
*****
Setelah sampai di rumah, Eros kembali menggendong Melodi dan membawa Melodi masuk ke dalam rumah. Dewi yang baru saja menuruni anak tangga itu pun terkejut melihat Melodi yang saat ini sedang di gendong oleh Eros.
" Melodi kenapa Ros? " Tanya Dewi, kemudian Dewi menghampiri Eros yang sedang menurunkan Melodi dari gendongannya ke sofa ruang tamu.
" Jatuh ma " jawab Eros singkat.
" Kok bisa? "
Eros tidak bisa menjawab pertanyaan Dewi, rasa bersalah dan penyesalan terus menghantuinya. Kini wajah Eros terlihat pucat saat menyadari kesalahan yang sudah di perbuatanya adalah suatu kesalahan besar yang mungkin akan berdampak buruk pada hubungannya dengan Melodi.
" Eros?? Kamu kenapa diem aja? Yaudah mama ambil kotak p3k dulu. "
Dewi pun segera pergi untuk mengambil kotak p3k. Eros dan Melodi hanya terdiam satu sama lain. Kemudian di saat mereka sedang menunggu Dewi yang sedang mengambil kotak p3k, tiba-tiba saja bel rumah pun berbunyi.
Eros beranjak dari duduk nya dengan langkah yang terlihat tidak bertenaga. Kemudian Eros membuka pintu dan melihat siapa kah yang berkunjung.
Saat melihat tamu tersebut, mata Eros pun terbelalak. Kemudian dengan segera Eros keluar dari rumahnya dan menutup pintu rumah nya.
" Reihan? Ada perlu apa kamu datang kemari? " Nada suara Eros terdengar ketus, padahal sebelumnya hubungan Eros dan Reihan sangat baik.
" Eros? Bukannya ini rumah menantunya oma Nina? Kamu kenapa di sini? " Reihan pun mempertanyakan keberadaan Eros.
Kemudian terlihat Reivan yang sedang berjalan ke arah Eros dan juga Reihan. Eros makin kesal, suasana hatinya saat ini benar-benar tidak karuan. Apa lagi setelah melihat wajah Reihan yang saat ini ia benar-benar tidak ingin melihat wajah Reihan.
" Hei Ros. " Sapa Reivan yang baru saja datang setelah memarkirkan mobilnya.
" Ngapain bawa-bawa Reihan ke sini? " Eros bertanya sambil menatap Reivan kesal.
" Kenapa? Oh...sorry-sorry, aku lupa bilang sama Reihan. Rei, Eros ini kakak tirinya Melodi, dan yang nikah sama tante Dewi itu ternyata menantunya oma Nina, papa dari Melodi. " Reivan pun mencoba menjelaskan hubungan Eros dengan Melodi kepada Reihan.
" Oh gitu, wah...Small world huh?"
__ADS_1
Reihan tidak menyangka, ternyata dunia begitu sempit.
" Jadi ngapain kalian datang kemari? " Eros kembali mempertanyakan kedatangan Reihan dan juga Reivan.
" Oma tadi sore telfon Reihan dan minta dia buat datang ke sini, tapi karena Reihan belum tau daerah sini dan belum tau rumah ini, jadi aku anter aja Ros. Ada apa? Kenapa kamu terlihat kesal? " Reivan yang melihat mimik wajah Eros itupun mempertanyakan juga kenapa ia begitu kesal melihat kedatangannya dengan Reihan.
" Iya Ros, setelah sekian lama kita nggak ketemu, kenapa kesan pertama kamu ke aku kayak gitu? Why? Am I wrong? " Reihan pun terlihat heran dengan sikap Eros dan ia bertanya apakah selama ini ia punya salah dengan Eros.
Eros menatap Reihan, matanya memancarkan kemarahan. Ingin rasanya ia melayangkan tinjunya pada wajah Reihan.
" Kenapa kamu menerima perjodohan ini? Apa alasannya? Dan Yura? Apa kamu udah ngelupain semua tentang Yura? "
Reihan terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan Eros kepada nya. Reihan sangat sensitif jika membahas soal Yura, gadis yang amat di cintai nya, namun ia pergi begitu saja demi mengejar impiannya. Tapi Reihan tidak masalah dengan semua itu, dan Reihan tetap menunggu Yura, dan ia percaya suatu saat nanti Yura pasti akan kembali kepadanya.
" Kenapa bahas tentang Yura? Apa hubungannya? "
" Hei...hei...kalian kenapa sih? Kamu juga Ros, kenap bahas Yura? Udah, ayo masuk oma pasti udah nungguin di dalem. "
Ketika Reivan ingin membuka pintu, Eros dengan cepat melepaskan tangan Reivan dari gagang pintu dengan sangat kasar.
