My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 82 Keputusan yang Salah


__ADS_3

*****


" Apakah secepat itu? Apa semua yang pernah kita lalui tidak berarti sama sekali bagimu? " Eros bertanya masih dengan tatapan mata yang begitu kecewa.


" Ini bukanlah hal yang mudah, dan...kalau kamu tanya sama aku, apakah secepat itu? Jujur, bagi ku ini tidak cepat sama sekali, apa yang terjadi di dalam hidupku semua terasa menyakitkan, bahkan ketika aku mulai merasakan cinta dari mu, dan di saat aku sudah begitu banyak berharap dari dirimu, kamu dengan mudah nya melepaskan genggamanku, aku yang ingin memperjuangkan segalanya... tapi kamu? Kamu yang membuatku berhenti berjuang, jadi aku mohon, jangan salahkan aku jika aku sudah tidak bisa mencintai mu lagi Eros...semua sudah terjadi, dan kita tidak bisa kembali seperti dulu. "


Setelah mengutarakan segala nya, Melodi pun beranjak dari duduk nya. Namun Eros dengan segera juga beranjak dari tempat duduknya.


" Biar aku antar..." Ujar Eros yang kemudian berjalan mendahului Melodi.


" Semoga saja Eros bisa mengerti dan bisa membiarkanku menjalani hidupku dengan Reihan. " Batin Melodi.


Melodi berjalan pelan di belakang Eros, ia sesekali melihat punggung Eros yang tampak dari belakang itu.


Setelah Melodi masuk ke dalam mobil Eros, Eros yang masih berdiam itu pun langsung melajukan mobil nya. Selama di dalam perjalanan menuju butik Etos, Melodi dan juga Reihan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka terdiam dalam kesunyian yang mereka ciptakan.


Dan sesampainya di butik, Melodi pun langsung turun dari mobil Eros. Melodi berterimakasih pada Eros karena sudah mengantarkan nya, namun Eros hanya mengangguk dengan tatapan dinginnya dan melajukan mobil nya begitu saja.


Melodi yang sadar akan sikap Eros kepadanya itu pun hanya bisa menghela nafas panjang. Sebenarnya Melodi ingin bersikap biasa saja setelah memberikan pernyataan yang tegas kepada Eros.


Namun kini malah sebalik nya, Melodi merasa Eros terlihat kesal, kecewa dan marah terhadap nya. Jadi Melodi juga jadi serba salah menghadapi Eros.


Melodi berjalan memasuki butik nya dan melihat sudah ada Arini yang sedang sibuk membereskan beberapa pakaian yang sudah siap untuk di kirimkan kepada costumer.


" Hai Mel...gimana honeymoon nya? Lancar? " Tanya Arini dengan tatapan yang menyipit dan sedikit meledek kepada Melodi.


" Honeymoon? Maksudnya?? " Jawab Melodi yang kembali bertanya kepada Arini, karena Melodi merasa dirinya tidak sedang melakukan perjalanan honeymoon kemarin.


" Iya honeymoon...aku denger dari Reivan kamu sama Reihan weekend kemarin honeymoon di hotel. " Jelas Arini masih dengan kesibukannya itu.


" Ya ampun, aku kira apa Ar...itu sih bukan honeymoon...aku cuma kencan biasa aja, dan kebetulan sampai larut malam, jadi nya aku sama Reihan nginep di hotel. " Jelas Melodi yang terlihat tersipu malu karena perkataan Arini.


" Oh...tapi pasti kalian melakukan sesuatu kan? " Ledek Arini yang menyadari Melodi yang kini sedang tersipu malu itu.


" Ar...please...jangan nanya yang aneh-aneh...aku nggak mau buat jelasin ke kamu, aku takut nanti kamu pengen. " Jelas Melodi yang kini sebaliknya malah menggoda Arini.


Arini hanya melihat ke arah Melodi sambil menyipitkan kedua mata nya.

__ADS_1


Melodi pun tersenyum geli ke arah Arini kemudian berlalu melewati Arini dan berjalan menuju ruangan nya.


Waktu berlalu begitu cepat, hari juga sudah semakin gelap. Melodi dan Arini pun bergegas untuk pulang. Arini yang sudah selesai membereskan beberapa barang miliknya itupun langsung berpamitan dengan Melodi dan Melodi masih sedikit sibuk dengan beberapa barang nya.


