kamu kembali kepada ku. " Batin Yura.
Reihan terlihat sedang berpikir, ia belum benar-benar yakin dengan perkataan Yura, tapi Reihan berpikir bahwa tidak ada salah nya jika ia memberikan kesempatan bagi Yura untuk benar-benar menebus kesalahannya. Dan sampai saat ini pun Reihan belum tau jika Yura lah yang ingin mencelakai Melodi pada saat Eros tertabrak mobil.
" Baiklah, tapi jika kamu mengulangi kesalahan yang sama, dan membuatku kecewa, aku tidak akan pernah memaafkan mu. "Ujar Reihan, lalu Yura yang mendengar perkataan Reihan itupun terlihat sangat senang dan juga gembira. Akhirnya ia bisa membuat Reihan percaya lagi kepada nya walaupun belum sepenuhnya juga Reihan bisa mempercayainya.
" Makasih Rei, oh ya, aku dengar tante Ayumi lagi ada di jakarta ya? Boleh aku main dan mampir, sekalian aku mau lihat rumah baru kamu. " Pinta Yura tiba-tiba saja.
Reihan sedikit bingung, ia juga sebenarnya tidak ingin memberitahukan keadaan Melodi saat ini, tapi jika ia tidak memberitahu Yura, Yura pasti akan terus memaksa untuk tetap pergi ke rumah nya. Dan akhirnya Reihan pun menceritakannya kepada Yura mengenai kondisi Melodi saat ini.
" Maaf Yura, tapi untuk saat ini aku tidak bisa mengizinkanmu untuk masuk ke dalam rumah ku, Melodi sedang mengalami musibah, kami kehilangan anak kami, dan Melodi sangat terpukul saat ini, dan aku tidak ingin Melodi semakin terpuruk karena melihat mu. " Jelas Reihan mencoba memberikan pengertian kepada Yura.
Yura sebenarnya ingin tersenyum, namun ia sebisa mungkin menahannya, ia tidak ingin Reihan mengetahui rencananya untuk membuat Reihan kembali kepada dirinya.
" Maaf Reihan, aku tidak tau, sebenarnya kalau aku boleh tau, apa yang terjadi dengan Melodi? Dan kenapa Melodi bisa kehilangan janin yang sedang di kandungnya? " Tanya Yura dengan ekspresi wajah yang berpura-pura simpati kepada Melodi.
__ADS_1
" Ceritanya panjang, tapi bukankah itu yang kamu inginkan? " Tanya Reihan tiba-tiba.
" Iya, dulu aku memang menginginkannya, tapi sekarang aku sudah berubah, aku ingin memperbaiki diriku Rei, jangan kamu berpikir buruk lagi tentang ku, aku benar-benar sudah berubah. " Jawab Yura yang kembali mencoba meyakinkan Reihan, dan membuat Reihan untuk bisa percaya kepadanya lagi.