" Siapa yang izinin kalian masuk? Kamu jawab dulu Rei, maksud kamu apa nerima perjodohan ini? Dan apa kamu udah benar-benar melupakan Yura? Jangan pernah kamu coba buat mainin perasaan Melodi. "
" Oh, jadi ini karena Melodi? Kamu bersikap seolah Melodi adalah adik kandung kamu, eh tapi kelihatannya, apa kamu suka sama Melodi? Aku jadi semakin penasaran ingin melihat wajah calon istriku, dan aku ingin tau, secantik apa dia sampai bisa membuat seorang Eros terlihat begitu murka karena perjodohan ini. "
" Reihan...!!" Eros yang terpancing emosi pun berteriak lalu mencengkram kerah baju Reihan.
Suara Eros yang berteriak itu terdengar sampai ke dalam rumah, hingga Dewi yang sedang mengobati Melodi itu pun terkejut hingga ia mengehentikan dirinya yang sedang mengobati Melodi, dan berjalan menghampiri arah suara itu.
Dewi membuka pintu dan melihat Eros yang sudah mencengkram kerah baju Reihan. Dewi pun langsung menarik lengan Eros dan ia sangat terkejut melihat perilaku putranya yang seperti itu. Dewi tidak pernah melihat Eros bertengkar, selama ini Eros adalah anak yang ramah dan baik kepada siapapun.
Dan yang membuat Dewi semakin terkejut adalah, Eros sangat dekat dengan Reihan jadi mengapa Eros melakukan hal seperti itu? Dewi pun mempertanyakan perilaku putranya tersebut.
__ADS_1
" Eros? Ada apa? Kalian sebenarnya kenapa? "
" Nggak apa-apa ma. " Kemudian Eros berlalu pergi dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Eros menghampiri Melodi dan berniat ingin membawa Melodi ke kamarnya, Eros mencoba untuk menggendong Melodi. Namun Melodi yang terkejut itu pun dengan refleks tangannya menghadang tubuh Eros.
" Kamu mau ngapain? "
" Aku mau anterin kamu ke kamar kamu, kamu harus istirahat. "
" Tapi..."
Kemudian Nina yang baru saja keluar dari kamarnya itu melihat Melodi dan juga Eros. Nina terkejut melihat posisi tubuh Eros yang sudah menyamping dan terlihat seperti sedang memeluk tubuh Melodi.
" Eros? Kamu sedang apa? "
Eros pun melepaskan tangannya dan berbalik ke arah Nina.
" Aku mau bawa Melodi ke kamarnya oma, Melodi harus istirahat. "
Nina terlihat bingung dengan perkataan Eros, karena memang Nina belum tau kalau Melodi sedang terluka. Kemudian Dewi, Reihan dan juga Reivan pun masuk ke dalam rumah.
" Malam oma..." Sapa Reivan yang langsung memeluk Nina dari belakang.
" Wah, kalian sudah datang? " Nina terlihat gembira melihat Reihan dan juga Reivan.
Reihan hanya mengangguk sambil melemparkan senyuman ke arah Nina. Eros yang tadinya berniat membawa Melodi ke kamarnya agar tidak bisa bertemu dengan Reihan itu pun akhirnya mengurungkan niatnya. Lalu ia duduk di samping Melodi dan mata nya terus tertuju pada gerak-gerik Reihan.
Reihan hanya menggeleng kecil sambil tersenyum tipis kepada Eros. Ini sesuatu yang sangat langka bagi Reihan, karena selama ini hubungan antara Reihan dan Eros terjalin sangat baik-baik saja. Dan selama pertemanan mereka tidak pernah ada pertengkaran di antara mereka.
" Apa hebatnya perempuan itu sampai Eros bersikap seperti bukan dirinya? Padahal perempuan itu terlihat sangat biasa saja, dan tidak ada yang istimewa. Perempuan itu sama sekali tidak bisa di bandingkan dengan Yura, sangat berbeda jauh. Jika Yura berlian maka Melodi hanyalah butiran emas yang tidak terlalu berharga. Kalau bukan karena eyang, aku juga tidak akan setuju dengan perjodohan ini. Maaf Eros jika aku harus merebut perempuan yang sangat berharga bagi mu. Semua ini demi hak waris eyang, jika aku tidak menikahi Melodi, maka keluargaku tidak akan mendapatkan warisan dari eyang. Aku sudah muak berpura-pura baik kepada keluarga ayah tiri ku. Aku akan memperjuangkan hak ku, selama ini akulah yang sudah bekerja keras. Tetapi mereka mengancam ku, mereka akan merebut semua aset-aset yang telah aku bangun jika aku tidak menuruti keinginan mereka. " Batin Reihan.
Jangan lupa klik tombol Like, Komentar dan Favorit ya... Terimakasih untuk dukungannya... 🙏🙏
__ADS_1