Setelah selesai, Melodi langsung keluar dari butik nya. Ia melihat sekelilingnya dan tidak melihat mobil nya. Melodi dengan segera menghubungi Erwin supirnya.


Dan ternyata Erwin tidak bisa menjemput Melodi karena ia ada urusan yang mendesak dengan keluarganya. Dan Erwin juga sudah memberitahukan Reihan. Namun entah kenapa Reihan tidak memberitahu Melodi.


Setelah selesai menelfon Erwin, Melodi pun menghubungi Reihan.


[ Via Telfon ]


" Rei..."


" Ya Mel? "


" Kamu dimana? Erwin nggak bisa jemput aku, dan kamu kenapa nggak kasih tau aku.? "


" Ah...maaf-maaf Mel...aku benar-benar lupa...seharian ini aku meeting dengan klien. "


" It's okay...sekarang kamu masih di hotel? "


" Oh, yaudah...aku naik taksi aja. "


" Maaf ya sayang..."


" Iya...nggak apa-apa..."


Melodi menutup panggilan telefon tersebut dan kemudian menghentikan sebuah taksi yang akan melintas di hadapannya.


Melodi yang sedang ingin berbelanja itupun menghentikan taksi tersebut di sebuah mall. Melodi masuk ke dalam mall tersebut dan kemudian membeli beberapa barang yang ingin ia beli.


Setelah selesai berbelanja Melodi berjalan keluar dari mall, dan saat ia sedang menunggu taksi, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti di depannya.


Melodi melihat mobil itu dengan seksama, dan ia teringat kejadian di saat ia sempat hampir tertabrak mobil. Kemudian kaca mobil itupun terbuka.


" Hai Mel, masuk Mel...biar aku antar. "

__ADS_1


Melodi masih terdiam dan terpaku.


" Mel..."


Ya...suara Yura pun membangunkan Melodi dari lamunannya. Melodi menatap Yura dengan tatapan bingung.


" Hello Melodi...kamu kenapa? Mau aku antar? " Tawar Yura dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


Melodi menatap Yura dengan tatapan dingin nya, kemudian karena Melodi merasa penasaran dan ada beberapa hal yang ingin ia tanyakan juga kepada Yura. Akhirnya Melodi pun memberanikan diri nya untuk masuk ke dalam mobil Yura.


" Akhirnya kamu naik juga. Jarang-jarang lho aku nawarin tumpangan sama orang asing. " Ujar Yura kemudian melajukan mobilnya.


" Aku juga terpaksa, ada suatu hal yang ingin aku tanyakan. " Ujar Melodi... sebenarnya Melodi sedikit takut karena ia hanya berdua di dalam mobil Yura.


" Apa yang ingin kamu tanyakan? "


" Mobil ini? Apa kamu yang melakukannya? " Melodi mengumpulkan seluruh keberaniannya dan bertanya kepada Yura.


Yura yang mendengar pertanyaan dari Melodi itu pun tiba-tiba saja tertawa.


" Kenapa kamu tertawa? Apa semua yang kamu lakukan itu lelucon bagimu? " Tanya Melodi yang kini sudah cukup geram.


" Ya...semua terasa sangat lucu bagi ku, dan aku tau, tuhan sudah berpihak kepadaku, walau aku gagal untuk melenyapkan mu dan anak dalam kandungan mu, tapi aku cukup bersyukur karena anak itu sudah lenyap. "


" Kamu...tega sekali kamu berkata seperti itu? "


" Lalu apa yang harus aku katakan? Apa aku harus meminta maaf ? "


" Tindakan yang kamu lakukan itu sudah melewati batas Yura. Dan jika Reihan tau, dia pasti akan sangat membenci mu. "


" Silahkan saja jika kamu ingin memberitahukan kepada Reihan, jika kamu bisa. Apa kamu tidak sadar? Kamu sudah menyerahkan hidup dan mati mu kepada ku Melodi. Kamu dengan sukarela menyerahkannya. "


" Apa maksudmu? "


" Apa kamu ingin mengakhiri hidupmu dan bertemu dengan anak mu? "


Mendengar pertanyaan Yura itu, Melodi pun membelalakkan kedua matanya, ia sadar jika ia sudah membuat keputusan yang salah karena sudah menaiki mobil Yura.

__ADS_1



__ADS_2